Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : PUSPA PART , 2 .


__ADS_3

Sementara di sisi lain , ada sesosok hantu wanita yang selalu memperhatikan dokter Danu . Ia tidak berani mendekat karena ia tahu dokter Danu memiliki aura dan energi berbeda .


Untuk memberi kode tentang keberadaan nya pun ia tidak berani , karena dokter Danu bukan lah pria biasa . Hantu wanita itu hanya bisa menatap nya sendu .


Tiba - tiba hantu wanita itu melihat seorang pria , ia tahu bahwa pria itu akan menemui dokter Danu . Karena hantu juga bisa masuk ke dalam jiwa manusia melalui aliran darah . Sehingga ia dapat menggoda manusia melalui bisikan - bisikan , bahkan bisa membelok kan niat baik manusia dan juga mengetahui isi hati dan pikiran manusia . Untuk itu lah setiap manusia di harapkan banyak berdoa kepada Tuhan nya agar di hindarkan dari godaan syetan yang terkutuk .


Maka hantu wanita itu pun menggunakan Raihan untuk memberitahukan keberadaan nya , ia berharap Raihan akan cerita kepada dokter Danu .


Dan menolong nya ..


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Selama makan siang , Raihan berjibaku dengan batin nya .


" Aku pengen ceritain kejadian yang tadi sama Danu , tapi nanti aku di ketawain ga ya ... Masa polisi yang biasa berhubungan sama kriminal , takut hantu . Mana siang bolong begini .. " benak Raihan .


" Tapi kalau ga di ceritain , rasa nya kok aneh dan mengganjal ya .. Hhhh " Raihan menyuap makanan nya sambil melamun .


" Heeii , ayoo nambah lagi .. Kata nya mau sapu bersih , masih banyak nih lauk nya .. Ayoo sikat , bro . Nanti mubazir kalau ga abis , hehe " ucap dokter Danu membuyarkan lamunan nya .


" Tenang bro , alon - alon sing klakon .. Tau - tau bersih semua , xxixii " balas Raihan sambil menyuapkan ayam ke mulut nya .


Setelah makan , mereka pun duduk sebentar untuk sekedar membiarkan makanan yang masuk ke perut pada turun .


Lalu dokter Danu mengajak Raihan untuk sholat zuhur berjamaah .


Selepas sholat zuhur , mereka duduk santai di depan tv sambil ngobrol kesana kemari . Menceritakan masa lalu sampai dengan peristiwa - peristiwa di masa sekarang .


" Betah tinggal di sini , Dan ?" tanya Raihan sambil nyomot keripik kentang .


" Alhamdulilah betah , karena dekat dari rumahsakit .. Hehe " jawab dokter Danu nyengir .


" Sepi banget ya apartemen mu ini , Dan " pancing Raihan lagi

__ADS_1


" Yaahh gitu lah , rame nya itu kalau pagi sekitar abis subuh sampai jam tujuh an .. Sama nanti malam , sekitar orang sudah pulang kerja . Jam tujuh sampai jam sembilan an . Di luar jam itu ya gini , sepi " jawab dokter Danu


" Mau nanya iseng ga , takut ga .. Tapi ini kan Danu ya . Yang ada demit nya yang takut sama kamu " lanjut Raihan sambil terkekeh sendiri .


" Kalau aku sih sepi gini mending pindah cari yang rame , ga pa - pa lah jauh juga ... Iseng , atut di culik ocong , hhehe .. " sahut Raihan di sela tawa nya menirukan suara anak kecil .


" Kamu itu .. Masa komandan , hapal ayat suci dan doa - doa , lulusan pesantren pula .. Ga berani tinggal di tempat sepi .. Gimana ini ? " ledek dokter Danu


" Yaa kamu kan juga tau , Dan .. Aku ga semua hapal nya , itu juga susah banget . Selalu jadi yang paling buntut kalau setoran ayat , hahaha .. " jawab Raihan tertawa geli mengingat masa lalu nya di pesantren .


" Haiihhh tuh kan belum cerita udah di ledek duluan " batin Raihan , tanpa sadar ia menepuk jidat nya sendiri .


" Ga usah cerita dulu lah , nanti ketauan banget penakut nya .. Bisa di ledek habis - habisan aku " benak nya lagi .


Dokter Danu pun ikut tertawa melihat kelakuan sahabat nya .


" Itu jidat ga usah di tepuk - tepuk , nanti tambah ganong .. Haha .." dokter Danu meledek Raihan kembali


Mereka tak henti bercanda saling meledek dan juga tak lupa menyapu bersih cemilan yang ada di hadapan mereka .


Tak terasa hari semakin sore , mereka pun kembali sholat ashar berjamaah .


Kemudian ,


" Dan, aku pamit ya .. Lain waktu kamu yang mampir ke tempat ku " ucap Raihan sambil berdiri .


" Beres komandan " jawab dokter Danu sambil memberi hormat .


" Mari aku antar sampai parkiran , komandan " ucap dokter Danu


" Wuah engga usahlah , kayak anak kecil aja pake di anterin " tolak Raihan


" Ga pa pa , takut nya belok ke kamar sebelah .. Bisa berabe kalau penghuni nya cewek single " ucap dokter Danu sambil tertawa .

__ADS_1


" Hhhhh , puas - puasin lah kau ngeledek aku sekarang .. Nanti di tempat ku aku bales ya , jangan nangis lho .. " balas Raihan dengan raut wajah yang pura - pura serius .


Dokter Danu hanya membalas dengan tertawa , lalu mereka pun berjalan beriringan keluar dari apartemen no. 12 yang di tempatin dokter Danu .


Sebenar nya Raihan senang ketika dokter Danu menawarkan diri mengantar nya sampai ke parkiran . Karena ia takut di ganggu lagi saat berada di dalam lift .


" Aman dah , ada si Danu " batin Raihan sambil melangkah kan kaki nya .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Sementara sosok hantu wanita sudah menghilang dari sekitaran lantai tujuh , kini ia berada di lobbi memperhatikan dari jauh siapa pun yang lewat .


Hingga ia melihat pria tadi masuk ke mobil nya , lalu melaju meninggalkan parkiran .


Sedangkan penghuni apartemen no. 12 yaitu dokter Danu sudah kembali menuju lift untuk naik ke lantai tujuh .


Hantu wanita itu segera melesat dan masuk ke dalam mobil yang di kendarai tamu tadi , yaitu Raihan .


Raihan menyetir dengan santai , waktu sudah menunjukkan sangat sore .


" Sebentar lagi magrib ya " gumam nya saat melihat jam di dashboard mobil nya .


Raihan mempercepat laju mobil nya , jalan yang di lalui menuju ke rumah nya sudah mulai padat merayap . Karena jam pulang kantor telah tiba , sehingga suasana sore itu sangat ramai orang mau pun kendaraan yang lalu lalang melintas .


Sejak pulang dari apartemen dokter Danu , Raihan merasakan sedikit keanehan , ia merasa seperti ada yang mengikuti nya .


Beberapa kali ia melihat ke arah kursi belakang melalui spion dalam nya namun kosong .. Tidak ada siapa - siapa .


Raihan pun menghela nafas menenangkan diri nya sendiri ,


" Hanya perasaan ku aja .. Aahh penakut sekali sih aku ini . Kalau aja para penjahat yang aku tangkap mengetahui ini , bisa hangus harga diri ku " benak Raihan sambil tersenyum kecut , tanpa di sadari nya ia meremas setir yang sedang di genggam nya .


###############################

__ADS_1


__ADS_2