Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 3 .


__ADS_3

Lima belas menit kemudian ,


Draap draaap draapp .. Gruuduk gruduuk gruuduukk ..


Terdengar suara langkah kaki dan juga roda tempat tidur yang di dorong dengan cepat , memasuki ruang IGD melalui pintu samping yang biasa di lewati oleh para dokter , suster mau pun staff rumahsakit lain nya .


" Dok , pasien dari kamar inap sudah masuk " ucap salah seorang suster


Dokter Danu yang sedang memeriksa pasien yang baru masuk IGD hanya mengangguk sambil melirik sekilas ke suster tersebut .


Setelah selesai , dokter Danu berjalan ke ruang tengah dan membiarkan agar suster - suster tersebut selesai memindahkan pasien ke bed IGD .


Namun dokter Danu bingung dengan apa yang di lihat nya .. Bukan pasien nya yang di pindah , melainkan bed IGD yang di tukar dengan bed dari kamar inap .


Bed IGD tersebut di keluarkan dari tempat nya dan di bawa ke tempat lain .


Kemudian Dokter Danu berjalan pelan menghampiri pasien yang dari kamar inap . Namun langkah nya terhenti sebelum sampai di bed tersebut.


Jarak bed dari tempat dokter Danu berdiri kurang lebih sekitar enam sampai tujuh langkah .


" Aura nya ..beda , bukan sakit biasa .. Ehm ada yang ga beres nih " batin dokter Danu yang melihat pasien tersebut di selimuti aura hitam pekat .


Dokter Danu segera membaca doa lalu membuka mata batin nya secara penuh .


Setelah terbuka utuh ,


" Astagfirullah .. " gumam nya .


Seorang suster menghampiri dokter Danu ,


" Dok , ini medrec nya ..

__ADS_1


Tadi pasien satu kamar nya yang memencet bel dan ketika saya datang , ia bilang kalau pasien sebelah teriak - teriak sehingga mengganggu pasien lain .


Akhir nya saya pun menghampiri bed pak Yanuar , dok .. Dan saya kaget lihat pak Yanuar sedang ketakutan sambil memegangi kelamin nya


Saya tanya apa yang di rasa , dia hanya jawab sakit . Lalu dia mencopot jarum infus dari tangan nya , kemudian membuka celana nya sambil bilang mau di potong aja biar ga sakit .


Akhir nya saya kembali pencet bel memanggil suster lain agar datang membantu .


Dan kami kewalahan memegangi tangan nya dok , lalu kami putuskan untuk mengikat kedua tangan nya sementara sampai tiba di ruang IGD " ucap suster lantai dua yang bernama Desi .


Ia datang bersama beberapa mantri yang membantu nya mendorong bed dan juga mendampingi pak Yanuar yang berteriak kesakitan .


" Kalau begitu buka ikatan nya sekarang , cukup pegangin aja sama mantri ..


Oiya keluarga nya mana sus ? " tanya dokter Danu sambil menerima lembaran medrek dari suster itu , ia membaca nya dengan teliti mulai dari atas yaitu nama pasien , Tn. Yanuar . Kemudian usia 48th . Lalu catatan medical nya .


" Rupa nya pak Yanuar ini baru dua hari di rawat inap di sini dan di tangani oleh dokter spesialis kulit dan kelamin , yaitu dokter Johan .


Catatan dokter : Belum di temukan penyebab nya , luka yang nampak merupakan bekas garukan / kuku . Selain luka bekas garukan belum di temukan ada nya pembengkakan alias masih dalam ukuran normal .


Akan di observasi lebih lanjut dengan tes darah untuk menemukan kemungkinan terinfeksi virus atau bakteri .


Di situ juga tertera tanggal pengambilan sample darah .


Pengobatan sejak di tangani hingga sekarang semua nya tercatat dengan jelas , baik itu merk , dosis mau pun kegunaan nya " benak dokter Danu .


" Tidak ada dok .. Mungkin sedang keluar atau pulang , dok " jawab nya


" ehmm .. " jawab dokter Danu singkat Kemudian ia memberikan lembaran medrec itu ke suster yang tadi dan segera menemui pasien atas nama tn . Yanuar .


" Pak Yanuar , saya dengan dokter Danu ... Keluhan nya apa , pak ?" tanya dokter Danu ramah

__ADS_1


" sudah , sudah ... Jangan di tanya lagi dok , keluhan saya cuma itu - itu aja .. Dan ini gimana ini .. Masih sakit sekali " ucap pak Yanuar setengah emosi


" Baik pak, kalau begitu saya suntikan obat pereda nyeri nya dulu ya ..


Tolong alat kelamin nya jangan di garuk terus ya pak , nanti tambah parah luka nya .. Di kasih salep aja kalau terasa gatal .


Jangan di pegang - pegang , untuk sementara di tahan dulu sakit nya sampai obat nya bereaksi ya " jawab dokter Danu , ia sengaja meminta pak Yanuar agar tidak memegang alat kelamin nya khawatir ia akan melukai sendiri seperti ucapan suster tadi .


Pak Yanuar hanya mengangguk , ia pun tidak lagi memegangi alat kelamin nya , ia beralih ke seprei bed . Terlihat ia mencengkeram seprei di kedua sisi nya sebagai pelampiasan dari rasa sakit nya .


Dokter Danu pun menginstruksi kan nama obat dan juga dosis nya kepada suster IGD , sedangkan suster Desi dan mantri - mantri yang tadi membantu sudah kembali ke ruangan mereka masing - masing .


" Kalau ada keluarga nya yang datang tolong kasih tahu suruh temui saya di ruang dokter ya sus " ucap dokter Danu


" Baik dok " jawab nya .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Selama berada di rumah mengurusi ketiga anak nya , perasaan Arumi sangat tidak karuan .


Ia merasa seperti sedang di awasi , namun ketika ia menyapu kan pandangan ke sekeliling nya tidak terlihat siapa pun .


Untunglah tetangga Arumi baik - baik , mereka mau membantu nya bergantian menjaga ketiga buah hati nya .


Selesai merapikan dan membersihkan rumah , Arumi menyiapkan makanan dan cemilan kering untuk ketiga anak nya sehingga tidak terlalu merepotkan tetangga - tetangga nya nanti .


Ia berusaha menghemat sisa - sisa uang hasil jualan nya , ada juga beberapa warga yang prihatin sehingga mereka memberikan donasi untuk membantu meringankan beban Arumi .


Setelah menitipkan ketiga anak nya dan berpamitan kepada tetangga , Arumi pun bergegas kembali ke rumahsakit .


Ia tak lagi menghiraukan rasa lelah di badan nya , ia juga sudah lupa kapan terakhir ia makan . Bagi nya yang penting suami nya sehat dan bisa pulang kembali ke rumah agar ia bisa melanjutkan jualan sambil mengurusi ketiga buah hati nya .

__ADS_1


Arumi berjalan dengan cepat menuju kamar inap suami nya ketika ia sampai di pintu masuk rumahsakit .


__ADS_2