DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
34.


__ADS_3

...Jangan lupa komen vote dan like ya...


Melihat tangan yang terulur ingin menyentuh wajahnya,Lexka dengan segera menepisnya dengan kuat


PLAKk


"jaga batasan mu!"Lexka menatap datar pemuda yang mempunyai tinggi setara Arsen.


sedang sang pemuda memandang tidak percaya kearah tangannya yang tertepis,lalu melihat kearah sang penepis yang memandang datar kepada-nya


"kenapa! kena-pa kamu menepis tanganku xin gan"lelaki pemilik iris hijau emerald tersebut menatap terluka kearah Lexka


"karena kau orang asing"


"aku bukan orang asing,aku kekasihmu! kamu tidak mengenalku!!aku AIRU BROOKLYN kamu ingat"ujarnya dengan tangan yang meraih tangan lexka dan menggenggamnya


Lexka menatap mata indah itu yang menatapnya memohon,tapi maaf iya tidak goyah atau merasa kasian dengan tatapan seperti itu lain kalau Arsen yang menatapnya seperti itu-


"Arsen"batin Lexka yang teringat dengan sosok sang tunangan,yang malah iya lupakan untuk beberapa saat


Lexka melihat tangannya yang tergenggam dengan cepat melepaskannya dan langsung membalikan tubuh dan ingin pergi tapi tubuhnya malah dipeluk sosok berambut emas yang katanya bernama AIRU.


"kamu ingin kemana,jangan meninggalkan aku lagi"


"lepaskan tanganmu dari tubuhku"


"tidak aku tidak akan melakukannya"AIRU menggelengkan kepalanya dan mengeratkan dekapannya kepada tubuh Lexka,dan membuat si empu tubuh risih


"lepaskan!"


kembali AIRU menggeleng tanda tidak mau,Lexka yang diuji kesabarannya pun makin menipis nilai baik dalam dirinya makin terombang-ambing,disini dirinya ingin segera mencari keberadaan kekasihnya iya merindukan wajah manis itu.


"apa mau mu?,kita tidak saling mengenal aku bukan kekasihmu,kau salah mengenali orang maka lepaskan aku"jelas Lexka berusaha memberi pengertian


"aku ingin bersamamu!,aku sudah menunggumu sangat lama jadi jangan campakan aku, bawa aku-bawa aku"


lexka mendengus dan dengan kuat iya mencengram tangan yang melingkar di pinggangnya dan melepaskan secara paksa sambil berbalik dan menatap sosok AIRU.


"cukup dengan segala drama ini, pergilah jangan menggangguku"mengatakan hal itu Lexka langsung melangkah pergi walah dengan langkah tertatih iya berusaha menjauh menyesal tadi dia masuk kesini,sedang AIRU hanya menatap nanar kearah Lexka yang sedikit demi sedikit menjauhinya

__ADS_1


"kembali!! jangan meninggalkan aku sendiri,kem-bali"AIRU merosot dan terduduk diam dengan pandangan kosong menatap kedepan masih melihat setiap langkah yang diambil oleh Lexka,tangan AIRU naik dan mencengram rambut keemasan nya dengan kuat sorot ketakutan terlihat dimatanya.


Lexka yang tadinya berjalan untuk meninggalkan menghentikan langkahnya kala dan dengan cepat melihat kebelakang kala mendengar suara teriakan dan disusul bau anyir darah yang tercium mengikuti udara sekitar yang masuk ke penciuman Lexka


"AAAAAAAA KEMBALI!! ASTERRRR KEMBALIIIIIIIIIII,TiDAK DARAH KAMU BERDARAH TOLONGGG HIKS-HIKS ARGGGGGGGGGGG"AIRU terus berteriak dan menusukkan belati pada lengan dan bagian pahanya sampai pakai putih yang iya kenakan ternodai oleh darah yang mengalir semakin deras


Lexka mengambil langkah dengan cepat menghiraukan sakit ditubuhnya,saat melihat AIRU yang malah ingin mengarahkan belati itu untuk menusuk mulutnya pas saat belati itu akan melukai bagian dalam tenggorokan AIRU Lexka menepis tangan tersebut dengan kuat sampai belati tajam itu terlempar cukup jauh


TRANggg


"UDAH GILA"bentak Lexka yang memegang kedua tangan AIRU yang akan kembali melukai dirinya


"HIKS hiks-hiks dia sini,darah, banyak luka KAKAK bukan aku, bukan jangan pergi jangan"AIRU terus berbicara ngelantur bahkan ucapan yang iya katakan sangat cepat


Lexka yang melihat ada kejanggalan pada AIRU mengambil jalan dengan membuat AIRU tidak sadar dengan menotok beberapa area dekat dadanya.


"Bipolar"


Lexka memegang bawah leher dan bawah perpotongan lutut AIRU dan mengangkat tubuh yang ternyata ringan itu


"lebih ringan dari Arsen,seperti tidak pernah makan!"


"nona"seru angxi antusias


"angxi siapkan satu kamar,dan peralatan medis lengkap aku akan menggunakannya"ujar Lexka


"untuk apa semua it-"


"kau akan tau lakukan saja perintah ku"


"baiklah!!,nona!"jawab dan panggil angxi kepada Lexka


"HM-"


"tuan Arsen terluka"ujar angxi membuat detak jantung Lexka terasa berhenti


"ba-gai, bagaimana bis-a"ujar Lexka terbata


"nanti saya jelaskan,nona segera kesini tuan menunggu"

__ADS_1


Tampa babibu Lexka langsung membaca mantra pembuka dan menghilang dari sana bersama AIRU yang tidak sadarkan diri bersama luka yang darahnya banyak mengalir.


......................


menatap pintu besar didepannya Lexka ragu untuk masuk rasa bersalah yang teramat besar menghantamnya,melihat kearah kedua tangannya yang malah bergetar ditambah keringat yang ikut turut muncul.


"kau sudah menyakiti nya,Lexka bodoh"saking marah dengan dirinya iya memukul kepalanya dengan tangannya sampai pintu terbuka menampakan sosok Dion yang melongo tapi dengan segera iya mundur dan pasang kuda-kuda kalau seandainya Lexka menyerang


"uban sadar apa kagak lu"ujar Dion dengan suara rendah karena Arsen sedang tertidur setelah minum obat.


"Dion!benar aku menyakitinya"


"Hah!apa kau masih belum waras ya"


"jawab aku!?,apa aku penyebab Arsen terluka!"Lexka mengangkat wajahnya untuk menatap Dion menanti jawaban yang berbeda dari penjelasan yang angxi katakan kepadanya


"ooooooh kau tau kau hampir membuatnya menghadap yang maha kuasa,bahkan bukan hanya yang mulia aku pun hampir mati jomblo karena ulahmu yang menjadi tidak waras itu"


"jadi benar"Lexka kembali menunduk dengan tangan terkepal dan hatinya terus menyumpahi kebodohan yang iya miliki karena tidak bisa menahan sosok lain dirinya.


"uban Lo baik kan!"tanya Dion yang melangkah mendekat kearah Lexka yang tidak menjawab dan makin menunduk dalam.


saat Dion sudah berada dihadapan Lexka Tampa kata Lexka ikut melangkah mendekat dan menjatuhkan kepalanya dibahu Dion ditambah bahunya yang bergetar yang iya ketahui iya menangis karena rasa bersalah nya makin bertambah besar dihatinya


"he-i ub-an"Dion berdiri kaku dan untuk bicara saja iya terbata iya ingin menjauh tapi saat mendengar ucapan lirih Lexka iya urungkan


"sebentar saja"lirih Lexka dan keduanya terdiam di depan pintu kamar Arsen yang masih terbuai mimpinya


"maaf by,maaf! jangan membenciku"batin Lexka yang memejamkan matanya,Dion sendiri yang melihat untuk pertama kalinya kesedihan yang dialami Lexka menepuk pelan bahu rivalnya tersebut


"udah ban jangan sedih,walau gue sempat kesal sama perlakuan Lo sama yang mulia Arsen tapi gue tau itu bukan kemauan Lo"ucap Dion


"Hm-"


......................


......................


......................

__ADS_1


^^^Bersambung...^^^


__ADS_2