
Dalam pertarungan nya dokter Danu sempat menyuruh ki Rambai untuk menjaga pak Mulya agar tidak di masuki sosok lain .
Dengan patuh ki Rambai menjalan kan perintah dari dokter Danu , saat ia melihat pak Mulya pingsan , ki Rambai segera membawa nya ke kamar tamu dan merebahkan tubuh nya di atas ranjang .
Ki Rambai juga memagari tubuh pak Mulya dengan ayat - ayat suci .
Kini ki Rambai duduk bersila tak jauh dari raga pak Mulya yang masih tergolek , ia menjaga pak Mulya sambil mengawasi tuan nya yang sedang bertempur , ki Rambai sudah siap menunggu perintah selanjut nya dari dokter Danu .
Tinggal dokter Danu sendiri bertarung melawan sosok yang masih belum menampakkan wujud nya . Ia membiarkan khodam nya yang menjaga pak Mulya .
Di tengah asap hitam pekat itu , terjadi tarik menarik energi hingga dokter Danu berpindah ke alam gaib .
Bagi nya pertarungan di alam gaib lebih menguntungkan karena tidak akan membuat gaduh . Hanya saja dokter Danu harus berjibaku mati - matian berlomba dengan waktu agar tidak terjebak terlalu lama , mengingat perbedaan waktu yang sangat besar antar dua alam ini .
Ia melihat ke sekeliling nya , ternyata ia berada di dalam bangunan tua yang sangat besar .
Aroma anyir menyeruak , menusuk penciuman dokter Danu . Dalam gelap dokter Danu berjalan perlahan , ia tidak mau gegabah . Dokter Danu telah memaksimalkan kepekaan nya , semua indera nya pun telah ia siaga kan .
Dokter Danu merasakan energi nya semakin menurun , ia berhenti di sebuah ruangan yang berada tepat di tengah bangunan .
Ada sesuatu yang ia rasakan di sini , sesuatu yang cukup besar dan menarik energi nya .
__ADS_1
Semakin dokter Danu bertahan , energi nya semakin terkuras padahal ia belum bertarung .
Ruangan ini sangat menyeramkan , banyak perabotan usang . Debu dan sarang laba - laba di mana - mana , dokter Danu melihat bayangan - bayangan hitam berkelebat .
Dokter Danu mencoba memeriksa ruangan sejauh mata memandang , ia terkejut ketika menyadari bahwa ia mengenali gedung ini .
" Tata letak ruangan ini sama dengan rumahsakit tempat ku .. .
Tapi kenapa aku di bawa kesini ?" benak dokter Danu .
Tak lama kemudian dokter Danu merasa tenggorokan nya gatal , hingga ia pun terbatuk .. Ia terus terbatuk sampai mengeluarkan darah , dada nya terasa sesak dan panas . Semakin lama tubuh nya terasa semakin lemas .
" Abah .. Tolong , uuhuuk uuhuukk .. " batin dokter Danu memanggil abah , guru nya .
Ketika dokter Danu masih terbatuk , tanpa sengaja ia melihat sebuah lift di ujung ruangan .
" Tidak mungkin .. " gumam dokter Danu , ia tidak percaya ketika melihat lampu pada lift tersebut bergerak naik turun , sedangkan di gedung ini sudah tidak ada sumber listrik .
Dengan tertatih , ia berjalan mendekati lift tersebut .
Ketika dua langkah lagi tiba - tiba dokter Danu terpental , ia seperti menabrak sesuatu yang tebal .
__ADS_1
Braakkk ..
Dengan tenaga yang tersisa , dari tempat nya terjatuh dokter Danu membaca doa kemudian mengaliri kedua tangan nya , tampak dari telapak tangan nya keluar cahaya putih . Yang langsung di lemparkan ke arah lift tersebut .
Buummm ..
Terdengar suara hantaman yang keras , di ikuti dengan padam nya lampu yang menyala pada panel lift .
Tak lama kemudian pintu lift pun berderit ..
Drrtt .. Pintu lift tiba - tiba terbuka sendiri .
Dokter Danu masih berdiri di tempat nya sambil menatap ke arah lift memperhatikan dari kejauhan , namun ia juga sudah siap mengirimkan cahaya putih nya jika ada sosok yang keluar dari lift tersebut .
Tak di sangka , saat dokter Danu sudah bersiap melemparkan cahaya putih nya , ia melihat ada bayangan yang keluar lalu terjatuh setelah melangkah keluar dari lift .
Bruukk..
Kemudian sosok itu menoleh ke dokter Danu ,
" To ..long .. Sa..ya .. " ucap nya , sebelum tergeletak tak sadarkan diri .
__ADS_1