Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 5 .


__ADS_3

Di dalam kediaman siluman itu , semua nampak sibuk . Istana nya sudah di hias dengan sangat cantik . Para pelayan sudah menghidangkan berbagai aneka makanan lezat dan menggugah selera di beberapa meja panjang .


Makanan yang di hidangkan pun makanan yang biasa di konsumsi oleh mahkluk gaib . Ada kotoran manusia , bangkai binatang , tulang belulang dan masih banyak lagi makanan menjijikkan lainnya .


Namun semua itu terlihat seperti makanan manusia pada umum nya di mata Galuh .


Kursi - kursi mewah nan empuk sudah berbaris rapi . Sebuah singgasana di hias dengan aneka bunga warna warni yang menebarkan keharuman semerbak , beberapa pita cantik tak lupa di sematkan pada beberapa benda .


Karpet - karpet bersulam benang emas sudah terhampar .


Seorang wanita cantik mengenakan pakaian pengantin berwarna merah marun , berhias permata dan berlian terpasang di tubuh nya .


Mulai dari kalung , anting , gelang dan cincin terpasang di kedua tangan nya . Sebuah mahkota mewah dan elegan sudah terpasang di kepala nya .


Ia nampak sangat anggun , cantik dan berwibawa .


Sedangkan di kamar lain , nampak seorang pria muda gagah . Ia juga sudah mengenakan pakaian pengantin pria berwarna merah marun .


Mereka sedang bersiap melangsungkan pernikahan dua alam . Rona bahagia terpancar dari wajah kedua nya .


Namun ada sedikit keanehan dari calon pengantin pria nya . Meski pun nampak bahagia , tapi sorot mata nya kosong tanpa ekspresi . Senyum yang di perlihatkan terlihat seperti di paksakan .


Di sisi lain para penjaga sudah standby , tidak ada satu ruangan pun yang luput dari penjagaan .


Mereka sedang menunggu waktu sakral itu tiba beberapa menit lagi ..


Namun sayang sekali , acara nya menjadi berantakan ketika dua tamu tak di undang hadir untuk menggagalkan ritual pernikahan mereka .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Sebelum keberangkatan nya , dokter Danu kembali melakukan sholat sunnah dua rokaat .


Lalu menghilang bersama ki Rambai , dokter Danu meninggalkan raga nya yang masih duduk di atas sajadah .


Ia dan ki Rambai langsung mendatangi kediaman ratu Sakka .

__ADS_1


Namun ketika baru sampai di depan gerbang istana nya , dokter Danu dan ki Rambai sudah di sambut oleh jutaan ular - ular berukuran sedang .


Ular - ular tersebut tidak sama persis seperti ular pada umum nya di alam manusia .


Pupil mata mereka merah menyala .. Bola mata nya berwarna kekuningan , memiliki dua buah lidah yang masing - masing lidah nya terbelah dua dari bagian ujung hingga ke tengah , ujung ekor nya runcing dan berbentuk seperti ujung anak panah .


Mereka mendesis , menjulurkan lidah nya , menyemburkan cairan hijau yang sangat kental dan lengket .. bergerak sangat cepat ke arah dokter Danu dan ki Rambai .


Bagi yang terkena cairan ular itu akan menimbulkan luka bakar , dan terus merembet ke bagian lainnya dengan cepat . Karena cairan itu merupakan racun yang dapat mematikan meski pun hanya terkena sedikit .


Dokter Danu sudah bersiap melindungi diri dengan perisai nya , ia juga menggunakan cemeti sebagai senjata nya .


" Seperti nya mereka terburu - buru sampai ga sempet nyebar undangan ke perkampungan lain , ki " ucap dokter Danu tersenyum . Ia melihat suasana istana yang di hias begitu mewah namun sepi pengunjung .


Mata batin dokter Danu menangkap tamu yang hadir hanyalah mahkluk - mahkluk yang berupa abdi dalem dan juga penghuni di sekitaran istana .


" Iyaa ya Dan .. Ya udah , yang penting kita udah bersedia dateng , untuk ..


MENGGAGALKAN " jawab ki Rambai sambil nyengir dengan penekanan di akhir kalimat nya .


" Lets go party , ki .. Udah di sambut tuh " ucap dokter Danu sesaat sebelum mereka mulai bertarung .


Dengan semangat empat lima ki Rambai merubah diri ke wujud asli nya . Yaitu seekor harimau putih yang sangat besar . Ia mengeluarkan suara auman yang menggelegar , menggema dengan sangat keras .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Dokter Danu sudah mulai menyabetkan cemeti nya ke arah ular - ular tersebut .


Wuuuutt.. Wuuttt.. Cetaarr .. Cetaarrr ..


Yang terkena sabetan cemeti dokter Danu langsung hangus dan berubah menjadi asap hitam lalu menghilang . Namun ular - ular itu seolah tidak ada habis nya .


Keringat sudah membasahi tubuh dokter Danu , namun ia dan ki Rambai belum juga bisa mengurangi jumlah ular - ular ini .


Akhir nya dokter Danu pun mengeluarkan jurus Sapu Jagad nya .

__ADS_1


Seketika , ular - ular itu menggelepar terbakar sampai hangus lalu berubah menjadi kepulan asap , kepulan asap yang banyak .. Hitam . Dan bergulung - gulung karena banyak nya ular yang hancur .


Ketika semua ular sudah lenyap , muncullah jutaan kelabang dari berbagai arah , mereka mengepung dokter Danu dan ki Rambai .


Kelabang - kelabang itu seukuran lengan orang dewasa , tubuh mereka berwarna merah . Sedangkan ujung ekor nya berwarna hitam .


" Hati - hati , Dan .. Buntut kelabang itu juga memiliki racun " ucap ki Rambai


" Baik , ki " jawab dokter Danu singkat .


Dokter Danu mengeluarkan ilmu meringankan tubuh nya , perisai nya pun sudah ia pertebal kembali .


Dokter Danu melihat kelabang - kelabang itu menancapkan buntut nya yang runcing ke tanah , ia segera melompat setinggi mungkin . Kelabang - kelabang itu sedang mencemari tanah dengan racun nya , sehingga siapa pun yang menginjak tanah tersebut akan terkena racun nya .


Dengan beberapa doa yang di baca nya , dokter Danu melesat turun sambil terus komat kamit membaca ayat - ayat suci untuk melenyapkan pasukan kelabang . Ia mengambil posisi berguling di udara , ketika berada sekitar satu meter di atas tanah , keluarlah sebuah bola cahaya yang sangat besar dari kedua telapak tangan nya . Dengan tenaga dalam yang cukup besar , ia arahkan bola cahaya tersebut ke arah tanah .


Dokter Danu yakin sehebat apa pun ilmu mahkluk baik itu manusia atau pun gaib , ilmu Allah tetap lah lebih tinggi dan lebih hebat . Tidak ada yang bisa menandingi Nya .


Oleh sebab itu dokter Danu tidak pernah melupakan Rabb nya dalam hal apa pun , selalu menyebut nama Nya untuk mengawali aktifitas nya . Tidak pernah lelah mengingat Nya dengan senantiasa sholat dan berzikir , ia selalu mengasah hapalan ayat - ayat suci nya dan juga terus berlatih ilmu yang sudah di pelajari nya .


BUUUUMMMM .. Terdengar suara ledakan dengan keras di sertai cahaya kuning terang yang sangat menyilaukan .


Bagi mahkluk - mahkluk siluman yang terkena cahaya itu akan terasa sangat panas membakar , mereka pun hancur menjadi serpihan - serpihan kecil .


Ki Rambai mengeluarkan pusaran angin yang kencang hingga membuat serpihan - serpihan kelabang yang memenuhi tanah itu beterbangan ke satu arah hingga tanah yang tadi tertutup kini bersih dapat terlihat kembali .


Seiring dengan hancur nya kelabang - kelabang itu maka racun yang tertanam di tanah pun kembali netral .


Dokter Danu dan ki Rambai segera mengatur pernafasan mereka dan juga menetral kan tenaga dalam nya . Mereka tetap bersiaga untuk menghadapi sang ratu .


" Ki, seperti biasa .. Aki yang mencari sukma Galuh ya , biar aku yang menghadapi ratu nya .. Seperti nya sebentar lagi nongol nih " ucap dokter Danu dengan nafas yang masih sedikit tersengal .


" Oke Dan , kamu hati - hati ya .. Tenaga dalam mu seperti nya terkuras cukup banyak tadi " jawab ki Rambai , dokter Danu hanya menggangguk . Ia sedang mengatur kembali pernafasan nya dan juga menghimpun tenaga dalam nya .


Ki Rambai pun lalu melesat masuk meninggalkan dokter Danu yang masih berdiri di depan istana ratu siluman .

__ADS_1


###############################


__ADS_2