Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 6 .


__ADS_3

Benar saja tebakan dokter Danu, tak berapa lama dari kepergian ki Rambai .. Sekitar satu atau dua menit kemudian ,


Awan hitam bergulung - gulung , suasana menjadi gelap dan sangat mencekam . Kilat menyala - nyala ..


Dokter Danu semakin khusyuk membaca doa ,


Wuuusshhh .. Hembusan angin kencang menyapu tubuh dokter Danu , namun dokter Danu tetap berdiri di tempat nya . Tak tergoyahkan sedikit pun .


Di tengah suasana yang mencekam , terdengar suara mendesis dari arah yang belum dapat di tebak karena suara itu menggema sehingga terdengar seperti nya ia berada di seluruh penjuru .


Ssssttt .. SSssttt .. SSssst ...


Sraak .. Sraakk .. Sraakk .. Suara langkah yang di seret .


Dokter Danu waspada penuh , ia menyapu kan pandangan ke sekitar nya sambil menyiapkan posisi kuda - kuda untuk bertahan dari serangan dadakan .


Ketika dokter Danu menoleh kembali ke depan , ia di kejutkan oleh penampakan wajah ular yang sangat besar . Hanya berjarak satu jengkal dari wajah dokter Danu .. Wajah ular itu menebarkan hawa panas .


" Astagfirullah .. Allahu Akbar " ucap dokter Danu terkejut


Dokter Danu secara spontan mundur beberapa langkah ke belakang .


Ular tersebut menyeringai , memperlihatkan deretan gigi nya yang runcing dan nafas nya yang bau busuk .


Ia menjulurkan lidah nya , ingin menjilat wajah dokter Danu namun dengan sigap dokter Danu mengeluarkan pedang cahaya nya lalu menebas lidah ular itu .


Craasshh ... Lidah itu terpotong , cairan kental berwarna hitam langsung muncrat .


Dari mata nya yang besar keluarlah cahaya merah yang di arahkan ke dokter Danu . Ular bertubuh kelabang itu tampak sangat marah , ia mulai menyerang dengan senjata - senjata nya yang terdapat di tubuh nya .


Ular itu kembali menjulurkan lidah nya , yang sudah kembali utuh .. Tidak ada bekas terpotong sama sekali .


" Kenapa , kau ? Terkejut ? " ledek ular tersebut .


" Engga , biasa aja .. Geer banget " ucap dokter Danu yang balas meledek


Ular itu pun mendengus kesal ,


" Apa kau tak tau siapa aku ? " ucap nya lagi dengan galak


" Hhhh ,, ngapain aku harus tau .. Ga penting banget lah , wujud mu aja udah aneh . Ular bukan , kelabang juga engga " balas dokter Danu sambil menatap sinis .


" Kurangajar , kau .. Dasar pencuri , manusia laknat yang suka mencampuri yang bukan urusan nya " ucap ular itu dengan emosi

__ADS_1


Kemudian menyerang dokter Danu dengan menyemburkan cairan dari mulut nya .


" Pencuri kok teriak pencuri ... Mengambil sukma orang lalu mengikat nya dengan mantra pemikat itu nama nya apa kalau bukan pencuri " jawab dokter Danu enteng sambil menghindari serangan .


" Akan ku buat kau membusuk di sini " ucap ular itu .


" Akan ku buat kau bertaubat " jawab dokter Danu tak mau kalah .


Siluman itu tiba - tiba merubah wujud nya menjadi seorang wanita cantik , dengan selendang panjang berwarna merah , ia menyabet dokter Danu .


Tak menyia - nyiakan kesempatan , dokter Danu segera meraih selendang itu lalu menarik nya dengan kencang .


Terjadilah tarik menarik selendang , kalau lah itu selendang biasa pasti sudah robek terbelah dua . Namun selendang siluman ini sangat kuat .


Siluman itu masih berusaha menyerang dengan ujung selendang yang satu nya , ia lemparkan ke arah leher dokter Danu .. Rupa nya ia ingin mencekik dokter Danu .


Dengan sigap dokter Danu melemparkan bola cahaya dengan tangan satu nya ke arah selendang yang tengah melesat mengincar leher nya . Seketika selendang tersebut meledak , meninggalkan asap kemerahan lalu hilang .


Siluman itu terlempar beberapa meter dari tempat nya berdiri , namun ia segera berdiri lagi dengan tatapan penuh kebencian ia melakukan beberapa gerakan .


Dokter Danu hanya berdiri menatap nya , namun ia tetap siaga ..


" Bersiaplah menemui ajal mu .. Silahkan kau nikmati memandang wajah cantik ku " ledek siluman itu


Tanpa di duga , siluman itu kembali merubah wujud nya menjadi ummi , ibunda nya dokter Danu .


" Danu , ikutlah dengan ummi nak " ucap siluman itu dengan suara yang sama persis dengan ummi nya dokter Danu


Dokter Danu tertawa terbahak - bahak .. Membuat siluman itu pun marah melihat nya .


" Kalau yang berhadapan dengan mu bukan aku , pasti akan termakan tipuan murahan mu ini .. Tapi yang ada di hadapan mu itu kan akuuu ... Kau pikir aku tidak bisa melihat di balik wujud mu , Hhaaa ? " lanjut dokter Danu dengan nada provokasi .


" Ummi ku lebih cantik dari itu , aura sholeha dan hati yang bersih terpancar ... Lhaa ini , meski pun kau merubah wujud menjadi ummi ku tetap aja aura mu gelap " ucap dokter Danu sambil tertawa kembali


" Sudah lah, jangan main - main .. Aku tak ada waktu , lebih baik kau bertaubat .. Jadilah siluman yang baik dan taat kepada Tuhan ku " lanjut dokter Danu setelah menghentikan tawa nya


" Ngimpi kamu .. Siapa pun yang telah merusak rencana ku , dia akan mati " ucap siluman itu dengan emosi


Lalu ia pun merubah wujud nya kembali menjadi ular bertubuh kelabang , dengan ukuran yang dua kali lipat besar nya .


" Ayolah bertaubat dari pada kau mati konyol .. Kembalikan sukma Galuh itu biarkan ia hidup sebagai manusia dan menjalani kodrat nya " bujuk dokter Danu lagi


" Tidak akan .. Hiyaaaa " jawab siluman itu lalu menyerang dokter Danu kembali .

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Sesaat sebelum keluar istana , siluman itu terkejut ketika mendengar kegaduhan . Ia pun segera merubah mata nya menjadi mata ular yang menyala .


Di sana ia dapat melihat anak - anak buah nya tengah di habisin oleh se sosok manusia dan juga harimau putih .


" Kurangajar , brengsekk ... Berani nya mereka menghancurkan acara ku dan juga kediaman ku " ucap calon pengantin itu sambil mengepalkan tangan nya .


Dengan emosi , ia segera berjalan ke kamar sebelah lalu mengajak calon pengantin pria nya untuk pergi .


Ia ingin menyembunyikan calon suami nya ke tempat yang lebih aman .


Mereka berdua berjalan dengan sangat cepat sambil bergandengan , melewati lorong - lorong panjang dan remang .


" Kita mau kemana , Adinda ?" tanya pria tersebut dengan lembut di tengah perjalanan nya .


" Kita akan ke sesuatu tempat dulu , sayang " jawab calon mempelai wanita itu dengan suara yang lembut dan manja .


Ia berusaha untuk tetap tenang dan menyembunyikan emosi nya .


Setelah berjalan beberapa waktu , sampai lah mereka di sebuah ruangan . Ruangan itu terlihat terang , mewah dengan karpet bulu berwarna unggu muda di lantai nya , satu set sofa berwarna merah muda , sebuah tempat tidur single , dan beberapa vas bunga yang terisi aneka bunga .


Namun ruangan itu tidak terlalu besar . Hanya seukuran empat kali tiga meter .


Setidak nya itu lah yang terlihat di mata Galuh .


" Tunggu lah sebentar di sini sayang , aku akan segera kembali .. Ada beberapa hal yang harus aku siapkan lagi . Setelah semua siap , aku akan menjemput mu kembali " ucap wanita itu sambil membelai lembut wajah pria nya .


" Baiklah , Adinda " jawab pria itu sambil tersenyum


Setelah mengecup calon mempelai pria nya , wanita itu segera keluar dari ruangan itu .


Ia tidak lagi berjalan melainkan melesat dengan sangat cepat .


Dalam sekejap , ia sudah berada di luar istana nya .. Sambil menutupi keterkejutan nya melihat semua pasukan nya lenyap , ia meluapkan emosi nya ..


Ia merubah diri ke wujud asli nya , dan bersiap membunuh siapa pun yang telah menghancurkan semua nya ..


Dengan sengaja ia menampakkan wujud nya langsung di hadapan sosok manusia yang telah menghabisi pasukan nya , hanya berjarak beberapa senti dari wajah nya ..


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


" Baik lah kalau memang kau mau mati konyol .. Hhehe " ucap dokter Danu sambil melangkah untuk kembali adu kekuatan .

__ADS_1


###############################


__ADS_2