Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : PUSPA PART . 4 .


__ADS_3

Perempuan itu terus nyengir di hadapan wajah Raihan , ia tidak berkata - kata apa - apa .


" Ma uuu muu aap aah ?" tanya Raihan kembali setelah mengumpulkan tenaga untuk bersuara , lalu ia memejamkan mata nya pasrah .


" Raihaann .. Raaaii .. Banguun , Rai .. "


Perempuan itu tiba - tiba menghilang , ada sebuah suara yang memanggil - manggil nama nya .. Terasa jauuh sekali suara itu , namun terdengar familiar di telinga nya kemudian ia juga merasa tubuh nya di goyang - goyang . Ia sangat lemas , tulang - tulang nya seperti terlepas dari tubuh nya ..


Ia pun memaksakan diri untuk membuka mata nya perlahan, ia takut perempuan itu masih berada di hadapan nya .


Dan saat ia membuka mata , Raihan terkejut karena ia melihat wajah mama nya yang ada di hadapan nya sekarang .


" Mmam .. Ma .. " sapa Raihan dengan nafas yang masih tidak beraturan .


" Iya ini mama .. Kamu kenapa ? Barusan mama lewat depan kamar mu mau membangunkan adik kamu untuk sholat subuh tapi mama dengar samar - samar kamu berteriak seperti orang tercekik , jadi mama langsung masuk .


Ada apa Raihan ?" ucap mama nya nampak khawatir .


" Oohh aku .. Aku ga pa pa kok , ma .. Mungkin kecapean aja , ma " jawab Raihan beralasan .

__ADS_1


" Oohh gitu , pasti kamu capek banget ya nak, sampe lupa mematikan lampu kamar juga . Tadi pas mama masuk lampu kamar mu masih terang .


Ya sudah kalau begitu .. Sekalian sholat ya , udah subuh nih " ucap mama nya lagi sambil beranjak dari duduk nya di pinggir ranjang Raihan


" Iya ma " jawab Raihan singkat , ia masih lemas . Jantung nya pun belum berhenti berdebar .


" Ternyata mimpi , rasa nya seperti nyata .. " gumam Raihan , lalu ia pun beranjak dari tidur nya menuju kamar mandi .


" Seandai nya dulu .. Hhhh " pikiran Raihan terputus , ia tidak sanggup melanjutkan kata - kata nya . Terbayang saat ia menjadi santri dulu , seringkali diam - diam keluar asrama .


Tidak seperti santri lain yang menggunakan waktu nya untuk menambah hapalan ayat mau pun hadis . Ia menghela nafas sambil terus melangkai dengan gontai .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Hari ini Raihan bekerja seperti biasa ,


" Dan , seperti nya kelelahan ya .. Mungkin karena kasus terakhir kita yang agak berat kemarin " ucap salah satu bawahan Raihan yang habis memberikan sebuah laporan untuk di tanda tangani Raihan .


" Emang keliatan banget ya , Ton " jawab Raihan kepada bawahan nya yang bernama Tono

__ADS_1


" Hhehe iya dan , biar nanti saya dan pak Mardi yang mengumpulkan bukti untuk kasus baru kita , dan .. Sementara ini gimana kalau komandan istirahat saja dulu ?" tanya Tono


" Hhhhh .. Entahlah Ton , aku ga merasa capek karena kasus - kasus kita . Itu sudah menjadi hal yang wajar dan biasa saja bagi saya .


Tapi memang ada sesuatu yang membuat saya lelah , tapi saya juga ga tau apa " jawab Raihan lalu menoleh kembali ke laptop nya yang masih menyala .


" Nah kalau begini seperti nya komandan butuh pendamping , hhehe .. Yayank mbeb maksud saya " ucap Tono antara meledek dan menghibur


" Aahh kamu ada - ada aja , Ton ... Dah sana lanjutin lagi kerjaan mu " ucap Raihan sambil tersenyum tipis ke Tono dan mengibaskan sebelah tangan nya .


" Siap komandan " jawab Tono sambil di iringi dengan gerakan tangan nya yang memberi hormat .


Sementara itu di sela - sela ia melanjutkan pekerjaan nya , benak Raihan juga di sibukkan dengan pertimbangan - pertimbangan kejadian yang dialami nya , serta mimpi nya .


" Siapa dia , kenapa menghantui ku terus .. Apa mau nya siih ..


Apa aku harus cerita sama Danu ya , tapi aku malu .. Duuhhh ada - ada aja siih " Batin Raihan sambil mengusap wajah nya .


###############################

__ADS_1


__ADS_2