
BUUMMM ..
Sebuah ledakan besar terjadi , dokter Danu dan kedua khodam nya terpental bersamaan .
Udara semakin dingin menusuk , hingga mengeluarkan asap ketika dokter Danu bernafas .
" Uuhuuukk .. Uuuhhuukk.. " dokter Danu terbatuk dan mengeluarkan darah dari bibir nya . Sedangkan kedua khodam tersebut tampak baik - baik saja .
Dengan luka dalam yang cukup parah dokter Danu masih harus membagi energi nya , ia berusaha menahan hawa dingin yang terus merasuk ke dalam pori - pori kulit nya . Tubuh nya sudah menggigil , berbeda hal nya dengan kedua khodam yang memdampingi nya saat ini , mereka tidak terusik dengan hawa apa pun . Karena sejati nya mereka merupakan bagian dari alam gaib ini .
Bayangan hitam itu menghilang , berganti suara - suara dari mahkluk gaib berbagai bentuk menyeramkan dan menjijikkan .
Mereka keluar seperti tawon yang mengincar musuh nya .
Ada yang melayang , ada yang seolah - olah menyeret langkah nya padahal mahkluk itu tidak menapak , seringai - seringai yang memperlihatkan taring hitam dengan liur yang bau busuk , semua nya mengarah ke arah dokter Danu dan kedua khodam itu .
JLEEGGG .. Sesosok mahkluk tiba - tiba datang ,
" HAHAHAHA ... Lumayan juga ilmu kau , manusia .. Namun tetap saja belum mampu menandingi ku " ucap sosok tersebut .
Dokter Danu melihat jin itu , bertubuh sangat tinggi dan besar dengan kedua mata yang putih semua , tidak ada kornea mau pun pupil nya .
" Akhir nya keluar juga kau .. Jin licik " bentak dokter Danu geram .
Dokter Danu mengganti senjata nya dengan mengeluarkan pedang nya yang berkilau karena ketajaman nya . Pedang tersebut cukup di bacakan doa maka sinar nya dapat langsung membuat hangus jika mengenai bagian tubuh dari setan , jin atau iblis . Pedang tersebut bukan lah pedang biasa yang dapat di lihat dengan mata biasa .
Pedang itu merupakan senjata gaib yang hanya bisa di lihat , di sentuh dan di gunakan oleh pemilik nya .
Saat ini pedang tersebut sudah berada di genggaman dokter Danu , dengan tatapan tajam dokter Danu menunggu lawan nya menyerang. Tidak ada rasa takut sedikit pun yang terlihat dari dokter Danu , meski pun saat ini energi nya tidak semaksimal sebelum nya .
Sementara itu sosok jin tersebut sempat mundur satu langkah ketika melihat dokter Danu mengeluarkan pedang nya .
Dokter Danu melihat pergerakan itu , ia tahu bahwa sosok jin tersebut mengenali kehebatan senjata nya .
__ADS_1
Jin tersebut mulai melangkah , mencoba mencari sisi lengah dari dokter Danu . Dokter Danu pun mengimbangi dengan menyiapkan posisi untuk menahan serangan .
Mereka bergerak saling memutari sambil melemparkan kata - kata provokasi .
" Maju atau bertaubat lah kamu " teriak dokter Danu dengan lantang
" Energi mu sangat menggiurkan sekali , manusia bodoh .. Hahaha .. Tujuan ku akan langsung tercapai untuk menjadi jin terkuat hanya dengan menghisap energi satu manusia .. Hahaha " ucap jin tersebut dengan suara menggelegar
" Coba aja kalau bisa , jin jelek .. Kerjaan mu cuma nyiksa aja .
Kalau kau ga bertaubat ya udah sekarang giliran ku menyiksa jin jelek kayak kamu " ledek dokter Danu
" Tentu saja akan ku hisap , kau jangan khawatir .. Pasti aku akan dapat menghisap energi mu .
Dan aku akan menjadi jin yang paling di rebutkan oleh para dukun .. Hahaha .. Dengan begitu tumbal akan semakin berlimpah memenuhi singgasana ku , haha " jawab jin tersebut
" Hhhh bosen banget denger nya .. Lagi - lagi tumbal . Ga ada tujuan lain ya , kasiaann ..
" Hahaha .. Kau tidak akan mampu menghancurkan ku " ucap jin tersebut dengan sombong nya
" Bukan hanya kamu , tapi juga gerbang gaib yang kau ciptakan untuk menjebak para manusia akan ku hancurkan sampai tak bersisa " ucap dokter Danu
Seperti nya jin tersebut juga tidak mau menyerang duluan , ia ingin mengukur serangan lawan nya .
Akhir nya dokter Danu pun menyerang duluan karena ia tidak memiliki waktu banyak .
Dokter Danu melemparkan bola cahaya ke jin tersebut , namun jin itu segera menghilang dan melemparkan bola api ke arah dokter Danu .
Dokter Danu segera meminta ki Rambai dan macan hitam untuk menggempur gerbang gaib sampai hancur , sementara ia menghadapi jin ini .
Lemparan bola api bertubi - tubi di arahkan kepada nya , namun masih bisa di hindari oleh dokter Danu .
Jin itu tiba - tiba menghilang , dokter Danu mulai tersudut , sebab ia tidak melihat keberadaan jin tersebut .
__ADS_1
Hanya lemparan bola api yang datang dengan tiba - tiba tanpa bisa di tebak arah kedatangan nya .
Harimau putih dan macan hitam masih bertarung melenyapkan demit - demit dengan beraneka wujud yang menyeramkan , mereka anak buah jin tersebut .
Gerbang dua alam yang di ciptakan oleh jin itu mengeluarkan api di sekeliling nya , api tersebut menyala - nyala namun pintu tersebut sama sekali tidak terbakar sedikit pun .
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Dokter Danu merasa ia telah di permainkan oleh demit tersebut , ia segera mengeluarkan jurus sapu jagad yang di kombinasikan dengan ajian kalimah sadah . Ia mulai membaca doa - doa , kemudian mengumpulkan tenaga dalam penuh yang di aliri ke kedua tangan nya , dokter Danu pun melakukan beberapa gerakan dengan cepat . Lalu ,
DUUAAARRR .. DUAARR .. DUUAARR .. Terdengar suara ledakan bersahut - sahutan . Seketika ia , ki Rambai dan eyang Suro tertutup asap hitam yang tebal dan hawa panas .. Mereka bertiga meningkatkan kewaspadaan . Namun tidak ada tanda - tanda penyerangan .
Hingga asap tersebut menipis dan terlihat lah suasana yang porak poranda . Pintu hitam itu sudah hancur , bersamaan dengan anak buah demit . Lambat laun mereka semua lenyap . Udara kembali normal . Gerbang gaib tersebut telah musnah , dan ruangan gaib tempat menyimpan energi pun ikut lenyap .
Dokter Danu , ki Rambai dan eyang Suro berdiri saling menatap . Ketika mereka masih dalam kondisi bingung , tiba - tiba tanah yang mereka pijak bergetar . Mula nya pelan , lama - lama semakin kencang ..
" Cepat naik , Dan " ucap ki Rambai .
Dokter Danu melompat ke punggung ki Rambai , setelah ki Rambai kembali dengan wujud harimau putih nya . Eyang Suro pun sudah berubah menjadi macan hitam kembali . Mereka berlari dan melompat - lompat dengan cepat menghindari gejolak tanah .
Tak berapa lama , tanah tersebut kembali normal . Namun udara nya kembali berubah , seperti di awal .. Sangat dingin , sampai hembusan nafas mereka pun mengeluarkan asap tipis . Dokter Danu sudah mulai menggigil .. Hanya ki Rambai dan eyang Suro yang masih tenang , tidak terpengaruh dengan hawa yang sangat dingin ini .
Mereka tahu jika udara dingin ini menandakan bahwa jin itu akan menampakkan wujud nya tak lama lagi ..
Dokter Danu , ki Rambai dan eyang Suro benar - benar di buat kelelahan . Namun mereka bertiga tidak menyerah sampai jin ini bertaubat atau lenyap .
Dengan sisa - sisa energi yang masih melekat kini mereka telah bersiap kembali , menunggu kemunculan nya ..
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Terimakasih ya kaka2 sudah berkenan menunggu update an cerita ku yang ga seberapa ini πππππ€
Smoga terhibur ββπ€π€
__ADS_1