DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
37.


__ADS_3

...Jangan lupa komen vote dan like ya...


SETELAH BANGUN DARI KETIDAKSADARAN SELAMA 2 HARI_


"kenapa baru bilang sekarang,KENAPA!?"Arsen menatap Lexka dengan pandangan kecewa,sedangkan untuk lexka sendiri iya berusaha tenang karena jika dirinya melakukan kesalahan kembali maka semua itu akan makin membangkitkan amarah Arsen.


"Aku hanya butuh waktu yang sesuai untuk mengatakannya by,bukan maksudku untuk menyembunyikan hal ini, sungguh!"Lexka berjalan mendekati Arsen yang sedang berdiri didekat kusen jendela saat sudah dekat Lexka menarik tubuh tersebut dan memegang kedua bahu arsen


"Kenapa aku tidak pernah bisa bahagia,semua selalu seperti ini,Semua tidak pernah sejalan dengan jalan yang kuambil kenapa Lexka jawab!?"


"itu sudah takdir,kita bisa apa"


"tetapi kenapa takdirku selalu buruk"Lexka menatap iris mata Arsen yang memancar kesedihan bahkan di pipi putih itu sudah dialiri oleh cairan bening.


menghapus air mata di pipi Arsen dengan tangan kanannya Lexka tersenyum tipis


"tidak semuanya buruk,ada waktunya semua yang kau inginkan akan selaras dengan langkah yang kamu ambil"


"tapi kapan!?"


"mungkin besok,besoknya lagi,atau besok seterusnya"


"jawab yang benar"


"apa yang bisa ku jawab by,Aku tidak tau apa yang akan terjadi esok harinya"Arsen menatap Lexka yang sedang melihat kearah jendela kaca dibelakangnya dimana senja sedang membias.


"Tetap disini"mengulurkan tangannya Arsen memeluk tubuh Lexka dengan wajahnya yang disandarkan pada bahu sang tunangan


"Hm-"mengusap rambut sehitam Ebony milik Arsen Lexka sudah menentukan jalan selanjutnya untuk keduanya.


Replay Rahasia_


"Kaisar ARDES bukan ayahmu melainkan pamanmu yang menyamarkan wajahnya menyerupai sosok ayahmu dengan menggunakan sihir hitam yang menumbalkan para wanita,dan salah satu wanita yang menjadi tumbalnya adalah ibumu by permaisuri Amora saat usiamu tiga tahun"


" bohong,itu semua tidak mungkin!"


"itulah kebenarannya,bahkan jika kamu tarik benang akan masa lalu kenapa mereka tidak seperti orang tua yang hangat sebagaimana semestinya pada seorang anak jawabannya kau bukan anak mereka!!"


"hiks- ini tidak mungkin"Arsen mencengram rambut hitam dengan kuat kala denyutan perih iya rasakan di seluruh organ tubuhnya khususnya bagian kepala serta dada.


"dua hal yang harus kau ketahui untuk terakhir kalinya dengarkan dengan teliti karena aku tidak akan mengulang dan aku mohon setelah aku mengatakannya lepaskan jabatanmu sebagai putra mahkota"ujar Lexka membuat Arsen mengangkat pandangannya dan menatap wajah dari tunangannya yang saat ini menampilkan wajah datar penuh akan keseriusan.


"satu bulan lagi dikala usiamu menginjak 20 tahun disanalah kamu akan di tumbalkan seperti ibumu tapi dalam rangka yang berbeda ibumu untuk rupa sedangkan kamu by darahmu untuk pamanmu untuk tambahan kekuatan sedangkan jiwamu untuk di sembahkan kepada iblis sebagai pemuas nafsu sebagai bayaran jasa atas bantuan ilmu yang digunakan untuk membunuh Ardes yang sebenarnya pada masa lampau dan apa kau tau by dibawah singgasana besar nan megah itu,disanalah ayahmu yang sebenarnya berada terkubur dan menyatu dengan singgasana"


setelah mendengar hal tersebut Arsen histeris dan mengamuk melempar apapun yang ada disekitarnya bahkan untuk Lexka sendiri tubuhnya juga mendapatkan pukulan dari Arsen dan semua itu cukup menyakitkan tapi tidak sesakit kala melihat orang yang kau cintai dalam keadaan terpuruk seperti saat ini

__ADS_1


off_


sebuah langkah membawa kaki yang terbalut sepatu sneaker berwarna putih di lorong lembab di mana banyaknya jeruji besi berjejer.


di ujung lorong terdengar suara teriakan kesakitan yang terdengar memilukan tapi jadi Alunan menyenangkan di ruangan menyeramkan tersebut.


CTARrrr


CTARrrr


ARGGGGGGGGGGG


CTARrrr


"ARGGGGGGGGGGG ber-henti baji-ngan"


"hahahaha tidak akan!,kau belum mati"


"Tolo-ng ber-henti aku ber-janji akan pergi jauh dan ti-dak aka-n mengganggu mu dan orang disekitar yang kau miliki"


"Mimpi! kau tidak pantas hidup sejak awal kau sudah memilih jalan salah,dan keluar dari sana hanyalah kematian yang harus terlebih dahulu kau terima"


"aku mohon!"tatapan sayu dengan tubuh berlumuran darah meminta belas kasihan tapi orang yang berdiri didepannya dengan sebuah cambuk berduri sama sekali tidak iba dengan pandangan memelas didepannya.


CRASSSSS


dengan sekali ayunan dari pedang tersebut kepala dengan helaian rambut berwarna keemasan jatuh dan menggelinding di lantai lembab yang saat ini sudah penuh dengan darah bahkan sebagian darah dari si korban memercik pada wajah putih si pemenggal.


"sudah!?"ujar sosok dengan Hoodie hitam yang saat ini sedang bersandar di dinding mengejutkan sosok si pemenggal


"Lexka"


"kesini, kau sungguh berantakan"


"sejak kapan disini!?"


"belum lama"mengusap wajah Arsen dengan tisu basah yang iya bawa Lexka mulai membersihkan wajah yang terdapat cairan berbau anyir tersebut.


"mau ice-cream"ujar Arsen saat Lexka sedang beralih membersihkan kedua tangannya


"ayo"


setelah mengatakan hal tersebut keduanya meninggalkan ruangan berserta jasad putra mahkota dari kerajaan Sardea yang tidak lain tidak bukan adalah AIRU BROOKLYN akibat ulahnya yang mencium pipi Lexka dihadapan Arsen.


RUANG KELUARGA_

__ADS_1



Arsen duduk didekat Lexka yang sedang berbicara bersama dengan Luangxi dengan ice-cream rasa strawberry di tangannya.


"menurut nona bagaimana!?"


"lebih cepat lebih baik,aku mulai bosan di sini"


"ya nona benar aku juga begitu,jadi!?"


"atur keberangkatan kita menuju pulau tersebut dua Minggu lagi,setelah kita berdua menghancurkan tempat itu"


"baik nona"angxi mengangguk mengiyakan ucapan dari nonanya


Arsen sendiri menatap wajah Lexka dari samping sampai objek yang ditatap menatap balik


"ada apa by,kenapa menatapku begitu!?"


"ngak,mau!"Arsen mengedihkan bahu nya dan menyodorkan ice-cream kehadapan Lexka dan ya di terima baik oleh Lexka bahkan sekarang semua ice-cream tersebut sudah berpindah tangan dan dibawa menuju dapur.


Arsen yang melihat hal tersebut melongo diakan hanya basa-basi saja,Luangxi yang menyaksikannya menahan tawa apa lagi melihat perubahan di wajah Arsen.


"LEXKAAAA KEMBALIKAN"Arsen bangkit dari sofa dan langsung mengejar sosok pencuri ice-cream yang sialnya tunangannya


"by kenapa di ambil lagi!"


"aku hanya basa-basi tadi,bukan beneran"


"hei tapi itu sudah jadi hak milikku,sesuatu yang sudah dikasih ngak boleh di ambil lagi"


"alah ngak usah ceramah,lagi pula sejak kapan aku kasihnya"


"lah tadi kamu kasih,dasar pikun"


"kan aku sudah bilang itu tadi cuma basa-basi do you understand! bye"Arsen melenggang pergi meninggalkan Lexka,sedang yang di tinggal mendecih


"Dasar monyet"


......................


......................


......................


^^^Bersambung.....^^^

__ADS_1


__ADS_2