
...Jangan lupa komen vote dan like ya...
acara makan bersama dengan suasana kaku pun selesai,para orang yang menghadiri acara tersebut sudah keluar semuanya dari ruangan untuk melakukan kegiatan lomba di taman belakang istana.
saat semua orang sudah keluar ruangan tersebut hanya menyisakan 2 orang yang belum bangkit dan saling melemparkan tatapan datar satu sama lain.
kedua orang tersebut adalah Lexka dan kaisar ARDES,sedangkan Arsen Lexka suruh menunggunya di luar walau sempat tidak mau tapi karena bujuk rayu akhirnya baby panda itu menyerah.
"hai ayah"sapa Lexka sedangkan ARDES mengangkat sebelah alisnya mendengar panggilan dari pengawal anaknya itu
"untuk apa kau memanggilku seperti itu"tanya ARDES
"memang kenapa,itu salam saya untuk anda yang mulia memang ada yang salah"Lexka mengangkat sebelah alisnya
"jika ingin berbicara langsung keintinya saya sibuk"
"hahaha sibuk sekali hm sampai tidak mau berbicara basa basi dengan calon menantu
mu ini"
"cepat"
"baiklah,saya disini hanya ingin berbicara tentang pernikahan Arsen,seperti yang saya katakan tadi jika anda menikahkan dia dengan orang lain ucapan saya tidak pernah main-main"
"berani sekali kau mengancam seorang kaisar sepertiku,dia anakku terserah saya ingin menyandingkan dia dengan siapa"
"jangan membuatku tertawa yang mulia,sejak kapan kau menganggap dia anakmu bukankah kau selalu menganggap nya benalu yang hanya menumpang hidup dengan jabatan semu,sebagai pengikat kau untuk menyiksanya"
"jaga ucapanmu kau hanya orang luar yang asing bagi keluargaku"
"tentu saja saya orang luar bagi kalian,tapi bagi putra tertua anda saya cukup berakti asal anda tau"
"kau sudah melampaui batasanmu untuk berkomentar,apa kau sudah tidak menyayangi kepalamu sampai menginginkan iya terpisah dari anggota tubuhmu itu"
"yang mulia-yang mulia bukan maksud untuk meremehkan tapi kurasa pantaskah anda berbicara seperti itu, kalau pada nyatanya saya bisa kapan saja memisahkan kepala anda dengan mudah"
"entah apa komentar almarhum permaisuri terdahulu yang tidak lain istri anda yang telah anda khianati,kala melihat putra yang iya rawat dengan kasih sayang menjelma menjadi sosok kosong kekurangan kebahagiaan akibat perbuatan ayah kandungnya sendiri"ucap lexka panjang lebar,sambil meminum teh dihadapannya untuk menghilangkan rasa kering akibat terlalu banyak kalimat yang keluar dari bibirnya.
"jangan kau pernah bawa-bawa masalah masa laluku,kalau kau tidak tau cerita yang terjadi aku tidak pernah berkhianat seperti yang kau katakan"ucap ARDES penuh penekanan dengan wajah memerah menahan marah
"benarkan tetapi kurasa apa yang ku katakan tidak ada yang salah,karena seorang pengkhianat selalu membenarkan ucapannya demi menutupi bau busuk yang menguar"Lexka bangkit dari duduknya dan tetap melihat pada ARDES dengan tatapan datar
"aku tau semuanya,rahasia yang kau tutupi dan bangkai yang kau lempar sebagai alasan aku tau"sambung lexka
Deg!!
Deg!!
__ADS_1
"Ka-mu"jantung ARDES berdetak dengan cepat saat mendengar perkataan lexka
"iya cukup anda yang mulia mengetahui itu saja,untuk yang lain menyusul"Lexka pun melangkah pergi keluar ruangan menyisakan ARDES dengan kegelisahan dihatinya
" itu tidak mungkin itu pasti hanya sebuah kebohongan yang sengaja iya ucapkan"gumam ARDES.
...----------------...
saat keluar dari ruangan itu,entah kenapa rasa sesak dihatinya sangat kuat iya tidak dapat membayangkan jika Arsen mengetahui semuanya,pasti kekasihnya itu akan sangat terpukul.
Lexka melihat kearah Langit biru yang terbentang diatasnya.
"kuharap jika kamu tau segalanya by,kamu akan selalu kuat karena aku tidak akan sanggup melihatmu rapuh itu pasti akan sangat menyakitkan bagiku"batin lexka sambil meremas dada sebelah kirinya tepat pada jantung yang saat ini berdetak cepat.
saat masih tenggelam dalam lamunannya semua buyar oleh pelukan hangat sepasang tangan dari arah belakang yang melingkari pinggangnya.
"kangen"ujar sosok tersebut sambil mendusel -dusel di bahu Lexka.
Lexka sendiri tersenyum tipis dan berbalik menghadap Arsen yang saat ini sedang memanyunkan bibirnya itu.
"kenapa hm?!"tanya Lexka sambil mengusap pipi tunangannya itu
"lama,ngomong apa sih sampai lama sekali"
"masa sih kurasa baru lima belas menit"
"itu lama sekali,aku udah kangen lagi"ujar Arsen sambil menampilkan tatapan memelas
"Hug lama-lama pokoknya"
"berapa lama!?"
"seharian"Arsen mengerjap menatap kekasihnya
"kalau seharian nanti gak bisa ikut dan menangin lomba dong,kan bilangnya mau menangin hadiah banyak-banyak berakti harus di iklasin dong sama lawan lainnya"
"yaudah peluknya sebentar,tapi di tambah kiss nya di sini"Arsen berujar sambil menunjuk bibirnya,membuat Lexka mengulum senyum
"siapa yang ajarin kiss disitu"
"aku tadi liat orang kissnya disitu,terus waktu itu Lexka juga pernah kiss aku disitu waktu didanau biru"
"kapan-kapan kiss disitu,untuk sekarang dipipi sama jidat aja dulu ya"Lexka mencubit pipi Arsen pelan,sedangkan Arsen cemberut tapi walau begitu iya mengangguk tanda setuju.
"tapi banyak-banyak ya"pinta Arsen
"iya"dan Lexka mengecup bergantian kedua pipi Arsen serta jidatnya berkali kali.
__ADS_1
Cup!!
...----------------...
matahari yang bersinar dengan suasana teduh menghiasi pembukaan lomba yang akan diselenggarakan,disini untuk lomba pertama dengan dijuri oleh para penyihir dari menara sihir di kekaisaran GALAXY yang berjumlah 4 orang termaksud penyihir agung yang untuk pertama kali menampakan diri.
"baiklah untuk lomba pertama adalah melukis temanya tidak ditentukan jadi terserah,apa perserta sudah siap"ujar seorang prajurit dengan suara yang dikeraskan agar dapat didengar oleh semua orang
"siap"ujar seluruh perserta kecuali Lexka yang hanya diam sedangkan Dion disebelahnya garuk-garuk kepala karena iya tidak yakin dengan bakat melukisnya.
"baiklah lomba pertama dimulai"
dengan berbunyinya letupan dari kekuatan sihir yang dibuat salah satu juri lomba pun di mulai.
Lexka menatap kamvas didepannya,dan mengambil kuas iya mulai memoleskan warna demi warna diatas kamvas putih itu,membuat pola dan bentuk.
iya hanya memasukan dua objek saja didalam,karyanya karena banyaknya ornamen itu pasti akan sangat merepotkan.
sedangkan Dion,kanvas yang awalnya berwarna putih iya warnai menjadi hitam legam entah apa yang akan iya buat,dengan kuas yang iya dikedua tangan kirinya.
"asal jadi,bodo amat kalau jelek gue kan ngak ngerti beginian"batin Dion mulai menggambar asal
Arsen sendiri duduk dan memperhatikan dari kursi yang memang disiapkan untuk para anak raja dan kaisar,dan parahnya iya duduk di dekat putri Lily yang dari tadi terus saja mendekatkan diri padanya.
dan Arsen sangat risih saat dada siputri itu menggeser lengannya.
"bisakah kau menjauh,jangan jadi gadis murahan"ujar Arsen dingin Tampa sedikitpun melihat kearah Lily
"kenapa kau selalu menolakku Arsen,apa yang kurang dari diriku sampai kau segitunya,akukan hanya ingin bersamamu"ucap Lily dan memeluk lengan Arsen dengan erat
"lepaskan,ada harga diri atau tidak anda ini putri,jika anda bertanya ada atau tidak kekurangan anda jawabannya tidak tapi hati saya tidak menyebutkan anda untuk menjadi pendamping saya,jadi tolong jaga diri anda untuk orang yang tepat saya bukan pilihan untuk perasaan anda"jelas Arsen panjang lebar dan mempokuskan perhatiannya pada Lexka yang menatap kearahnya dan Arsen melempar sebuah senyuman dan dibalas Lexka dengan senyum tipis dan anggukan kecil.
"tapi aku hanya ingin bersanding denganmu arsen tidak ada yang lain kenapa kau tidak bisa menerimaku"
Arsen menunjukan tangan kirinya tepat dihadapan putri Lily,dan ditangan tersebut dapat Lily lihat sebuah cincin sederhana tapi indah berwarna silver melingkar dengan cantik di jari manis Arsen.
"Ti-dak mung-kin,ini pasti kebohongan kan jawab Arsen"Lily sangat terkejut
"inilah jawabannya,saya sudah menjadi milik orang lain,dan saya sangat mencintainya jadi kuharap anda dapat mengerti"tekan Arsen
Lexka sendiri tersenyum simpul sambil melihat kearah lukisannya yang sudah setengah jadi
"aku suka perkataan mu sayang"gumam Lexka pelan
......................
......................
__ADS_1
......................
^^^Bersambung...^^^