
Beberapa sosok mahkluk astral tiba - tiba keluar dan berdiri di belakang dokter Danu dan ki Rambai . Mereka sudah siap menyerang dengan kuku - kuku mereka yang panjang dan runcing .
Suara - suara mereka kembali bising , bersahutan seiring dengan menonjol nya taring mereka .
" Hahahahaha .. " kau pikir perewangan ku cuma segitu , dasar bodoh
Tenang , masih banyaaakk .. Haha haha " ucap dukun itu menertawakan keterkejutan dokter Danu dan ki Rambai .
" Habisi mereka berdua , cepaat " ucap nya pada mahkluk - mahkluk suruhan nya .
Dokter Danu memberi kode ke ki Rambai agar menghadapi sosok mahkluk di belakang nya .
Ki rambai pun segera memutar tubuh nya menghadap mahkluk tersebut . Dan bersiap untuk bertarung .
Sedangkan dukun itu berusaha menyerang dokter Danu dengan menghunuskan keris nya .
Meski pun keris itu sudah di mantrai agar dapat melukai sosok - sosok gaib baik itu ruh mau pun sosok astral lain nya , namun kali ini ia belum dapat melukai sosok dokter Danu yang sedang berbentuk ruh , karena ia sudah melepas raga nya .
Dokter Danu sudah menggunakan ilmu peringan tubuh nya sehingga gerakan nya lebih cepat dan gesit .
Namun dukun itu juga tidak kalah gesit , ia membaca mantra kemudian meniup ke salah satu keris nya . Lalu keris itu di lemparkan ke arah dokter Danu .
Dokter Danu segera menghindar , namun keris itu terus mengejar nya . Sedangkan si dukun tertawa terbahak - bahak melihat dokter Danu pontang - panting menghindari keris nya .
Dokter Danu membaca doa lalu melemparkan cahaya merah ke arah keris itu ,
Duuaarrr ... Keris itu hancur berkeping di iringi ledakan keras .
Kali ini giliran dukun paruh baya itu yang melongo melihat keris nya hancur di depan mata nya .
" Sekarang giliran mu pak dukun .. Kecuali kalau kau mau bertaubat " tantang dokter Danu sambil tersenyum tipis .
" Aku akan terus menjadi penguasa bangsa demit selama nya .. Hahaha ,
Hiyaaa .. " jawab nya sambil menghampiri dokter Danu dengan menghunuskan keris nya yang tinggal satu dan masih berada di genggaman nya .
__ADS_1
Dokter Danu menatap ke arah dukun itu , memperhatikan gerakan nya . Kemudian ia pun berguling ke arah belakang dukun tersebut .
Membuat dukun itu terkejut , kemudian ia memutar tubuh nya kembali menghadap dokter Danu .
Di saat itu lah dokter Danu melemparkan sapuan cahaya yang menutupi seluruh tubuh dukun tersebut .
Tak berapa lama , dukun itu tiba - tiba terjatuh , tak sadarkan diri .
Keluarlah sesosok mahkluk dari tubuh nya , dokter Danu segera menyerang mahkluk tersebut .
Mahkluk itu memiliki kulit yang bernanah , menimbulkan bau busuk , mulut nya robek dan mengeluarkan lendir terus menerus .
Ia terus mendekati dokter Danu , mencoba menyerang dokter Danu dengan mengacungkan kedua tangan nya , hendak mencabik - cabik .
Dokter Danu segera membaca doa , lalu keluar cahaya putih itu yang kemudian di arahkan ke sosok tersebut .. Lemparan pertama , masih bisa di hindari . Begitu pun lemparan kedua dan ketiga . Pada lemparan ke empat , mahkluk tersebut mulai terkena di sebagian tubuh nya .
Mahkluk itu berteriak kesakitan . Dokter Danu semakin meyerang dengan bertubi - tubi hingga akhir nya sosok itu hangus terbakar .
" Aaakkhhh .. " jerit nya kepanasan dan kesakitan , kemudian tubuh nya menghitam lalu hancur menjadi serpihan kecil. Dan berubah perlahan menjadi kepulan asap hitam
Dokter Danu segera menghampiri dukun paruh baya itu , ia tergeletak tak berdaya setelah sosok perawangan nya di paksa keluar dari tubuh nya oleh dokter Danu .
Setelah itu ia bersihkan aura negatif dari dukun itu .
" Hemm sudah bersih sekarang , ga bisa lagi nyantet - nyantet atau apa pun itu .. Mudah - mudahan pas sadar langsung taubat " gumam dokter Danu sambil menatap pria paruh baya yang tergeletak di hadapan nya
Ki , tolong bersihkan tempat ini ya " perintah dokter Danu setelah melihat ki Rambai menyelesaikan tugas nya , yaitu melenyapkan demit - demit perewangan dukun tersebut .
" Baik Dan " jawab nya , kemudian ki Rambai menghancurkan tempat ritual dukun tersebut . Tempat itu menjadi berantakan , ki Rambai benar - benar memporak porandakan tanpa ada yang tersisa sedikit pun .
" Alhamdulilah " ucap dokter Danu dan ki Rambai bersamaan .
Setelah selesai dokter Danu pun segera kembali ke raga nya , dan membiarkan dukun itu terbaring di tempat nya sampai ia tersadar sendiri nanti .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
Esok hari nya dokter Danu sudah kembali tugas di IGD seperti biasa .
Tok tok tok
" Halo dok , sibuk ya ?" sapa dokter Sony
" Ohh haii engga terlalu kok , mari dok " sapa dokter Danu sambil mempersilahkan dokter Sony masuk .
Dokter Sony melangkah masuk sambil tersenyum sumringah . Ia menenteng sesuatu di tangan nya kanan nya .
" Dok , ini ada titipan dari Dewa dan istri nya .. Mohon maap cuma sedikit , dok " ucap dokter Sony sambil memberikan bingkisan itu ke dokter Danu .
" Wuah repot - repot dok , makasiih banyak ya .. Minta tolong titip salam sama pak Dewa dan ibu Leni " ucap dokter Danu sambil menerima bingkisan itu .
" Iyaa dok , insyaa allah akan saya sampaikan " jawab dokter Sony .
Mereka pun mengobrol , kemudian ..
" Ahh iya , gimana kabar pak Dewangga , dok ?" tanya dokter Danu
" Alhamdulilah sehat dok , tender yang kemarin akhir nya jatuh ke Dewa .
Info nya sih teman nya yang pertama terpilih tiba - tiba slow respon bahkan sekarang masih belum menyerahkan desain terakhir .
Ada yang bilang sakit ,ada yang bilang belum siap karena perusahaan nya belum lengkap secara tim tapi entah mana yang bener , dok .
Akhir nya pemilik tender memindahkan tender nya ke perusahaan Dewa karena mereka juga butuh cepat di realisasi kan nya . Kebetulan perusahaan Dewa sudah lengkap tim nya , dan memang sudah berpengalaman sehingga dapat memberikan respon nya juga cepat .
Sekarang Dewa sudah mulai sibuk , tapi saya selalu ingatkan agar tidak putus berzikir dan berdoa agar peristiwa kemarin tidak terulang lagi ... Bahkan bukan hanya Dewa , saya minta ke Leni juga . Agar mereka sekeluarga selalu terjaga dan tidak mudah terkena kiriman ilmu hitam " ucap dokter Sony menjelaskan .
" Alhamdulilah , kalau memang rejeki pasti kembali ke pemilik nya .. Entah dengan jalan apa pun karena Allah memiliki berbagai macam cara , tidak sampai tertukar rejeki nya .
Meski pun ada yang berusaha merebut nya , pada akhir nya kembali ke pemilik nya " jawab dokter Danu santai
" iyaa dok , terimakasih banyak ya ...Salam dari Dewa, ia selalu titip salam untuk dokter Danu setiap ketemu saya " ucap dokter Sony
__ADS_1
" Sama - sama , dok .. Salam kembali untuk pak Dewangga , semoga sukses bisnis nya .. Aamiin Ya robbal'alamiin " ucap dokter Danu yang di amini juga oleh dokter Sony .
End .