Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 1 .


__ADS_3

Setelah sholat subuh , dokter Danu sudah mulai bersiap . Ia tiba di rumahsakit sekitar pukul enam kurang dua puluh menit .


Seperti biasa , sebelum memulai tugas nya setiap dokter wajib membaca medical record pasien yang sebelum nya agar para pasien dapat mendapatkan penanganan yang tepat .


Saat membaca lembaran medical , ada satu pasien yang membuat dokter Danu merasa aneh . Namun ia enggan menanyakan dengan para suster , ia akan menanyakan langsung dengan dokter IGD yang bertugas sebelum nya .


Setelah membaca lembaran medical record , dokter Danu segera masuk ke ruangan dokter .


" Assalamualaikum , selamat pagi dokter Radit " sapa dokter Danu


" Waalaikumsalam , pagi dokter Danu " jawab dokter Radit


" Sudah bersiap untuk pulang, dok ?" tanya dokter Danu berbasa - basi


" Iya , lima menit lagi , dok " jawab dokter Radit sambil melihat jam tangan nya , yang sudah menunjukkan pukul enam kurang lima menit .


" Hmm .. Ada pasien koma ya dok ? " tanya dokter Danu


" Oh iya , dok ..


Dokter Danu sudah membaca laporan medrec nya ya , pasti udah tau dengan pasien yang bernama Galuh ya .. Kalau mengenai obat - obatan dan tindakan medis semua sudah saya tulis di laporan .


Yang belum ada yaitu mengenai obrolan saya dengan pihak keluarga , mungkin saja ini bisa di jadikan salah satu masukan untuk dokter Danu dalam penanganan berikut nya " ucap dokter Radit


" Oohh begitu dok " jawab dokter Danu , menunggu penjelasan selanjut nya dari dokter Radit .


" Tadi waktu saya ngobrol , keluarga nya cerita kalau ..


Pasien Galuh , sudah satu minggu tidak merespon apa pun . Hanya terbaring dengan mata tertutup , dan untuk nutrisi pun hanya dari infus . Ia baru datang ke rumahsakit ini menjelang subuh , karena sebelum nya berada di perawatan rumahsakit kecil di desa . Berhubung kedua orangtua nya repot harus bolak balik ke desa , akhir nya di pindahkanlah ke sini . Di samping itu juga selama satu minggu di rawat di sana belum ada perubahan apa pun .


Ketika saya tanya kronologi sebelum pasien tak sadarkan diri seperti ini ke keluarga nya , keluarga nya bilang kalau pasien Galuh saat itu sedang mendaki gunung .


Dan tiba - tiba keluarga di beritahu oleh salah satu anggota tim pendaki bahwa Galuh mengalami kecelakaan , terpeleset lalu terjatuh . Untung nya tidak sampai masuk ke dasar jurang , karena ia tersangkut di antara akar pohon .


Ada beberapa luka , dan juga tulang kaki yang retak . Namun semua itu masih bisa di sembuhkan . Hanya tinggal menunggu pasien ini bangun dari koma nya .


Saat ini masih saya berikan infusan berupa nutrisi makanan dan vitamin agar tubuh nya tetap memiliki imun yang baik . Dan mungkin dalam beberapa jam lagi infus nya akan habis , dok " ucap dokter Radit menjelaskan


" Kalau begitu saya akan menambahkan observasi dengan memberikan surat pengantar untuk di MRI bagian kepala nya , untuk memastikan penyebab koma nya . Khawatir ada benturan di kepala saat jatuh .

__ADS_1


Pihak keluarga nya sendiri gimana , dok ?" tanya dokter Danu


" Kata nya sih keluarga minta di upayakan agar pasien Galuh bisa sadar dari koma nya .. Mereka ikut aja bagaimana baik nya , gitu dok " jawab dokter Radit lagi


Dokter Danu mengangguk sambil berfikir ,


" Kalau begitu akan saya liat dulu kondisi nya pasien Galuh , setelah itu saya akan bicara dengan keluarga nya lagi " lanjut dokter Danu


" Baik , begitu juga boleh .. Ya sudah , saya pamit ya dok " ucap dokter Radit


" Oohh iyaa , thanks info nya ya dok , hati - hati di jalan " jawab dokter Danu


" Siipp , have a nice day dok " ucap dokter Radit sambil nyengir


Dokter Danu pun ikutan nyengir sambil melambaikan tangan nya .


Setelah dokter Radit pergi , dokter Danu segera bersiap mengecek satu per satu pasien yang masih berada di IGD .


Melihat dokter Danu keluar dari ruangan dokter , seorang suster menghampiri nya ,


" Sudah siap, dok ?" tanya nya sambil membawa setumpuk lembaran medical record .


" Mari dok , yang ini dulu ya " jawab suster sambil membuka tirai salah satu bed .


" Selamat pagi , gimana kabar nya pak ?" Apa masih ada keluhan ?" tanya dokter Danu ramah . Sambil mulai memeriksa kondisi pasien pria paruh baya tersebut .


" Pagi dokter " jawab salah satu wanita muda yang menunggui pasien tersebut sambil senyum .


Selanjut nya dokter Danu pun mendengarkan keluhan pasien tersebut sambil sesekali memeriksa bagian tubuh yang di keluhkan , sedangkan suster tadi mencatat nya di lembaran medical .


Seperti biasa , dokter Danu menginstruksikan pemberian beberapa obat , dan merujuk ke dokter spesialis untuk penanganan berikut nya .


Ia juga juga meminta wanita muda itu untuk mengurus administrasi pemindahan pasien ke kamar rawat inap di bantu oleh suster .


Selesai di satu bed , berlanjut ke bed berikut nya .. Hingga tiba di bed dengan pasien Galuh .


Dokter Danu melihat pasien yang bernama Galuh ada sedikit keanehan ,


" Aura nya .. Kosong .. " batin dokter Danu.

__ADS_1


Lalu dokter Danu pun memeriksa detak jantung Galuh dengan menekan satu titik di pergelangan tangan nya , sekaligus juga untuk mencari gambaran mengenai keberadaan Galuh sebelum nya .


Kilasan peristiwa pun bermunculan dalam sekejap ,


" Hemm , bagaimana ini .. Seperti nya lebih baik di pindah ke kamar rawat inap dulu deh " benak dokter danu .


Dokter Danu pun menemui keluarga Galuh , ia ingin mendiskusi kan mengenai kepindahan Galuh ke kamar perawatan .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Malam hari nya dokter Danu mengusap cincin permata hijau di jari nya . Ia memanggil khodam nya , ki Rambai .


Satu menit kemudian keluarlah asap putih dari cincin tersebut , semakin lama semakin tebal . Kemudian berubah menjadi seorang kakek - kakek . Berpakaian celana panjang komprang bahan berwarna putih , dengan lilitan sarung di pinggang nya , bermotif kotak - kotak dengan warna dasar putih . Memakai baju koko putih dengan sulam benang berwarna kuning keemasan . Rambut nya yang putih , sebagian tertutup sebuah peci .


Dengan warna putih yang dominan membuat ki Rambai terlihat sangat bersih bercahaya , di tambah lagi dengan ilmu nya yang tinggi , terpancar lah kewibawaan dari sorot mata nya .


Menonjolkan sifat seorang kakek yang bijaksana , penyabar , penyayang , ramah namun juga tegas .


" Ki, bisa bantu cari sukma Galuh yang nyangkut di hutan ? Mungkin saat ini ia sedang berada di salah satu wilayah mahkluk gaib " tanya dokter Danu


" Tentu saja bisa , Dan .. Alam gaib itu kan alam ku , mudah saja bagi ku untuk mencari nya .


Tapi ngomong - ngomong itu kan sukma bukan layangan , Dan " jawab ki Rambai sambil tertawa pelan


" Kamu ingin menolong pasien lagi ya ?" lanjut ki Rambai dengan nada meledek


" Hhehe seperti nya begitu , ki .. Aki mau kan membantu ku ?" jawab dokter Danu


" Tentu saja mau , aku kan tidak boleh menolak permintaan tuan ku " ucap ki Rambai sambil terkekeh


" Baiklah , terimakasih sebelum nya ki .. Semoga berhasil ya ki " ucap dokter Danu


" Oke Dan .. Kalau begitu aku pergi sekarang ya " pamit ki Rambai , kemudian berubah menjadi asap putih yang semakin lama semakin tipis lalu menghilang .


###############################


Haaii para readers ter πŸ’“πŸ’“πŸ’“.. Mohon maaf jika masih banyak kekuranganπŸ™πŸ™πŸ˜¬ Mampir juga ke karya ku yang lain nya ya ✌😁 ada cerpen juga lhoo πŸ˜‰πŸ˜‰


Tinggalkan jejak yuukk 🀩 .. LIKE πŸ‘ tp jgn di bom yaπŸ˜πŸ™ ,,, KOMEN πŸ’• ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih πŸ™πŸ™πŸ€— luv u all πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2