
Sesaat kemudian .. Dokter Danu membuka mata nya , menatap ke Raihan dengan santai .. Lalu ..
" Ada yang ingin dia sampaikan ke kamu , tapi kamu nya ga peka , Rai .. Aku akan bantu menanyakan nya , akan aku panggil sekarang juga . Dan aku minta kamu jangan takut " ucap dokter Danu dengan ekspresi serius , tidak sesantai tadi .
" Iyaa , aku ga akan takut ... Kan ada kamu my bro , hehe " jawab Raihan
" Mau aku buka mata batin mu ga biar bisa lihat dia juga ?" tanya dokter Danu
" E'ehh .. Eng , engga , engga deh .. Kayak nya pertemuan ku dengan dia sudah cukup , Dan ..
Sebaik nya aku jadi pendengar aja , yaa .. " ucap Raihan dengan nada sedikit memaksa .
Dokter Danu tertawa pelan sambil menggeleng - gelengkan kepala karena merasa lucu dengan sikap penakut teman nya ini .
" Oke lah kalau itu mau mu .. Jangan berhenti berdoa dan zikir ya " ucap dokter Danu
" Okee siap , Dan " jawab Raihan .
Dokter Danu pun mulai berkomunikasi dengan ki Rambai ,
" Assalamualaikum ki .. " sapa dokter Danu
" Waalaikumsalam Danu " balas ki Rambai
" Ki , aku minta tolong aki untuk membawa hantu perempuan yang bernama puspa .. Kalau aku yang panggil , dia akan kesakitan dan kepanasan . Karena kan aku memanggil nya dengan ayat - ayat suci " ucap dokter Danu
" Baik Dan " jawab ki Rambai singkat dan segera mengakhiri komunikasi nya .
Tak berapa lama suasana berubah mencekam , tiba - tiba saja ada semilir angin yang berhembus lembut di sertai aroma bunga yang menyengat meski pun saat ini tidak ada jendela yang terbuka . Raihan menggeser posisi duduk nya mendekat ke dokter danu .
" Daann .. " panggil Raihan dengan berbisik , dokter Danu hanya memberikan kode dengan telunjuk nya agar Raihan diam .
Sementara itu ki Rambai sudah datang dan langsung kembali ke tempat nya . Meninggalkan hantu perempuan yang kini sudah berada tak jauh dari dokter Danu .
Makin lama udara di ruangan itu menjadi dingin menusuk , nampak Raihan sibuk memakai jaket . Ia duduk di sebelah dokter Danu , mata nya menatap wajah dokter Danu yang sedang menatap tajam ke arah depan .
Raihan mengikuti arah pandang dokter Danu namun tidak menemukan apa - apa , ia pun segera menunduk sambil terus berdoa .
Sedangkan di sisi lain dokter Danu sedang berkomunikasi batin dengan hantu perempuan itu .
" Puspa ? " tanya dokter Danu
Hantu itu hanya mengangguk sendu , ia menundukkan wajah nya . Ia datang dengan penampakkan yang biasa , tidak menyeram kan .
__ADS_1
" Kenapa kamu mengikuti teman ku , kamu mau apa ?" tanya dokter Danu kembali , kali ini ia bicara layak nya dengan manusia .
Ia mengangkat wajah nya perlahan , dari kedua mata nya keluar airmata berupa darah .
" Kau tidak perlu mengeluarkan airmata darah mu , aku tau kau sedih .. Perlihatkan saja maksud mu " ucap dokter Danu dengan nada tegas .
Kemudian hantu itu pun menatap mata dokter Danu tanpa berkedip , ia memperlihatkan maksud dan tujuan nya berupa kilasan peristiwa .
Sedangkan Raihan nampak ketakutan melihat dokter Danu bicara sendiri , karena ia tidak dapat melihat hantu puspa yang ada di hadapan nya .
Setelah selesai , hantu itu menundukkan wajah nya lalu semakin lama semakin memudar kemudian menghilang .
Suasana ruangan tv dokter Danu kembali normal , dokter Danu menoleh ke Raihan ..
" Tidak banyak yang dia tunjukkan , tapi kalau yang aku lihat dari kilasan .. Dia mendekati mu karena ingin minta tolong . Mungkin kematian nya tidak wajar sehingga membutuhkan bantuan mu untuk mengungkap nya . Dan dia juga ingin agar aku menyempurnakan kematian nya " ucap dokter Danu menjelaskan .
Raihan mengangguk - angguk ,
" Yaahh kalau begitu nanti aku coba cari info dulu .. Semoga saja ada petunjuk " jawab Raihan .
" Iyaa , ya sudah gimana kalau sekarang kita tidur dulu .. Istirahat biar besok seger saat kembali ke dunia nyata , hehe " ucap dokter Danu
" Yuukk lah , aku juga udah ngantuk .. Capek banget beberapa hari ga bisa tidur nyenyak .. Hooaammm " sahut Raihan sambil menguap .
" Bareng aja lah , sekali - sekali seranjang sama aku kan ga pa pa toh .. " jawab Raihan sambil nyengir .
" Nyookk lah " ajak dokter Danu , ia tahu Raihan masih takut untuk sendirian .
Jarum sudah menunjukkan hampir pukul dua belas malam , dan mereka pun langsung beranjak ke dalam kamar lalu merebahkan diri di atas tempat tidur dokter Danu .
Tak lama kemudian kedua nya sudah terlelap .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Namun berbeda dengan dokter Danu , ternyata Raihan tidur nya sedikit gelisah .
Ia berada di sebuah tempat asing , dan ia melihat sepasang lelaki dan perempuan sedang bertengkar . Raihan tidak mendengar jelas perkataan mereka .
Di saat Raihan melihat pria tersebut memukul wanita itu , ia segera menghampiri ..
" Heeii , tolong jangan kasar sama perempuan , mas " ucap Raihan dengan kencang
Tapi pria itu tetap melakukan nya , ia tidak mendengar suara Raihan . Raihan pun berinisiatif untuk menghentikan nya .
__ADS_1
Namun di saat ia ingin menyentuh pria itu , tangan nya menembus tubuh nya .
Raihan terkejut , beberapa kali ia mencoba untuk menepuk pundak pria itu dan memegang tangan nya sekedar untuk menahan agar ia berhenti memukul tapi tidak bisa . Semua nya menembus , Raihan pun mencoba untuk berteriak ,
" Maas , mbaakk .. Sudah , sudah .. Mas , jangan kdrt doong . Maas .. Mbaakk " teriak Raihan .
Kini Raihan sadar kalau diri nya hanya lah sebuah bayangan . Sehingga mereka tak menyadari kehadiran nya .
Raihan yang tak dapat berbuat apa pun hanya pasrah membiarkan pasangan tersebut berdebat , di selingi pukulan yang di berikan oleh pria itu kepada wanita nya .
Raihan menyapu kan pandangan nya , ia memperhatikan setiap detail dalam ruangan itu .
Mata Raihan menangkap sebuah benda yang tak asing bagi diri nya , ia pun berjalan mendekati ..
" Astagfirullah ini kan bubuk .... " gumam nya sambil menatap tajam pria itu . Lalu ia juga melihat di sekeliling bubuk putih itu terdapat berbagai peralatan pendukung nya .
Tiba - tiba saja perempuan itu menoleh dan menatap nya tajam , Raihan pun kaget .. Untuk sepersekian detik ia terpaku , tak tahu harus berkata apa .
Perlahan - lahan sorot mata wanita itu berubah menjadi sendu , dan ada segurat senyum tipis yang Raihan lihat dari bibir wanita itu .
" Puspa .. " gumam Raihan bingung .
Kemudian ia melihat pria itu pergi meninggalkan puspa untuk beberapa saat .
Puspa yang sedang berdiri menghadap balkon sambil menangis tiba - tiba di jambak rambut nya dan di tarik , lalu di dorong hingga jatuh .
" PUSPAAA .. " jerit Raihan , mencoba mengulurkan tangan nya untuk meraih namun gagal .
Setelah itu ia melihat pria itu merapikan barang - barang dan juga bubuk putih nya , kemudian keluar dari ruangan itu .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Keesokkan pagi nya ,
" Thanks ya bro , udah ngizinin aku nginep . Sekarang aku tahu harus bagaimana menolong puspa , Dan .. " ucap Raihan di sela sarapan pagi nya bersama dokter Danu
Lalu ia pun menceritakan mimpi nya ke dokter Danu ,
" Kalau ada apa - apa jangan sungkan hubungi aku ya .. Aku doakan semoga lancar semua nya dalam mengungkap kasus ini dan juga kasus - kasus mu yang lain " ucap dokter Danu
" Siaapp bro , aamiin ya robbal alamiin " jawab Raihan .
Setelah itu Raihan pun berpamitan , dan mereka pun berangkat ke tempat kerja nya masing - masing .
__ADS_1