DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
4.


__ADS_3

...jangan lupa komen,vote dan like ya...


Arsen dan Dion yang merupakan pengawal pribadi sekaligus tangan kanannya,saat ini sedang bersiap siap didepan gerbang istana.


mereka akan kembali melakukan kunjungan diam diam ke desa semanggi untuk melakukan perkerjaan.


perkerjaan yang bersifat rahasia ini mereka lakukan berdua saja,karena bagi Arsen untuk apa membawa orang banyak banyak kalau semisalnya jadi beban buat apa,dan perkerjaan ini juga bukan perkara sulit mereka berdua saja cukup untuk itu.


kalau bertanya kenapa harus Arsen yang turun langsung bukan dari pihak kerajaan DIAMOND yang menaungi desa yang masuk pada wilayahnya,jawabannya adalah karena pihak istana acuh soal masalah itu maka kepala desa disana minta bantuan pihak kekaisaran untuk memecahkan masalah.


dan untuk masalah ini sudah lama terjadi mungkin sudah satu tahunan masalah ini tidak diatasi dan makin menjadi kecemasan warga sekitar,walau sebagian dan sebagian lainnya memilih acuh saja karena bagi mereka apa yang hilang bukan milik mereka jadi diam aja.


( orang seperti itu,mati urus diri sendiri jangan gerepotin orang🄱 )


jadi disinilah Arsen dan pengawalnya Dion Tampa dilepas kepergiannya oleh siapa pun karena Arsen merupakan putra mahkota yang tidak dianggap oleh kaisar,bagi kaisar anak seperti Arsen tidak berguna dan pembawa sial.


jabatan saja yang menyemati nama PUTRA MAHKOTA didepan namanya,mungkin suatu hari semua itu akan hilang dalam sekejap dan digantikan dengan yang lain.


sudahlah kita balik pada Arsen dan Dion yang sudah membuat portal teleportasi yang cukup untuk mereka berdua lewati sampai di desa semanggi.


Tampa kata mereka berdua pun memasuki portal yang ada didepannya, dan dalam hitungan menit mereka langsung tiba digerbang masuk.


"apa kita langsung menuju penginapan yang mulia"tanya Dion kepada Arsen yang sedang memandang lurus kedepan


"Hm"dan iya langsung melangkah begitu saja meninggalkan Dion,yang melongo mendengar jawaban Arsen.


"sabar sabar, dia tuanku jangan ditendang"gumam Dion sambil mengusap dada ratanya itu dan mulai mengikuti Arsen yang ada didepannya.


......................


......................


......................


pagi ini didesa Semanggi Arsen dan Dion memperhatikan kegiatan warga sekitar yang sedang antusias menyiapkan pestival lampion yang akan diadakan malam ini


lampu lampu dengan bentuk unik sudah mulai dipasang pada bagian pinggir jalan,atau bagian depan rumah warga,anak anak kecil sibuk berlari kesana sini bermain bersama teman sebayanya.


Arsen maupun Dion dengan pakaian warga biasa saja tidaklah terlalu WAH' atau IUuu yang sedang sedang saja..

__ADS_1


mereka berdua terus berkeliling sampai langkah itu terhenti pada sebuah rumah makan yang banyak diminati warga disini,membuat langkah mereka membawa masuk kesana


melihat keadaan didalam sangatlah penuh para pembeli bahkan meja dan kursi sudah tidak ada lagi yang kosong,Arsen memutuskan untuk ingin kembali,tapi sepertinya Dewi portuna masih berpihak padanya karena satu meja baru kosong dan ditinggalkan pembeli yang sudah selesai.


dan meja itu sedang dibersihkan oleh pelayan tanpa menunggu lebih lama Arsen maupun Dion langsung saja menempati meja tersebut


"selamat datang para tuan mudah mau pesan apa"tanya pelayan disitu dengan senyum ramah


Dion dan Arsen melihat Buku menu yang ada disana dan Dion mulai bersuara...


"saya pesan roti isi daging satu,sop sayur,dan minumnya teh"ucap Dion sambil meletakkan kembali buku menu ditangannya,dan pelayan tersebut langsung mencatat pesanan


"baiklah,untuk anda tuan"tanya pelayan itu pada Arsen yang masih terdiam dengan buku menu yang sudah iya letakan kembali


"roti manis dan teh melati"jawab Arsen


"baik tunggu sebentar tuan tuan"pelayan itu pun pergi untukemberi tau pihak dapur tentang pesanan pembeli


sambil menunggu Arsen menatap sekitar sampai pandangannya jatuh pada seseorang yang duduk dipojok rumah makan didekat jendela sedang melihat keluar jendela


"warna rambut itu bukan kah dia---!?" batin Arsen sambil terus menatap orang yang duduk dipojok ruangan,saking sibuk dengan pikirannya iya sampai terkejut saat mata beriris biru itu menatapnya tajam.


sedangkan Dion melihat tingkah tuannya memilih bertanya


"Ada apa yang mulia"dengan suara kecil yang hanya bisa didengar oleh iya dan Arsen


"pakai tanya lagi,Cihh"gerutu Arsen dalam hati


dan Arsen malah memilih bergumam tidak jelas"Hm"


"dasar aneh"batin Dion


sedangkan orang yang menjadi pusat perhatian Arsen saat ini sedang terkekeh geli melihat tingkah malu dari seorang Arsen.


Lexka ya orang yang memiliki mata biru itu tidak lain Lexka,karena usil iya mengambil kertas dan sepidol hitam dengan sembunyi sembunyi dari ruang dimensinya dan menulis sesuatu dikertas tersebut setelah itu membentuknya menjadi pesawat dan melempar pesawat kertas itu kearah meja Arsen.


pesawat itu melaju dengan mulus dan mendarat dengan baik menabrak kepala Arsen


sedangkan Arsen tersentak karena sesuatu yang membentur kepala bagian samping kepalanya sebelum jatuh,saat iya melihat kelantai iya menemukan kertas berbentuk aneh yang tergeletak disana,karena penasaran iya ambil itu kertas.

__ADS_1


Dion yang ikut penasaran dengan kertas aneh ditangan tuannya pun bertanya


"apa itu yang mulia!?,kenapa bentuknya sangat aneh"


"tidak tau"


"buang saja yang mulia,saya takut itu berbahaya bagi anda"


tapi Arsen tidak mengindahkan perkataan dari Dion dan terus mengamati pesawat kertas ditangannya,yang iya anggap aneh


karena melihat lipatan pada kertas ditangannya Arsen pun membongkar pesawat kertas itu dan apa yang iya dapati membuat badannya menegang


dan itu tertangkap mata biru lexka yang masih mengamati semua kegiatan Arsen sambil memakan makanan pesanannya yang sudah datang tadi,walaupun gerakan tersebut terjadi dalam hitungan detik tapi itu sukses memunculkan senyum geli dari Lexka yang saat ini wajahnya tidak tertutup penutup wajah.


walaupun begitu tangan sebelah kirinya masih menghalangi pandangan orang lain padanya


sedangkan Arsen mengalihkan pandangannya kearah meja pojok dan disana iya melihat orang pemilik mata biru tersebut sedang melihat kearahnya dengan tangan yang menutupi hidung dan mulutnya,tapi tangan itu malah bergeser kesamping dan memperlihatkan setengah wajahnya yang dihiasi senyum tipis


Arsen langsung terdiam melihat senyum yang menghiasi wajah yang hanya diperlihatkan sebelah saja tapi semua itu langsung buyar dengan kedatangan pelayan yang membawa pesanannya tadi


saat Arsen kembali melihat kepojok iya sudah menemukan orang itu lagi disana,segera saja Arsen melihat sekitar dan pemilik mata biru itu sudah berada dipintu keluar dan pergi begitu saja.


Arsen meremas kertas ditangannya dan menyimpan kertas tersebut kesaku celananya,sedangkan Dion sudah menikmati makanan yang ada didepannya,dan sudah malas berbicara dengan tuannya karena iya terus diacuhkan, tuannya sangat aneh


dan untuk kertas tadi Dion tidak mempermasalahkan lagi karena sepertinya kertas itu tidak berbahaya,


"kamu siapa sebenarnya" batin Arsen


"kalau ada pertemuan kembali,kau harus menjadi milikku bayi panda"batin Lexka


"mahal sekali kacang yang tuan jual" batin Dion


...apa aku semenarik itu hmm!?...


......panda ......


......................


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2