Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 7 .


__ADS_3

Sementara itu di dalam istana siluman , ki Rambai tengah mengobrak abrik ruangan demi ruangan . Ia juga membunuh setiap penjaga dan para pelayan yang ada di dalam nya .


Dan kini ki Rambai harus berhadapan dengan sesosok siluman manusia berkepala banteng .


Siluman itu berdiri menghadang ki Rambai yang telah menghabiskan seluruh pasukan nya .


Ki Rambai mengaum dengan buas , ia sudah mengeluarkan cakar dari keempat kaki nya . Dengan mata nyalang menatap siluman itu ..


Siluman berkepala banteng juga tak kalah sengit menatap harimau putih di hadapan nya , dengan tombak di tangan kiri dan sebuah rantai besi di tangan kanan nya .


" Apa kau mau bernasib sama seperti anak buah mu ?" tanya ki Rambai


" Aku tidak sama dengan mereka , sebaiknya kau nikmati dulu serangan ku " jawab siluman tersebut .


Tak menunggu lama , kedua nya sudah baku hantam . Masing - masing mengeluarkan jurus - jurus andalan nya .


Siluman berkepala banteng terus saja memutar - mutar rantai nya , berusaha mengenai bagian tubuh harimau putih itu . Sementara si harimau putih terus mengitari nya mencari celah agar bisa menerkam nya .


Harimau putih itu melesat menerkam tangan siluman bertubuh manusia dengan kepala banteng tersebut . Dengan sekali tarik , rantai nya pun terjatuh bersamaan dengan putus nya tangan siluman itu .


" AAAKHHHH .. " jerit si siluman . Secara ajaib luka di tangan nya langsung menutup , meskipun tangan nya menjadi buntung . Tapi tak ada lagi cairan hitam yang mengucur dari luka itu , tertutup dengan sempurna .


" Lihat lah ,, sebanyak apa pun kau melukai ku .. Luka itu akan kembali menutup , hahaa .. Haahaa " ucap siluman itu .


Tak kenal ampun , harimau putih kembali menyerang siluman tersebut .. Kini siluman itu bertarung hanya dengan menggunakan sebelah tangan nya .


Ia membidik harimau putih kemudian melemparkan tombak ke arah nya .


SLAASSHH ... Tombak itu melesat tepat mengarah ke harimau putih , namun sayang sekali meleset . Karena harimau putih tersebut sempat menghindar , dan kini tombak tersebut di lempar balik ke pemilik nya .


Ternyata tombak itu berhenti tepat di depan pemilik nya , seketika siluman itu mengambil nya .


" Hhaha ..Haha... Tombak ini hanya patuh pada ku " ucap siluman manusia berkepala banteng itu dengan bangga .


Harimau putih pun tak menyerah begitu saja , ia mencari akal agar bisa melenyapkan siluman yang berada di hadapan nya kini .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Sedangkan di luar istana , dokter Danu mulai resah karena belum ada tanda - tanda ki Rambai keluar bersama sukma Galuh .


" Aku harus cepat melenyapkan siluman aneh ini biar bisa bantu ki Rambai , mungkin ki Rambai sedang kesulitan menghadapi musuh - musuh di dalam sana " benak dokter Danu .


" Rupa nya kau memilih untuk mati konyol daripada bertaubat .. Baiklah, akan ku percepat kematian mu " ucap dokter Danu


Kemudian dokter Danu membaca doa lalu meniupkan ke kedua telapak tangan nya . Dari kedua telapak tangan nya keluar cahaya kebiruan yang terang . Semakin lama semakin besar .. Cahaya tersebut di lemparkan ke siluman berkepala ular itu .


Tak mau kalah , siluman berkepala ular tersebut pun menebarkan cahaya merah yang menyilaukan ke arah dokter Danu .


Adu tenaga dalam pun terjadi lagi .. Dokter Danu terus komat kamit membaca ayat suci sambil mengaliri tenaga dalam nya .

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Kembali lagi dengan ki Rambai dan siluman berkepala banteng , mereka masih saling mwnyerang .


Hingga akhir nya harimau putih berhasil melompat tinggi lalu mendarat di kepala siluman tersebut , ia melemparkan tubuh siluman tersebut sambil terus mencabik - cabik tubuh nya di udara .


Tubuh siluman berkepala banteng itu tercerai berai , dan setiap bagian nya di lemparkan ke berbagai arah oleh harimau putih . Ia juga mencabut tanduk nya , yang ternyata di sana lah kekuatan nya tersimpan. Luka bekas cabikan itu tidak dapat menutup kembali setelah tanduk nya terlepas .


Siluman berkepala banteng itu seketika roboh .. Harimau putih merubah wujud nya menjadi seorang kakek tua , kemudian ia membaca doa lalu meniupkan nya ke arah tubuh siluman itu .


DUUAARR .. Tubuh itu meledak dan hangus , kemudian berubah menjadi asap hitam . Lalu menghilang tak berbekas .


" Alhamdulilah .. Sekarang aku tinggal mencari keberadaan sukma Galuh " ucap ki Rambai , lalu ia pun melesat semakin ke dalam .


Tak berapa lama ki Rambai melihat sebuah lorong yang remang , ia mengikuti lorong tersebut .


" Panjang sekali lorong ini " batin ki Rambai


Akhir nya sampai ia di ujung lorong tersebut , namun ujung lorong itu memiliki tiga cabang .


Kalau mahkluk gaib biasa mungkin akan di buat bingung memilih , namun berbeda dengan ki Rambai yang memiliki ilmu tinggi . Ia dapat merasakan keberadaan aura sukma Galuh meski pun dari jarak yang cukup jauh .


Ki Rambai terus melesat memasuki lorong yang sebelah kiri , hingga ia sampai di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar.


Dengan sekali dorong menggunakan tenaga dalam nya pintu itu terbuka .


" Adinda , kau kah itu ? Mengapa keras sekali buka pintu nya ?" tanya nya


" Galuh " sapa ki Rambai


" Kakek ? Seperti nya kita pernah bertemu ya kek .. Kok kakek bisa sampai di sini ? " tanya Galuh dengan wajah bingung nya


" Kita keluar dulu dari sini .


Oiyaa , biar aku netral kan kembali " jawab ki Rambai .


Kemudian ki Rambai pun membaca doa untuk menghilangkan mantra pemikat sukma dan menetralisir aura negatif nya pada tubuh Galuh .


Seketika Galuh merasa pusing dan lemas , ia jatuh duduk di lantai .


" Aapa yang terjadi dengan ku , kek .. Apa yang kau lakukan terhadap ku , kek ?" tanya Galuh dengan suara lemah


Dalam kondisi nya yang lemah , Galuh menyapukan pandangan nya .. Ia melihat ruangan itu telah berubah .


Tidak seterang tadi , pencahayaan nya remang - remang . Lantai nya kotor , bau dan pengap .


Galuh semakin bingung , kemana sofa yang bagus tadi .. Karpet nya pun tidak ada lagi .


" Ayo aku bantu kau berdiri .. Kita harus segera keluar dari sini " ucap ki Rambai , lalu memapah Galuh .

__ADS_1


" Pegangan ya " perintah ki Rambai


Lalu ia membawa Galuh melesat sambil memberitahukan kembali kepada Galuh bahwa ia terkena gendam dan mantra pemikat sukma seorang siluman .


Galuh mendengarkan semua yang di jelaskan oleh ki Rambai . Hingga mereka tiba di luar istana , dan melihat dokter Danu masih bertarung dengan siluman berkepala ular .


" Heeiii , lihat lah .. Semua pasukan mu telah habis " ucap dokter Danu ketika melihat ki Rambai dan Galuh datang .


Siluman berkepala ular itu langsung merubah wujud nya menjadi wanita cantik , lalu mendekati Galuh .


Namun di hadang oleh ki Rambai ..


" Sayang , kamu mau kemana ?" sapa siluman itu


Ki Rambai segera membuka mata batin Galuh , ia membaca doa lalu mengusapkan nya di kedua mata Galuh .


" Aaaahhh , tidaaakk .. Jangaann dekati akuu " teriak Galuh sambil terus menjauhi wanita itu


" Sayang , ini aku .. Calon istri mu " wanita itu tetap merayu


" Bukan , kau mahkluk jelek menyeramkan .. Pergiiiii , pergiii .. Aku tidak mau di dekat mu " teriak Galuh sambil berlindung di balik ki Rambai


Siluman itu menoleh le arah dokter Danu dengan emosi , ia langsung mengirimkan semburan api besar .


Ki Rambai yang melihat itu segera mengeluarkan tiupan angin kencang nya , semburan api itu seketika padam .


Dokter Danu langsung mendekati siluman itu ,


" Bertaubatlah .. Aku akan membantu mu " ucap dokter Danu


Tapi siluman itu tetap tidak mau , ia sudah terbatuk - batuk kehilangan energi yang cukup banyak .


Namun rupa nya ia belum mau menyerah juga , ia menancapkan buntut nya ke tanah .


Dokter Danu segera mengeluarkan cahaya kuning kembali , dan mengarahkan nya ke tanah .


DUUAAARRR .. Tanah di sekitar mereka meledak . Siluman berkepala ular itu terpental cukup jauh .


Dokter Danu menghampiri nya , ia melihat siluman itu mengeluarkan banyak cairan hitam dari mulut nya . Ia sudah terkapar .. Sosok nya pun terbakar dengan sendiri nya lalu lenyap .


Dokter Danu membaca beberapa doa untuk menghancurkan istana gaib milik ratu siluman tersebut .


Dalam hitungan menit , istana itu pun rubuh .. Hanya menyisakan puing - puing yang bertebaran di tanah .


" Alhamdulilah " ucap dokter Danu .


Lalu ia pun segera kembali ke raga nya , sementara itu ki Rambai sedang membawa sukma Galuh untuk kembali ke raga nya juga .


###############################

__ADS_1


__ADS_2