
" Dan , tadi di sana kok aku merinding banget ya padahal kan siang ini " ucap Raihan setelah berada di dalam apartemen dokter Danu
" Iyaa , karena kan apartemen itu sudah lama kosong .. Yaa jadi gitu deh , kamu kan tau kalo rumah yang kelamaan ga di tempati , ga di pakai ibadah ya jadi sarang mahkluk halus .
Cuma mahkluk halus tadi tidak terlalu berani mengganggu , hanya sekedar nya aja maka nya kamu tetap mendapatkan sensasi merinding , hhehe .. dan hawa nya berbeda " ucap dokter danu menjelaskan .
Raihan mengangguk - angguk , ia berpikir mahkluk - mahkluk halus tersebut pasti takut dengan kehadiran dokter Danu .
" Kamu ga merinding toh Dan ?" tanya Raihan lagi sambil nyengir
" Iyaa ada merinding nya juga , itu kan sebagai sinyal juga buat aku kalo ' mereka ' ada di dekat ku . Kalo aku ga merinding berarti ' mereka ' ga ada alias tempat itu kosong atau aman . Gitu bro " jawab dokter Danu .
" Oohh , biasa nya kalo kamu merinding gimana ngatasin nya Dan ?" tanya Raihan kembali
" Baca doa .." jawab dokter Danu sambil tertawa .
" Hehe iyaa yaa .. " ucap Raihan ikut tertawa .
" Iya udah , sekarang aku mau kasih tau apa yang aku liat barusan " ucap dokter Danu
Raihan langsung memasang wajah serius , ia juga menghadapkan posisi duduk nya ke arah dokter Danu .
Melihat Raihan sudah siap mendengarkan , dokter Danu segera bercerita ..
" Seperti yang aku bilang waktu di telpon dua hari yang lalu kalau aku sedikit kesulitan untuk masuk ke masa itu . Karena arwah Puspa juga tidak bisa berada di dekat ku , sehingga ia tidak dapat membawa ku atau sekedar masuk ke mimpi ku .
Setelah aku berpikir , akhir nya aku menemukan ide untuk menyentuh benda yang pernah dia sentuh sebelum ' kepergian nya' .
Dan ia memberitahu kan bahwa sebelum pertengkaran itu , ia sempat menyimpan catatan di dalam tas kecil . Itu lah sebab nya aku meminta untuk melihat sendiri apa benar ada tas tersebut .
Kalo di lihat dari isi nya pasti kamu juga sudah menduga , dan sudah bisa menarik benang merah nya . Hanya saja benang tersebut masih kurang kuat .
Nah untuk memperkuat nya , ternyata pertengkaran kemarin itu karena Puspa minta di nikahi oleh tunangan nya . Selama ini tunangan nya hanya janji - janji saja .
Flasback on,
" Beb , aku .. Hamil lagi .. " ucap Puspa takut - takut .
" Oohh " jawab Dio
__ADS_1
" Kok kamu cuma oohh aja , beb .. " tanya Puspa
" Ya kan udah biasa , seperti biasa aja lah .. Kamu tau kan tempat nya " ucap Dio sedikit cuek.
Puspa diam sesaat , kemudian ia ke dalam kamar tidur nya . Merobek selembar kertas kecil lalu menuliskan ..
" Ini sudah kehamilan ku yang ke empat , dan saat ini sudah memasuki bulan ke tiga . Aku tidak ingin terus menerus menjadi pembunuh bayi ku "
Lalu masukkan kertas tersebut ke dalam tas kecil , dan tas nya ia selipkan di belakang lemari . Ia memang sengaja tidak rapat meletakkan lemari pakaian nya ke dinding . Di belakang lemari itu ada sebuah paku kecil yang nempel . Ia jadikan tempat itu sebagai tempat rahasia dari tunangan nya .
Setelah itu ia keluar kamar kembali dan mendekati Dio .
" Beb , kalo ini di gugur kan lagi berarti sudah hampir empat kali .. Aku ingin yang ini kita rawat ya ?" ucap Puspa dengan nada sedikit manja
Dio langsung menatap tajam , membuat Puspa ketakutan .
" Jangan ngaco kamu ... Apa kata keluarga dan teman - teman ?" bentak Dio
" Eh kita nikah aja beb .. Pesta nya sederhana aja , yang penting kan sah . Atau ga usah di pestain juga ga pa pa , beb " bujuk Puspa
" Kamu mau merendahkan ku ya ? Sudah kamu jangan banyak omong , gugurkan aja dulu .. Aku belum bisa nikah " ucap Dio dengan ketus
" Tapi aku ..,Aku tidak mau jadi pembunuh bayi ku sendiri, beb .. Ini sudah mau yang ke empat lho .. Pliiiss " rengek Puspa
" Kalo tentang keluarga ku biar nanti aku yang urus , beb .. Aku usahakan ada perwakilan nya untuk bisa memberi restu . Aku juga bersedia menemani mu bicara dengan keluarga mu , beb " ucap Puspa
" Ngeyel banget sih kamu ... Aku bilang aku belum mau nikah . Ya kamu sabar sedikit lah kalo mau nikah sama aku " ucap Dio dengan nada dingin
" Kurang sabar apa sih aku , beb .. Kita tuh pacaran aja udah hampir empat tahun , tunangan udah dua tahunan .. Udah enam tahun aku nunggu kamu .
Kita bukan anak kecil lagi , beb .. Kita udah bisa cari uang , ayoo kita nikah dan bina rumahtangga dengan benar .
Aku ingin anak ini , beb " ucap Puspa sambil menahan airmata nya
" Kalau kamu mau anak itu , silahkan aja .. Aku tidak peduli . Jangan tuntut aku yang macam - macam " ancam Dio , lalu pergi meninggalkan Puspa sendiri di ruang tengah .
Puspa tak kuasa lagi menahan airmata nya , hati nya sangat sakit . Ia berjalan perlahan ke balkon apartemen ,
tiba - tiba ia mendengar suara langkah kaki , Puspa pun menoleh .. Ia melihat Dio dengan wajah merah menahan emosi , lalu mendorong tubuh Puspa hingga pinggang nya menabrak balkon .
__ADS_1
Tubuh Puspa yang mungil , tidak sampai seratus enam puluh senti dan berat nya pun hanya sekitar empat puluh tiga kilo .
Begitu ringan bagi Dio untuk mengangkat nya , karena tubuh Dio yang hampir seratus delapan puluh lima senti ,dan bobot tubuh nya yang hampir delapan puluh kilo .
Hanya dengan satu tangan nya , Dio mengangkat kaki Puspa hingga melewati pembatas balkon , lalu melayang jatuh ..
Posisi Puspa ketika jatuh tidak telungkup mau pun telentang melainkan miring . Saat itu tidak ada yang melihat , kecuali Dio . Karena ketika sampai di tanah tubuh Puspa sudah dalam posisi telungkup .
Puspa sangat terkejut melihat Dio yang tega menjatuhkan nya , ia tercekat tidak dapat teriak saat merasakan tubuh nya melayang .. Airmata nya semakin deras .
Dan Dio pun membuat keterangan seolah - olah Puspa bunuh diri .
Flashback off .
" Jadi kalo dari penglihatan ku , Puspa di bunuh oleh tunangan nya sendiri . Dan satu hal lagi , tunangan nya itu sempat memakai narkoba sebelum kembali menemui Puspa di balkon .
Bukti - bukti tes kehamilan dan tulisan Puspa ini mungkin bisa kamu gunakan untuk menjerat tunangan nya , Rai " ucap dokter Danu setelah selesai bercerita .
" Iyaa kamu betul , Dan ..Sebelum nya aku juga menemukan tes kehamilan dan secarik kertas dengan tulisan tangan " Lagi - lagi dia memukul ku , dan menyuruh ku menggugurkan nya . Ingin nya aku pergi jauh tapi dia selalu mengejar ku . Apakah itu karena drugs atau memang sudah sifat nya ? Aku lelah , namun aku terlalu penakut "
Seperti itu bunyi nya , oleh sebab itu aku minta bantuan mu agar aku tidak salah menyimpulkan .
Dengan tambahan cerita , walau pun tidak dapat aku ungkap karena ini melalui jalur gaib . Tapi setidak nya menguatkan analisa awal ku , di tambah lagi dengan ada nya bukti baru berupa tas kecil , alat tes kehamilan dan tulisan .
Oyaa aku juga sempat mengunjungi dokter kandungan dan juga klinik nya , ternyata benar ada pasien bernama Puspa yang mengecek kehamilan nya . Tapi dokter itu tidak tahu lagi kabar selanjut nya , ia juga tidak tahu kalau Puspa pernah menggugurkan kandungan - kandungan yang sebelum nya .
Penglihatan yang aku dapat melalui mimpi itu yang aku bilang ke kamu kalau posisi jatuh nya tidak seperti bunuh diri , karena saat itu aku juga melihat ia terjun dengan posisi miring . Hanya saja aku tidak dapat melihat saat Dio mengangkat kaki nya dan mendorong nya . Aku hanya melihat Dio berdiri .. Mungkin postur tubuh nya yang menghalangi pandangan ku .
Semoga kami bisa segera menangkap Dio " ucap Raihan .
" Oiya , makasiih banyak bro " lanjut Raihan
" Sama - sama bro , kalo masih butuh bantuan ku jangan sungkan call aja ya .. Semoga kamu di mudahkan dalam menangkap tunangan nya " ucap dokter Danu .
Setelah berbincang , Raihan pun pamit pulang dan membiarkan dokter Danu untuk beristirahat .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Beberapa minggu kemudian , Raihan menghubungi dokter Danu dan mengabarkan kalau ia dan tim nya telah menemukan Dio . Saat ini Dio sedang berada di dalam sel menunggu persidangan nya .
__ADS_1
Raihan juga bercerita kalau Puspa datang kepada nya melalui mimpi , ia mengucapkan terimakasih . Puspa datang dengan memakai gaun putih , ia tersenyum .. Sangat cantik .
###############################