
...jangan lupa komen vote dan like ya...
tiga hari terlewati didunia dimensi Cahya bagian perkebunan milik Lexka,tapi didunia luar hanya terlewati waktu 3 jam saja.
Arsen bersenang senang selama ada disana, kebahagiaan yang Arsen harapkan dari dulu seperti terwujud disini,iya bisa bebas melakukan apapun yang iya mau,Tampa dihantui pandangan tidak suka dari sekitarnya.
dan kalian tau,dari waktu tiga hari disini ada yang berubah dari Arsen maupun lexka,semenjak dimana Arsen yang benar benar terbuka dengan Lexka dimana iya menceritakan semua semua yang iya alami,dan perintah atau pemaksaan kaisar yang akan menikahkannya dengan orang yang tidak iya kenal dalam waktu dua bulan atau kini kurang dari itu akan dilaksanakan iya ceritakan.
dan semenjak cerita itu,satu malam terlewati dimana hari itu tidak akan pernah bisa Arsen lupakan dimana Lexka melamarnya,iya melamarnya entah kenapa Arsen merasa geli kalau mengingatnya dimana posisi mereka yang terbalik.
pertanyaannya Arsen menerima atau tidak!?
tentu saja iya terima lamaran Lexka rugi dong kalau tidak,dan Lexka berkata akan meresmikan lamaran ini dihadapan orang banyak saat sebuah rencananya tercapai,dan Arsen tidak tau apa itu Lexka tidak mau memberi tahunya untuk saat ini dan Arsen pun memilih acuh
bahkan Dion sendiri sampai gigit jari,iri dia sekarang diantara ketiganya iya akan menjabat sebagai nyamuk.
FLASHBACK ON..
saat matahari menyinari langit diruang dimensi Cahya,suara burung berkicau saling bersahutan menyambut pagi indah dihari ini,bahkan pelangi membentang indah dilangit pagi ini
kelopak mata berbulu mata lentik mulai terbuka menampakan iris berwarna abu abu yang berbinar indah terkena sinar matahari yang menyelusup kekamar yang iya tempati
Arsen mulai bangkit dari acara berbaring dan duduk dipinggir kasur dengan mata yang mengerjap gerjap menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya
saat merasa cukup dengan kegiatannya,Arsen langsung berlalu dari kasur menuju kamar mandi yang ada dikamar itu
sekarang Arsen sudah siap dengan menggunakan kaos oversize berwarna hitam dan celana pendek berwarna abu-abu
semua pakaian itu,iya temukan diatas meja bersama sarapan pagi yang sudah tersiapkan diatas meja berukuran sedang dekat kasur,saat sedang makan Arsen menemukan selembar kertas kecil dibawah gelas susu coklatnya.
karena penasaran iya ambil dan baca tulisan yang ada disana
(sarapannya dihabisin jangan disisa,vitamin yang ada di sana jangan lupa diminum,selesai dari kegiatan mu itu temui aku di taman belakang dekat danau biru aku menunggumu disini by.).
Arsen mendengus dan cemberut belum apa apa baru saja iya ingin menyambut pagi sudah ada saja perintah
"dasar menyebalkan"Arsen kembali mencomot sandwich yang sisa sepotong dan kembali melahapnya
__ADS_1
selesai dari urusan sarapan dan minum vitamin Arsen siap melanjutkan perintah selanjutnya
dengan langkah pelan iya mulai menuju pintu keluar kamar,saat sudah berada diluar kamar samar samar Arsen mendengar suara,saat iya berjalan mendekat iya melihat Dion yang sedang fokus menonton film dari benda persegi empat yang Lexka sebut tv itu,Arsen mengamati tontonan yang ditayangkan dan disana iya melihat dua anak kembar botak.
karena tidak ingin mengganggu Arsen berlalu dengan hati hati dari sana,dan mulai menuju dimana Lexka berada ya surat menyebalkan tadi dari gadis tinggi itu.
saat sudah dekat dengan danau,disana Arsen melihat Lexka yang sedang berdiri menatap kearah danau dengan tangan dimasukan kesaku celana yang iya gunakan dengan pakaian hitam dari belakang saja lexka sudah terlihat memukau
dengan perlahan Arsen mendekat,tapi iya malah terkejut dengan Lexka yang berbalik tiba tiba
"sampai juga kamu by!?"ucap Lexka sambil berbalik untuk menatap Arsen yang kini memasang wajah kesal
"kamu kenapa balik tiba tiba!?,Lexka mau bikin aku jantungan gitu terus ma-"Arsen langsung memberhentikan ucapannya kala jari telunjuk Lexka bertengger dibibirnya
"suttt...tenang by kenapa pagi ini sensi sekali hm"
Arsen menyingkirkan jari telunjuk Lexka dari bibirnya.
"aku ingin petik buah banyak-banyak pagi ini,tapi semua itu harus tertunda gara-gara Lexka padahal aku ingin menikmati pagiku sendiri dikebun buah"
"leppaass"Arsen berusaha menjauhkan tangan lexka yang ada dikedua pipinya tapi tidak bisa,karena kearah tidak mungkin melepaskan tangan lexka dari wajahnya Arsen juga melakukan hal yang sama seperti yang Lexka lakukan kepadanya.
"lassain...mutta tammu jadji jeyekk duga"Arsen pun tertawa melihat wajah Lexka yang iya tarik-tarik dan iya pencet pipi itu sampai memerah,memang Arsen ini membalas bukan main main sudah panas rasanya pipi Lexka iya buat.
sebuah ide menarik melintas diotak lexka,dengan Tampa aba-aba Lexka memajukan wajahnya kedepan dan mengecup bib*ir menggoda milik Arsen sampai sang empu terdiam membeku dan melepaskan tangannya dari wajah Lexka,
dan Lexka melakukan hal yang sama dan menatap mahluk manis didepannya dengan pandangan puas
"manis ya by"ucap lexka
"lex-ka apa yang kau lakukan HuWAAAAAAAA,kembalikan-kembalikan ciumanku,kenapa kamu jahat"Arsen memukul Lexka dengan keras bahkan mukanya sangat merah apa lagi saat melihat Lexka yang malah tertawa
Lexka menangkap kedua tangan Arsen dan langsung memutar tubuh itu sampai membelakanginya,jadi posisinya sekarang Lexka memeluk Arsen dari belakang.
"kenapa?"Arsen bertanya dengan suara kecil
"karena aku ingin"jawab Lexka sambil mengistirahatkan kepalanya dipundak Arsen
"kenapa harus aku Lexka?"
__ADS_1
"karena hatiku yang memilih by"jawab Lexka dengan berbisik ditelinga arsen.
"Arsen"ini pertama kalinya Arsen mendengar Lexka memanggil namanya,apa lagi dengan nada serius seperti saat ini
dekapan yang Lexka lakukan pada arsen dibuat mengendur jadi memudahkan Arsen berbalik menghadapnya,saat berbalik iya disuguhkan dengan raut serius Lexka apa lagi dari tadi Lexka sama sekali tidak menggunakan apa-apa diwajahnya sebagai penutup.
"ARSENDRA LEHANCY BRILLIANT,aku tidak ingin menyesal seumur hidupku dengan tidak mengatakan sesuatu yang tertancap di hatiku,semenjak pertemuan pertama kita,maka dari itu Arsen-"
Lexka memberi jarak antara iya dan Arsen dan mulai merogoh saku untuk mengambil kotak kecil berwarna putih yang berisi cincin berwarna silver dengan masing masing ring cincinnya terdapat ukiran bulan dan mataharinya
"jadilah pendampingku,untuk selamanya"
Arsen terdiam dengan mata yang memandang Lexka dengan tatapan campur aduk
"lex-ka i-ini"Arsen ingin berucap tapi terasa berat sekali
"aku tau ini tiba-tiba,dan aku tau ini sangat mengejutkan,dan kamu berhak memilih segalanya by,kamu boleh melangkah pergi menjauhiku untuk tanda menolak,atau menerima apa yang aku ungkapkan dengan menyambut tanganku ini"
Arsen melihat tangan lexka dan juga melihat kebelakang ya,saat keputusan sudah benar mantap dihatinya Arsen menyambut tangan lexka dan menggenggamnya dengan erat
"aku tentu saja tidak akan menolak sebuah cahaya hanya untuk kegelapan,aku disini untuk bersama Lexka selamanya"jawab mantap arsen
mendengar semua itu membuat Lexka sangatlah senang,dan langsung saja iya memeluk Arsen dengan erat,Arsen juga sama iya memeluk lexka tidak kalah eratnya
dan tampa keduanya sadari ada satu jomblo yang menyaksikan semuanya
"aku kapan kayak gitu"Dion nangis Bombay melihatnya dan dia tadi sempat terpesona dengan penampakan Lexka Tampa penutup wajah.
FLASHBACK OFF..
Arsen tersenyum mengigat semuanya,dan iya melihat Ke jari manis sebelah kirinya yang sekarang tersemat cincin berbentuk sederhana dengan lambang bulan sabit tapi sangat berakti baginya
......................
......................
......................
^^^Bersambung...^^^
__ADS_1