
Sore itu Raihan menunggu dokter Danu di cafe rumahsakit . Setelah sebelum nya menelpon dan janjian .
Raihan memesan sebuah kopi untuk mengusir penat sekaligus merilex kan urat syaraf kepala nya .
Sruupuutt sruupuuutt
" aaahhh mantaapp " gumam nya setelah menyeruput kopi panas nya . Kemudian ia pun memesan roti panggang sebagai teman kopi nya sambil menunggu dokter Danu datang .
Tak lama kemudian seorang pelayan membawakan pesanan Raihan , ia pun segera mencomot sepotong roti panggang nya .
Sambil menikmati cemilan sore , Raihan melihat dari kejauhan dokter Danu yang sedang berjalan cepat ke arah nya .
" Mas , capucino hangat satu ya .. Ga pake lama " ucap nya sambil senyum kepada pelayan yang kebetulan memang sudah cukup ia kenal .
" Baik dok , segera meluncur " jawab pelayan pria itu sambil nyengir
Dokter Danu hanya mengacungkan jempol nya . Lalu berjalan mendekati Raihan yang sedang duduk di sudut cafe .
" Duuhh maap bro , lama ya nunggu nya ?" tanya nya
" Ga pa pa , santai aja .. Aku sore ini punya banyak waktu kok " jawab Raihan
"Oohh gitu , alhamdulilah kalo gitu .. Barusan aku selesain laporan dulu biar tenang . Hari ini aku masuk pagi , jadi abis magrib udah bisa balik .
Kayak nya ada yang penting banget ya , bro .. Apa mau di apartemen ku aja bicara nya ? " ucap dokter Danu
" Boleh, tapi nanti dulu .. Sebagian ada yang mau ceritain di sini " ucap Raihan .
" Oohh okee , apa itu ?" jawab dokter Danu sambil ngangguk .
Raihan menunda bicara nya setelah melihat seorang pelayan pria sedang berjalan ke arah meja nya .
" Permisi .. Ini pesanan nya dok , silahkan .. " ucap pelayan pria yang datang membawakan pesanan dokter Danu .
" Oohh iyaa , terimakasih mas " jawab dokter Danu sumringah .
Raihan masih belum bicara , ia membiarkan dokter Danu menyeruput kopi nya dulu .
Setelah itu ,
" Alhamdulilah , mantaapp .. " ucap dokter Danu sambil menoleh ke Raihan .
" So ... ? " tanya dokter Danu
Raihan pun menceritakan perkembangan kasus nya , sedangkan dokter Danu diam menyimak .
" Yang aku bingung Dan , kok aku bisa ada di apartemen itu tapi tidak bisa mendengar perdebatan mereka ? Seandai nya aku bisa mendengar mungkin aku bisa mendapatkan sedikit gambaran untuk kasus ini " ucap Raihan
" Bisa jadi pada saat itu ruh kamu memang hanya di izinkan sebatas melihat saja , Rai .. " jawab dokter Danu .
" Aku butuh bantuan kamu , Dan .. Kira - kira kamu bisa ga ya mengetahui apa yang mereka ributkan ? Mungkin kamu ada cara gaib gitu " ucap Raihan dengan suara yang di pelankan .
__ADS_1
Dokter Danu diam sejenak , raut wajah nya tampak berpikir .
" Aku harus meminta puspa untuk membawa ku ke masa itu , tanpa di bawa mustahil aku bisa ada di masa lampau orang lain .. Nanti aku coba deh , Rai " jawab dokter Danu
" Thanks sebelum nya bro , aku tunggu kabar dari kamu ya " ucap Raihan
" Oke siipp , lalu sekarang apa kamu mau ikut aku pulang sekalian nginep di apartemen ku ?" tanya dokter Danu .
Raihan berpikir sejenak ,
" Seperti nya aku hari ini ga ke apartemen mu dulu bro .. Aku baru inget mau konfirmasi ke suatu tempat . Ga pa pa kan , bro ?" ucap Raihan
" Ga pa pa bro .. Nanti aku kabarin " jawab dokter Danu .
" Oke siip , thanks banget bro " ucap Raihan .
Setelah melanjutkan ngobrol sesaat , mereka pun berpisah .
Raihan melajukan mobil nya menuju ke sebuah klinik .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Malam hari nya dokter Danu kembali meminta bantuan ki Rambai .
" Bagaimana ki ? " tanya dokter Danu setelah melihat ki Rambai kembali .
" Energi mu terlalu besar buat dia , Dan .. Sehingga dia tidak sanggup untuk membawa mu ke sana .
Bahkan untuk memasuki mu melalui mimpi saja , dia tidak bisa " jawab ki Rambai
Tak lama kemudian ,
" Ahh aku ada ide , ki .. Bisa kah aki tanyakan benda apa yang terakhir dia pegang ?" tanya dokter Danu
" Bisa , Dan .. Tunggu sebentar " jawab ki Rambai .
Dokter Danu mengangguk , ia menunggu ki Rambai sekitar sepuluh menit .
Setelah mendapat informasi dari ki Rambai , dokter Danu segera menghubungi Raihan .
" Halo .. " sapa Raihan
" Assalamualaikum bro , aku mau nanya .. Kira - kira kita bisa masuk ga ya ke apartemen nya Puspa ?" tanya dokter Danu to the point .
" Waalaikumsalam , bisa .. Kunci nya ada di tim aku , nanti biar aku pinjam . Emang nya kita mau ngapain bro ? Oiyaa tapi nanti kita harus pakai sarung tangan , bro .. Karena kan itu tkp " jawab Raihan .
Dokter Danu pun segera menceritakan maksud dan tujuan nya masuk ke apartemen Puspa .
" Oke , kalau begitu kapan kita mau kesana Dan ?" tanya Raihan dengan semangat
" Mungkin nanti ya , pas aku masuk shift malam . Sekitar dua hari lagi aku pindah shift nya . Gimana bro ?" ucap dokter Danu .
__ADS_1
" Iyaa siip ga pa pa , Dan .. " ucap Raihan .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Tiba saat nya Raihan dan dokter Danu mengunjungi apartemen Puspa .
Setelah berada di dalam , dokter Danu dan Raihan segera memakai sarung tangan agar tidak merusak tkp lalu menuju ke kamar Puspa . Di ikuti oleh Raihan ... Dan juga arwah Puspa.
Arwah Puspa ternyata datang , namun ia hanya bisa berada di dekat Raihan .
Raihan yang di dekati arwah Puspa pun merasa merinding . Namun karena ia bersama dokter Danu , ia menjadi lebih tenang dan berani .
Sesampai nya di kamar Puspa ,
" Rai , bantu aku dorong lemari ini " ucap dokter Danu
Raihan pun segera membantu dokter Danu , setelah lemari itu tergeser dokter Danu melongok ke belakang lemari , ternyata di sana ada sebuat tas kecil tergantung di paku kecil yang nempel ke sisi belakang lemari pakaian .
Doktet Danu segera meraih tas kecil tersebut ,
" Wuah ternyata masih ada yang tersembunyi " ucap Raihan
" Ayoo kita bawa ke ruang tengah , Rai .. Biar kita lihat dulu " ucap dokter Danu sambil menyerahkan tas tersebut ke Raihan .
Mereka duduk di ruang tengah , Raihan mulai membuka isi tas tersebut .
Di dalam nya terdapat beberapa alat tes kehamilan dari berbagai merk , dan sebuah catatan di kertas kecil .
" Boleh aku pegang salah satu alat itu , Rai ?" tanya dokter Danu
Tiba - tiba angin yang lumayan kencang menerpa kedua nya ,
" Kok jadi dingin banget ya ruangan ini , Dan " ucap Raihan sambil memberikan salah satu alat tes kehamilan tersebut ke dokter Danu .
Dokter Danu diam saja , ia langsung memegang alat tes tersebut .
" Jangan ganggu kalau mau di tolong " ucap dokter Danu kepada arwah Puspa melalui komunikasi batin nya .
Sambil membaca doa , dalam sekejap ia sudah berada di saat peristiwa itu terjadi .
Berbeda dengan Raihan , dokter Danu bukan hanya dapat melihat namun juga dapat mendengar dengan sangat jelas pertengkaran mereka .
Raihan duduk tak jauh dari dokter Danu , mata nya sibuk menyapu pandangan kesana ke sini .. Ia menahan tubuh nya yang sudah merinding hebat karena takut . Menunggu dokter Danu selesai melihat kilasan .
Selama kurang lebih hampir satu jam , dokter Danu selesai .. Keringat bercucuran di tubuh nya padahal Raihan sedang merasa kedinginan .
Setelah selesai ,
" Ngobrol di tempat ku aja yuuk , bro " ajak dokter Danu
" Ayuukk " jawab Raihan singkat sambil beranjak dari duduk nya . Ia memang sudah ingin buru - buru keluar dari apartemen itu .
__ADS_1
Mereka pun segera mengunci kembali apartemen Puspa , lalu berjalan menuju ke apartemen dokter Danu .
###############################