
...jangan lupa komen vote dan like ya...
...warning.....
...sedikit mengandung kekerasan...
malam telah tiba,suasana hutan yang sunyi Tampa suara binatang binatang kecil yang biasanya menghiasi malam kini tidak terdengar
keadaan sunyi seperti ini biasanya menyimpan bahaya yang cukup bisa merenggut nyawa
dikegelapan malam beberapa pasang mata,sedang mengawasi pergerakan dari tiga orang yang saat ini dua dari tiga orang yang sedang diamati sudah mengambil posisi berbaring sedangkan salah satu dari ketiganya seperti yang kebagian tugas untuk berjaga selama dua yang lainnya tertidur.
"kapan kita menyerang mereka ketua"tanya salah satu dari orang orang yang berpakaian serba hitam itu
"tunggu sampai,yang berjaga itu lengah"jawab orang yang disebut ketua tadi
"kalau misi pelenyapan putra mahkota Galaxy berhasil kita akan mendapatkan bayaran yang sangat tinggi dari Dia jadi pastikan misi ini berhasil"
"baik ketua"jawab orang yang berkisar 10 orang dengan pakaian hitam melalui telepati
sedangkan untuk orang yang jadi pengamatan orang orang itu, saat ini yang tidak lain trio Abal Abal yang beranggotakan Lexka,Arsen, dan Dion.
mereka bertiga sudah berbagi jadwal untuk siapa yang berjaga malam ini,dan itu adalah Lexka, sedangkan untuk lexka sendiri iya iyakan saja lagi pula entah kenapa malam ini,iya sedikit bersemangat dengan sesuatu entah apa itu dan iya menantikan itu.
Arsen dan Dion sudah merebahkan tubuhnya diatas karpet berbulu tebal dengan selimut putih yang menutupi tubuh mereka dan mulai memejamkan matanya,menit demi menit terlewati Dion sudah memasuki alam mimpi berbeda dengan arsen yang malah gelisah dan membuat dirinya merasa tidak nyaman
Arsen membuka matanya dan langsung disuguhkan dengan mata biru yang saat ini sedang menatapnya
"kenapa belum tidur hm"tanya Lexka kepada Arsen yang masih menatapnya itu
"tidak tau"jawab Arsen dan masih saja menatap lekat lexka
"ada yang mengganggu pikiranmu by,dan kenapa terus menatapku begitu"tanya Lexka kembali,Arsen yang mendengar itu hanya menggeleng kepalanya pelan tapi tak urung iya mengatakan kegelisahannya kepada Lexka.
"aku tidak tau,tapi aku merasa hawa malam ini tidak nyaman bagiku"jawab Arsen
"jangan pikirkan,semua akan baik baik saja,suasana malam ini akan aku rubah seperti malam biasanya,kau percayakan"Lexka menatap lembut wajah Arsen yang entah kenapa sangat manis saat pipi itu dihiasi oleh semburat merah walaupun penerangan disekitar mereka hanya kobaran api unggun,tapi Lexka dengan jelas melihat wajah Arsen yang entah itu karena udara dingin malam atau karena hal lain
"seperti kau bisa saja,Kaukan bukan dewa"ucap Arsen
"memang bukan,tapi aku bisa merubahnya dengan caraku sendiri,seperti ini contohnya"ungkap Lexka dengan tangan yang tiba tiba mengambil tangan Arsen dan menggenggam nya dengan erat"percayalah Semua akan baik baik saja,dan istirahatlah"ujar Lexka kepada Arsen
sedangkan untuk Arsen sendiri seolah terhipnotis,sekarang iya merasa lebih tenang,dengan adanya genggaman tangan yang Lexka lakukan,Arsen mulai kembali memejamkan matanya,dan juga membalas genggaman ditangan Lexka,tapi sebelum benar benar menuju alam mimpi Arsen bergumam lirih
__ADS_1
"selamat malam... Lexka"
Lexka yang mendengar gumaman Arsen pun membalasnya dengan suara pelan,yang mungkin hanya bisa iya dengar sendiri
"selamat malam... Arsen"
Lexka mengalihkan perhatiannya kepada Dion,yang sama sekali tidak terganggu sedikitpun dengan gaya tidur yang sangat tidak dapat dikatakan rapi,karena selimut yang harusnya menutupi tubuh kini beralih menutupi wajah dan kepalanya,
"latihan mati sepertinya"batin Lexka
malam makin larut,api unggun yang ada dihadapan Lexka mulai menyusut,karena sebagian kayu bakar sudah habis dilahap,mata Lexka mengawasi sekitar dengan tatapan yang menghunus tajam,
sampai pandangannya walau terlihat dari pinggir mata tapi Lexka sudah dapat menduga bahwa apa yang merasuki menglihatannya itu adalah mata pedang yang terkena pantulan bulan dan Lexka pun tersenyum miring
Lexka melihat kearah Arsen,dan iya melepaskan tangannya yang masih digenggam erat oleh Arsen dengan perlahan agar tidak membangunkan Arsen dari tidurnya.
saat sudah terlepas,terlihat Arsen yang sedikit terganggu,Lexka berinisiatif mengganti tangannya dengan boneka panda berukuran kecil sebesar genggaman tangan,dan meletakkannya digenggaman Arsen,terlihat tangan itu menggenggamnya dengan erat.
selesai dari itu Lexka bangkit,meninggalkan Arsen dan Dion yang nyinyak dalam buayan mimpi
sedangkan para orang orang yang dari tadi mengincar rombongan Arsen,mereka tersenyum miring saat melihat orang yang menjaga Arsen sudah pergi,dan itu melancarkan aksi mereka
"sepertinya,ini tidak akan memakan waktu lama ketua"ujar penjahat B kepada si A yang merupakan ketua
kedua orang itu terus,saja merasa diatas angin karena misi ini terasa mudah bagi mereka,Tampa tau predator sedang mengincar mereka sebagai makanan utama,tapi saat ini iya sedang menikmati mainan kecil yang merupakan anak buah dari si A.
satu persatu dari anggota itu ditarik semakin masuk kegelapan dan dihabisi dengan cara yang menyakitkan,seperti salah satu anggota terakhir sebelum menuju dua menu utama
"hias dulu dahinya pakai tato"ujar Lexka dikegelapan malam,dengan menggoreskan belati pada daerah dahi dengan memberikan gambaran bunga,
"bunga bangkai,cocok untukmu"
srett...
srett...
srett...
suara goresan demi goresan yang Lexka buat ditubuh malang pria itu,menghiasi pendengaran Lexka.
setelah itu Lexka memotong motong pria itu,karena iya tidak punya waktu banyak dengan pria malang yang sudah menghembuskan napasnya sejak tadi
"dasar lemah,baru dipotong udah mati"Lexka pun bangkit dan meninggalkan jasat yang sudah tak bernyawa itu
__ADS_1
dan saat ini Lexka melangkahkan kakinya dengan langkah cepat tapi pelan,iya mengangkat pistol kedap suara ditangan kirinya dan mengarahkan ke arah penjahat yang lekxa sinyalir sebagai orang kedua berpengaruh dikempok cicak ini dan...
plasss...
peluru itu dengan mulus mendarat menembus tengkorak kepala si penjahat,dan menungbangkannya sedangkan penjahat utama,terkejut karena bawahannya tiba tiba tumbang ditambah darah yang mengalir dari kepala sangatlah banyak
saat iya ingin memeriksa keadaan rekannya,iya dikejutkan dengan cengraman pada bahunya,saat iya berbalik iya malah mendapatkan pukulan
Bughh...
"arghhhhh...sialan siapa kamu!!"tanya si A,kepada sosok bertudung hitam didepannya,tapi sama sekali tidak ada jawaban
kembali pukulan dari sosok bertudung hitam itu mendarat menghiasi tubuh sosok penjahat yang mengincar nyawa Arsen
Bughh...
Bughh...
Srettt....
Srettt....
kretakkk...
"arghhhhh.... arghhhhh"teriak si A,iya ingin melawan tapi tidak bisa,karena disaat iya ingin melayangkan semua pukulan pada sosok didepannya semua itu bisa terhindar dengan baik
"kau terlalu berisik"sosok itu langsung mengambil sesuatu dan itu adalah paku yang bagian ujungnya sudah iya ikat dengan tali
dengan tidak berperasaan,sosok itu menjahit mulut si A dengan menggunakan paku yang iya ambil tadi.
selesai dari itu,iya pun bermain main lagi dengan kegiatannya mengiris,menguliti,memotong,dan memilah Milah organ yang iya keluarkan dan menghancurkannya
"indah sekali"
setelah mengatakan itu,iya berlalu meninggalkan kekacawan yang iya buat,Tampa membereskan kembali,di balik tudung hitam itu Lexka tersenyum Smirk.
......................
......................
......................
^^^Bersambung....^^^
__ADS_1