Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 1 .


__ADS_3

Siang ini kantin rumahsakit sudah mulai ramai , para karyawan satu persatu memesan menu makan siang nya .


Di sebuah meja ada tiga orang wanita , mereka memakai baju kerja yang berbeda nampak nya dari berbagai divisi , namun sangat akrab berbincang dan sesekali bercanda .


" Eeh Kalian tau ga , ada kejadian lho .. " bisik wanita yang memakai kemeja biru


" Oyaa ? Siapa kali ini ?" tanya teman nya yang duduk di hadapan nya . Memakai blazer hitam .


" Kemarin sih aku dengar yang kena si Santi , sampe sekarang juga dia belum masuk kerja ... Entah masih sakit atau trauma " ucap wanita kemeja biru lagi


" Wuaduuhh makin serem dong kalo gini , kata nya itu alam lain ya .. Soalnya sebelum Santi , ada yang terbawa kesana juga . Nama nya pak Mulya , dari divisi engeneering . Info nya dia lagi mau ke ruang tehknik , tau - tau dia seperti berjalan di lorong sebuah bangunan tua yang terbengkalai . Sepi , kotor , gelap .. Ia mencari jalan keluar tapi ga ketemu - ketemu .


Tau nya pas sadar dia sudah berada di samping ruang tehknik , dan itu pun hampir satu minggu . Yang pertama menemukan ya teman satu divisi nya juga , nama nya pak Nana . Kata pak Nana , saat menemukan pak Mulya itu kondisi nya sangat miris . Pakaian nya kotor dan lusuh , tubuh nya kurus , mata nya cekung , tatapan nya kosong , lemas . Sampe harus di bopong dan di bawa langsung ke IGD . Waktu itu yang nanganin dokter Ariana " ucap wanita lain nya dengan nada dan wajah ketakutan .


" Iyaa kasian ya , istri dan anak nya juga sampe udah bikin laporan kehilangan . Cuma aneh nya yaitu tas , ponsel dan kendaraan nya pak Mulya semua masih di kantor . Maka nya keluarga pak Mulya selalu bolak balik ke sini berharap suami nya tiba - tiba datang .


Ga siang , ga malam kena nya .. " ucap wanita yang memakai blazer hitam .


" Iya , eh kita kan di suruh tutup mulut sama manajemen . Ga boleh sampe tersebar .. Para dokter pun banyak yang ga tau karena memang di tutup rapat - rapat .. Biar ga gaduh kata nya " ucap wanita kemeja biru lagi .


" Gimana ga gaduh , sekarang aja udah ada yang kena lagi . Ngeri banget ga siih .. Sereemm iihh " ucap wanita yang lain dengan suara tertahan .


" Iyaa yaa , pak Mulya juga jadi ga banyak bicara .. Apalagi kalo di tanya mengenai diri nya yang waktu itu hilang , dia jadi seperti orang linglung .. Info dari keluarga nya gitu " ucap wanita berkemeja biru lagi .


" Kasian sekali ya , tapi untung pak Mulya masih mau melanjutkan kerja di sini .. Dan pihak manajemen juga masih bersedia menerima nya dengan syarat pak Mulya tidak menyebarkan peristiwa itu dan membuat karyawan lain ketakutan. Terutama pasien , ga boleh sampai mereka mendengar " lanjut wanita yang berkemeja biru .


" Oohh gitu , iya iya . .Mulai sekarang kita hati - hati kalau jalan sendirian . Kata nya itu ' jebakan hantu penunggu rumahsakit ' . Kalau bisa , jangan sendirian deh .. " ucap wanita dengan blazer hitam sambil bergidik .


" Oohh .. " ucap kedua teman nya sambil mengangguk - angguk .

__ADS_1


Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang , mereka pun segera menyantap nya .


Kebetulan sekali saat ini dokter Danu yang sedang ingin memesan nasi padang di kantin itu duduk tak jauh dari meja mereka hanya melirik sekilas setelah mendengar kan cerita - cerita wanita itu , lalu menundukkan wajah nya agar mereka tak mengenali nya .


Biasa nya para karyawan dapat dengan mudah mengenali para dokter , sedangkan para dokter tidak begitu ngeh dengan mereka . Karena banyak nya karyawan mau pun staff sehingga tidak hapal semua nya . Hanya beberapa orang tertentu saja , itu pun yang sering interaksi .


" Dasar wanita , kata nya ga boleh di sebar .. Tapi cerita nya di kantin , rame - rame pula .. Tetep aja kedengaran " batin dokter Danu sambil tersenyum tipis .


Di setiap rumahsakit , di rumahsakit mana pun tidak pernah luput dari hantu . Mulai dari hantu gentayangan sampai hantu penunggu rumahsakit yang memang sudah ada sejak zaman dulu . Dengan beragam bentuk yang rata - rata menyeramkan .


Hantu - hantu ini memiliki kebiasaan yang berbeda - beda . Ada yang senang menggoda , membuat manusia ketakutan hingga lari terbirit - birit , ada yang jahil atau usil sampai yang jahat dengan kekuatan hitam nya .


Baru - baru ini di rumahsakit " Sahabat Kasih " para karyawan yang sedang bertugas di terror oleh hantu . Biasa nya para hantu ini hanya menampakkan diri berupa bayangan , itu pun tidak sering dan hanya ke orang - orang tertentu saja .


Namun kali ini berbeda , hantu itu mengganggu siapa pun yang sedang bekerja . Membuat kehebohan di karyawan , mereka semua ketakutan ketika sedang berjalan di area rumahsakit .


Hari terus bergulir , ternyata julukan ' jebakan hantu penunggu rumahsakit ' semakin banyak memakan korban . Dan desas desus itu pun semakin ramai di antara para karyawan , suster dan para dokter .


Mereka yang dapat 'keluar' menjadi seperti orang linglung , tidak dapat mengingat apa pun . Fisik mereka berubah drastis , menjadi sangat kurus dan sakit - sakit an . Bagi mereka yang sakit di rujuk ke rumahsakit lain , agar para dokter mau pun suster tidak mengetahui penyebab nya . Mereka seperti tidak mempunyai energi dan jiwa nya pun seperti tidak utuh lagi .


Sampai saat ini masih ada lagi yang belum juga 'kembali' . Keluarga mereka bolak balik ke rumahsakit , silih berganti saling menanyakan .


Hal tersebut menyebar luas juga meski pun pihak manajemen sudah mengeluarkan himbauan dan juga informasi mengenai solusi yang saat ini sedang di upayakan pihak manajemen .


Mereka menjadi tidak tenang dalam bekerja , selalu berjalan terburu - buru bahkan setengah berlari jika harus ke divisi lain . Rasa takut menyelimuti hati mereka .


Apalagi orang yang terkena juga adalah teman yang mereka kenal .


Meski pun suasana rumahsakit saat ini sedang mencekam , namun mereka tetap bekerja secara profesional . Tidak menunjukkan rasa cemas dan takut mereka di hadapan pasien mau pun keluarga nya .

__ADS_1


Ketika dokter Danu sedang berjalan menuju ke ruang IGD , tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang karyawati yang sedang berjalan dengan sangat cepat , bahkan setengah berlari .


Brukk ..


" Aduuhh " teriak si karyawati itu sambil mengelus kepala nya yang terbentur bahu dokter Danu .


" Astagfirullah .. " ucap dokter Danu spontan


" Maaf mbak, saya ga sengaja .. Maaf ya , ada yang sakit ga ? " lanjut dokter Danu lagi meski pun yang nabrak bukan diri nya , ia memperhatikan wanita di depan nya .


" Eh oh dokter , engga dok .. Ga pa pa , saya yang salah tadi terburu - buru ga fokus " jawab wanita itu setelah ia melihat wajah yang berada di hadapan nya .


" Ohh iyaa , lain kali hati - hati mbak Amanda .. Jangan terlalu terburu - buru , kayak di kejar apa aja .. Hhehe " ledek dokter Danu , setelah ia melihat sebuah papan nama kecil di seragam yang di kenakan wanita itu .


" Hehe iya dok .. Abis takut kalo jalan sendiri , ya wes lari aja .. hhehe .. " ucap Amanda , seorang staff front office .


" Masih siang gini kok takut mbak , kan banyak orang juga nih " ucap dokter Danu sambil menunjuk ke beberapa pengunjung rumahsakit yang sedang lalu lalang di lobbi .


" Hehe iyaa siih , tapi Saya ga mau jadi korban berikut nya dok , hilang begitu aja . Entah nyasar kemana " jawab Amanda dengan berbisik sambil celingak celinguk takut ada yang mendengar .


Dokter Danu tertawa kecil mendengar pengakuan jujur salah satu staff rumahsakit ini .


"Ya sudah kalau gitu saya mau ke ruang IGD lagi .. Mbak nya jangan lupa pasang gps biar ga di sasarin , hehe " lanjut dokter Danu , yang di balas dengan anggukan dan tawa kecil oleh Amanda .


Dokter Danu melangkah kan kaki nya kembali menuju ruangan IGD , terbesit ke khawatiran di hati nya setelah melihat respon karyawan .


" Apa sudah separah ini kah sampai - sampai staff harus berlari jika sedang berjalan sendirian ? Kasian banget kalo begini terus ya .. Lama - lama jadi merasa ga aman dan ga nyaman kerja nya .


" Apa sebaik nya aku bantu ya ? Tapi .. " pikiran dokter Danu bercampur aduk .

__ADS_1


__ADS_2