Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : SANTET PART . 2 .


__ADS_3

Setelah di terawang melalui mata batin nya , dokter Danu melihat kalau pak Dewangga bukan sakit biasa .


" Ya Allah , pantes aja ga sembuh - sembuh setelah minum obat .. ini harus segera di hentikan , terlambat sedikit lagi bisa kehilangan nyawa nya nih pak Dewangga , kasihan sekali " batin dokter Danu .


" Sus , tolong siapkan baskom aluminium sekalian di lapis seperti biasa ya " ucap dokter Danu


" Baik dok " jawab suster itu


Tak lama kemudian suster tadi datang kembali ,


" Ini dok , mau di taruh di mana ? " tanya nya


" Pegang dulu , nanti kalau pak Dewangga mau muntah buru - buru kamu letakkan di pangkuan nya ya " ucap dokter Danu lagi


" Oohh oke dok " jawab suster itu dengan tatapan bingung , suster itu menurut saja ketika dokter Danu memerintahkan agar meletakkan nya nanti di pangkuan pasien saat ia suruh . Lalu dokter Danu juga meminta istri nya untuk ikut mendampingi .


" Bu , maaf saya mau mengobati pak Dewangga .. nanti kalau lihat sesuatu jangan teriak ya takut menganggu pasien lain " ucap dokter Danu setengah berbisik .


" Baik dok , silahkan .. Tapi memang nya ada apa dengan suami saya , dok ?" tanya istri nya dengan tatapan cemas dan tidak mengerti dengan maksud perkataan dokter Danu .


" Saya akan jelaskan nanti ya bu .. Mohon bersabar dulu , kasihan pak Dewangga sudah kesakitan sekali selama berhari - hari .. Semoga ini bisa menghilangkan sakit nya " jawab dokter Danu .


Istri pak Dewangga pun mengangguk , ia ingin suami nya segera sembuh kembali hingga menuruti saja permintaan dokter Danu meski pun dalam keadaan bingung . Ia berdiri di ujung bed suami nya agar tidak menganggu dokter Danu dan suster yang akan mengobati .


Setelah tirai pasien di tutup rapat oleh suster , dokter Danu segera membaca doa . Kali ini membaca nya secara terang - terangan , terlihat bibir nya komat kamit . Suara nya pun sedikit berbisik sehingga istri pak Dewangga mau pun suster dapat mendengar saat dokter Danu membaca taawudz dan basmallah .


Pak Dewangga yang masih merintih pun , kembali menjerit namun dengan suara yang tidak di tahan lagi , ia juga berusaha untuk bangun dari tidur nya dan melepaskan infus di tangan nya .


" AAAAKHHH ... Hhaaaakkhh .. Aaakkhhh sakiiiiittt , peeerrgiii .. Akkhh pergiii , sakiiiiitt .." jerit pak Dewangga ketika dokter Danu mulai membaca kan doa - doa .


Dengan sigap suster tadi menahan tangan pak Dewangga , namun ia kalah kuat sehingga terlepas ketika pak Dewangga menepis tangan nya .

__ADS_1


" Panggil beberapa orang untuk bantu pegangin , sus " ucap dokter Danu


" Baik dok " jawab suster itu sambil berlari memanggil kedua rekan nya yang sesama suster .


Namun sayang tenaga pak Dewangga sangat kuat , sehingga salah seorang suster itu akhir nya memanggil dua orang sekuriti untuk membantu menahan pak Dewangga . Seorang sekuriti berdiri menahan pundak dan kedua tangan , seorang lagi menahan kedua kaki nya .


Dua orang suster sudah kembali ke tempat nya untuk melanjutkan tugas nya , hanya tinggal seorang suster yang terus mendampingi dokter Danu .


Kedua telapak tangan dokter Danu sudah teraliri dengan tenaga dalam , ia pun segera menyapu kan sebelah tangan nya mulai dari kepala sampai ke bawah , gerakan menyapu nya tanpa menyentuh tubuh pak Dewangga sementara sebelah tangan nya lagi menyentuh dan menahan ubun - ubun pak Dewangga .


Setelah tiga kali sapuan , pak Dewangga pun terlihat seperti mau mengeluarkan isi perut nya .


Suster tadi buru - buru mengambil baskom aluminium dan meletakkan di pangkuan pak Dewangga .


" Aaakkhh .. Hooeekk .. Hooeekk .. "


Ia muntah di baskom yang sudah di alasi tadi , di dalam baskom itu terlihat darah yang banyak dan bergumpal . Lalu ada segumpal rambut , beberapa paku karat , dan serpihan - serpihan yang terlihat seperti pecahan kaca .


Wajah pak Dewangga semakin pucat , ia sangat lemas dan nampak kelelahan sekali setelah hampir tiga puluh menit lebih mengeluarkan semua isi perut nya .


Semua yang berada di dalam ruangan itu tampak terkejut dengan apa yang di lihat , namun mereka berusaha untuk tidak bersuara . Mereka hanya menutup mulut dan hidung nya sambil menahan mual .


Terdengar suara isak tangis dari istri pak Dewangga , ia tidak tahu bagaimana suami nya bisa mengeluarkan benda - benda itu dari dalam tubuh nya .


Setelah memuntahkan semua isi perut nya yang tak lazim itu , pak Dewangga pun tak sadarkan diri .


Dokter Danu segera membaca doa untuk membersihkan sisa aura negatif yang berada di tubuh pak Dewangga .


" Sus,tolong ambilkan segelas air minum ya " pinta dokter Danu


" Baik dok " jawab suster itu yang langsung keluar dari ruangan dengan setengah berlari

__ADS_1


Beberapa menit kemudian ,


" Ini dok " ucap suster itu sambil memberikan segelas air putih ke dokter Danu .


" Oiya terimakasih sus " jawab dokter Danu mengambil gelas tersebut .


Kemudian ia membacakan doa - doa kurang lebih sekitar sepuluh menit ,


" Bu , nanti kalau pak Dewangga sudah sadar tolong di berikan minum dengan air ini ya .. Sisakan sedikit untuk di sapukan ke wajah , dada hingga perut nya " ucap dokter Danu


" Baik dok , terimakasih " ucap istri pak Dewangga sambil menerima gelas tersebut dan meletakkan di meja samping bed pak Dewangga .


Lalu ia mendekati suami nya yang sudah terbaring kembali , namun masih tak sadarkan diri . Selang infus sudah terpasang kembali dengan benar setelah tadi sempat terlepas karena di tarik oleh pak Dewangga sendiri .


Alat pemantau detak jantung dan selang oksigen sudah di pasang , semua nya guna memantau perkembangan kondisi pak Dewangga .


Kedua sekuriti itu di minta untuk meninggalkan ruangan, sebelum nya dokter Danu sudah mewanti - wanti agar apa yang di lihat tidak perlu di ceritakan ke yang lain . Begitu juga dengan suster itu .


Mereka pun mengangguk paham , suster itu pun segera membersihkan dan merapikan kembali bekas muntahan pak Dewangga .


Terlihat istri pak Dewangga nampak shock sekali , airmata nya terus mengalir sambil berdiri menggenggam erat tangan suami nya .


" Dok , ini suami saya kenapa lagi .. Kok ga bangun - bangun ?" tanya istri nya lirih sambil tak melepaskan pandangan dari wajah suami nya .


" Ga pa pa bu , bapak hanya lelah .. Sebentar lagi juga sadar .. Apa saya boleh bicara dengan ibu di ruangan dokter ?" ucap dokter Danu


"Boleh dok " jawab istri pak Dewangga sambil mengangguk , lalu ia mengikuti langkah dokter Danu .


" Silahkan duduk, bu .. Mau saya ambilkan minuman , bu ?" tanya dokter Danu sopan


" Engga dok , terimakasih " jawab istri pak Dewangga lirih , namun tatapan nya penuh harap . Ia sangat ingin tahu penyebab suami nya mengeluarkan benda - benda itu .

__ADS_1


Dokter Danu berfikir sejenak , ia mencari kalimat yang tepat untuk di sampai kan kepada istri pak Dewangga .


__ADS_2