Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : PUSPA PART . 10 .


__ADS_3

Sore itu Raihan menunggu dokter Danu di cafe rumahsakit . Setelah sebelum nya menelpon dan janjian .


Raihan memesan sebuah kopi untuk mengusir penat sekaligus merilex kan urat syaraf kepala nya .


Sruupuutt sruupuuutt


" aaahhh mantaapp " gumam nya setelah menyeruput kopi panas nya . Kemudian ia pun memesan roti panggang sebagai teman kopi nya sambil menunggu dokter Danu datang .


Tak lama kemudian seorang pelayan membawakan pesanan Raihan , ia pun segera mencomot sepotong roti panggang nya .


Sambil menikmati cemilan sore , Raihan melihat dari kejauhan dokter Danu yang sedang berjalan cepat ke arah nya .


" Mas , capucino hangat satu ya .. Ga pake lama " ucap nya sambil senyum kepada pelayan yang kebetulan memang sudah cukup ia kenal .


" Baik dok , segera meluncur " jawab pelayan pria itu sambil nyengir


Dokter Danu hanya mengacungkan jempol nya . Lalu berjalan mendekati Raihan yang sedang duduk di sudut cafe .


" Duuhh maap bro , lama ya nunggu nya ?" tanya nya


" Ga pa pa , santai aja .. Aku sore ini punya banyak waktu kok " jawab Raihan


"Oohh gitu , alhamdulilah kalo gitu .. Barusan aku selesain laporan dulu biar tenang . Hari ini aku masuk pagi , jadi abis magrib udah bisa balik .


Kayak nya ada yang penting banget ya , bro .. Apa mau di apartemen ku aja bicara nya ? " ucap dokter Danu


" Boleh, tapi nanti dulu .. Sebagian ada yang mau ceritain di sini " ucap Raihan .


" Oohh okee , apa itu ?" jawab dokter Danu sambil ngangguk .


Raihan menunda bicara nya setelah melihat seorang pelayan pria sedang berjalan ke arah meja nya .


" Permisi .. Ini pesanan nya dok , silahkan .. " ucap pelayan pria yang datang membawakan pesanan dokter Danu .


" Oohh iyaa , terimakasih mas " jawab dokter Danu sumringah .


Raihan masih belum bicara , ia membiarkan dokter Danu menyeruput kopi nya dulu .


Setelah itu ,


" Alhamdulilah , mantaapp .. " ucap dokter Danu sambil menoleh ke Raihan .


" So ... ? " tanya dokter Danu


Raihan pun menceritakan perkembangan kasus nya , sedangkan dokter Danu diam menyimak .


" Yang aku bingung Dan , kok aku bisa ada di apartemen itu tapi tidak bisa mendengar perdebatan mereka ? Seandai nya aku bisa mendengar mungkin aku bisa mendapatkan sedikit gambaran untuk kasus ini " ucap Raihan


" Bisa jadi pada saat itu ruh kamu memang hanya di izinkan sebatas melihat saja , Rai .. " jawab dokter Danu .


" Aku butuh bantuan kamu , Dan .. Kira - kira kamu bisa ga ya mengetahui apa yang mereka ributkan ? Mungkin kamu ada cara gaib gitu " ucap Raihan dengan suara yang di pelankan .

__ADS_1


Dokter Danu diam sejenak , raut wajah nya tampak berpikir .


" Aku harus meminta puspa untuk membawa ku ke masa itu , tanpa di bawa mustahil aku bisa ada di masa lampau orang lain .. Nanti aku coba deh , Rai " jawab dokter Danu


" Thanks sebelum nya bro , aku tunggu kabar dari kamu ya " ucap Raihan


" Oke siipp , lalu sekarang apa kamu mau ikut aku pulang sekalian nginep di apartemen ku ?" tanya dokter Danu .


Raihan berpikir sejenak ,


" Seperti nya aku hari ini ga ke apartemen mu dulu bro .. Aku baru inget mau konfirmasi ke suatu tempat . Ga pa pa kan , bro ?" ucap Raihan


" Ga pa pa bro .. Nanti aku kabarin " jawab dokter Danu .


" Oke siip , thanks banget bro " ucap Raihan .


Setelah melanjutkan ngobrol sesaat , mereka pun berpisah .


Raihan melajukan mobil nya menuju ke sebuah klinik .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Malam hari nya dokter Danu kembali meminta bantuan ki Rambai .


" Bagaimana ki ? " tanya dokter Danu setelah melihat ki Rambai kembali .


" Energi mu terlalu besar buat dia , Dan .. Sehingga dia tidak sanggup untuk membawa mu ke sana .


Bahkan untuk memasuki mu melalui mimpi saja , dia tidak bisa " jawab ki Rambai


Tak lama kemudian ,


" Ahh aku ada ide , ki .. Bisa kah aki tanyakan benda apa yang terakhir dia pegang ?" tanya dokter Danu


" Bisa , Dan .. Tunggu sebentar " jawab ki Rambai .


Dokter Danu mengangguk , ia menunggu ki Rambai sekitar sepuluh menit .


Setelah mendapat informasi dari ki Rambai , dokter Danu segera menghubungi Raihan .


" Halo .. " sapa Raihan


" Assalamualaikum bro , aku mau nanya .. Kira - kira kita bisa masuk ga ya ke apartemen nya Puspa ?" tanya dokter Danu to the point .


" Waalaikumsalam , bisa .. Kunci nya ada di tim aku , nanti biar aku pinjam . Emang nya kita mau ngapain bro ? Oiyaa tapi nanti kita harus pakai sarung tangan , bro .. Karena kan itu tkp " jawab Raihan .


Dokter Danu pun segera menceritakan maksud dan tujuan nya masuk ke apartemen Puspa .


" Oke , kalau begitu kapan kita mau kesana Dan ?" tanya Raihan dengan semangat


" Mungkin nanti ya , pas aku masuk shift malam . Sekitar dua hari lagi aku pindah shift nya . Gimana bro ?" ucap dokter Danu .

__ADS_1


" Iyaa siip ga pa pa , Dan .. " ucap Raihan .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Tiba saat nya Raihan dan dokter Danu mengunjungi apartemen Puspa .


Setelah berada di dalam , dokter Danu dan Raihan segera memakai sarung tangan agar tidak merusak tkp lalu menuju ke kamar Puspa . Di ikuti oleh Raihan ... Dan juga arwah Puspa.


Arwah Puspa ternyata datang , namun ia hanya bisa berada di dekat Raihan .


Raihan yang di dekati arwah Puspa pun merasa merinding . Namun karena ia bersama dokter Danu , ia menjadi lebih tenang dan berani .


Sesampai nya di kamar Puspa ,


" Rai , bantu aku dorong lemari ini " ucap dokter Danu


Raihan pun segera membantu dokter Danu , setelah lemari itu tergeser dokter Danu melongok ke belakang lemari , ternyata di sana ada sebuat tas kecil tergantung di paku kecil yang nempel ke sisi belakang lemari pakaian .


Doktet Danu segera meraih tas kecil tersebut ,


" Wuah ternyata masih ada yang tersembunyi " ucap Raihan


" Ayoo kita bawa ke ruang tengah , Rai .. Biar kita lihat dulu " ucap dokter Danu sambil menyerahkan tas tersebut ke Raihan .


Mereka duduk di ruang tengah , Raihan mulai membuka isi tas tersebut .


Di dalam nya terdapat beberapa alat tes kehamilan dari berbagai merk , dan sebuah catatan di kertas kecil .


" Boleh aku pegang salah satu alat itu , Rai ?" tanya dokter Danu


Tiba - tiba angin yang lumayan kencang menerpa kedua nya ,


" Kok jadi dingin banget ya ruangan ini , Dan " ucap Raihan sambil memberikan salah satu alat tes kehamilan tersebut ke dokter Danu .


Dokter Danu diam saja , ia langsung memegang alat tes tersebut .


" Jangan ganggu kalau mau di tolong " ucap dokter Danu kepada arwah Puspa melalui komunikasi batin nya .


Sambil membaca doa , dalam sekejap ia sudah berada di saat peristiwa itu terjadi .


Berbeda dengan Raihan , dokter Danu bukan hanya dapat melihat namun juga dapat mendengar dengan sangat jelas pertengkaran mereka .


Raihan duduk tak jauh dari dokter Danu , mata nya sibuk menyapu pandangan kesana ke sini .. Ia menahan tubuh nya yang sudah merinding hebat karena takut . Menunggu dokter Danu selesai melihat kilasan .


Selama kurang lebih hampir satu jam , dokter Danu selesai .. Keringat bercucuran di tubuh nya padahal Raihan sedang merasa kedinginan .


Setelah selesai ,


" Ngobrol di tempat ku aja yuuk , bro " ajak dokter Danu


" Ayuukk " jawab Raihan singkat sambil beranjak dari duduk nya . Ia memang sudah ingin buru - buru keluar dari apartemen itu .

__ADS_1


Mereka pun segera mengunci kembali apartemen Puspa , lalu berjalan menuju ke apartemen dokter Danu .


###############################


__ADS_2