DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
46.


__ADS_3

...Jangan lupa komen vote dan like ya...


Arsen bersembunyi di antara pepohonan bambu,dengan busur panah di tangannya,matanya sedikit melirik dari sela-sela bambu dimana matanya menangkap wujud mahluk mirip mayat hidup yang saat ini sedang berjalan perlahan mencari keberadaan dirinya serta 3 rekannya yang lain.


Mata kelabu miliknya memindai keadaan sekitar dimana jika iya melirik kesebelas kanan posisi di balik dahan pohon iya akan melihat wujud Dion yang bergelantungan di antara dahan kokoh,dan kala matanya kekiri iya akan melihat Luangxi yang melakukan kamuflase di dekat semak-semak belukar.


"Kamu dimana!?"Arsen mengusap pelupuk matanya yang mengabur terhalang oleh cairan bening yang menghinggapinya,saat satu sosok lagi tidak dapat matanya jangkau dan temukan walau iya sudah melihat kesana kemari.


Empat orang berlari dengan cepat,saat gerombolan mahluk aneh menyerupai manusia tapi bertubuh hijau dengan bagian kepala tidak mempunyai kerangka yang mana karena hal tersebut otak berwarna merah kehitaman seperti meleleh dan bergerak kesana kemari saat mahluk itu berlari mengejar mereka apa lagi di tambah mahluk itu terus bergumam.


otak segar


otak segar


otak segar


dengan senjata masing-masing yang mereka bawa terlebih Arsen selalu di tengah berlarinya iya selalu membidik mahluk tersebut tapi apa yang di dapat bukannya mati mahluk itu malah membelah diri saat mendapat luka.


"Bagaimana ini mereka tidak bisa mati" ujar Dion sambil terus memacu tungkai kakinya untuk berlari makin cepat


"Lexka!"panggilan Arsen membuat Lexka menatap wajah sang terkasih yang nampak kelelahan dengan wajah penuh peluh,Lexka yang tau Arsen tidak boleh terlalu kelelahan karena itu dapat mempengaruhi kesehatan nya memutar otak untuk dapat lolos dari mahluk jelek yang masih terus mengejar mereka itu.


BRUKk


Baru mau memutar otak untuk mendapatkan ide keempat orang tersebut terkejut karena langkah mereka rupanya salah ambil menyebabkan Arsen,Dion, Lexka dan Luangxi terjerumus masuk ke dalam jurang tidak terlalu dalam makanya mereka tidak terluka berlebihan hanya tergores sedikit.


bangkit dari keterjatuhan yang mereka alami satu persatu dari mereka mencari tempat bersembunyi dari mahluk yang sekitar tiga wujud yang juga ikut terjerumus masuk jurang.


dari sekian banyak yang mengejar mereka hanya tiga itu yang mereka deteksi keberadaannya setelah puluhan mahluk yang mengejar mereka dan dari sana Lexka tidak terlihat di mata Arsen setelah pegangan tangan keduanya terlepas saat terjatuh.


Arsen menatap kearah samping bilah bambu dimana mahluk itu berada persis di sebelah kanan tubuhnya,dengan bergerak perlahan Arsen merubah keberadaan nya dengan memutari bambu itu.


KREKk


Mahluk itu dengan cepat menatap kesebelas kirinya saat mendengar suara ranting patah dan berlari kecil menghampiri sumber suara, menatap kesana kemari dan mahluk itu mendengus karena hanya menemukan kekosongan,sedang Arsen menahan nafas sambil berpegangan pada batang pohon dekat bambu tempat saat ini iya bersembunyi setelah dengan ceroboh menginjak ranting kering sambil melirik mahluk tersebut dari ujung ekor matanya.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Tap


Tap


Tap


Srakkkk


Srakkkk


CRASSSSS


pedang yang terbuat dari batu jambrut berhasil menebas kepala mahluk bertubuh hijau dengan otak busuk yang sangat menggangu penglihatan orang yang menatapnya,tanpa membuat mahluk itu bisa membelah diri kembali.


CRASSSSS


JLEP


DUKK


"Hahh,akhirnya"menjatuhkan dirinya di atas rumput sambil menghela nafas panjang, mengusap dahi dimana keringat bercucuran Lexka mengedarkan pandangannya menatap mahluk yang baru saja mengeroyok dirinya berkapar dengan keadaan terpotong-potong.


Menurunkan pandangan kearah tangannya yang memegang pedang cantik berwarna hijau terang dengan ganggang putih,Lexka berpikir entah siapa tuan dari pedang tersebut,kenapa bisa berada di antara bebatuan!?sayang sekali pedang kuno ini terbengkalai begitu saja tapi walau begitu sedikit banyak Lexka berterima kasih karena pedang ini sangat membantu dalam memusnahkan mahluk yang hijau jelek yang dari tadi terus membelah diri jika terkena sihir maupun senjata biasa yang mereka gunakan sebelumnya.


"Lebih baik aku kembali ketempat itu!Aisss sialan ini semua karena Mahluk jadi-jadian ini"ujar Lexka sambil menendang kepala mahluk hijau yang berada tepat di samping kakinya yang berselonjoran.


sedikit pemberitahuan saat kejadian dimana mereka jatuh tadi di saat Lexka dan yang lainnya terperosok salah satu mahluk hijau itu ada yang berhasil menggapai kaki Lexka dan menarik kuat dirinya yang membuat iya tidak jadi jatuh dan berakhir pegangan tangan antara iya dan Arsen terlepas.


bangkit sambil menepuk pakaiannya baru mau jalan kepalanya berdenyut nyeri membuat Lexka mengurungkan niatnya untuk melangkah.


menatap kedepan semua tampak berbayang,semua terasa berputar-putar Lexka memegang kepalanya yang terasa di pukul dengan benda keras sakit sangat sakit.


BRUKk

__ADS_1


lexka terjatuh tidak sadarkan diri,di tengah mayat-mayat mahluk yang iya bunuh dengan keadaan mimisan.


sedangkan di tempat Arsen saat ini ketiga orang tersebut sedang duduk di dekat sebuah gua setelah berhasil lolos dari tiga mahluk yang terjebak bersama mereka dalam beberapa jam yang lalu.


"Tuan Arsen tenanglah!"Luangxi mengusap punggung Arsen yang bergetar, khawatir itu yang dirasakan oleh angxi dan Dion karena Arsen yang tidak dapat tenang dari tadi bahkan Arsen sempat jatuh tidak sadarkan diri saat mereka melarikan diri dari mahluk hijau yang dengan beringas mengejar mereka bertiga.


"pengawal Lexka kita pasti bertemu dengannya kembali,jadi anda jangan terlalu memikirkan hal tersebut secara berlebihan yang mulia!"Dion juga buka suara tapi tidak di tanggapi oleh Arsen yang masih menyembunyikan wajahnya di antara lengannya.


"Lexka Pulang"batin Arsen


.


.


.


.


Di kamar dengan penerangan minim terlihat sosok paruh baya yang terduduk di sebuah kursi sambil menatap kearah api lilin yang bergoyang karena tertiup angin.


"Kau benar, aku tidak bisa bahagia dengan jalan yang selama ini aku ambil"


"Sekarang aku kembali ketitik awal,di mana kesunyian itu hadir kembali"


"Maaf, Maafkan aku!,jika ada kehidupan kedua atau kehidupan untuk kesekian kalinya aku tidak akan menyentuh jalan ini kembali,aku akan jadi hal yang lebih baik dari diriku yang sekarang"


Jleppp


mulutnya mengulum senyum di saat darah merembes keluar dari arah dadanya yang tertancap kuku panjang berwarna hitam kelam.


"KAU MILIKKU SEKARANG,JIWAMU ABADI BERSAMAKU DI LAUTAN BARA API HAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHHA"Suara tawa menggema menggetarkan bangunan nan megah yang terlihat sangat suram dan di selimuti oleh aura negatif.


......................


......................


......................


Bersambung......

__ADS_1


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan!


MARHABAN YAA RAMADHAN.


__ADS_2