DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
14.


__ADS_3

...jangan lupa komen vote dan like ya...


Lexka saat ini sedang duduk dikasur ya,iya sedang membaca sebuah novel,iya juga menyalakan lilin aroma dengan aroma manis,dan itu membuatnya merasa nyaman dan tenang.


tadi setelah Lexka mengantar Arsen ke paviliun khusus yang tidak jauh dari istana utama,saat iya mengantar Arsen bersama dengan Dion,Arsen hanya diam saja tapi Lexka tau kalau Arsen sedang tidak baik baik saja.


Lexka menutup buku ditangannya,dan iya melihat jam kecil yang ada diatas meja kecil didekat kasur yang sudah menunjukan jam 8:35 waktu dunia aneh.


hati Lexka sedikit resah akan sesuatu jadi dia putuskan untuk menemui Arsen di paviliun pionix,iya langsung bangkit dari kasurnya dan berlalu menuju pintu keluar,saat sudah diluar iya langsung mengunci pintu kamar.


langkah Lexka sangatlah cepat,perasaannya makin tidak enak,karena kurang fokus saat berbelok Lexka malah menabrak atau ditabrak oleh orang yang ada didepannya.


"kenapa ada patung disini,ngalangin jalan saja,udah tahu aku buru buru"gerutu orang itu,dan saat iya mengangkat kepalanya,orang yang iya cari ada didepannya saat ini.


"uban kenapa baru muncul sekarang,ikut aku cepat!!"ujar Dion kepada Lexka dan langsung saja menarik tangan dan membawanya berlari


sedangkan Lexka bingung,tapi saat melihat raut wajah cemas Dion membuat perasaan janggal hadir dihatinya


"Dion ada ap-"pertanyaan Lexka terpotong karena ucapan Dion yang memotongnya


"jangan bertanya,kita berdua harus menyelamatkan yang mulia Arsen terlebih dahulu"


"ada apa dengan arsen?"


"yang mulia mendapatkan hukuman dari yang mulia kaisar karena berlaku tidak sopan saat acara makan malam tadi"


"hukuman apa!!"


"cambukan 100 kali Tampa berhenti"


Lexka yang mendengar hukuman yang akan Arsen dapatkan,langsung saja matanya berubah menjadi tatapan dingin dengan rahang mengeras


"berani kalian melukai milikku,terima apa yang akan kalian dapatkan"batin Lexka.


kedua orang itu semakin mempercepat langkah kaki dalam berlari,sedangkan saat ini Arsen diruangan khusus untuk memberi hukuman pada orang pembangkang sepertinya,dengan tangan yang diikat kuat dan duduk bersimpuh dilantai lembab Arsen hanya menunduk dan memasang wajah datar,untuk menutupi rasa takutnya akan ruang tertutup yang minim cahaya.


iya sudah siap menerima pukulan dari cambuk yang dipegang oleh algojo bertubuh besar yang ada dibelakangnya.

__ADS_1


Tampa menunggu lama,para algojo itu pun langsung melayangkan cambukan pada tubuh Arsen


CTARR...


pukulan kuat pertama berhasil mengenai punggung bagian belakang Arsen,pukulan kedua pun sama.


CTARR...


Arsen makin menunduk,merasakan panas dan sakit secara bersamaan yang iya rasakan pada punggungnya,saat cambuk yang memiliki duri besi menghantam tubuhnya.


saat pukulan ketiga akan dilayangkan pintu ruangan yang Arsen bersama para algojo berada roboh oleh tendangan seseorang dari luar,disusul dengan masuknya seseorang yang langsung menyerang para algojo.


sedangkan Dion diluar melongo dengan apa yang Lexka lakukan,pada prajurit yang berjaga serta pintu malang yang roboh karena tendangan maut Lexka.


"waw...uban hebat sekali aku harus berguru padanya"gumam Dion sambil menangkup kedua pipinya dengan memandang takjub kedepan(dia sepertinya mabuk).


saat sudah mengingat tujuan pertama mereka datang kesini,Dion langsung masuk kedalam dam melihat tuannya yang duduk dilantai,dan Lexka yang sedang memukul para algojo brutal.


"yang mulia,anda baik baik saja"Tanya Dion sambil melepas ikatan tali dari tangan Arsen,ikatan itu terlalu kencang sampai membuat pergelangan tangan Arsen membiru.


tapi tidak ada jawaban yang Arsen keluarkan dari sela bibirnya,iya hanya diam dan masih menunduk,dan itu membuat Dion makin khawatir


BUGH....


KREKk...


BRAKKK...


Lexka menendang kepala algojo didepannya,saat algojo itu akan terjatuh iya menarik tangan hama didepannya dan membanting dengan keras kelantai.


Tampa memberikan jeda Lexka mengambil cambuk yang tadi sempat digunakan algojo itu untuk memukul Arsen dan menyerangnya tadi dan langsung melayangkan cambuk itu dengan keras pada tubuh kedua orang itu


CTARR...


CTARrrr...


CTArrrrr....

__ADS_1


aaarghhhhh....


aaaaarrrrrrg....


teriakan kesakitan mereka yang menyuruh dirinya berhenti Lexka hiraukan,tapi kegiatannya terhenti saat Dion memanggilnya


"Lex...sudah kita harus membawa yang mulia pergi dari ruangan ini,biarkan saja orang jelek itu disana"teriak Dion yang saat ini sudah membopong Arsen


Lexka langsung menghempaskan cambuk ditangannya,tatapan mata biru itu masih sama dingin,dan pancaran membunuh itu masih ada"lihat saja nanti ini belum seberapa"batin Lexka


Lexka langsung berjalan menuju Arsen dan Dion iya melihat keadaan Arsen yang cukup berantakan


"by"panggil Lexka,dan Arsen merespon dengan mengangkat kepalanya yang tadi tertunduk


"Lexka"jawab lirih dari Arsen membuat hati Lexka terasa diremas


Tampa kata,Lexka mengambil alih Arsen dari Dion dan mengendong koala Arsen Tampa beban dan berlalu dari sana,sedangkan Dion mengejar dibelakang


"uban tunggu ban,dasar sialan kau jangan menggendong yang mulia seperti itu tidak sopan"


"diamlah kau Kutu beras"


"ini di istana,orang julid disini akan melihat aneh kepada kita dan akan bergosip ini itu,dengan cara kau menggendong yang mulia seperti sekarang ini"


"untuk apa peduli,kalau mereka berani ikut campur tendang saja kepala mereka beres"


sedangkan Arsen hanya diam dengan tangan yang menggantung dileher Lexka dan wajah yang iya sembunyikan,iya tidak masalah dengan apa yang Lexka lakukan padanya,iya tidak risih justru iya merasa nyaman dan tenang.


sampailah mereka bertiga dipaviliun tempat Arsen menetap,sepanjang perjalanan tadi menuju kesini banyak sekali mata hama yang melihat mereka,Lexka tidak terlalu ambil pusing saat suara dakjal mereka terdengar membicarakan mereka.


bahkan tadi iya malah,berpapasan dengan saudari tiri Arsen yang terus mengoceh ini dan itu sok bijak,karena jenggah dengan anak kaisar yang satu itu Lexka tendang sampai putri laknat itu terlungkup dilantai.


"pasti si LONT sudah mengadu pada kaisar,lihat saja kalau mereka berani menghukumku,akan kubuat sebagian istana meledak"


......................


......................

__ADS_1


......................


^^^Bersambung....^^^


__ADS_2