
Sedangkan di rumahsakit telah terjadi sedikit goncangan . Para karyawan mau pun pasien pun sempat panik karena menganggap telah terjadi gempa .
Pihak rumahsakit langsung membagi tugas kepada karyawan nya .. Ada yang menghubungi rumahsakit - rumahsakit lain untuk menanyakan kemungkinan merujuk pasien ke tempat yang lebih aman , ada yang menghubungi pihak BMKG untuk mencari informasi mengenai guncangan dan kemungkinan susulan serta lainnya , sedangkan tim engineering bersiap untuk mengantisipasi jika terjadi korsleting listrik akibat guncangan atau pun benturan .
Sedangkan para suster dan dokter siaga , mereka telah menyiapkan alat dan obat - obatan yang akan di perlukan oleh para pasien di perjalanan menuju rumahsakit rujukan .
Di tengah kepanikkan itu tiba - tiba guncangan tersebut berhenti , semenit .. Dua menit .. Lima menit .. Semua diam terpaku di tempat nya masing - masing ... Hati dan pikiran mereka bertanya - tanya apakah guncangan ini memang sudah berhenti total atau akan terjadi kembali .
Hingga kurang lebih sepuluh menit mereka menunggu .. Guncangan itu tidak terjadi lagi .
Namun mereka yang di rumahsakit " Sahabat Kasih" tetap waspada , hingga hampir dua jam baru lah suasana di rumahsakit pun kembali tenang dan berangsur normal . Karena semua pihak sudah yakin bahwa guncangan itu telah berhenti total .
Yang mereka tidak tahu adalah guncangan tersebut akibat runtuh nya gerbang gaib dan juga lenyap nya ruangan gaib .
Energi - energi yang tertahan selama ini telah ikut menguap dan menghilang tak berbekas .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Kini jin tersebut sangat marah , karena ia tidak menyangka kalau dokter Danu dapat meruntuhkan gerbang gaib yang ia ciptakan untuk mendapatkan energi manusia . Bahkan ruang gaib nya pun ikut hancur dan lenyap beserta semua energi yang selama ini ia kumpul kan .
Dengan kemarahan nya yang memuncak , ia mulai menyerang dokter Danu dari setiap sudut . Mencoba melemahkan pertahanan dokter Danu , mencari celah untuk menghisap energi nya hingga dokter Danu mati lemas seketika .
Dokter Danu masih membombardir tempat itu , ia melempar setiap sudut dengan cahaya kebiruan . Membakar nya dengan doa - doa ..
Tak lama kemudian , muncul lah sosok mahkluk dengan mata memutih .. Sebuah tanduk di kening nya , bertubuh tinggi dan sangat besar . Ia memegang sebuah tombak panjang di tangan kanan nya .
Mahkluk tersebut berdiri tak jauh dari dokter Danu , dengan tatapan benci dan penuh emosi .
" Hhhhh kau lagi .. Sudah ku duga .. Setan , iblis atau jin .. Terserahlah apa julukan mu .. Tuuhh anak buah mu udah abis .. Energi yang kau kumpulkan juga udah lenyap .
Taubat yuukk " rayu dokter Danu kepada sosok tersebut .
" Kurangajar , berani nya menggagalkan rencana ku .. Akan ku habisi kau beserta pengikut mu " bentak jin tersebut
" Di ajak taubat malah marah .. Enakan juga di surga dari pada neraka , dasar jin " ledek dokter Danu
Tiba - tiba sebuah tombak melesat dengan cepat ke arah dokter Danu .
Wuuusshhh .. Sreett ..
Ki Rambai yang berada tak jauh dari dokter Danu segera melesat menubruk jin tersebut .
Sedangkan dokter Danu sempat tergores lengan kanan nya ketika menghindari tombak yang di lempar oleh jin itu . Ia membiarkan saja darah yang mengucur dari lengan nya.
Sesaat ia melihat ki Rambai yang sedang baku hantam dengan jin tersebut . Eyang Suro tak tinggal diam , ia juga memberikan serangan nya .
Kini jin itu menghadapi serangan ki Rambai dan eyang Suro sekaligus , meski pun ilmu jin itu cukup tinggi namun itu belum membuat para khodam kewalahan .
Di tengah serbuan ki Rambai dan eyang Suro , dokter Danu segera mengambil ancang - ancang . Ia berlari lalu melompat setinggi - tinggi nya lalu mengarahkan pedang nya ke bahu kiri jin tersebut .
Pedang dokter Danu tidak hanya menyabet namun juga memotong dari pundak hingga ke sebagian dada nya . Tubuh jin itu seketika somplak , terbelah pundak dan dada nya , terputus sebelah tangan nya meninggalkan bekas luka yang menghitam .
Teriakan jin itu begitu kencang dan menggema ,
" AAAKHHHH ... " Meski pun sudah terlihat sangat kesakitan namun ia masih berusaha menyerang .
Eyang Suro segera menurunkan badan nya tak jauh dari dokter Danu , dokter Danu pun mengambil kesempatan itu .
__ADS_1
Ia berlari lalu naik ke atas tubuh eyang Suro sebagai tumpuan nya , dan melompat sangat tinggi .. Kali ini ia memgincar leher jin tersebut .
" Bismillah ya Allah , Hiiiyyaaaa ... " teriak dokter Danu sambil melesat .
Sekuat tenaga dokter Danu mengibaskan pedang nya , lalu menusuk leher jin itu .
Jin itu tidak dapat mengelak , karena ia sudah kehilangan sebelah tangan nya di tambah lagi ia sedang dalam keadaan kesakitan sehingga kewaspadaan nya menurun .
SREEETT .. Suara pedang dokter Danu ketika menembus kulit jin itu .
" ALLAHU AKBAR .. Kembalilah ke neraka " ucap dokter danu dengan lantang
Leher jin itu pun terputus ,
BUUSSHHHH .. Jin itu berubah menjadi asap hitam yang bergumpal dan bergulung , menebarkan aroma bau busuk dan gosong .
Dokter Danu , ki Rambai dan eyang Suro masih menatap gumpalan asap hitam tersebut sambil bersiaga ..
Namun akhir nya asap hitam itu lambat laun menipis lalu hilang seperti angin .
" Alhamdulilah " ucap dokter Danu dan para khodam .
" Terimakasih eyang , aki .. Pulang yuukk , udah tamat riwayat nya itu jin " ucap dokter Danu .
Eyang Suro berpamitan kepada dokter danu dan ki Rambai , setelah itu dalam hitungan detik menghilang . Ia kembali kepada tuannya yaitu abah .
Sedangkan ki Rambai berubah menjadi kepulan asap putih yang menebar harum lalu masuk kembali ke dalam cincin bermata hijau yang melingkar di jari dokter Danu .
Kini tinggal dokter Danu yang sedang membaca doa untuk kembali ke raga nya , beberapa menit kemudian ia membuka mata nya .
Ia sudah berada kembali di apartemen nya . Ia melihat sebelah lengan nya yang terluka , ada bekas sayatan yang cukup dalam . Ia pun memgambil peralatan P3K , lalu mengobati dan membalut luka di lengan nya . Cukup susah karena ia hanya menggunakan satu tangan , tapi akhir nya berhasil walaupun tak sempurna bentuk balutan perban nya .
Dokter Danu segera menelpon rumah sakit , ia mengajukan cuti beberapa hari . Rencana nya ia akan pulang menjenguk kedua orangtua , adik nya dan juga guru nya .
Untuk luka seperti ini tidak akan bisa di obati oleh medis ,oleh sebab itu ia akan meminta abah untuk mengobati nya .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Tujuan pertama nya rumah abah , ia terkesima melihat bangunan pesantren dan juga gedung tempat ia bersekolah dulu . Dokter Danu berdiri di samping mobil nya , di halaman parkir depan .
Ia begitu merindukan masa - masa di asrama bersama teman - teman nya .
Ia pun menghela nafas dalam lalu melangkahkan kaki nya menuju ke rumah abah .
Tok tok tok
" Assalamualaikum " ucap dokter Danu
Setelah menunggu beberapa menit barulah terdengar jawaban dari dalam .
" Waalaikumsalam "
Dokter Danu kembali menunggu hingga pintu terbuka ,
" Maaf akang siapa ya .. ? " tanya seorang wanita paruh baya yang membuka kan pintu .
" Saya Danu , bu .. Mantan santri di sini , mau bertemu abah " jawab dokter Danu dengan sopan
__ADS_1
" Oohh iyaa , mari masuk kang .. Maaf saya baru beberapa bulan nemenin ummi di sini jadi belum kenal sama kang Danu . Tapi abah tadi sudah pesan kalau abah sedang menunggu kang Danu , kata nya
Nama saya Marni , panggil aja bi Marni " ucap bi Marni sambil memandu dokter Danu berjalan ke dalam menemui majikan nya .
" Baik bi Marni , terimakasih banyak ya " ucap dokter Danu sambil tersenyum ramah .
Ternyata benar apa yang di ucapkan bi Marni , abah sudah menunggu di ruang tengah , di hadapan nya terdapat beberapa ramuan yang sudah di tumbuk halus .
Dan satu buah kendi , dokter Danu sudah paham betul isi kendi itu tak lain adalah ramuan untuk di minum .
" Assalamualaikum , bah " sapa dokter Danu sambil berlutut mencium tangan abah . Rasa rindu terhadap guru nya membuat ia menitikkan airmata . Sudah bertahun - tahun ia belum berkunjung , terkadang hanya sesekali menelpon atau berkomunikasi batin saat keadaan genting .
" Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh .. Abah senang kau menepati janji , Dan
Ini sudah abah siapkan obat - obatan untuk menyembuhkan luka dalam dan juga luka di lengan mu .
Tapi pengobatan nya nanti setelah kita makan , bi Marni dan ummi sedang menyiapkan makanan sekarang " ucap abah sambil membelai lembut kepala dokter Danu .
Dokter Danu hanya mengangguk . Lalu ia pun duduk di hadapan abah . Mereka berbincang sampai ummi datang untuk mengajak mereka makan .
Dokter Danu pun kembali menyapa dan mencium tangan ummi , yang sudah ia anggap seperti orangtua nya sendiri .
Kemudian mereka bertiga makan , dokter Danu begitu lahap menyantap makanan hasil masakan ummi , menu sederhana ciri khas kampung yang sudah lama tidak ia rasakan .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Kini dokter Danu sudah mulai di obati oleh abah , ia hanya memakai celana pendek dan kain sarung .
Dengan posisi telungkup , di lantai yang beralaskan tikar , abah mulai menotok beberapa titik nadi untuk melancarkan peredaran darah dokter Danu . Lalu membaluri dengan minyak yang terasa hangat di kulit nya . Setelah minyak itu meresap , baru lah abah membalurkan tumbukkan daun - daunan ke seluruh tubuh dokter Danu , mulai dari punggung sampai ke kaki .
Dokter Danu pun di biarkan tertidur , agar dapat beristirahat .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Setelah beberapa hari menginap dan di obati abah , dokter danu sudah merasa sehat dan bugar kembali . Luka di tangan nya sudah sembuh begitu juga untuk luka dalam nya .
" Terimakasih banyak untuk semua nya bah .. Maafkan Danu yang jarang menjenguk abah dan ummi " ucap dokter Danu di sela waktu bersantai bersama abah .
" Iya ga apa , Dan .. Kami paham kesibukkan mu , jangan di jadikan beban . Tidak harus setiap saat , sesempat nya kamu saja berkunjung nya .. Kami sudah bersyukur kamu dapat menyeimbangkan kehidupan nyata dengan gaib .
Abah tahu itu berat , Dan " jelas abah .
" Iyaa bah , insya allah Danu juga mau mampir dulu ke rumah abi sebelum kembali tugas , bah
Rencana nya besok Danu berangkat , bah " ucap dokter Danu.
" Iyaa ga apa , kamu atur aja .. Abah juga ngerti kamu tidak bisa cuti lama - lama " jawab abah .
" Iya bah , terimakasih banyak ya bah " ucap dokter Danu lagi.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Keesokkan siang nya dokter Danu sudah tiba di rumah kedua orangtua nya .
Ia di sambut hangat oleh umi dan Dania , adik nya . Sore hari nya ia pun bertemu dengan abi nya yang baru pulang dari tempat usaha nya .
Selama di rumah orangtua nya ia memceritakan kesibukkan sampai pengalaman gaib nya . Tak lupa ia juga menyampaikan salam dari abah dan ummi kepada kedua orangtua nya .
__ADS_1
Tak terasa sudah dua hari ia berada di kediaman orangtua nya , tiba saat nya kini ia harus kembali ke rumahsakit dan mulai melanjutkan kembali tugas nya sebagai dokter IGD .
End .