Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : SANTET PART . 7 .


__ADS_3

Benar dugaan dokter Danu , beberapa menit kemudian ..


Tok tok tok


" Permisi dok " sapa suster itu


" Ya , masuk sus " jawab dokter Danu di tengah obrolan nya bersama dokter Sony .


" Maaf dok , mau update .. Untuk pasien pak Dewangga , sudah lima belas menit lebih tapi belum ada perubahan sama sekali . Pasien masih kesakitan seperti awal , dok " ucap suster itu


" Baik , masukkan di medrec ya .. Saya akan tunggu lima belas menit lagi , sus " jawab dokter Danu


" Baik dok , nanti say update lagi .


Permisi , dok " ucap nya kepada dokter Danu , kemudian suster itu mengangguk sambil tersenyum kepada dokter Sony .


Dokter Sony pun membalas dengan mengganggukkan kepala nya .


Setelah suster itu keluar dari ruangan dokter ,


" Jadi bagaimana dok , seandai nya lima belas menit kedepan masih belum ada perubahan ? Mau di ganti obat nya atau gimana ?" tanya dokter Danu


" Saya ikut aja gimana baik nya menurut dokter Danu . Mau di ganti obat nya atau mau di obati pakai yang non medis , terserah aja dok ..


Saya hanya ingin anak saya sehat lagi " jawab dokter Sony pasrah


" Baik , kalau menurut saya ini kan kita sudah menunggu selama tiga puluh menit tapi tidak perubahan . Sedangkan pak Dewangga terus kesakitan .


Kalau kita ganti obat ,pasti kita harus menunggu obat itu bereaksi dulu . Yang saya khawatirkan apakah pak Dewangga kuat menahan rasa sakit nya ?


Dan kulit nya pun akan semakin memburuk " ucap dokter Danu .


" Iyaa , jadi gimana dok .. Apa yang dokter Lihat ? " tanya dokter Sony yang sudah putus asa melihat kondisi anak nya tidak kunjung ada perubahan yang lebih baik .


" Kalau yang saya lihat melalui mata batin saya , pak Dewangga ini terkena santet biriang .. Yaitu santet yang menyerang target nya dengan menebarkan penyakit ke kulit dengan bantuan jin atau mahkluk halus .

__ADS_1


Santet ini makin lama akan membuat kulit si korban melepuh , bernanah dan membusuk .


Santet ini dapat bertahan selama bertahun - tahun , dok " ucap dokter Danu menjelaskan secara garis besar nya .


" Kalau begitu tolong bantu anak saya sampai sembuh , dok .. Jangan biarkan ia tersiksa bertahun - tahun apalagi kalau sampai merenggut nyawa nya " ucap dokter Sony memohon


" Baik dok , saya akan coba bantu dengan izin Allah " jawab dokter Danu


Tanpa menunggu update yang kedua dari suster , dokter Danu pun mengajak dokter Sony untuk melihat kembali kondisi pak Dewangga .


" Pa , gimana ini .. Mas Dewa belum ada perubahan sama sekali ? " ucap istri nya pak Dewangga kepada dokter Sony , ayah mertua nya .


Dokter Sony masih diam , ia menatap anak nya yang terbaring tak berdaya sambil merintih tiada henti . Sedangkan kulit nya sudah merah , sesekali istri nya mengelap darah yang keluar akibat dari bekas garukan .


Kemudian dokter Sony pun mengalihkan pandangan nya ke dokter Danu tanpa bicara sepatah kata .


" Sus , tolong tutup tirai nya .. Jangan masuk sebelum saya panggil ya " ucap dokter Danu


" Baik dok " jawab suster yang sejak tadi berjaga


" Dok , apa bisa mengetahui siapa pelaku nya ? atau bisa tidak penderitaan anak saya ini di balikkan ke mereka , biar mereka merasakan apa yang di rasakan anak saya " ucap dokter Sony


" Sebaik nya tidak perlu , dok .. Biarkan itu menjadi urusan dia sama Tuhan nya . Yang penting pak Dewangga bisa sembuh " jawab dokter Danu


Dokter Sony menghela nafas , seandai nya ia bisa mengetahui siapa pelaku nya , sudah pasti ia akan membalas nya . Bahkan berlipat - lipat lebih menyakitkan .


" Tapi nanti akan terulang lagi , dok .. Mungkin mereka akan terus mengganggu anak saya , gimana ini dok ?" tanya dokter Sony lagi , seolah memaksa dokter Danu untuk mencari tahu atau memberitahu pelaku nya .


" Insya allah setelah ini pak Dewangga akan saya beri pagar gaib agar tidak terkena santet atau hal gaib lain nya .


Hanya saja pagar gaib itu akan memudar jika pak Dewangga lalai dalam beribadah " ucap dokter Danu menjelaskan .


" Len, kalau begitu kamu dan Dewa harus banyak ibadah .. Jangan tinggalkam sholat , zikir da baca AlQuran . Ajak juga anak - anak mu " ucap dokter Sony


" Baik pa , nanti saya akan bicara ke mas Dewa .. Kami juga akan membimbing anak - anak agar lebih rajin lagi ibadah nya " jawab Leni , istri nya pak Dewangga

__ADS_1


" Alhamdulilah , kalau begitu saya mulai ya dok , bu ... Mohon bantu doa dan zikir ya " ucap dokter Danu


" Baik dok " ucap bu Leni dan dokter Sony berbarengan .


Dokter Danu pun segera berkonsentrasi , ia mulai dengan membaca taawudz dan basmallah .


Lalu di ikuti oleh bacaan - bacaan lain , kemudian ia pun melakukan olah pernafasan untuk menghimpun dan mengaliri tenaga dalam nya .


Seperti biasa , ketika dokter Danu mulai membaca doa - doa , pak Dewangga pun mulai meronta - ronta sambil menjerit .


Kali ini dokter Sony menahan bahu pak Dewangga agar tetap tidur , sedangkan istri nya menahan kedua kaki nya .


Mereka berdua mengerahkan seluruh tenaga nya agar pak Dewangga tidak merusak infus yang masih terpasang .


" Mas , mas tahan ya .. Sabar yaa , ayuuk zikir mas " bujuk istri nya


" iya Dewa , kamu harus kuat .. Lawan semua itu dengan doa dan zikir . Papa dan Leni akan terus mendampingi mu . Ayoo kita bantu dokter Danu melenyapkan santet ini , berzikir Dewa .. " ucap dokter Sony , ikut menyemangi anak nya .


Sementara itu dokter Danu sudah siap dengan kedua telapak tangan nya yang di aliri tenaga dalam sehingga bagi yang memiliki kelebihan tentu nya akan dapat melihat cahaya putih yang bersinar dari kedua telapak tangan dokter Danu .


Sambil terus membaca ayat - ayat suci , dokter Danu mulai menggerakkan tangan nya kanan nya dari atas kepala hingga bawah sebanyak tiga kali , tanpa menyentuh nya . Sedangkan tangan kiri nya menahan ubun - ubun pak Dewangga .


Lalu dokter Danu menyapu kan tangan nya ke tangan sebelah kanan pak Dewangga sebanyak tiga kali juga kemudian berpindah ke tangan sebelah kiri pak Dewangga .


Pada sapuan yang keempat , tiba - tiba berjatuhan butiran - butiran halus seperti pasir . Namun butiran - butiran ini berwarna kemerahan seperti bara api kecil .


Semakin lama butiran itu semakin banyak yang keluar , semua itu keluar nya dengan cara berjatuhan dari lengan dan kaki pak Dewangga


Begitu banyak berjatuhan di atas seprei rumahsakit yang berwarna putih itu .


Dokter Danu mengeluarkan tenaga dalam yang banyak kali ini , kening nya sudah terlihat berkeringat . Namun ia masih melakukan gerakan yang sama berulang - ulang .


Sedangkan dokter Sony dan istri pak Dewangga , masing - masing membaca doa yang mereka bisa .


Pak Dewangga masih merintih , namun kali ini suara nya sudah tidak sekencang tadi .

__ADS_1


__ADS_2