
Satu per satu makhluk gaib berdatangan , dengan wujud menyeramkan .
Ada sosok dengan wajah hancur , ada yang berjalan merangkak dengan mata yang hampir terlepas , ada yang seluruh tubuh nya di penuhi bulu dengan mata merah menyala dan taring di kedua mulut nya , ada sosok kuntilanak dengan rambut yang sangat panjang saking panjang nya sampai bergulung di bawah , mereka semua berjalan atau lebih tepat nya mengambang ..
" Hhhrrrrgg .. Grrrrhhh ..
Hiiii .. Hiii ..hiiii ..
Sreeett sreett sreeett ..
" suara - suara mereka menggema memenuhi udara . Membuat orang biasa yang mendengar nya akan sangat merinding .
Namun dokter Danu dan ki Rambai tak gentar sedikit pun . Mereka tetap berdiri di tempat nya , menatap tajam ke arah datang nya mahkluk - mahkluk itu .
Dokter Danu mengeraskan rahang nya , dan mengepalkan kedua tangan nya . Ia mengatur jarak dengan sosok - sosok astral itu .. Ia membiarkan mereka mendekati nya .
Setelah di rasa cukup dekat , dokter Danu melakukan beberapa jurus sambil mengeluarkan ajian jamus kalimah sadah nya ..
Dengan sekali hentakan nafas nya , keluarlah cahaya putih yang amat dahsyat terang nya langsung menyapu semua mahkluk itu dan menjadi kan mereka hancur , gosong ..
Suara jeritan bersahut - sahutan mengiringi hancur nya tubuh mereka , berubah menjadi asap hitam kemudian lenyap . Aroma busuk bercampur gosong memenuhi tempat itu , siapa pun yang mencium nya pasti akan langsung merasa mual bahkan muntah .
" Haaaaaakkkhh ... Aaakkhh.. Kaaaarrhhh .. " teriakan demi teriakan terdengar bergantian .
__ADS_1
Ki Rambai tersenyum puas , ia mengakui kehebatan ilmu tuan nya . Ia pun menghampiri dokter Danu , lalu menepuk pundak nya sambil mengangguk - angguk tanda kagum .
Dokter Danu hanya menoleh sejenak sambil tersenyum kecil ke arah ki Rambai , lalu ia segera mengatur pernafasan dan juga emosi nya . Ia beberapa kali menghela nafas dalam - dalam .
" Ki , kita datengin aja yuukk .. Aki tau harus kemana kan ?" ucap dokter Danu setelah ia menstabilkan emosi nya .
" Iyaa tau , ayuuk Dan " jawab ki Rambai
Ruh dokter Danu dan ki Rambai pun terbang melesat ke suatu tempat ..
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Sementara itu di tempat lelaki paruh baya ,
Duaarr .. Bruukk ..
Ia terjungkal ke belakang .
" Hhaaa .. Brengsekk , bisa - bisa nya semua perewangan ku kalah " ucap nya penuh emosi sambil membenarkan posisi duduk nya kembali .
Kemudian ia pun mengambil dua buah keris lalu di bacakan mantra , kemudian keris itu di selipkan ke pinggang nya .
Kemudian ia pun duduk bersila dan melakukan beberapa gerakan ritual dengan kedua tangan nya .. Tak berapa lama pria itu sudah membuka mata batin nya secara utuh .
__ADS_1
Namun betapa terkejut nya , ketika ia membuka mata , bukan mahkluk gaib yang terlihat namun di hadapan nya kini sudah berdiri dua orang sosok dalam bentuk ruh , yaitu dokter Danu dan ki Rambai menatap tajam ke arah nya .
Pria itu balas menatap dengan emosi ,
" Heii bocah dan pak tua , jangan sombong kalau baru bisa melenyap kan perewangan ku ... Sini , hadapi aku kalau berani .. Kita liat siapa yang hebat " ucap nya sesumbar
Jika orang biasa yang melihat nya , mungkin pria paruh baya itu bisa di katakan orang gila karena ia bicara sendiri . Sebab dokter Danu dan ki Rambai tidak dapat terlihat oleh mata biasa .
" Sebaik nya anda bertaubat , pak .. Perewangan mu sudah tidak ada . Kembali lah ke jalan Allah .
Aku siap mendampingi mu kalau kamu mau bertaubat " ucap dokter Danu dengan tegas dan lantang
" Buat apa aku bertaubat ... Lha wong setan , jin , iblis segala demit tunduk pada ku .
Apalagi manusia , dan sebentar lagi kau dan pak tua itu juga akan aku buat tunduk , hhaha .. Heiii pak tua , bersiaplah menjadi perewangan ku " ucap nya lagi
" Jangan mimpi kau " bentak ki Rambai tak kalah sewot
" Baiklah, kalau kamu tidak mau taubat .. Jangan salahkan kami ya " jawab dokter Danu
" Ayo ki , kita habisi dukun laknat ini .. Lumayan mengurangi populasi orang jahat di bumi " ucap dokter Danu dengan suara yang di keraskan , sambil melirik sekilas ke arah pria tua
" Hhhh , kalian lah yang akan lenyap dari muka bumi " ucap pria itu sambil membaca mantra kemudian di ambil nya kedua keris yang tadi di selipkan . Rupa nya keris - keris tersebut sudah ia siapkan untuk pertarungan di dua alam .
__ADS_1
Keris tersebut nampak bercahaya di setiap sisi nya .. Ada cahaya kebiruan yang melapisi sisi samping dari keris - keris itu . Mulut pria itu terus komat kamit membaca mantra .
Dokter Danu dan ki Rambai juga sudah bersiap dengan senjata nya masing - masing .