Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 8 . end


__ADS_3

Dokter Danu telah kembali ke raga nya , ia sangat lelah . Seluruh tubuh nya terasa pegal dan nyeri .


Ia pun melihat ponsel nya ,


" Waahh , sesuai perhitungan ku .. Sudah dua hari aku tertahan di alam gaib . Sekarang sudah waktu nya bertugas lagi " gumam dokter Danu .


Ia pun bangkit dari duduk nya , untuk merebahkan tubuh nya sejenak .


" Lumayan masih ada waktu lima belas menit sebelum waktu subuh .. Istirahat dulu sebentar " batin nya .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Dokter Danu memulai observasi nya , satu per satu bed di kunjungi nya .


Hingga tiba di bed pasien Galuh ,


" Selamat pagi .. " sapa dokter Danu ramah


" Pagi dok .. Alhamdulilah anak saya sudah sadar lagi , dok " jawab ibunda nya Galuh sumringah


" Alhamdulilah " jawab dokter Danu sambil tersenyum .


Lalu ia pun menghampiri pasien Galuh yang terbaring lemah ,


" Dok , seperti nya semalam saya memimpikan dokter .. Karena wajah dokter sama dengan yang datang di mimpi saya " ucap Galuh dengan raut wajah bingung .


" Oyaa ? Kok bisa saya datang ke mimpi nya mas Galuh ya .. Hehe .. Mungkin kontak batin karena keseringan ketemu saya " jawab dokter Danu pura - pura tidak tahu .


" Ehh heehee .. Iiya kali ya dok " ucap Galuh sambil nyengir


" Mas Galuh suka naik gunung ya ?" tanya dokter Danu ramah


" Iyaa dok .. Kemarin pengalaman pertama saya naik gunung . Seneng banget .. Udara nya yang seger dan pemandangan nya bagus - bagus dok


Tapi sayang , pengalaman pertama sudah masuk rumahsakit " jawab Galuh dengan nada sedih di ujung kalimat .


" Ga pa pa , bisa buat pengalaman .. Nanti kalau naik gunung lagi jangan lupakan pantangan nya . Dan selalu berdoa .. " ucap dokter Danu sambil senyum .


" Eehh iyaa dok , hhehe " jawab Galuh tersipu malu ketahuan melanggar .


" Iyaa Galuh , jangan tinggalkan ibadah .. Dan berdoa terus .. Di mana pun kamu berada agar hati mu ga kosong dan kamu selalu di lindungi Allah " sambung ibu nya sambil menggenggam erat tangan Galuh .


" Iyaa maa .. " jawab Galuh singkat sambil senyum ke ibu nya .


" Nah , kalau sekarang ada keluhan apa, mas Galuh ?" tanya dokter Danu kembali

__ADS_1


" Ehmm ini dok , saya mual .. " jawab Galuh


" Sus , tolong ambilkan baskom untuk muntah , sekarang ya " perintah dokter Danu


" Baik dok " jawab suster tersebut , lalu meninggalkan bed Galuh .


Dokter Danu berpura - pura menghitung denyut nadi Galuh dengan memegang satu titik di pergelangan tangan nya . Galuh dan ibu nya hanya diam saja memperhatikan .


Mereka tidak tahu kalau sebenarnya dokter Danu sedang membaca beberapa doa lalu di tiupkan secara halus , kemudian menetralisir sisa aura hitam yang tertinggal .


Tak lama kemudian suster itu datang dengan sebuah baskom putih dari bahan stainless di lapisi kantong plastik dan tissu .


Dengan tatapan bingung , baskom tersebut di berikan kepada dokter Danu .


" Ini .. Di pegang dulu ya mas Galuh " ucap dokter Danu


Galuh pun menerima baskom itu tanpa banyak bicara . Ia sedang merasakan perut nya yang sangat bergejolak , hingga ia tidak dapat menahan nya lagi . Lalu ..


" Hooeekk .. Hooeekkk .. Hooeekkk .. " Galuh memuntahkan semua isi perut nya .


Cairan hitam berbau busuk keluar dari mulut nya , entah apa yang ia makan selama berada di kampung siluman itu .


" Astagfirullah .. " pekik ibu nya sambil menutup hidung dan mulut nya dengan sebelah tangan nya , ia tidak menyangka akan keluar cairan seperti itu .


Suster dengan sigap membantu Galuh sampai ia selesai muntah .


" Ini di minum dulu air putih hangat nya , mas Galuh .. Semoga enakan " ucap dokter Danu sambil menyerah kan sebuah gelas berisi air putih hangat .


Galuh pun langsung menerima gelas tersebut dan meminum air nya hingga habis . Lalu memberikan gelas kosong ke ibu nya .


" Gimana nak , masih mau muntah ?" tanya ibu nya sambil menerima gelas kosong dan meletakkan nya di sebuah meja kecil di samling bed anak nya .


Galuh menggeleng pelan " engga ma , udah enakan " jawab nya


" Makasii air putih nya, dok .. Udah plong perut saya , ga mual lagi . Cuma pusing dan lemes banget sekarang " ucap Galuh sambil menoleh ke dokter Danu


"Sama - sama mas Galuh .. Istirahat dulu ya , nanti makan yang banyak biar pusing dan lemes nya hilang .. Ini sudah saya resepkan vitamin juga .


Kalau besok sudah enakan , bisa pindah ke kamar inap ya bu " ucap dokter Danu kepada Galuh dan ibu nya .


" Iyaa dok , terimakasih banyak " jawab ibu nya Galuh


" Sama - sama bu .. Saya permisi ya mau melanjutkan ke sebelah " ucap dokter Danu sopan


" Iyaa dok , silahkan .. " balas ibu nya Galuh kembali .

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Menjelang magrib , dokter Danu sudah selesai membuat laporan nya . Kemudian ia berkeliling bed sekali lagi , tiba di bed nya Galuh .. Dokter Danu berdiri sejenak , menatap dalam diam , lalu berpindah ke bed selanjut nya .


Setelah sholat magrib , dokter Danu pun berpamitan dengan rekan nya yang akan melanjutkan shift berikut nya .


Sesampai nya di apartemen ,


" Akiii .. " panggil dokter Danu lembut


Tak lama kemudian keluarlah asap putih dari cincin nya , tempat bernaung ki Rambai .


" Assalamualaikum , Dan .. Kok lemes ?" ledek ki Rambai


" Waalaikumsalam , ki .. Hehe ..


Aki baik - baik aja kan ?" tanya dokter Danu


" Alhamdulilah baik , Dan .. Keliatan nya kamu yang sedang tidak baik ya , sebaiknya kamu istirahat Dan . Energi mu banyak terkuras , belum lagi tugas rumahsakit " ucap ki Rambai


" Iyaa ki , abis ini mau istirahat .. Tapi sebelum itu aku pengen nanya dulu mengenai perjalanan aki mengantar sukma Galuh " ucap dokter Danu .


Setelah mengangguk , ki Rambai pun menceritakan nya . Mulai saat di dalam istana hingga membawa sukma Galuh ke raga nya .


" Alhamdulilah atas izin Allah , aki bisa melawan semua pasukan termasuk siluman berkepala banteng itu .


Dan aku bersyukur aki sudah sempat menceritakan tentang mantra pemikat ratu siluman berkepala banteng dengan tubuh kelabang dan kediaman nya ke sukma Galuh .


Tadi juga di rumahsakit , Galuh bilang kalau permah melihat ku di mimpi nya . Sebenarnya itu bukan mimpi ya, ki .. Hehe " ucap dokter Danu tertawa kecil .


" Xixixi .. Iyaa Dan .. " jawab ki Rambai yang ikut tertawa lega .


" Aku berharap ini jadi pelajaran buat Galuh dan lainnya , agar tidak melupakan peringatan yang telah di berikan di awal sebelum keberangkatan . Jangan ngeyel , sok - sok nantangin juga .. Yang nama nya datang ke wilayah orang sebaiknya menghargai dan santun .


Kalau kita datang ke suatu tempat itu kan yang kita datangi langsung dua sebenar nya yaitu wilayah manusia dan wilayah mahkluk gaib , dua - dua nya ciptaan Allah . Jadi harus menjaga sikap dan tata krama , ikuti peraturan setempat .


Dan satu lagi , usahakan jangan kosong hati nya . Jangan kosong pikiran nya alias melamun . Berdoa sebelum berangkat , berdoa di perjalanan dan berdoa ketika sudah di tempat tujuan .. Lebih bagus lagi kalau berzikir , menyebut asma Allah .


Berdoa itu kan simple , contoh : Ya Allah , tolong lindungi kami .. Ya Allah lancarkan perjalanan kami .. Ya Allah , selamatkan dan sehat kami .


Dari pada bersiul - siul , berceloteh yang ga jelas atau bersikap sembarangan.


Seperti itu , Dan " sambung ki Rambai mengungkapkan harapan nya .


" Betul sekali apa yang aki bilang , saya sangat setuju .. Semoga tidak ada lagi pendaki - pendaki yang melanggar pantangan , ngomong sembarangan atau bersikap seenak nya ya " balas dokter Danu .

__ADS_1


Setelah berbincang untuk beberapa waktu , ki Rambai pun pamit agar dokter Danu bisa segera istirahat .


###############################


__ADS_2