
...jangan lupa komen vote dan like ya...
"Lexka"
"Hm"
"besok kamu ikut lomba apa saja"
"lihat saja besok"
"tapi aku penasaran,ayo bilang sekarang aku ingin tau"
"bersabarlah sampai besok"
"Cih"
"gambek terus perasaan kayak cewek aja kamu by"
"terus kenapa,gak ada larangan tuh cowok gak bisa marah,yaudah Lexka jadi cowok aku ceweknya,jadi aku bebas mau marah kapan aja dimana saja Tampa memandang gender kan"
"uuu gemesnya"tangan itu mencubit pipi sedikit cabby milik Arsen,tapi tidak lama karena sang empu pipi sedang sensi jadi tangan lexka digeplak oleh arsen
plak...
"galak amat,kek monyet"
"kamu yang monyet,gak usah sentuh-sentuh aku jijik"
"yaudah aku sentuh Dion aja"
"kalau berani"
"kamu nantangin aku by"
"aku potong tangan kamu kalau berani genit sama orang lain"
"Dion kan bukan orang lain,jadi boleh dong"Lexka mengangkat alisnya untuk menggoda arsen
"Lexka ihhh,anak babik"
"ehh mulutnya, minta dikelola sepertinya"
sedangkan Arsen masih dengan kekesalan dan rasa dongkol kepada Lexka melampiaskan segalanya dengan menarik-narik alas kasur dan bad cover Lexka sampai berantakan
__ADS_1
"by sudahlah berantakan tuh kasurnya"
tapi Arsen tidak mengidahkannya,iya malah sudah berguling-guling diatas kasur mungkin karena capek dengan kegiatan yang iya buat akhirnya iya jatuh terlelap dengan tubuh yang terbungkus bad cover
lexka mendengus melihat Arsen dengan penampilan amburadul,dengan hati-hati iya memperbaiki posisi tidur Arsen agar lebih nyaman
"dasar"Lexka mengecup dahi Arsen sekilas dan berlalu dari sana,karena merasa gerah Lexka memutuskan membersihkan diri.
Hari mulai mengelap,dan Arsen masih terbuai dengan mimpi indahnya,tadi sempat Lexka bangunkan tapi anak itu tidak mau,karena tidak mau membuat keributan dan berakhir baby pandanya tambah merajuk Lexka biarkan tapi masalahnya sekarang ini mata hari sudah tidak nampak lagi dan Arsen belum juga bangun
"by,bangun yuk hei"Lexka menepuk-nepuk pipi Arsen tidak pelan tidak juga kencang biasa saja,dan Arsen menggeliat dan menyingkirkan tangan lexka dari wajahnya
"euggghhh"dan Arsen memiringkan tubuhnya membelakangi lexka dan memeluk bantal guling dengan erat
"by bangun sayang"
"hei Arsen, hahhh gak ada cara lain sepertinya dasar pangeran kebo"
dengan sekali tarikan Arsen terduduk diatas kasur,dan Lexka langsung menggotong Arsen kekamar mandi dan mengambil satu centong air dan mengguyurnya begitu saja ketubuh Arsen
"dingin.."Arsen membuka matanya dan melihat Lexka dengan mata merah efek bangun tidur dan menahan tangis
"hiks..jahat"Arsen memukul Lexka
"siapa suruh tidak mau bangun,jangan salahkan aku sekarang mandi"Lexka bangkit dan berjalan keluar sedangkan Arsen masih menangis tapi iya melaksanakan perintah Lexka untuk mandi
dengan pipi memerah akibat tangis iya berjalan mendekati Lexka yang sedang duduk disofa singel yang ada dipojok kamar dan didepannya ada meja kecil dengan makanan yang sudah tertata rapi
Lexka sedang bermain ponsel sambil menunggu Arsen untuk sarapan bersama terkejut dengan kelakuan Arsen yang duduk di pangkuannya secara tiba-tiba dan memeluk sambil menyembunyikan wajahnya diceruk leher Lexka
"sudah kenapa cengeng sekali"Lexka mengusap punggung Arsen pelan dan memperbaiki handuk kimono pada bagian paha yang tersingkat (tenang Arsen sudah pakai ****** ***** yang Lexka siapkan dikamar mandi jadi tidak kelihatan gundal gandulnya😂)
"maa-f"
"iya,jangan diulangi mengerti"
"Hm.hiks.."
kita tinggalkan pasangan kita ini dan beralih kesebuah kamar yang ada di paviliun barat,dikamar itu terlihat seorang laki-laki yang memiliki umur sama dengan putra mahkota kita yaitu 19 thn
dia tidak lain Dion,yang saat ini sedang mengasah mata pedang dan panah iya sangat antusias untuk acara berburu yang akan dilaksanakan setelah lomba-lomba ringan yang dibuat kaisar.
"selesai"Dion meletakan anak panah terakhir yang telah selesai iya asah
__ADS_1
Dion bangkit dari kursi menuju sebuah meja berukuran sedang yang diatasnya terdapat sebuah kardus berwarna putih,dan saat kardus itu dibuka terdapat didalamnya beraneka ragam jajanan ringan,roti tawar,selai,sereal,topokki instan,pop mie dan banyak lagi yang tidak mungkin disebutkan.
semua itu Lexka yang kasih untuk Dion sebagai simpanan,bahkan Lexka memberikannya alat elektronik seperti handphone sebagai alat komunikasi yang Lexka perintahkan untuk selalu dibawa sebagai penghubung antara ketiganya.
semua alat elektronik yang Lexka berikan terhubung dengan dunia dimensi jadi soal sinyal internet tidak perlu khawatir mereka dapat mengaksesnya.
kembali ke dion yang sudah mengambil makan ringan dan handphone ditangannya menuju kasur iya ingin melanjutkan tontonan warga +62 ditoktok.
dan saat iya mengscroll kebawah iya malah bertemu dengan orang yang mengajarkan tata cara memasak
"enak sepertinya masakan yang akan iya buat,ikutan ah"Dion pun memberhentikan vidionya bangkit dan langsung menuju kedapur
sampai didapur Dion menyiapkan bahan utama yaitu tahu dan tempe,mulai lah iya mengikuti instruksi
"lah aku gak punya corong biru cap kalajengking,aduh"
"apa ini,kenapa tempenya dihancur kan udah bagus bentuk ikan"
"lah untuk apa, Aaaaaaa ini bagaimana kok dari tadi gak ada yang benar"
"udah susah-susah aku ukir itu tahu bentuk bunga ngapa kau malah bejek-bejek sampai penyet Hah"
"kenapa gak dituang langsung kedalam wadah besar,ganti mulu perasaan udah dari anak sampai emak bapak makok yang kau pakai kenapa ngak kelar-kelar"
"otaknya mana!!,tinggal tuang aja airnya kenapa harus disaring,gak akan menggerindil itu ih"
"chef mana yang aku jadikan tutor ini?,udah ah gak jadi aku masak udah kenyang"
Dion berbalik meninggalkan kekacauan yang iya buat dengan menghentak-hentakan kakinya Dion pergi begitu saja menuju kamar
"lebih baik aku makan makanan instan,ikuti satu dua langkah jadi makanan enak,gak ribet dan tidak memperbanyak cucian"
saat melewati sebuah kamar yang pintunya sedikit terbuka Dion mendengar percakapan tentang rencana untuk mengerjai arsen dari dalam
"nanti kau masukan ramuan ini kedalam minuman yang akan diminum oleh si putra mahkota pembawa sial itu,bayar pelayan untuk memasukannya,biar dia mempermalukan diri dihadapan kaisar,raja dan bangsawan lainnya"
Dion yang mendengar itu mengepalkan tangannya,iya tidak habis pikir dengan para pengawal putri pertama yang tega akan berbuat seperti itu
"tidak akan aku biarkan rencana kalian berhasil"Dion pun melangkah pergi dari sana dengan handphone yang iya genggam,dengan bukti kebusukan para anak buah putri pertama
......................
......................
__ADS_1
......................
^^^Bersambung...^^^