
...jangan lupa komen vote dan like ya...
berjalan dilorong istana,dengan menjadi pusat perhatian orang orang hal biasa bagi Lexka tapi kali ini kerisihan muncul karena tatapan itu terus saja tertuju kepada baby-nya yang berjalan didepan dengan mengendong boneka panda.
rasa panas menggelora hadir dihati Lexka,saat tatapan para gadis maupun perempuan tuir terus mengikuti langkah Arsen,ingin rasa hati mencongkel bijik mata mereka,ih geramnya
tiba tiba langkah Arsen berhenti,membuat Lexka pun melakukan hal yang sama,Lexka bingung kenapa Arsen berhenti dengan menatap kesatu titik,saat Lexka melihat yang Arsen perhatikan iya hanya memutar matanya malas
disana didekat,taman terlihat rombongan berisi kaisar dan permaisuri yang sedang berbicara suatu hal dengan seorang wanita hampir paruh baya yang dikelilingi 5 orang laki laki muda,dan Lexka tidak terlalu tertarik akan itu dan memilih melihat kearah Arsen kembali
"by..ada apa hm"dengan hati hati Lexka mengusap pipi Arsen,seolah tersadar dari lamunannya Arsen langsung melihat kearah Lexka dan menggeleng
"aku tidak apa-apa"jawab Arsen dengan menggeleng kepalanya
"terus kenapa tadi melamun,kalau ada yang mengganggu cerita"
"emm nanti ya"ujar Arsen sambil menatap Lexka,dengan mata yang walaupun sedikit bengkak karena menangis tadi tapi tidak menghilangkan binar cantik dari mata itu
"iya,nanti.aku tidak meminta sekarang untuk kamu bercerita"jawaban Lexka membuat senyum Arsen mengembang
"Lexka!"panggil Arsen,kepada Lexka yang masih terus menatapnya dengan tangan yang mengusap pipinya,Arsen sebenarnya nyaman akan usapan itu tapi disini kan banyak orang dia kan malu
"Hmm"
"aku malu!"ujar Arsen sambil menyembunyikan wajahnya ditubuh boneka yang iya peluk
"yaudah, ayo jalan!"dan Lexka menarik lembut sebelah tangan Arsen,sedangkan yang sebelah digunakan untuk memegang boneka sebesar gaban
"Lexka,hati hati!!liat bubu nya keseret"
"biarkan saja"
"ih jangan gitu,nanti dia sakit"sambil memperbaiki pegangannya kepada si boneka agar tidak terseret di lantai
"benda mati itu,mana mungkin bisa sakit"
"bisa,dia tadi bilang"
"by,jangan gila dulu,kita belum nikah"
"memangnya siapa yang mau nikah sama Lexka"
"kamu gak mau nikah sama aku"
__ADS_1
"gak"dengan gampangnya,Arsen mengatakan tidak dengan congornya itu tidak taukah my heart retak plus berceceran.
"Lexka ngapain sih jongkok seperti itu?"tanya Arsen karena melihat Lexka yang aneh,tidak ada angin tidak ada hujan malah terdampar jongkok dibawah kek orang susah
"ngumpulin hati aku by"jawab Lexka
"HAAa mana,Lexka jangan nakutin ah,mana hatinya"Arsen pun ikut jongkok juga karena melihat Lexka yang memegang dadanya
Lexka yang melihat Arsen ikut jongkok ,terlintas ide untuk menjahili Arsen bodo amatlah dengan orang orang yang melihat mereka,ini iya lakukan untuk membuang rasa kesal nya
"Lexka"panggil Arsen, tapi tidak dijawab sama sekali
Lexka masih memegang dadanya untuk menunjang ekting sakit hati mendalam,dan bangkit begitu saja menghiraukan Arsen yang masih duduk jongkok dan langsung jalan meninggalkan Arsen.
Arsen yang melihat Lexka meninggalkan pun ikut bangkit dan berlari mengejar Lexka,yang dipanggil tidak juga menjawab
"Lexka tunggu!"entah kenapa Lexka berjalan seperti dikejar setan cepat sekali
Lexka sendiri,mencoba tidak perduli dengan keberadaan Arsen yang masih berlari mengejarnya dengan si bubu yang terombang ambing karena gerakan Arsen,sebenarnya Lexka tidak tega tapi untuk memberi Arsen sedikit sentilan iya akan bertahan sampai besok dengan sikap seperti ini.
"Lexka ber-henti,tunggu"Arsen sudah tidak berlari lagi,iya malah sudah berjongkok dengan tangan yang memegang kepalanya,yang tiba tiba sakit,ditambah pandangannya tiba tiba buram
Arsen tidak menghiraukan orang yang berlalu lalang membicarakan dirinya seperti
iya bukankah itu dia
lihatlah betapa menyedihkan dia
saya dengar dia merupakan putra mahkota yang tidak bisa diharapkan
ya kau lihat saja,diakan lemah dia merupakan aib karena tidak memiliki sihir keluarga kekaisaran ini ditambah iya hanya mampu menguasai sihir rendah yang anak kecil saja bisa melakukannya
aku sih lebih mendukung pangeran kedua yang menduduki kursi sebagai putra mahkota
iya saya setuju,dengan apa yang anda katakan lady
dasar tidak berguna dll
dan kata kata tidak berguna itu tergiang Giang dipikiran Arsen,hatinya terasa sangat perih dan iya berpikir apa karena iya yang tidak berguna maka iya ditinggal
tidak ibu,ayah dan semua orang didekatnya menjauh seolah tidak mau mengenalnya apa mereka malu akan kehadirannya
Arsen makin menunduk dan si bubu yang sudah terbaring mengenaskan didekatnya,dan saat larut dengan pikirannya Arsen kembali tertarik kedunia nyata saat merasakan tubuhnya terangkat keatas,dan iya merasa tenang saat harum familiar yang sudah iya hapal merasuk Indra penciuman nya
__ADS_1
"Dion bawa boneka itu"ujar datar Lexka kepada Dion yang ada disampingnya,Dion pun menuruti perkataan Lexka dan kembali menatap tajam kedepan setelah melakukan apa yang Lexka katakan
ya itu Dion dan Lexka,tadi saat Lexka sadar Arsen sudah tidak mengejarnya iya malah putar balik untuk mencari Arsen dan malah bertemu Dion,dan mereka pun memutuskan bersama untuk mencari Arsen
dan apa yang mereka lihat dan dengar dari para bangsawan sialan itu,membuat keduanya geram,apa lagi Lexka yang melihat Arsen yang sedang berjongkok dengan tangan yang meremas kepalanya
"Lexka"ucap Arsen sambil mengeratkan pelukannya pada leher jenjang Lexka
"Hm"
"jangan tinggalkan aku"
"tidak akan"
"janji"
"janji,istirahatlah"ujar Lexka sambil mengusap punggung Arsen pelan yang saat ini ada di gendongannya
"Hmm"Arsen pun mulai memejamkan mata nya,dan masuk kedalam mimpi
Lexka menatap pada para bedebah didepannya,dengan tajam
"jaga ucapan yang keluar dari bibir kalian,sebelum kujait"ujar lexka dengan memindai orang yang ada disana
"garis lahir saja dari bangsawan,mulutnya kek kandang sapi penuh kotoran"Dion pun mengeluarkan komentarnya
"para anak babi memang begitu"sambung Lexka
"minta dipenggal mereka"ujar Dion lagi
dan para bangsawan yang ada disana hanya mampu terdiam karena semua orang tau pengawal Dion dari putra mahkota itu ditakuti karena kekuatan yang iya miliki
sedangkan untuk lexka sendiri,mereka malah takut dengan aura yang iya keluarkan,apa lagi mata biru yang menyorot mereka seolah olah ingin menelan mereka semua
Dion dan Lexka pun meninggalkan tempat para bedebah yang berkerumun itu mata mereka bisa tercemar jika terus disana.
......................
......................
......................
^^^Bersambung....^^^
__ADS_1