
" Kau , berada lah sedekat mungkin dengan orang itu ... Aku membutuhkan mata mu sebagai mediator ku " ucap lelaki paruh baya itu kepada salah satu mahkluk perewangan nya .
Mahkluk itu berbentuk seperti buto . Bertubuh tambun dan tinggi besar, botak , kulit nya berwarna hijau , memiliki kedua taring di bibir nya .
" Ggrrrhhh .." makhluk itu mengeluarkan suara menggeram lalu menghilang .
Setelah mahkluk itu menghilang , pria itu memulai kembali ritual nya dengan menggunakan keris , dupa , kemenyan dan juga kembang beraneka rupa .
Ia memejamkan mata , nampak nya sedang berkontrasi penuh . Mulut nya komat kamit mengucapkan mantra - mantra .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Sejak di rumah sakit dokter Danu sudah merasa tidak enak , ia seperti sedang di awasi . Namun ketika ia menyapu kan pandangan nya , semua terlihat normal .
" Ada yang aneh , rasa nya kok ga enak gini ya
Nanti lah setelah selesai semua " batin dokter Danu , ia tetap berusaha menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas .
Namun , tiba - tiba saja ..
" Awas Dan " teriak ki Rambai melalui batin nya , ki Rambai langsung keluar dari tempat nya begitu melihat ada serangkaian serangan gaib ke tuan nya yaitu dokter Danu.
Dokter Danu yang terkejut dengan melesat nya ki Rambai hanya diam melongo . Ia tidak menyangka serangan itu akan datang secepat ini ketika ia masih sibuk di IGD .
" Duuhh gimana niih .. Ga mungkin aku lepas raga saat ini . Semoga ki Rambai bisa mengatasi nya dulu " batin dokter Danu
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Sesampai nya di apartemen , dokter Danu langsung mengambil wudhu kemudian sholat dua rakaat .
__ADS_1
Setelah selesai , ia mencoba berkomunikasi dengan khodam nya .
" Akii .. Aku akan datang membantu mu " ucap dokter Danu , lalu ia memejam kan mata . Berkonsentrasi penuh mencari lokasi ki Rambai .
Di alam gaib sana , ki Rambai tengah sibuk menghalau serangan - serangan hujan api yang di kirim kan oleh pria paruh baya tersebut . Ia bergerak kesana kemari , melompat sambil menghalau api - api yang terus berdatangan dengan gerakan - gerakan yang tidak terputus .
Namun ki Rambai masih dapat mendengar ucapan dokter Danu , hanya saja ia belum sempat menjawab nya .
Beberapa menit kemudian ,
" Ikuti suara ku , Dan " jawab ki Rambai , lalu ia pun melompat tinggi - tinggi dan merubah wujud nya menjadi harimau putih . Ia mengaum dengan keras sambil terus membalas serangan .
Batin dokter Danu yang mendengar suara itu pun segera bergegas melepas raga dan melesat ke alam gaib .
Kini mereka telah berdiri berdampingan menghadapi serangan , dokter Danu segera membaca doa untuk mengeluarkan perisai cahaya guna melindungi diri nya dan ki Rambai dari api yang terus berdatangan layak nya hujan .
Dokter Danu membaca doa lalu mengeluarkan jurus sapu jagad nya .. Ia mengumpulkan kekuatan nya lalu dengan sekali gerakan ,
Bruussshhh .. Api - api itu bagai di siram air , mereka padam di udara dan jatuh ke bawah sudah dalam keadaan debu . Asap memenuhi tempat tersebut .
Dokter Danu dan ki Rambai masih berdiri waspada akan serangan berikut nya .
Entah mengapa kali ini dokter Danu merasa sangat kesal kepada lawan nya . Dan ia berencana untuk membalikkan serangan kepada pengirim nya .
Ki Rambai melihat kemarahan itu dari sorot mata dan juga ekspresi tuan nya , namun ia tidak dapat berkata apa - apa . Ia mencoba memahami apa yang di rasakan oleh tuan nya .
Satu hal yang pasti , yaitu ia akan selalu melindungi dan menjaga tuan nya agar tetap selamat dalam kondisi apa pun . Terlebih saat ini ..
Ini pertama kali ia melihat dokter Danu seperti ini , biasa nya selalu tenang dan sabar .
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Sedangkan di lain tempat ,
" Hhhhh , Brengseekkk .. Mereka bisa menghalau serangan ku . Lihat saja , rasakan ini " ucap pria paruh baya itu lalu membaca mantra kembali .
Kemudian keluarlah semua sosok - sosok mahkluk perewangan nya ,
" Pergilah , hancurkan mereka berdua " perintah nya , kemudian semua sosok itu pun menghilang .
Pria paruh baya tersebut mengusap keris yang ada di hadapan nya sambil terus komat kamit membaca mantra .
" Rasakan kalian " gumam nya .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Suasana di tempat dokter Danu menjadi senyap , debu - debu dari api yang padam sudah hilang .
Dokter Danu merasakan bulu - bulu halus di tangan dan leher nya meremang , cuaca berubah menjadi sangat dingin .. Gelap dan mencekam .
" Mereka datang, ki " ucap dokter Danu yang sudah dapat merasakan nya .
Ki Rambai merubah kembali sosok nya menjadi seorang kakek tua , ia hanya mengangguk mendengar ucapan dokter Danu .
Dokter Danu sudah siap menyambut , tenaga dalam nya sudah teraliri penuh di tubuh nya .
Ia akan membuat manusia yang mengirim kan ini semua akan merasakan
amarah dokter Danu ..
__ADS_1