Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : SANTET PART . 4 .


__ADS_3

Dua hari kemudian ,


Kriing kriingg .. Ponsel dokter Danu berbunyi . Ia melihat sebuah nomor yang tidak ada nama nya tertera di layar ponsel nya .


" Halo , Assalamualaikum " sapa nya


" Waalaikumsalam dok , maaf mengganggu .. Sedang praktek ga dok ? atau lagi sibuk ?" tanya suara di seberang telpon


" Oohh engga pak , masih di jalan menuju rumahsakit . Maaf kalau boleh tau , ini dengan bapak siapa ya ? Karena tidak ada nama nya di ponsel saya " ucap dokter Danu


" Haduuhh bagaimana kamu ini , masa nomer ponsel kepala rumahsakit nya tidak kamu simpan .. " ledek suara itu yang ternyata kepala rumahsakit , yang bernama dokter Sony .


" Oohh maaf dokter Sony , saya belum sempat nge save nya , hehe ..


Ada yang bisa saya bantu , dok ?" tanya dokter Danu sopan


" Iyaa nih , mau minta tolong nanti kalau sudah sampai di rumahsakit langsung ke ruangan saya ya " ucap dokter Sony


" Siap , baik dok " jawab dokter Danu


" Ya sudah saya tunggu , sampai ketemu di kantor saya .. Hati - hati nyetir nya dok " ucap dokter Sony mengakhiri pembicaraan nya


" Baik dok , terimakasih " jawab dokter Danu lalu menutup ponsel nya .


" Ada apa ya , sampai kepala rumahsakit hubungi aku langsung begini " benak dokter Danu . Ia pun menghela nafas untuk meredakan ketegangan nya .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Pagi hari di kediaman pak Dewangga ,


" Lhoo mas , kok sudah rapi .. Mau kemana ?" tanya istri nya


" Ya kerja lah , kan udah pakai baju kerja gini " jawab pak Dewangga setengah meledek istri nya .


" Memang nya sudah enak badan nya , ga pada sakit lagi ?" ucap istri nya sambil menyiapkan sarapan tanpa menoleh ke suami nya .


" Sudah engga , kalau hari ini aku ga ke kantor nanti bisa tercancel tender ku . Sayang kan sudah ngirim pengajuan dari sebulan yang lalu .


Dan hari ini jadwal meeting nya , ga ada reschedule - reschedule an .


Mudah - mudahan rejeki , ma


Anak - anak sudah sarapan ? " ucap pak Dewangga sambil menyantap menu sarapan yang di hidangkan istri nya .


" Ya sudah kalau begitu , sudah tadi sebelum berangkat " jawab istri nya , lalu ikut duduk menemani suami nya .


Siang itu ketika di kantor saat pak Dewangga sedang bersiap untuk berangkat ke tempat meeting , tiba - tiba pak Dewangga mulai merasa tidak nyaman dengan tubuh nya .


Ia merasa tulang - tulang nya seperti di tusuk ribuan jarum , sangat nyeri .


Pandangan mata nya buram seiring kepala nya yang sangat berat seperti di tindih puluhan batu .

__ADS_1


Sejauh ini pak Dewangga masih berusaha menahan semua rasa sakit nya , ia tetap ingin menghadiri meeting tender itu .


Namun ketika perut nya ikut bergejolak , akhir nya ia membatalkan untuk mengikuti meeting nya . Lalu pulang ke rumah . Ia sudah tidak sanggup lagi . Tubuh nya sudah gemetar menahan sakit .


Keringat sudah bercucuran membasahi seluruh tubuh , ia berusaha nyetir sampai ke rumah nya . Sambil sesekali berteriak di dalam mobil nya .


" Aaakhhhh .. " jerit nya sambil memukul dan mencengkeram erat setir yang sedang di genggam nya .


Sesampai nya di rumah ,


ceklek .. Bruukk ..


Dengan terhuyung - huyung ia langsung membuka pintu dan terjatuh . Tidak sanggup lagi untuk melangkah masuk .


" Maaa .. " panggil pak Dewangga dari ruang tamu .


" Aaaakkhh ... Aaakkkhhh .. Aakkhh .. Maaaa " jerit pak Dewangga sambil meringkuk di lantai ruang tamu nya menahan sakit .


Terdengar suara kaki yang berjalan tergopoh - gopoh ,


" Ya Allah gusti , pak ...Bapak kenapa , pak ?


Bu .. Ibuuuu , bapak buuu " jerit pembantu nya .


Tak lama kemudian pintu kamar pun terbuka , dengan berlari istri pak Dewangga menghampiri suami nya yang sedang mengerang kesakitan .


" Ya Allah papa , ayoo bi .. Bantu angkat , bawa ke kamar aja .


Ayuuk pa , pelan - pelan ya " ucap istri nya . Ia dan pembantu nya pun memapah pak Dewangga menuju ke kamar tidur nya .


" Bi , tolong ambilkan segelas air putih hangat ya " perintah istri nya pak Dewangga kepada pembantu nya


" Baik bu " jawab nya sambil berjalan keluar kamar


" Di oles obat gosok perut nya ya ? Biar hangat siapa tau mereda sakit nya " ucap istri nya dengan lembut


Pak Dewangga hanya mengangguk pasrah .


Tak lama kemudian pembantu mereka datang dengan membawa nampan yang terdapat segelas air putih hangat .


" Terimakasih bi .. Bibi boleh kembali ke dapur " ucap istri pak Dewangga


" Iya bu " jawab pembantu nya lalu keluar dengan membawa nampan kosong .


Dengan penuh kelembutan , istri nya membalur tubuh pak Dewangga dengan minyak gosok yang menebar rasa hangat di kulit .


" Masih sakit , pa ?" tanya istri nya setelah beberapa saat mengolesi , namun ia masih melihat suami nya meringis dan mengerang .


" Kita ke rumahsakit lagi yuukk " bujuk istri nya .


Pak Dewangga hanya menggeleng , ia terus saja berguling di kasur menahan sakit .

__ADS_1


Berjam - jam pak Dewangga kesakitan , lalu menjelang sore tiba - tiba rasa sakit itu perlahan hilang .


Namun pak Dewangga tidak beranjak dari kasur , karena meski rasa sakit itu hilang .. Ia merasakan tulang - tulang dan persendian nya terasa linu dan tidak nyaman pada seluruh tubuh nya .


" Papa istirahat aja dulu di kamar ya .. Kalau mau tidur juga ga pa pa . Mama mau nyiapin makanan dulu ya " ucap istri nya sambil menyelimuti pak Dewangga yang terbaring dengan wajah pucat pasi .


Pak Dewangga hanya mengangguk lemah , dan membiarkan istri nya beranjak dari kamar .


Istri nya menutup pintu kamar perlahan , setelah jauh dari kamar tidur pak Dewangga , ia pun mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang .


Kriing kriing kriing ..


" Halo , papa ? Maaf mengganggu pa .. Anu pa , mas Dewa .. Barusan sakit lagi .


Dan , saya lihat kali ini lebih parah , pa .. Ehmm seperti nya ini bukan sakit biasa , pa


Kalau menurut seseorang yang memiliki kelebihan , mas Dewa kena .. " ucapan istri nya pak Dewa tertahan , ia ragu apakah harus menceritakan semua nya kepada ayah mertua nya , dokter Sony atau tidak .


" Kena apa .. Ngomong yang jelas gitu lho , ga pa pa .. Coba kamu yang lengkap kalau cerita , jangan bikin papa tambah khawatir .


Dan jangan ngabarin mama mu dulu sebelum jelas sakit nya Dewa ya , nanti mama mu kepikiran " ucap dokter Sony dari seberang telpon mencoba menahan rasa cemas nya .


" Iiya pa , itu pa .. Mas Dewa kena .. Kena .. Kena santet , pa " jawab menantu nya ragu - ragu


" Yang bener kamu ? Tau darimana , siapa yang ngomong ?" tanya dokter Sony ragu


Akhir nya menantu nya pun menceritakan kejadian ketika di rumahsakit kemarin dengan detail kepada dokter Sony , mertua nya .


Dan ia juga menceritakan kondisi pak Dewangga saat ini .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Beberapa jam sebelum pak Dewangga kambuh ,


" Si bos masuk nih .. Baru dateng , mau ikut hadir ke meeting tender " seorang karyawan pak Dewangga mengirim pesan melalui ponsel .


" oke , nanti saya transfer ke rekening kamu . Infoin terus ke saya kalau ada apa - apa ya " jawab seseorang .


" Baik pak " balas nya mengakhiri percakapan. Ia senyum - senyum membayangkan saldo nya akan bertambah lagi .


Orang yang di kirimi pesan tersebut segera memencet sebuah nomor telpon ,


Kriing kriing ..


" Halo mbah , ini orang nya udah sehat lagi , gimana toh ? Bisa bahaya kalau dia ikut tender , nanti saya kalah mbah . Soalnya perusahaan dia kan sudah kuat dan bagus , pasti terpilih .


Kalau dalam meeting tidak di hadiri pimpinan perusahaan maka tender otomatis pindah ke yang lain , perusahaan itu tercancel . Gitu mbah " ucap nya


" Kamu tenang aja , biar mbah yang ngurus .. Ini kemarin ada yang nolongin dia jadi sembuh " jawab yang di seberang telpon setelah ia menerawang sejenak .


" Terus sekarang gimana , mbah ? Bikin ga bisa datang aja dulu lah sampai saya dapetin tender nya .. Bisa kan mbah , nanti saya kirim orang ke rumah mbah buat antar amplop nya " ucap orang itu lagi

__ADS_1


" Bisa , bisa .. Udah kamu tenang aja , urus tender sana . Biar dia saya bikin diem di rumah dulu " jawab nya


" Baik mbah , terimakasih " ucap nya sambil mematikan ponsel nya .


__ADS_2