
Keesokkan hari nya , sesuai janji kepada istri pak Yanuar , dokter Danu membawakan buku tuntunan ibadah .
Ia pun memeriksa semua pasien yang sedang berada di ruang IGD , termasuk pak Yanuar .
Sesampai nya di depan pintu kamar pak Yanuar ..
" Aahhh , bodoh banget sih kamu ma .. Mana inii belum ada yang bereaksi obat nya .. Tolol kamu cari rumahsakit nya .. Ssshhh hahh haaduuuhhh .. " umpat pak Yanuar .
" Astagfirullah " gumam dokter Danu , ia pun melihat kepada para suster yang memdampingi nya visit .
Ekspresi suster - suster itu beraneka ragam , ada yang langsung menunduk , ada yang menghela nafas dan ada pula yang menggeleng - gelengkan kepala nya setelah mendengar umpatan dari suara pak Yanuar .
Dokter Danu hanya memberi kode agar mereka pura - pura tidak mendengar . Dan mereka pun mengangguk bersamaan .
Tok tok tok .. Cekleekk ..
Kemudian dokter Danu bersama para suster pun masuk ke dalam kamar pak Yanuar .
" Permisi pak .. bu , gimana kondisi bapak hari ini ? Apakah sudah lebih ringan atau masih sama seperti kemarin ?" sapa dokter Danu ramah
Ia melihat keadaan pak Yanuar masih sama , ia masih mengerang kesakitan .
"Hhiissss .. Dok , saya mau pulang aja .. Di sini seram dok " pinta pak Yanuar sambil meringis
" Memang nya bapak sudah ga sakit ?" tanya dokter Danu
" Aduuhh ya masih dok , tapi mau gimana lagi .. Sudah menahan sakit , di datengin hantu terus pula .. Sshhh hhiiii .. " jawab pak Yanuar sambil bergidik ketakutan .
Dokter Danu pun menoleh ke arah istri pak Yanuar ,
" Kalau memang masih sakit , sebaik nya bapak jangan pulang dulu .. Kalau tentang hantu , mungkin bapak banyak berdoa dan berzikir aja . Gimana ?" ucap dokter Danu
" Nah iyaa benar itu kata dokter Danu , pa .. Ehmm abis ini kita bertaubat dulu ya lalu kita berdoa agar di lindungi Allah " sahut istri nya mencoba membujuk pak Yanuar , suami nya .
" Hhaaa sudahlah , lebih baik di rumah .. " ucap pak Yanuar bersikeras
" Ya sudah kalau bapak mau pulang , tapi tunggu beberapa hari kedepan ya .. Semoga hari ini dan besok sudah ada perubahan lebih baik " jawab dokter Danu
Pak Yanuar terlihat tidak senang mendengar jawaban dokter Danu , namun ia tidak dapat memaksa . Akhir nya ia hanya diam pasrah , menuruti ucapan dokter .
" Nanti obat nya akan di lanjutkan ya pak , bu .. Saya permisi dulu , cepat sembuh ya pak " ucap dokter Danu menyemangati pasien nya .
" Iya , terimakasih dok " jawab istri nya sambil mengantar dokter Danu dan suster keluar ruangan pak Yanuar .
Sesudah sampai di luar ruangan ,
" Bu , maaf .. Ini yang saya janjikan kemarin " ucap dokter Danu memberikan sebuah benda yang di bungkus dengan kertas kado polos berwarna coklat muda .
" Oohh baik , terimakasih banyak dok .. Saya akan pelajari lagi , mudah.- mudahan suami saya bisa melunak dan mau berdoa bersama agar segera sembuh " jawab istri pak Yanuar
__ADS_1
" Baik , saya bantu doa ya bu .. Semoga ibu bisa lebih bersabar dan terus semangat dalam memotivasi juga membujuk bapak .
Marii bu .. " ucap dokter Danu mengakhiri obrolan nya .
" Iyaa dok " jawab istri pak Yanuar singkat . Kemudian ia pun kembali masuk ke dalam ruangan kamar inap .
Sedangkan dokter Danu dan suster melanjutkan visit dari bed ke bed di IGD .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Istri pak Yanuar mulai membaca buku tuntunan ibadah yang di berikan oleh dokter Danu . Ia mempelajari kembali bacaan - bacaan sholat dan lain nya . Setelah beberapa satu jam membaca nya , ia pun segera keluar dari kamar inap suami nya .
" Permisi sus , maaf .. Saya mau sholat tapi lupa bawa peralatan nya , kira - kira saya bisa pinjam ke mana ya ?" tanya nya kepada suster yang sedang standby di ruang IGD .
" Oohh , ibu bisa pinjam salah satu mukena yang ada di ruang sholat sini .. Sebentar ya bu , saya ambilkan dulu " ucap suster tersebut
Istri pak Yanuar pun mengangguk senang , ia menunggu beberapa menit ..
" Ini bu .. " ucap suster itu sambil memberikan satu set perlengkapan sholat .
" Terimakasih sus .. Nanti akan saya kembalikan setelah saya ambil yang dari rumah ya " ucap istri pak Yanuar
" Baik bu " jawab suster itu dengan ramah
Istri pak Yanuar pun segera kembali ke kamar inap suami nya dengan sumringah .
Menjelang jam delapan malam , istri nya segera mengambil wudhu ..
" Bismillah .... Allaaahu Akbar .. " ucap istri pak Yanuar dengan suara lirih .
Ia menjalan kan ibadah sesuai anjuran dokter Danu , dengan sangat khusyu ia membaca ayat - ayat pendek yang ia mampu hapal kan tadi .
Sedangkan pak Yanuar merasakan sakit yang amat sangat , ia tidak lagi mengerang atau meringis namun mulai berteriak .
" Aaaahhh , aaammpuuunnn .. Haaaaddduhh .. Aammpuunn sakiitt , maa .. Maaamaaa .. Hentiikaann maa " jerit nya sambil memegang alat kelamin nya
Istri pak Yanuar tetap khusyu menyelesaikan sholat nya .
Setelah sholat , ia merasakan ketenangan dalam hati nya .. Tidak lagi di liputi cemas seperti sebelum nya .
Ia menghampiri bed suami nya setelah melipat dan menyimpan peralatan sholat nya .
" Kenapa sih teriak - teriak , pa .. Harus nya papa istigfar biar cepet sembuh " ucap istri nya
Suami nya menoleh dengan ekspresi marah , ia menatap istri nya dengan tajam .
" Sudah lah pa , kita berdoa yuukk .. Atau mau mama panggilin ustad ?" tanya istri nya tanpa rasa takut lagi . Ia seolah tidak peduli suami nya akan marah dengan ucapan nya .
" Kamuuu .. Kurangajar kamu ya .. Mau bikin suami malu , hhaaa .. " bentak pak Yanuar
__ADS_1
Istri nya pun menghela nafas sejenak , ia tahu ini tidak akan mudah .
" Aku harus cari cara agar suami ku mau berdoa demi kesembuhan nya sendiri .. Tapi bagaimana ya ?" benak istri nya .
Jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari ketika pak Yanuar mengeluarkan suara seperti orang yang tengah di cekik .
Istri nya yang tidur di lantai beralaskan tikar dan selimut tebal nampak terlelap , tidak mendengar suara apa pun .
Hingga tiba - tiba tanpa sengaja sebelah tangan pak Yanuar menyenggol botol minum dan gelas yang berada tak jauh dari bed nya .
Praang ..
Istri pak Yanuar terbangun dengan kaget , dan yang lebih mengejutkan nya lagi ketika ia melihat suami nya sedang mencekik leher nya sendiri .
" Ya allah mas .. Maaaass .. Lepaaasss .. " jerit istri nya sambil berusaha melepaskan kedua tangan Pak Yanuar dari leher nya .
" Susteeeerr ... Suuuuusss .. Toolooonggg .. " teriak istri nya . Ia sempat lupa memencet tombol darurat karena terlalu panik .
" Kkkhh .. Kkkkhh.. " suara yang keluar dari mulut pak Yanuar . Wajah nya sudah memucat , mata nya melotot .. Dengan secepat mungkin istri nya menyambar tombol darurat lalu menekan nya berkali - kali .
Kemudian ia kembali menarik tangan suami nya sambil terus memanggil - manggil nama nya .
" Maas .. Taubat mas .. Ya allah , mas lepasin ... Ayoo mas , toloong di lawan .. kenapa jadi seperti ini ? ada apa sebenar nya ini maas ... " ucap istri nya sambil terisak
Tak lama kemudian datang seorang suster ,
" Paakk , bapaakk .. Lepasin tangan nya pak " teriak suster tersebut ketika melihat tangan pak Yanuar masih berada di leher nya dan sedang berusaha di tarik oleh istri nya .
Mengetahui ia kalah tenaga dengan pasien nya , suster itu pun segera keluar kamar pak yanuar dengan berlari .
Kemudian kembali bersama dokter Danu dan beberapa suster serta mantri .
" Astagfirullah ... Pak , istigfar pak ..ikuti saya ya ..
Astagfirullah .. Astagfirullah .." ucap dokter Danu . Sedangkan para mantri sudah berhasil menarik kedua tangan pak Yanuar dan menahan nya .
Pak Yanuar masih diam , dokter Danu segera membacakan doa dan mengusap ke wajah pak Yanuar . Seketika pak Yanuar tersadar , ia nampak terengah - engah nafas nya . Tubuh nya pun tidak sekaku tadi . Sehingga sudah di lepaskan oleh para mantri .
Pak Yanuar nampak lelah , ia menatap istri nya yang tengah terisak di ujung bed . Lalu beralih ke dokter Danu yang masih berdiri di samping bed ..
" Pak , minum dulu ya " ucap dokter Danu sambil memberi kode ke istri nya pak Yanuar .
Setelah minum beberapa teguk , ia menyerahkan gelas tadi ke istri nya .
" Makasiih ya semua nya .. Kalian semua boleh kembali ke ruangan. Nanti kalau saya membutuhkan akan saya panggil " ucap dokter Danu kepada suster dan mantri . Merekapun mengangguk dan keluar dari kamar pak Yanuar .
" Pak , kalau boleh saya tahu tadi bapak kenapa .. Kenapa mencekik leher sendiri ?" tanya dokter Danu berpura - pura tidak tahu
Dokter Danu menatap wajah pak Yanuar yang tatapan nya sedang menerawang .. Lalu ia menoleh ke dokter Danu , kemudian ke istri nya . Cukup lama ia menatap istri nya dengam mata berkaca - kaca . Membuat istri nya bingung .
__ADS_1
" Cerita lah mas , siapa tahu dokter bisa bantu .. Jujur aja , mas ini kenapa ?" ucap istri nya lembut sambil menggenggam erat jemari suami nya .
Pak Yanuar menghela nafas dengan berat , seolah ada sebuah batu besar yang menghimpit dada nya .