
" Tega kamu , mas .. Aku sudah ga tahan lagi , berkali - kali kamu selingkuh , berkali - kali pula aku maafin .
Tapi kali ini tidak bisa lagi , kamu sudah keterlaluan .
Bisa - bisa nya kamu nikah lagi diam - diam , kamu sudah punya anak , mas " bentak istri nya histeris .
" Aaahhh diam kamu , plaaakk " bentak suami nya tak mau kalah sambil memberikan sebuah tamparan keras ke wajah istri nya .
" Diam kamu di sini , jangan coba - coba pergi dari rumah ini ..
Semua kebutuhan mu dan anak mu kan aku penuhi terus selama ini , jadi jangan bawel dan jangan menuntut yang macam - macam .
Ngerti kamu ?! Bentak nya sambil mengacungkan jari ke depan wajah istri nya .
Istri nya diam saja meringkuk menangis sambil mengelus pipi nya yang terasa perih dan panas .
Sang suami lantas keluar dari rumah , ia menutup pintu dengan keras .
Bruukk ..
" Apa yang bisa aku lakukan ? Apakah ada yang mau menampung aku dan anak - anak ku ? Gumam nya sambil menatap anak sulung nya yang mengidap gangguan keterbelakangan mental .
Ia pun berjalan mendekati anak kedua nya yang sedang duduk di kursi roda , bukan hanya lumpuh namun juga mengidap sindrom autis . Ia menangis sambil mengusap kepala anak nya .
" Kasihan sekali kamu , nak .." batin nya .
Untung nya anak ketiga mereka yang masih balita tumbuh dengan normal .
__ADS_1
Selama ini suami nya memang memberikan uang yang cukup sehingga bisa di gunakan untuk pengobatan dan terapi kedua anak nya .
Usaha suami nya semakin maju , namun sayang suami nya semakin gila dengan perempuan . Selalu berganti - ganti teman tidur nya , jika ketahuan dengan istri nya , ia hanya mengaku khilaf karena cinlok alias cinta lokasi . Dan ia pun akan meminta maaf , kemudian berjanji untuk tidak mengulangi nya kembali .
Namun janji tinggal janji , hanya isapan jempol karena suami nya kembali lagi berganti pasangan . Ia merayu dan menggoda wanita - wanita kaya demi hasrat gila sekaligus memuluskan bisnis nya .
Dua tahun kemudian ,
Usaha nya mulai menurun , ia tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan anak - anak nya . Akhir nya semua harta terjual habis , bahkan kini mereka harus menumpang di rumah kecil yang sudah tidak di pakai oleh saudara jauh nya .
Anak - anak nya pun tidak bisa melanjutkan terapi dan pengobatan nya , istri nya hanya bisa pasrah . Ia mengurus ketiga buah hati nya dengan sabar sambil mencoba berjualan aneka kue dan gorengan keliling kampung .
Bahkan suami nya pun sudah mulai sakit - sakitan , meski pun demikian hasrat s*x nya tidak berubah . Ia mulai mencari wanita - wanita jalanan yang mau di bayar murah untuk melayani nya berkali - kali , itu karena ia tidak ada lagi wanita kaya yang mau menjalin hubungan dengan nya .
Sering ia merampas uang dagangan istri nya dengan tega dan pergi meninggalkan nya selama berhari - hari sampai uang nya habis .
Waktu berlalu tanpa terasa , hingga suatu hari ..
" Maaaa .. Aduuhh .. " teriak suami nya
Dengan tergopoh - gopoh istri nya masuk ke dalam kamar tidur meninggalkan adonan kue yang baru setengah jadi di dapur .
" Ada apa , paa .. " jawab nya ketakutan
" Aaahh iniiii .. panas , periiihh , gatal .. Kenapa ini ?
Kamu ! Ya pasti kamu ini .. Ulah mu " ucap suami nya sambil melotot ke arah istri nya
__ADS_1
" Aku .. Kenapa dengan aku ? Tanya istri nya sambil menatap kebingungan
" Sudah berapa banyak kamu tidur sama lelaki - lelaki lain selama aku tidak di rumah , hhaaa .. " bentak nya
" Ak aku .. Tidak pa .. Aku tidak pernah tidur sama lelaki lain selain kamu sejak dulu " jawab istri nya sambil menggeleng
" Aaahhhh dasar pembohong ... Lantas kenapa ini ? Sebelum nya tidak pernah seperti ini ... Ini pasti karena kamu yang jorok dan kotor " tuduh nya lagi .
Istri nya hanya tertunduk menangis , sakit nya hati sudah tak dapat di katakan lagi . Mau menyangkal pun rasa nya sudah tidak memiliki energi .
Melihat suami nya berteriak kesakitan , akhir nya ia pun membawa nya ke puskesmas . Meninggal kan kedua hati nya di rumah , sedangkan yang bungsu ia titipkan pada tetangga nya .
Berbekal surat keterangan tidak mampu dari pengurus RT dan RW , suami nya dapat di obati .
Namun sayang setelah bolak balik ke puskesmas , suami nya tak kunjung sembuh . Malah semakin parah .
Hingga pihak puskesmas pun merujuk nya ke sebuah rumahsakit besar dengan peralatan lengkap .
Awal nya istri nya ragu , ia bingung bagaimana mencari biaya pengobatan nya .
Namun pihak puskesmas memberikan informasi bahwa di rumahsakit tersebut juga melayani pasien kurang mampu dengan membawa surat - surat keterangan nya .
Akhir nya istri nya membawa suami nya ke rumahsakit tersebut dengan perasaan tak tentu .
" Ahh semoga saja benar kata pihak puskesmas .. Dengan surat - surat ini suami ku dapat di tangani sampai sembuh di rumahsakit nanti " batin istri nya sambil melihat beberapa berkas yang sedang ia genggam . Di sebelah nya terlihat suami nya yang terus saja mengerang menahan sakit .
" Sabar ya pa .. Sebentar lagi sampai " ucap nya dengan lembut .
__ADS_1