Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 3 .


__ADS_3

Lampu lift berkedip , lift itu masih bergerak .. Bergoyang - goyang . Lift yang saat ini ia masuki telah berubah .. Suara nya berderit dan berdecit terdengar seperti suara besi yang beradu karena gesekkan , goyang nya pun lebih keras seperti roda yang menggilas bebatuan . Suara nya membuat ngilu siapa pun yang mendengar nya , termasuk Saras . Warna alumunium nya tidak lagi cerah dan bersih , melainkan kusam dan agak kehitaman .


Berbeda dengan lift yang biasa ia gunakan di rumahsakit , gerakan nya sangat halus dan tidak ada suara besi sama sekali . Udara di dalam nya pun tidak se pengap ini .


Saras pun mengerjapkan mata nya perlahan . Ia tak tahu sudah berapa lama tertidur atau jangan - jangan ia pingsan .. Entahlah .


Saat ini Saras tergeletak di lantai dalam posisi miring dan kaki yang di tekuk ke samping .


Ia berusaha untuk bangun dan duduk ,lalu memperhatikan sekeliling nya .. Saras kecewa ternyata ia masih di dalam lift . Sekujur tubuh nya terasa nyeri .


Ia melihat pakaian nya kini sudah kumal , kotor dan dekil .. Saras menepuk - nepuk pakaian sekena nya untuk sekedar membersihkan debu yang menempel .


" Baru beberapa jam aja udah kotor begini " ucap nya sambil menepuk pelan celana panjang nya . Lalu membuka blazer nya yang berwarna merah marun senada dengan celana nya .


Tiba - tiba lift berhenti bergerak , Saras senang bukan main .. Dengan sekuat tenaga ia mencoba untuk berdiri , dan berjalan perlahan mendekati pintu lift . Ia ingin segera keluar jika pintu ini terbuka .


Terbayang wajah Anita , sahabat nya .. Airmata Saras pun tumpah kembali .


" Nit , aku datang .. i'm back Nit . " ucap nya sambil terisak - isak .


Tak lama kemudian pintu lift pun terbuka , Saras yang sudah siap melangkahkan kaki nya hanya bisa melongo .. Berdiri di ambang pintu .


" Aku .. Di mana .. ?" gumam nya


Dengan tertatih , Saras melangkahkan kaki perlahan keluar dari lift . Baru beberapa langkah , ia sudah tidak sanggup lagi . Akhir nya Saras pun terjatuh , namun sudut mata nya sempat melihat bayangan seseorang yang sedang berdiri tak jauh dari tempat nya terjatuh .


Saras menoleh ke arah bayangan itu dengan tatapan mengiba ..


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Sudah tiga hari Anita bekerja sendiri , ia berusaha untuk menutupi kesedihan dan ke khawatiran nya di hadapan pasien yang sedang mengurus pembayaran melalui asuransi . Anita tetap bekerja dengan profesional , ramah dan selalu tersenyum meski pun sepulang kerja ia akan menangis sendirian sepanjang jalan .


Beban kerja Anita kini semakin bertambah karena ia mengambil alih pekerjaan Saras , biasa nya ia akan berbagi dengan Saras .


Keluarga Saras datang beberapa kali , terkadang menelpon Anita .. Menanyakan apakah Saras sudah datang .


Setiap karyawan kini tidak lagi berjalan sendirian , mereka selalu berdua atau lebih jika ingin ke ruangan lain .

__ADS_1


Dan hari ini Anita akan melakukan telpon lagi ke semua divisi , berharap ada sebuah keajaiban .


Belum sempat Anita mengangkat gagang telepon , tiba - tiba ..


" Permisi mbak Anita , liat Zaky ga ?" tanya bu Rohmah dengan wajah panik sambil memasuki ruangan kerja Anita yang sudah kosong .Karena pengurusan administrasi sudah di tutup sejak setengah jam yang lalu .


Di ruangan itu hanya ada Anita , ia masih menyusun laporan nya sebelum di kirim ke akunting .


Anita pun menggeleng sambil melongo ,


" Ma maksud ibu .. ?" tanya Anita gugup , ia takut apa yang menimpa Saras akan terjadi juga dengan Zaky .


Zaky dan bu Rohmah merupakan staff pantry , mereka lah yang menyiapkan menu - menu untuk makan pasien yang sedang di rawat inap .


" Zaky tadi sore mengantar cemilan ke kamar - kamar pasien , namun sampai sore ini belum balik ke pantry .


Troly makanan nya sudah tersimpan di tempat nya , saya cek ke kamar pasien juga mereka sudah menerima cemilan nya .


Namun kemana Zaky ya ? " ucap bu Rohmah .


" Harus nya Zaky balik ke pantry jam berapa , bu ?" tanya Anita lagi , ia berusaha tenang .


Saya sudah keliling - keliling nyariin , tadi saya telpon ke ponsel nya ... Eehh ponsel nya geletak di meja pantry . Haduuhh , ni anak kemana ya .. " ucap bu Rohmah menjelaskan .


" Gini aja deh bu , saya kebetulan juga mau telpon ke beberapa divisi .. Nanti sekalian aku tanya ada yang liat Zaky ga , gitu bu . Terus abis itu aku kabarin ke ibu . Ibu bawa ponsel kan ?" ucap Anita


" Iya bawa , mbak Nit .. " jawab bu Rohmah sambil mengeluarkan ponsel nya .


" Ibu hati - hati keliling nya ya .. Kalau bisa jangan sendiri, bu " ucap Anita


" Iya mbak Nit , haduuhh kalo ga ada Zaky saya bisa repot sendirian di dapur .. Semoga tuh anak ga kenapa - napa " ucap bu Rohmah , ada segurat kesedihan di wajah nya saat mengucapkan kalimat terakhir nya .


Setelah bu Rohmah pamit dan keluar dari ruangan nya , ia pun mencoba menenangkan diri sejenak .


" Saras kamu di mana .. Zaky apa kamu juga seperti Saras .. " gumam Anita , tangan nya masih gemetar . Perasaan nya semakin campur aduk ..


" Saras belum ketemu , sekarang Zaky " batin Anita . Ia mengusap wajah nya untuk menahan airmata yang siap tumpah jika mengingat Saras , sahabat nya .

__ADS_1


Pihak rumahsakit juga masih mencari cara untuk mengembalikan keadaan rumahsakit agar kembali aman dan nyaman .


Keadaan di rumahsakit semakin genting , pihak keluarga karyawan mulai mendesak manajemen . Menuntut pihak manajemen agar mempercepat mencari solusi nya .


Yang sudah kembali menjadi linglung , sementara yang sudah hilang masih belum di temukan .


Para jajaran direksi berusaha menutupi kasus ini dari media mau pun pihak yang berwajib , agar tidak merusak citra rumahsakit .


Diantara mereka diam - diam ada yang pergi ke dukun , paranormal sampai ustad namun belum membuahkan hasil .


Kasak kusuk itu akhir nya sampai ke telinga dokter Danu juga .. Saat ada seorang staff yang sudah beberapa kali menghubungi ruang IGD melalui extension internal . Saat itu dokter Danu sedang berada di ruang perawat , tak jauh dari letak telepon .


" Iya mbak , nanti saya sampaikan ke yang lain kalau ada yang melihat Saras mau pun Zaky , di mana pun .. Agar segera menghubungi mbak Anita , sekuriti atau HRD " ucap salah seorang suster yang menerima telpon nya . Setelah itu ia pun meletakkan gagang telpon nya kembali .


Suster tersebut menghela nafas , ia lupa bahwa di hadapan nya masih ada dokter Danu yang sedang berdiri sambil menatap nya bingung ..


" Berat banget kayak nya nih .. " ledek dokter Danu sambil tersenyum , dan menyerahkan laporan yang sudah ia tanda tangani .


" Eehh iyaa dok .. Semakin meresahkan , jadi takut kalau mau ke ruangan lain sendirian " jawab suster tersebut


" Hemm kalau boleh tau emang ada kabar apa lagi , sus .. ?" tanya dokter Danu pura - pura tidak tahu .


" Itu lho dok , info nya ada lagi yang hilang .. Saras aja belum ketemu , sekarang Zaky kata nya juga begitu .. Kita harus gimana ya dok ?" ucap suster tersebut yang tidak sadar sudah curhat ke dokter Danu .


" Yaa ga gimana - gimana , sus .. Banyak berdoa aja di mana pun . Jangan melamun , terus berzikir di dalam hati . Insyaa allah akan di jaga dan di lindungi sama Allah .. Sambil doakan juga teman - teman kita agar segera kembali , dan yang sakit segera sehat . Ya kan .. " ucap dokter Danu sambil cengir .


" Iyaa juga sih dok .. " jawab suster itu sambil mengangguk - angguk .


Sebenar nya dokter Danu sudah mendapat info dari dokter Ariana dan dokter Radit mengenai keadaan rumahsakit . Hanya saja informasi nya sepotong - sepotong , dan dokter Danu masih belum menyelidiki .


" Hemm seperti nya kita harus turun tangan nih ki .. Sebelum bertambah korban lagi " ucap dokter Danu berkomunikasi dengan ki Rambai , khodam nya .


" Siap Dan .. Mau mulai kapan ?" ucap ki Rambai


" Nanti aku kabarin ki , aku mau mengunjungi korban yang telah kembali dulu . Siapa tau bisa melihat apa yang sudah ia alami . Semoga Allah memberi petunjuk dan jalan keluar nya ya ki .. " jawab dokter Danu


" Baik Dan ..

__ADS_1


Aamiin Yra .. " ucap ki Rambai


__ADS_2