DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
21.


__ADS_3

...jangan lupa komen vote dan like ya...


"argggg...pokoknya diacara lomba berburu yang diadakan kaisar si anak ****** itu harus mati seperti ibunya,kau mengerti"


"saya mengerti"


"aku tidak menerima kegagalan kali ini,anak itu harus lenyap kalau kali ini gagal juga nyawa kau yang jadi teruhannya"


"baik,saya pastikan kali ini tidak akan gagal"


"aku pegang kata katamu"


"saya permisi"orang itu berbalik dan menghilang begitu saja diudara


"tunggulah ****** kau akan bertemu anak tidak begunamu itu,lihat seberapa baiknya aku dengan mengirim anak mu itu untuk bertemu dengan mu dineraka Hahahahahhahahahhahahha"


Tampa mereka tau dibalik kusen jendela,terlihat sosok yang sedang bersandar dan mendengar semua yang dibicarakan dua orang didalam ruangan dengan senyum miring dibibirnya


"now,I know"bisik lirih sosok tersebut dan berlalu dari sana seperti hembusan angin lembut,menenangkan.


...----------------...


"kenapa kau mengajak aku dan yang mulia kesini sih"tanya Dion bingung soalnya Lexka mengajak keduanya duduk di bawah pohon tua yang ada dibelakang istana cukup jauh


Arsen diam saja,tidak protes tapi dalam hati bingung juga,ini Lexka ngajak mereka jadi santapan nyamuk atau penunggu pohon


sedangkan Lexka sendiri tidak menjawab malah iya asik sendiri,dengan mata terpejam dan tubuh yang disandarkan kepohon yang ada dibelakangnya.


"uban,kalau mau jadi orang gila jangan ngajak ngajak dong,ini juga kenapa penerangannya lilin saja ngak ada obor kah"tanya Dion


"tidak ada"jawab Lexka sambil menatap Arsen yang ada didepannya


"terus kita mau apa disini,aku lapar mau makan"protes Dion sambil menatap sekitar,entah kenapa iya malah merinding dengan cepat iya bergeser didekat Lexka dan memegang lengan Lexka erat.


Arsen yang melihat Dion memegang tangan lexka,hatinya malah kesal dengan cepat iya juga mendekati Lexka dan memeluknya dengan erat.


Lexka sempat terkejut karena perbuatan Arsen tapi iya biarkan,tapi makin dibiarkan kedua mahluk yang sedang bersamanya ini makin ngelunjak,


seperti pelukan Arsen makin mengerat membuatnya terasa makin tercekik,terus Dion yang seperti ingin mematahkan lengannya,cobaan macam apa ini!!


"pejamkan mata kalian berdua"perintah Lexka


"untuk apa"tanya Dion,dengan tetap memindai sekitar iya takut kalau tidak seperti itu para setan akan muncul hiiiii,Dion bergidik membayangkannya


"turuti saja,jangan banyak tanya"


"awas kau macam macam"Dion pun memejamkan matanya sedangkan Arsen matanya Lexka tutup menggunakan tangannya


"gelap,aku tidak suka gelap jauhkan tanganmu"ujar Arsen sambil mencoba menjauhkan tangan lexka dengan cara menggerakkan kepalanya ke kanan ke kiri.

__ADS_1


"sebentar saja by"


setelah mendengar ucapan Lexka,Arsen pun terdiam.


Lexka yang sudah melihat keduanya tenang pun juga ikut memejamkan mata,dan mengucapkan kata dengan lirih


"hape deren"


dan mereka bertiga ditenggelamkan oleh cahaya keemasan yang melingkupi mereka.


kelopak mata,yang menyembunyikan mata biru indah milik Lexka pun terbuka dan menatap tempat yang sudah lama tidak iya kunjungi disebagian dari ruang dimensinya


tempat ini sangat terawat dengan berbagai macam sesuatu yang dulunya Lexka letakan disana,kini matanya disambut dengan warna warna yang menggugah mata.


"lihatlah"perintah Lexka yang artinya Dion maupun Arsen sudah bisa membuka matanya,sedangkan Arsen tangan yang tadi menghalangi pandangannya sudah dijauhkan dan iya disambut dengan pemandangan yang sangat WAH,dengan cepat Arsen melihat kearah Lexka


"Ini--"Arsen tidak bisa melanjutkan perkataannya,dan terus memandang kearah Lexka dengan pandangan bertanya


"kau suka"Lexka pun berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Arsen,dan uluran itu disambut,sedangkan Dion sudah planga plongo melihat sekitar.


Arsen tak mampu berkata kata,tempat ini sangatlah indah dengan ditumbuhi macam macam buah entah disini Arsen hanya tau buah jeruk dan apel saja lebih dari itu iya tidak tau,tapi yang ada disini terlihat menggoda.


"uban kita ini dimana?,dan tempat apa ini!?"Dion bertanya,iya sungguh penasaran dengan apa yang ada disekitarnya


"kebun milikku"


"ambillah,itu lah gunanya aku membawa kalian kesini"


Tampa disuruh dua kali Dion sudah mulai menjelajah area kebun strawberry terlebih dahulu



"ayo by,kenapa diam dari tadi?,kau tidak suka ya"tanya Lexka karena Arsen yang malam diam


"suka,aku suka tempat ini,ini beneran milik kamu ya"


"tentu saja,kamu tidak percaya"


"bukan tidak percaya,tapi semua ini--"


"sudahlah by,jangan dipikirkan ayo kita bersenang senang"


dan lexka pun mulai mengajak Arsen mengambil keranjang buah untuk menampung buah apa saja yang di petik nanti,


sedangkan Dion anak itu sudah duduk lesehan ditanah,dengan macam macam buah dihadapannya,dia sudah tidak menghiraukan lagi sekitarnya.


arsen berjalan menyusuri tanaman strawberry,dengan keranjang yang iya pegang,sedangkan Lexka mengikuti dengan gunting kecil ditangan,yang akan digunakan untuk memetik buah


"Lexka petik yang itu"tunjuk Arsen kepada buah yang sangat merah menggoda

__ADS_1


"Hm"Lexka berjongkok diikuti oleh Arsen,dan keduanya mulai disibukan dengan buah disana.


hari itu macam macam buah mereka petik,nanti akan dibawa kembali keistana,untuk stok mereka bertiga.


mereka yang saat ini sedang duduk di rumah berbentuk unik dengan bentuk segitiga,pada bagian luarnya sambil menikmati pemandangan indah yang tersuguhkan di tempat ajaib milik Lexka ini.



Arsen hari ini sangat bahagia,entah kenapa iya tidak ingin pulang keistana iya ingin disini saja,karena dengan disini iya merasa tenang.


Arsen melihat kearah Lexka yang saat ini sedang minum susu coklat dingin katanya,dan Arsen sudah mencobanya tadi dan itu sangatlah enak.


sedangkan Dion iya sedang makan nasi goreng buatan Lexka dengan lahap didalam,sedangkan iya dan Lexka sudah tadi,menurutnya semua yang Lexka suguhkan aneh tapi enak dan ini semua pengalaman pertama baginya.


"Lexka"


"hm"Lexka melihat kepada Arsen


"terima kasih atas semuanya"Arsen menatap Lexka dengan mata satunya,yang indah itu


"mendekatlah kesini"ujar Lexka dan Arsen mengikuti,saat Arsen sudah duduk didekat nya Lexka mengambil salah satu tangan Arsen dan menggenggamnya


"kau bahagia by"tanya Lexka sambil menatap Arsen


"kalau boleh jujur diluar sana aku tidak bahagia,semua orang menatapku tidak suka menatapku jijik dan seolah aku tidak pantas hidup,aku juga bertahan semua itu permintaan ibuku kalau tidak mungkin aku sudah mengikutinya hahaha lucu kan" Arsen mengusap air matanya dengan tangan kirinya yang bebas dari genggaman Lexka dan kembali mengungkapkan semua yang iya rasakan


"ayahanda yang seharusnya menjadi sandaranku juga menjauh dan sulit aku gapai,mata itu selalu menatapku sebagai pembunuh ibuku tapi bukan aku ya-hiks.."


dengan cepat Lexka menarik Arsen ke pelukannya untuk menenangkan


"iya aku tau bukan kau yang melakukannya"


"hiks..Lexka terima kasih sudah hadir di sampingku,aku bahagia sangat bahagia jadi kumohon jangan pergi meninggalkan ku seperti orang lain diluar sana,aku cukup bahagia walau hanya ada kamu dan Dion saja"Arsen mengeratkan pelukannya kepada Lexka seolah memperingatkan untuk tidak pernah pergi


"aku tidak akan pernah meninggalkanmu by,sampai kamu sendiri yang mendorongku menjauh disanalah aku akan pergi,tapi pergiku akan selalu mengawasimu"


"berjanjilah"


"iya aku berjanji"


Dion mendengar semua pembicaraan Arsen dan Lexka menangis dipojokan pintu keluar dan iya juga mengucapkan janji yang sama seperti Lexka bahwasanya iya tidak akan meninggalkan Arsen.


......................


......................


......................


^^^Bersambung.....^^^

__ADS_1


__ADS_2