Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 5 .


__ADS_3

" Seperti itu , bah .. Dan kilasan yang saya lihat pun hampir sembilan puluh persen sama , hanya ada sedikit yang saya lihat di sana dan mungkin pak Mulya ga ngeh , bah " lanjut dokter Danu .


" Apa itu .. ?" tanya abah


" Kelebat bayangan itu , bah ... Seperti mata - mata yang sedang mengintai musuh nya .


Mereka sedang mengawasi pak Mulya .. Kelebat bayangan yang mirip asap hitam , berkeliling di sekitar pak Mulya . Mereka sengaja membuat pak Mulya tidak menemukan jalan keluar dari sana " ucap dokter Danu


" Kamu selidikilah segera , Dan .. Sebelum korban yang sedang tertahan kembali. Karena kalau setelah korban kembali, mereka akan menjebak korban berikut nya .


Insyaa Allah abah akan bantu juga dari sini , Dan " ucap abah .


" Baik bah , saya akan berusaha untuk segera menemukan dan menghentikan nya menjebak dan merampas energi manusia . Mohon doa restu bah " ucap dokter Danu .


" Abah akan selalu mendoakan , dan merestui perjuangan mu dalam menghentikan kebathilan .. Hati - hati Dan " jawab abah .


" Insyaa Allah bah , terimakasih banyak bah ... Insya allah kalau masalah ini selesai , Danu akan silaturahim ke pesantren bah . Dengan pertolongan Allah semoga semua ini lancar " ucap dokter Danu


" Aamiin Ya Robbal'alamiin " sahut abah yang juga di amini oleh dokter Danu .


Setelah mengakhiri obrolan nya dengan abah , dokter danu nampak termenung ..


" Siapa iblis atau jin ini yaa .. ?" dokter Danu bertanya - tanya dalam hati nya .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Dokter Danu berdiskusi dengan khodam nya ,


" Ki, menurut saya rekan yang terjebak ini melewati sesuatu tanpa sadar ... Mungkinkah itu gerbang gaib yang sengaja di ciptakan oleh sosok penjebak itu ?


Gimana kalau menurut aki ? "


" Hemm seperti nya begitu Dan , aku juga merasa ada sesuatu yang ganjil saat kau bertemu dengan pak Mulya beberapa hari yang lalu .. Apa kau menangkap ekspresi pak Mulya saat pertama kali melihat mu ?" tanya ki Rambai


Setelah mengingat sejenak dokter Danu pun menjawab " Iya ki .. Kenapa pak Mulya seperti yang ketakutan ya . Harus nya kan minimal kaget bukan takut .. Aneh "


Dokter Danu berpikir lagi mencoba mencari jalan untuk menyelesaikan kasus ini .


" Ki , kita harus menemui pak Mulya lagi .. Ada satu hal yang ingin ku pastikan " ucap dokter Danu sambil berjalan menuju ruangan pak Mulya .


Sesampai nya di ruangan pak Mulya , dokter Danu melihat pak Mulya sedang duduk menghadap ke komputer nya . Namun tidak ada gerakan bekerja . Mata batin dokter Danu melihat seluruh tubuh pak Mulya seperti mengeluarkan asap tipis .


" Apa itu .. Asap itu , keluar dari tubuh nya dan mengelilingi seluruh tubuh nya " benak dokter Danu


Dokter Danu melihat wajah nya dari arah samping , ia berjalan perlahan menghampiri nya sambil mengetuk pintu dan memberi salam .


" Pak .. Pak Mulya .. Bapak baik - baik saja ? " sapa dokter Danu


Setelah berjarak sekitar dua langkah dari keberadaan pak Mulya . Dokter Danu berhenti .

__ADS_1


Tiba - tiba pak Mulya menoleh , mata nya memutih .. Tidak ada pupil yang berwarna hitam itu .


" Aku tau siapa kamu , jangan campuri urusan ku .. Pergi " ucap pak Mulya dengan suara yang berbeda . Serak dan berat .


Dokter Danu sudah bersiap dengan pertahanan nya jika sewaktu - waktu mendapatkan serangan dadakan .


" Aku pun tau yang sedang kau lakukan dengan pak Mulya mau pun karyawan sini .. Sebaik nya kau hentikan sebelum aku hancurkan kamu dan tempat mu " ucap dokter Danu tak kalah sengit .


Pak Mulya tiba - tiba berubah kembali ekspresi nya , mata nya kembali normal .. Namun ia terkejut seperti orang linglung setelah menoleh ke arah dokter Danu .


" Lhoo .. Dokter sudah lama berada di sini ? Mau bertemu siapa dok ? Soalnya ini lagi pada keluar ruangan , tinggal saya sendiri .. " ucap pak Mulya sambil menyapukan pandangan ke seluruh ruangan .


" Iya pak , saya mau bertemu pak Mulya .. Ada beberapa hal yang mau saya tanyakan kembali , kemarin terlupa " jawab dokter Danu


" Oohh gitu , boleh dok .. Silahkan duduk di sini " jawab pak Mulya sembari menyodorkan kursi yang ada di hadapan meja nya .


" Terimakasih pak " ucap dokter Danu lalu ia pun duduk berhadapan dengan pak Mulya , yang hanya di pisahkan oleh sebuah meja kerja .


"Bapak lagi sibuk ya , soalnya tadi saya panggil tidak menyahut " dokter Danu mencoba memancing ekspresi pak Mulya kembali .


" Anu dok , tadi seingat saya sedang nge cek laporan kerja tapi tiba - tiba saja kepala saya pusing kemudian pandangan saya menjadi gelap setelah itu tidak ingat apa - apa . Tau - tau sudah ada dokter berdiri tidak jauh dari saya " jawab pak Mulya


" Apa bapak sekarang masih pusing ?" tanya dokter Danu


" Sudah engga sih dok , hanya saja badan saya terasa berat .. Saya jadi cepat lelah dok " ucap pak Mulya


" Hemm pak , apakah bapak mau jika saya 'bersihkan ' tubuh nya ? Sejak kejadian bapak menghilang , ada beberapa sosok mahkluk gaib yang ikut menempel di tubuh bapak " ucap dokter Danu hati - hati dengan suara yang di pelankan .


" Kebetulan saya di kasih kelebihan oleh Allah , bisa melihat mahkluk gaib , pak " jawab dokter Danu


" Oohh begitu , kalau tidak merepotkan sih saya mau dok .. Tapi apa harus di sini ?" ucap pak Mulya


" Alhamdulilah kalau bapak bersedia , tempat nya di apartemen saya aja .. Karena lebih dekat . Nanti bapak bisa bareng sama saya setelah saya selesai shift ini . Tapi jangan lupa kabari keluarga dulu agar mereka tidak cemas , pak " ucap dokter Danu


" Baik ,Nanti saya telpon istri saya .. Saya akan tunggu dokter di lobi ya " ucap pak Mulya


" Iya pak , kalau gitu saya balik ke IGD dulu ya .. Sampai nanti ya pak " ucap dokter Danu.


Setelah itu dokter Danu pun pamit dan kembali ke ruangan nya .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Sesampai nya di apartemen dokter Danu , dokter Danu mengajak pak Mulya untuk sholat isya dan makan malam terlebih dahulu dengan menu yang sudah di beli saat di perjalanan tadi .


" Pak Mulya , sebelum kita mulai .. Saya minta tolong pak Mulya untuk berwudhu dulu ya lalu duduk di atas sajadah ini " ucap dokter Danu , setelah ia menggelar sajadah nya di ruang tengah .


Dokter Danu ingin agar raga pak Mulya tetap terlindungi saat sedang di lakukan 'pembersihan' .


" Iya dok " jawab pak Mulya , segera ia berjalan ke tempat wudhu .

__ADS_1


Setelah pak Mulya duduk bersila , dokter Danu meminta agar pak Mulya terus berzikir .


Dokter Danu duduk di samping pak Mulya , mengadap ke arah pak Mulya . Dokter Danu memejamkan mata sejenak lalu mulai membuka mata batin nya , kemudian membaca ayat- ayat suci dengan suara yang tidak terlalu pelan mau pun kencang .


Beberapa menit di awal , semua masih baik - baik saja . Hingga sekitar lima belas menit kemudian , tubuh pak Mulya mulai bergerak - gerak .


Pak Mulya menggeleng - geleng seolah tidak ingin mendengar lantunan ayat yang sedang di baca oleh dokter Danu .


Dokter Danu masih mengawasi sambil terus membacakan ayat suci .


Tiba - tiba terdengar suara menggeram dari pak Mulya , lalu dengan gerakan cepat pak Mulya menjulurkan tangan nya ke arah dokter Danu , ia mendorong dokter Danu namun segera di tangkis oleh dokter Danu .


Pak Mulya pun jatuh tersungkur . Dokter Danu segera mengejar pak Mulya dan menekan tubuh nya agar tetap tengkurap .


Pak Mulya masih berontak , berusaha melepaskan diri dari tangan dokter Danu . Dengan sekuat tenaga dokter Danu terus menahan nya , ia tidak mau raga pak Mulya menjadi terluka akibat di manfaatkan oleh mahkluk tak kasat mata ini .


" Lepaskan raga ini , ayo kita bertarung tanpa melibatkan pak Mulya " ucap dokter Danu menantang .


Sosok yang di dalam raga pak Mulya masih seolah enggan untuk keluar , dokter Danu merasakan tenaga pak Mulya semakin kuat .


" Ki , tahan dia .. Aku akan memaksa sosok ini keluar " ucap dokter danu dalam komunikasi batin nya dengan ki Rambai .


Tak lama keluarlah sesosok harimau putih , dengan kedua kaki depan nya ia menahan tubuh pak Mulya yang sedang menggeram dan terus berontak .


Dokter danu mengeluarkan seluruh tenaga dalam nya untuk menarik sosok tersebut keluar , pertempuran tenaga dalam pun tak terelakkan lagi .


Setelah berjibaku dengan mahkluk yang mendiami tubuh pak Mulya , akhir nya dokter Danu berhasil .


Seketika keluar asap hitam dari tubuh pak Mulya , pak Mulya pun seketika roboh ke lantai dan tak sadarkan diri .


Asap hitam itu begitu pekat bergulung-gulung , perlahan mulai menyebar ke seluruh ruangan , membuat ruangan itu bertambah gelap dan pengap . Dokter Danu masih berusaha untuk membebaskan diri dari serangan asap hitam , ia mencoba untuk memperkuat mata batin nya .


Namun saat dokter Danu sedang konsentrasi , tiba - tiba ..


Wuuutttsss ..


"Heegghh .. Aakh " Dokter Danu terhuyung beberapa langkah ke belakang .


Dalam keadaan gelap , dokter Danu merasakan ada hawa dingin yang menyerang nya . Hawa dingin tersebut memukul dengan keras ke dada nya , membuat dokter Danu terbatuk dan mengeluarkan cairan kental dari mulut nya .


Ia merasakan dada nya seketika menjadi panas , pandangan mata nya pun mulai buram , namun ia masih berusaha bertahan .


Jin licik ini menyerang nya dengan senyap dan curang . Ia mencoba membuat dokter Danu tak bisa menggunakan kemampuan nya .


Asap hitam ini terus menyedot energi nya dan membuat dokter Danu seolah - olah terikat, secara gaib .


Ia begitu sulit untuk menggunakan kemampuan nya , tangan dan kaki nya terasa berat saat di gunakan untuk melakukan jurus - jurus ilmu kanuragan nya .


Tenaga dalam nya mulai menipis , nafas nya pun tersengal - sengal .. Keringat sudah bercucuran dengan deras membasahi tubuh nya .

__ADS_1


Dokter Danu terus berusaha meski pun ia sendiri juga tidak tahu apakah ia akan berhasil atau tidak dalam melawan serangan jin ini .


__ADS_2