DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
6.


__ADS_3

...jangan lupa komen vote dan like ya...


Lexka saat ini sedang memperhatikan wajah laki laki manis didepannya,yang saat ini sudah terlelap kedalam mimpi,terlihat mata yang terpejam tersebut membengkak,bibir yang kemaren iya lihat berwarna merah menggoda kini berubah menjadi pucat,pipi yang waktu itu tertangkap penglihatannya bersemu kini hilang digantikan dengan warna pudar.


ingatan Lexka membawanya pada kejadian 1 setengah jam yang lalu dimana...


Flashback....


"kau...."tapi terputus karena tangisan dari laki laki manis pemilik iris mata berwarna abu abu yang menatap penuh kesakitan kepada dirinya.


karena tidak mau laki laki manis tersebut terlalu lama di lantai yang dingin,Lexka dengan segera mengangkat tubuh ringan Arsen dan langsung meletakan ya di atas kasur.


Lexka meletakan punggung tangannya pada dahi Arsen dan saat tangannya menyentuh area dahi,rasa panas langsung menyengat pada bagian kulit tangan yang terkena.


Lexka segera bangkit,menuju kamar mandi dikamar inap arsen,iya masuk dan mengambil air dingin dengan menggunakan mangkok berukuran sedang dan sapu tangan dari ruang dimensi,dan segera keluar menghampiri Arsen yang masih dengan tangisannya


iya duduk dipinggir kasur dengan mangkok yang iya bawa ditaruh diatas nakas kecil sebelah kasur dan mulai acaranya mengompres Arsen yang dari tadi terus melihat Lexka dengan mata yang masih banjir air mata,dan itu menggemaskan tapi kasihan juga dia


"sudah jangan nangis,nanti kau susah nafas"ujar Lexka sambil meletakan kain kompresan di dahi Arsen dan juga menyeka air mata dari wajah manis yang sedang menatapnya


"ibu jangan ti-nggalin Arsen"ujar Arsen mungkin matanya sedang rabun maka iya menganggap Lexka emaknya,dan tangan Arsen memegang ujung kemeja yang digunakan lexka dengan erat


"ohh nama baby panda gue Arsen,ehh gue bilang apa tadi...ah terserah ini milik gue pokoknya"batin Lexka yang sudah mengklaim Arsen miliknya


"mungkin permohonan yang dibawa lampion gue udah dicomot dewa makanya permintaan gue tadi langsung diiyain biasa anak baek,suka nabung tidak syombo-"buyar sudah batinan Lexka saat mendengar suara tangis susulan dari baby pandanya


"ib-bu ma-u ting-galin Ar-sen hiks...lagi,ar-arsen janji gak nakal huwaaaaaa"


tangis Arsen makin kuat,Lexka ketar ketir melihatnya,ya Tuhan kuatkan Lexka menghadapi godaan mahluk manis didepan hamba ini agar tidak khilaf


"udah dong jangan nangis lagi lu tong tong,emak gak akan tinggalin elu jadi diam"walau tidak tau apa yang di ucapin orang yang iya anggap ibunya,saat iya mendengar kata gak akan tinggalin yang artinya tidak meninggalkannya membuat Arsen mulai tenang dan tangisannya yang tadi berangsung ansur menghilang walau masih meninggalkan sesegukan


"janji jangan tinggalin Arsen"sambil mengancungi jari kelingkingnya


"iya janji"sambil mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Arsen.


"tapi bo'ong yaaa,,gak deh bercanda gue,tadi iklan"batin Lexka ngawur


selesai dengan percakapan dan urus mengurus Arsen dengan memberi obat dan segala macam hal seperti mengganti baju Arsen yang sudah basah akibat ulahnya yang tidak sengaja menjatuhkan baskom berisi air kompresan tadi.


tidak tanggung tanggung,baskom tersebut menghantam dahi paripurna arsen dan untuk menghilangkan tanda bukti penganiayaan Lexka menempelkan pelester penurun panas untuk menutupi dahi Arsen yang dicium baskom,walau Arsen tadi sempat merengek kesakitan.

__ADS_1


dan untuk kegiatan yang menguras beban pikiran Lexka adalah saat mengganti pakaian Arsen yang basah tadi dengan pakaian yang baru Lexka ambil di ruang dimensinya berupa piama berwarna putih bergambar sapi


selama proses mengganti pakaian itu iya hampir khilaf,tapi bersyukurlah dirinya kuat dari godaan mahluk manis didepannya ini,dan sepanjang mengganti pakaian Arsen selama itu lah Lexka memelototi matanya melihat tubuh Arsen yang mulus kek cewek.


dan setelah semua yang iya lalui Arsen pun tertidur pada sekitar jam 3 pagi


flashback off....


...----------------...


"anjir matahari udah mau terbit gue belum ada penjamin mata,gue mau balik kekamar tapi gak mungkin gue tinggalin baby panda gue sendiri,apa lagi keadaan pintu yang sudah rusak"


"ditunggu apa gak ya,nanti kalau gue tinggal takut Arsen digondol banci kaleng kan berabe"


"aduh dilema gue"


Lexka pun bangkit dari acara duduknya dan berjalan menuju kearah jendela dan membukanya,angin pagi yang menyapu area kulitnya wajahnya langsung membuat mata Lexka yang awalnya berat kek beban hidup,langsung fresh seketika.


bahkan tulang didalam tubuhnya seperti disiram air es,langsung bergetar raganya.


"breerrrr... dingin sekali leeeee"ujar Lexka sambil mengibas ngibas masker yang tadi iya lepaskan,pengap iya seharian ini pakai masker Tampa dilepas gak seharian sih tadi dia makan dilepas.


"siapa kamu!?"tanya sebuah suara parau seseorang kepada Lexka.


......................


......................


Arsen POV


tubuhku sakit sekali,oh ya semalam aku bermimpi bertemu dengan ibu,dan ibu merawatku dengan baik aku senang akan hal itu.


tapi semalam yang aku ingat,aku tidak berada dikasur ini melainkan dilantai kalau tidak salah,lalu kenapa aku bisa disini apa semalam ibu benar benar datang tapi tidak mungkin.


oh apa mungkin Dion yang menemukan dan memindahkan aku kesini,tapi kan pintu sudah aku kunci semalam tidak mungkin Dion dengan lancang membuka pintu kamar ini Tampa seijinku.


loh pintunya kenapa seperti itu,apa ada penyusup atau itu ulah Dion.


saat Arsen sedang mengedarkan pandangannya iya malah melihat seseorang yang sedang berdiri didepan jendela,karena pandangannya sedikit buram maka orang tersebut sedikit tidak jelas Arsen tau itu bukanlah Dion , dan iya pun memilih bertanya


"siapa kamu!?"tanya Arsen dengan suara parau dan tenggorokannya juga sakit untuk sekedar berucap sebenarnya tapi iya paksakan

__ADS_1


karena untuk berjaga jaga Arsen mengambil sebilah belati yang iya sembunyikan di bawah bantal tidurnya dan mengengam erat


dengan keadaan yang seperti ini,pasti iya akan dengan mudah ditumbangkan apa lagi saat ini iya tidak bisa menggunakan sihir,karena keadaanya saat ini


sehat saja iya hanya mampu menggunakan sedikit sihir apa lagi keadaan sekarang.


POV End...


Lexka yang mendengar suara baby nya hanya tersenyum tipis,dan setelah itu iya memasang tampang datar harus jaga image dia tuh


"Hm"gumam Lexka dan itu sungguh mengesalkan bagi Arsen,iya juga pikir dimana Dion yang batang hidungnya kagak keliatan


"jawab pertanyaan ku siapa kau,dan apa urusanmu disini"tanya Arsen kembali


"kalau ku bilang,ingin mendapatkanmu!? "jawab Lexka dengan masih membelakangi Arsen


"jangan membual jawab pertanyaanku dengan benar"


"itulah kenyataannya baby panda"


Deg


jantung Arsen langsung berhenti berdetak rasanya saat mendengar panggilan dari orang yang sedang membelakanginya,panggilan yang diselipkan oleh orang itu.


orang yang sudah iya temui selama 2 kali,Tampa disengaja


"apakah itu dia"batin Arsen sambil termenung


Tampa iya sadari Lexka yang sudah berdiri dihadapannya dan berjongkok menyamai tinggi Arsen yang sedang duduk dikasur,saat wajah mereka sudah sejajar Lexka pun meniup wajah Arsen,yang membuat si empu wajah terkejut.


saat Arsen mengangkat pandangannya iya terkejut dengan pemandangan yang ada didepannya yang saat ini menampilkan wajah yang dihiasi rupa tampan bercampur cantik dengan permata biru yang memandang dirinya, rasanya iya ingin tenggelam saat menatap permata dihadapannya


"Hallo Baby,....."


......................


......................


......................


^^^Bersambung....^^^

__ADS_1


__ADS_2