
Sesampai nya di kantor , Raihan segera berkoordinasi dengan tim satuan narkoba .
Ia berencana mengadakan pemeriksaan di apartemen - apartemen guna menyelidiki ada nya penggunaan narkoba atau pun pengedaran nya .
Apartemen yang pertama di tuju yaitu apartemen dokter Danu .
Kamar demi kamar di ketuk dan di periksa , hingga tiba kamar yang familiar bagi Raihan .
Tok tok tok .. Tak lama kemudian keluar lah seorang perempuan yang sudah berusia sekitar lima puluh lebih .
Ia nampak terkejut melihat banyak nya pria berseragam di depan pintu apartemen nya .
" Selamat siang ibu , maaf kami mengganggu waktu nya .
Kenal kan saya Darma , kepala satuan tim narkoba dari kepolisian , dan ini tim saya . Kami sedang mengadakan pemeriksaan mendadak ke seluruh apartemen mau pun tempat kos di kota ini .
Dan hari ini kami sampai di apartemen ini , kalau boleh tau , apakah ibu pemilik kamar apartemen ini ?" tanya kepala satuan tim narkoba , pak Darma .
" Oohh begitu pak , saya hanya di tugaskan bersih - bersih sama pemilik nya . Karena yang sewa kemarin sudah pergi " jawab ibu itu .
" Oohh boleh tau nama ibu ? " tanya pak Darma kembali.
" Saya Sumijah , biasa di panggil bu Mijah , pak .. " jawab bu Mijah
" Boleh kami masuk bu Mijah ?" tanya pak Darma
" Iya silahkan , pak " ucap ibu Mijah sambil membuka kan pintu lebar - lebar .
" Terimakasih bu " jawab pak Darma dengan santun , kemudian ia pun mulai melangkahkan kaki nya masuk ke dalam apartemen . Di ikuti oleh seluruh anggota tim lain nya , termasuk Raihan .
Hasil rapat koordinasi beberapa hari yang lalu , mereka sepakat untuk mengadakan operasi gabungan bersama tim narkoba untuk terjun ke lapangan .
Sesampai nya di dalam apartemen tersebut ,
ia seperti melihat tayangan ulang dari mimpi nya . Di mana adegan puspa yang tengah bertengkar sampai kemudian terjatuh akibat di dorong .
Ketika tim narkoba sedang melakukan pemeriksaan di dalam, Raihan pun mendekati ibu Mijah ,
" Maaf bu, apa ibu tau siapa penyewa sebelum nya ?"
" Yang saya tau hanya mbak Puspa .. Kalau tunangan nya saya kurang tau nama nya , pak " jawab ibu Mijah polos dan apa ada nya .
__ADS_1
" Apa ibu tau kemana mbak puspa nya ? " tanya Raihan kembali
" Aanu pak , memang nya bapak belum tau ? " ucap si ibu dengan wajah takut
Raihan hanya menggeleng sambil menoleh ke ibu Mijah , sebenar nya ia sudah menduga kalau Puspa itu sudah meninggal . Hanya saja ia ingin menggali informasi dulu .
" Meninggal pak , bunuh diri .. Kata tunangan nya " bisik ibu Mijah .
Raihan pun pura - pura terkejut , ia memperhatikan raut wajah ibu Mijah , mencoba menganalisa apakah ada kemungkinan berbohong . Tapi ternyata tidak di temukan kebohongan untuk saat ini ketika melihat ekspresi ibu Mijah yang ketakutan .
" Kalau begitu , saya minta nomer telpon pemilik apartemen ini dan juga nomer ibu , boleh ? Untuk berjaga siapa tau kami butuh keterangan lain " tanya Raihan lagi
" Bboleh pak " jawab ibu Mijah dengan sedikit ragu .
Sedangkan tim narkoba menemukan peralatan pembuatan sabu , dan beberapa bungkus sabu siap edar di dalam kamar tidur utama . Yang di masukkan ke dalam beberapa kardus sepatu , dan di tumpuk dengan rapih di sudut lemari .
Mereka dengan sigap mengamankan semua barang bukti , tak lupa mendokumentasikan terlebih dulu .
" Bu Mijah , boleh ke kamar sini dulu sebentar ?" pinta salah satu anggota tim pak Darma
" Nggih pak " jawab bu Mijah sambil mengikuti nya dari belakang .
Sesampai nya di dalam kamar ,
" Oohh ndak pak , itu kardus - kardus sepatu mbak Puspa dan tunangan nya .. Saya ndak berani mengutak - atik nya , pak " jawab bu Mijah
" Oohh begitu ya , bu Mijah tau ga kenapa tunangan nya tidak membawa ini saat pergi ? Atau meminta keluarga mbak Puspa untuk mengambil sepatu - sepatu nya ?" tanya pak Darma kembali , pak Darma sengaja tidak memberitahu dulu apa isi yang sebenar nya di dalam kardus - kardus tersebut .
" Saya ndak tau pak , saya juga bingung waktu di awal - awal , ini masih ada barang - barang nya . Kok ndak di bawa yo .. Mau nanya ndak tau ke siapa karena mbak Puspa sudah ndak ada . Saya juga ndak kenal sama keluarga nya mbak Puspa . Kalau sama tunangan nya saya sungkan , pak .. Orang nya jarang bicara , saya ndak berani sapa .. Itu pun cuma ketemu sekali waktu mbak Puspa minta tolong saya bersihin apartemen nya . Setelah itu ndak pernah di suruh lagi .
Lha baru ini saya di suruh sama pemilik apartemen ini , saya juga sudah bilang sama pemilik nya kalau masih ada barang berupa sepatu - sepatu mbak Puspa dan tunangan nya yang belum di ambil , ini gimana bu ... Tapi kata ibu pemilik , biarkan saja dulu . Jangan di otak atik takut nanti yang punya datang mo ambil ..
Nanti kalau ada penyewa lagi , baru terpaksa kita pindahin .. Gitu pak " jawab bu Mijah menjelaskan .
Pak Darma pun mengangguk , kemudian ia menjelaskan bahwa ada barang terlarang di dalam kardus - kardus sepatu itu yang sudah di aman kan dan akan membawa nya ke kantor . Pak Darma pun meminta bu Mijah menandatangani surat pengamanan barang bukti dan menjadi saksi bahwa barang - barang tersebut sudah di bawa oleh tim pak Darma .
Dengan sangat terkejut bu Mijah pun menandatangani nya , setelah melihat apa isi dalam kardus itu . Bu Mijah telah setuju untuk tidak menyebarkan peristiwa hari ini demi keselamatan bu Mijah dan keluarga . Bu Mijah juga setuju untuk berpura - pura tidak tahu mengenai penemuan barang terlarang tersebut jika ada yang bertanya selain pak Darma dan tim nya .
Setelah itu mereka pun pamit , dan melakukan penyisiran ke kamar - kamar berikut nya .
Sesampai nya di kantor , tim narkoba segera membentuk tim pencarian untuk menangkap tunangan almh Puspa karena dugaan pengedaran narkotika jenis sabu .
__ADS_1
Sedangkan Raihan membuka kembali laporan peristiwa bunuh diri di apartemen tersebut .
Pada saat perustiwa itu terjadi ia belum berdinas di sektor area yang membawahi apartemen dokter Danu tersebut .
Di dalam laporan itu penyebab bunuh diri karena depresi , akibat hubungan yang tak di restui keluarga . Sempat terjadi keributan saat keinginan korban untuk kawin lari di tolak oleh tunangan nya dengan alasan akan menambah runcing masalah .
Namun di laporan tidak tercantum apa alasan korban memaksa minta kawin lari .
Raihan pun menutup berkas tersebut , ia berfikir keras untuk mendapatkan bukti baru agar bisa membuka kasus itu kembali .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Pemilik apartemen telah di beritahu bahwa kasus ini akan di buka kembali , dan meminta kerjasama nya untuk meminjam kan kunci apartemen mengingat apartemen ini merupakan salah satu bukti kejadian perkara .
Pemilik apartemen juga di larang untuk memasukkan orang selama masa penyelidikkan .
Beruntung nya pemilik apartemen tersebut setuju , karena ia memang merasa bahwa Puspa tidak mungkin sampai bunuh diri hanya kerena hal ini . Ia lebih dulu mengenal Puspa daripada tunangan nya . Karena Puspa lah yang mengajukan penyewaan apartemen ini . Menurut pemilik , Puspa merupakan orang yang lembut , sabar , santun dan periang .
Pencarian pun di mulai , baik itu dari tim narkoba mau pun tim kriminal . Mereka bahu membahu dan saling berkoordinasi untuk melakukan pengejaran .
Kali ini tim Raihan dan forensik yang datang ke apartemen Puspa untuk menyelidiki dan mencari barang bukti lain nya .
" Dan .. Ini " panggil salah seorang anggota Raihan .
Raihan pun segera menghampiri , ia melihat sebuah laci kecil di dalam lemari pakaian . Laci itu sudah di buka oleh anggota nya , dan di dalam nya terdapat sebuah amplop putih .
Di dalam amplop tersebut terdapat sebuah alat tes kehamilan , ada selembar surat keterangan dokter . Raihan membaca semua nya , lalu memfoto alamat klinik dan nama dokter yang tertera di surat nya .
Setelah itu semua nya di masukkan ke dalam box yang di jadikan tempat pengumpulan barang bukti .
Setelah kasus bunuh diri Puspa di buka kembali , Raihan menghubungi keluarga puspa untuk mencari informasi yang belum tergali .
Ia menemukan beberapa kejanggalan dari kasus tersebut , dan mulai mengumpulkan bukti - bukti baru yang akan di serahkan ke pengadilan .
Sedangkan dari tim narkoba juga sudah mencari informasi ke keluarga tunangan nya puspa , yang bernama Dio .
Dari info yang terkumpul dan beberapa bukti , semua mengarah ke jual beli sabu . Dan Dio sebagai penjual dan juga pemakai .
Hanya saja saat ini keluarga Dio tidak mengetahui keberadaan nya di mana .
Dan keluarga Dio juga terkejut ketika di beritahu bahwa Dio bukan hanya terlibat kasus narkotika namun juga pembunuhan , yang menyebabkan kematian Puspa .
__ADS_1
Hari terus berganti , para tim ini masih kesulitan untuk menemukan keberadaan Dio .
###############################