Dokter Indigo

Dokter Indigo
EPISODE : SANTET PART . 1 .


__ADS_3

Kini dokter Danu sudah meninggalkan kediaman kedua orangtua nya , ummi nya memberikan bekal beraneka macam makanan kesukaan nya . Mulai dari rendang daging sapi , sambal goreng dan masih banyak lagi.


Dokter Danu tersenyum ketika terbayang ummi nya yang sibuk , seolah khawatir anak nya akan kelaparan .


Terngiang ucapan ummi nya ,


" Ini taruh di kulkas , nanti kalau mau makan tinggal panaskan aja .. Jadi kamu ga perlu repot pesen makan sana sini , cukup masak nasinya . Kalau sudah habis kabarin ummi ya ... Nanti ummi kirimin lagi, kamu mau apa .. Nanti sekalian ummi buatin "


" Ummi , kak Danu kan kerja di tengah kota pasti banyak yang jual makanan enak .. Ummi ini " ucap Dania sambil geleng - geleng kepala melihat banyak nya bawaan kakak nya yang di susun ummi .


" Tapi ini beda , ini mah masakan ummi .. Di masak pake cinta dan kasih sayang .. Jadi rasa nya lebih maknyuuussss " jawab ummi ga mau kalah sambil memonyongkan bibir nya ala - ala presenter makanan .


Aku , abi dan Dania pun tertawa melihat tingkah ummi .


Tak lupa makanan khas daerah sebagai oleh - oleh tambahan . Yang rencana nya nanti akan di bagi - bagi kan dengan teman - teman di rumahsakit .


Sepanjang jalan menuju ke apartemennya dokter Danu berkali - kali menghela nafas , sebagai seorang dokter terkadang ia ingin menjalani pekerjaan nya dengan santai seperti para dokter lain nya .


"Dokter IGD , harus siaga di dunia nyata terutama di ruang IGD nya , tapi di luar ruang IGD juga tetep harus siaga .. Hhhh , gaiib gaiibb .. Eehh nasiib nasiibb " gumam dokter danu tersenyum geli mengingat takdir yang di berikan Allah SWT kepada diri nya .


Ia pun memacu mobil nya lebih cepat lagi agar bisa segera sampai di apartemen nya .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Hari ini ruangan dokter di IGD sedikit lebih ramai oleh rekan sesama dokter yang telah selesai tugas , mereka sengaja datang karena ingin mengambil oleh-oleh dari dokter Danu .


Dokter Danu memang sengaja memfoto oleh - oleh nya yang berupa aneka makanan ke grup chatting khusus dokter rumah sakit , dengan caption " siapa cepat dia dapat , segera merapat .." dengan tambahan emot .


Di sini lah mereka sekarang , saling ngobrol sambil ngemil dan bercanda . Terlihat sekali mereka sudah akrab , meski pun dari berbagai latar belakang spesialis .


Sedangkan untuk para suster , dokter Danu meminta tolong kepada salah satu suster yang saat ini sedang berjaga , agar memberikan ke teman - teman nya .


" ngemil begini enak nya di temenin kopi .. Hhmm , mantaabs " ucap dokter Ibnu sambil tak berhenti ngunyah


" Mantab sih mantab , itu kue jangan di kekepin gitu dong , bro " ledek dokter Irvan sambil narik dengan paksa cemilan yang di pegang dokter Ibnu


" Iishhh makan yang lain tuuh , masih banyak .. Kalo kurang tinggal bilang aj ma Danu " sungut dokter Ibnu


Dokter Irvan tidak mau menggubris ucapan dokter Ibnu , ia terus saja menarik bungkus cemilan itu hingga terjadi tarik menarik antara mereka berdua .


Tiba - tiba ,


" Wooyy belum pada balik , emang ga ada praktek tempat lain ?" tanya dokter Cintya yang baru saja datang dan ikut nimbrung . Ia mencomot cemilan yang sedang di pegang oleh dokter Ibnu dan dokter Irvan ,


" Ehh enak .. Pantesan lu pada rebutan " ucap nya tanpa dosa sambil membaca tulisan di bungkus kue itu .


" Yeee dateng - dateng main comot aja " ucap dokter Irvan , ia pun mengambil cemilan lain yang masih ada di atas meja . Tanpa ada yang menjawab pertanyaan dokter Cintya .


" Biarin , daripada di tarik - tarik ma lu berdua mending gw makan jadi ga mubazir " ucap dokter Cintya sambil menggeser duduk nya sedikit menjauh agar tidak di rebut .


Dokter Ibnu dan dokter Irvan mendelik bersamaan ke arah dokter Cintya .

__ADS_1


" Ehh Dan, mau kemana ?" tanya dokter Cintya saat melihat dokter Danu sudah bersiap dengan jas putih nya .


" Bentar lagi gantian shift , mau siap - siap " jawab nya .


" Bentar Dan , gue mau kasih info dulu nih ... Anak nya kepala rumahsakit kan kemarin berobat ke spesialis penyakit dalem yang kebetulan waktu itu gue yang lagi praktek , kata nya dia selalu kesakitan . Tapi udah di USG sampai MRI engga ada apa - apa , semua normal dan bagus hasil nya .


Lalu gue kasih saran kalau tiba - tiba rasa sakit itu kambuh , gue suruh langsung ke IGD " ucap dokter Cintya menjelaskan sambil nyengir


" Kepala rumahsakit tuh pak Sony kan ya ? Anak nya siapa nama nya ? Trus kesakitan nya gimana , dokcin ? " tanya dokter Danu dengan menyebut panggilan yang biasa di sematkan oleh para dokter , suster mau pun karyawan rumahsakit .


" Iyaa bener , anak nya nama nya Dewangga , usia nya sekitar tiga puluh lima an . Kalau mengenai sakit nya sih dia juga bingung jelasin nya , cuma kata nya di dalem perut nya yang sakit banget , gitu " jawab dokter Cintya


" Oohh gitu , mudah - mudahan sih ga kambuh lagi ya , kan udah di kasih obat pereda nyeri kan ?" ucap dokter Danu


" Iya udah , yaa semoga aja cocok sama obat itu " ucap dokter Cintya lagi


"Kenapa mereka ga berobat ke luar negeri aja ya ... Ya ga dokcin ?" tanya dokter Ibnu


" Yaelah , kalo cuma sakit dalem mah di Indonesia juga masih bisa kelesss .. Ga usah ke luar negeri juga " sahut dokter Irvan sambil menimpuk dengan remahan kue ke dokter Ibnu


" Mungkin kejauhan kali ato apa , entah .. " jawab dokter cintya sambil menggidikkan bahu nya .


" Eehh , sapuin lhoo .. Nyampah tuh " ledek dokter Danu sambil menunjuk ke remahan kue di lantai .


Dokter Irvan pun hanya membalas dengan nyengir .


" Udah ? Atau masih ada info lain nya ga ?" tanya dokter Danu ke dokter Cintya


Dokter Danu mengangguk , kemudian segera bersiap .


" Haduuhh capek , selesai juga ... Lanjuutt Dan " ucap dokter Seno yang baru saja masuk ke ruangan dokter untuk berganti shift .


" Lhaaa lu masih pada di sini , betah banget ngerumpi nya " ucap nya kepada dokter Ibnu , dokter Irvan dan dokter Cintya .


" Betahlah , kan di siapin cemilan banyak .. Hehe " jawab dokter Irvan .


Tanpa basa basi lagi , dokter Seno ikut nyomot kue sambil meletakkan bokong nya di sofa , sebelah dokter Cintya .


Sedangkan dokter Danu sudah keluar dari ruangan dokter meninggalkan teman - teman nya .


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Beberapa jam kemudian , dokter Danu melihat pasien di bawa masuk dengan kursi roda . Terlihat sekali pasien itu sangat kesakitan , ia menjerit dengan suara yang di tahan sambil memegangi perut nya .


Dengan sigap suster segera menyiapkan bed nya , dokter Danu pun segera menghampiri dengan setengah berlari .


Setelah pasien di pindahkan ke bed , dokter Danu segera membaca medical record yang tadi di isi oleh suster .


Ia pun membaca nama yang tertera di lembaran itu , Tn. Dewangga Saputra .


" Oohh , ternyata benar dia balik lagi .. Berarti obat yang dari dokcin kurang cocok kali nih " benak dokter Danu .

__ADS_1


Dokter Danu segera mengalihkan pandangan nya ke pasien yang sedang kesakitan itu ,


" Maaf , apa yang di rasa pak ? Biar saya lihat dulu ya " ucap dokter Danu .


" Aakhhhh .. Dookkk , Aaakhhhh ... " pasien yang bernama Dewangga , anak dari kepala rumahsakit itu hanya bisa berteriak sambil mencengkeram erat baju yang di pakai nya .


Akhir nya dokter Danu beralih ke keluarga yang memdampingi nya ,


" Maaf ibu , istri nya pak dewangga ?" tanya dokter Danu .


" Iyaa dok , ini gimana .. Obat nya yang kemarin ga mempan " jawab istri nya pak Dewangga


" Sudah berapa lama begini , bu ? dan apa ibu tahu yang di keluhkan oleh pak Dewangga ? Maksud saya apa sakit perut nya itu melilit , mulas atau apa ? " ucap dokter Danu memperjelas


" Sampai hari ini sudah hari ke lima , dok .. Awal - awal nya kami kira masuk angin karena telat makan atau salah makan , mengingat suami saya kan jadwal kerja nya padat sekali . Jadi cuma minum obat yang di jual umum aja , lama kelamaan saya curiga karena sakit nya ga tentu " ucap istri nya pak Dewangga


" Oohh gitu , ga tentu gimana bu ?" tanya dokter Danu kembali


" Iyaa gitu dok , menjelang jam enam sore sampai jam tiga pagi .. Kadang menjelang makan siang mendadak kambuh juga .. Selain itu ga kambuh " jawab nya


Dokter Danu mengangguk - angguk sambil berfikir saat mendengar kan penjelasan istri nya pak Dewangga .


" Sus, bantu beri obat pereda nyeri dulu melalui infus .. Saya mau liat kondisi nya " perintah dokter Danu sambil mendekat ke arah pasien .


" Paak .. Maap , saya periksa dulu ya " sapa dokter Danu dengan sopan , ia pun menggeser tangan pak Dewangga untuk mendengarkan detak jantung nya .


Pak Dewangga yang masih mencengkeram kaos nya pun menurut ketika tangan nya di geser sedikit oleh dokter Danu .


" Gimana dok ? Kenapa suami saya masih kesakitan ? Tolong kasih obat yang paling bagus , mahal juga ga pa pa dok " ucap istri nya pak Dewangga


" Mungkin karena obat nya belum bereaksi , bu .. Kita tunggu beberapa saat ya " jawab dokter Danu .


Istri pak Dewangga pun mengangguk , lalu ia pamit untuk keluar sebentar mau mengambil barang yang tertinggal di kendaraan nya .


Setelah beberapa saat di periksa , dokter Danu tidak menemukan keanehan dari suara detak jantung nya .


Dan menurut hasil pemeriksaan bersama dokter Cintya waktu itu pun tidak ada masalah .


Lambat laun pak Dewangga pun sudah tidak terlalu menjerit , hanya terdengar suara nya merintih menahan rasa sakit . Seperti nya rasa sakit nya itu mulai berkurang .


Masih berdiri di samping ranjang pasien , dokter Danu akhir nya memutuskan untuk melihat secara gaib .


Ia membaca doa tanpa terlalu menggerakkan bibir nya , agar tidak mencurigakan .


" Astagfirullah .. " ucap dokter Danu dengan suara tertahan dan spontan sambil menutup mulut dengan sebelah tangan nya tanpa sadar .


" Kenapa dok ?" tanya suster yang ternyata masih berdiri di ujung bed , menunggu perintah selanjut nya dari dokter Danu .


" Ga pa pa sus .. Nanti kalau pak Dewangga kesakitan lagi , kabarin saya ya " ucap dokter Danu berbasa basi agar suster itu tidak curiga .


" Baik dok " jawab suster itu

__ADS_1


Kemudian dokter Danu pun kembali ke ruang dokter yang sudah sepi , karena teman - teman nya sudah membubarkan diri sejak tadi .


__ADS_2