
Hari berikut nya Raihan masih merasa ada yang selalu mengikuti nya , namun setiap kali ia memberanikan diri untuk melihat , tidak ada apa - apa .
Ia masih memendam semua nya sendiri , sudah berulangkali ia ingin cerita ke Danu namun lagi - lagi ia urungkan niat nya .
Suatu hari setelah kembali ke tempat kerja nya sehabis dari tkp ,
" Dan .. Dan .. Komandaaan .. " panggil seorang anak buah nya dengan suara yang sedikit di keraskan pada kata terakhir nya .
Raihan pun terkejut sambil menoleh ,
" Iishh kamu nih , bikin kaget saya aja .. Kalo manggil tuh jangan ngagetin dong " ucap Raihan kepada Mardi , anak buah nya yang lain .
"Yo abis wes ta panggil - panggil dari tadi kok komandan ndak nengok - nengok , malah celingak - celinguk kemana - mana .. Nyari apa toh , komandan ? Biar ta bantu cari " jawab Mardi dengan logat jawa nya yang masih sedikit kental .
" Eh .. Eeengg , anu .. Ga pa pa , ga cari apa - apa kok ..
Tadi kamu manggil ada apa , Mar ?" tanya Raihan mengalihkan rasa penasaran Mardi .
" Ini laporan yang di tkp tadi , sudah selesai saya buat . Mau minta tandatangan komandan .. " jawab Mardi sambil menyodorkan sebuah berkas ke hadapan Raihan .
" Oohh , ya sudah taruh dulu di sini .. Saya mau baca sebelum tandatangan " ucap Raihan sambil menerima berkas tersebut .
" Yo wes makasii komandan , nanti kalau sudah , tinggal panggil saya saja ya .. " ucap Mardi
" Beres " jawab Raihan sambil mengacungkan jempol nya .
Setelah itu Mardi keluar dari ruangan Raihan menuju ke ruangan nya sendiri .
Seharian berkutat dengan berkas dan juga bolak balik ke tkp mengurus berbagai kasus , sempat membuat Raihan mengabaikan perasaan takut nya .
__ADS_1
Namun saat ia kembali pulang ke rumah, sepanjang perjalanan rasa merinding kembali menyergap nya .
Sambil terus membaca doa yang ia hapal dalam hati , akhir nya Raihan tiba di rumah .
Ia langsung masuk ke kamar nya untuk bersih - bersih , kamar tidur Raihan memiliki kamar mandi sendiri di dalam nya .
Saat ia sedang menikmati kucuran air dari shower nya , begitu menyegarkan membasahi kulit tubuh nya ..
Indera penciuman nya menangkap aroma bunga yang sangat menyengat . Aroma bunga tersebut tidak dapat di jelaskan karena seperti gabungan dari beberapa bunga .
Raihan membuka mata perlahan di tengah guyuran air dari shower nya .
Tes tes tes .. Tiba - tiba air shower nya berhenti . Raihan mencoba memutar kembali kran air nya namun air nya tetap tidak mau keluar .
" Kok bisa ga keluar sih .. Baru kali ini ke abisan air , pas banget .. untung udah mau selesai mandi " gumam Raihan geram . Ia segera menyelesaikan mandi nya . Lalu melilitkan handuk ke pinggang nya .
Baru beberapa langkah ia keluar dari kamar mandi ..
" Ya ampuuuunnn , apa lagi siihh ini .. Gelap banget , gimana mau ngambil baju " omel nya sambil berjalan meraba - raba . Ia mencoba membayangkan letak posisi lemari pakaian nya .
Dengan susah payah Raihan berjalan sambil meraba - raba akhir nya ia sampai juga di lemari nya . Raihan menarik sembarangan pakaian nya dan mendapati celana pendek dan kaos .
Dengan terburu - buru ia memakai nya , tanpa berusaha menutup pintu lemari nya , ia langsung berjalan menuju meja di mana ia menaruh ponsel nya .
Sekilas ia melihat bayangan putih memanjang , Raihan mengerjap - ngerjapkan mata nya ..
Deg , jantung nya berdegup semakin kencang .
Ingin ia teriak memanggil siapa pun yang ada di rumah , namun tenggorokkan nya tercekat .
__ADS_1
Bayangan putih itu semakin lama semakin jelas , menampakkan seorang perempuan berambut sangat panjang .
Aroma bunga tadi telah berubah menjadi aroma busuk , Raihan menahan nafas nya sedikit ..
Perempuan itu memakai gaun putih panjang sampai ke lantai , sudah sangat lusuh . Rambut nya panjang tergerai sampai ke kaki nya , sangat berantakan .
Wajah nya belum terlihat semua karena masih tertutup rambut .
" Ma .. Ma .. Uu .. Apaa Kauu ?" tanya Raihan memberanikan diri untuk mengeluarkan suara nya .
Kiikiikiiiikkkk ... Suara tawa perempuan itu sangat mengerikan , begitu parau dan melengking .
Tubuh Raihan bergetar , ia berusaha melafazkan doa ..
" A aa.. Aa ..uuu .. Dzuu .." berkali - kali Raihan menelan saliva nya , agar tenggorokan nya sedikit lentur sehingga ia bisa meneruskan bacaan doa nya .
Perempuan itu mulai memperlihat kan wajah nya sedikit demi sedikit sambil terus senyum menyeringai ..
Raihan semakin gugup ketika di tatap dengan tatapan yang tajam oleh perempuan itu , sangat mengerikan ..
Dengan nafas tersengal , ia kembali bersuara ..
" Si siapa kau ?" tanya Raihan kembali
Tiba - tiba saja perempuan itu merubah wujud nya perlahan , tidak lagi menyeram kan .
Hanya wajah nya yang pucat , tatapan mata nya sendu , rambut nya lurus sebahu lalu melayang dengan cepat menabrak tubuh Raihan yang berdiri tak jauh sambil membisikkan sesuatu di telinga Raihan ,
" Pusspaa " lalu ia menghilang .
__ADS_1
Bagai di tabrak angin kencang , Raihan pun sempat terdorong ke belakang . Dan lampu kamar nya seketika menyala kembali , bau busuk pun ikut lenyap .
###############################