
...jangan lupa komen vote dan like ya...
jadi saat ini Lexka masih dikamar Arsen setelah mengobati luka cambukan pada bagian punggung Arsen tadi dan memar pada pergelanga tangan.
Dion juga masih disini,keduanya memutuskan akan menginap dipaviliun pionix milik Arsen,dan mereka berdua tidur dilantai beralaskan karpet.
kedua orang itu dari tadi terus ribut,tapi tidak berani keras karena Arsen sudah tidur,keributan itu dipicu dari Dion
"geser sana sempit sempit"ucap Dion sambil mendorong tubuh Lexka,menggunakan kaki memang ngak ada akhlak
"diamlah,otak kau yang sempit!!,dari tadi aku sudah di pinggir setan gak bisa geser lagi"
"tetap saja geser"kesabaran Lexka diuji oleh mahluk yang ada disampingnya ini
"Dion,kalau kau tidak diam juga aku pastikan kau akan ku lempar keluar dari jendela"Lexka menatap kearah mata Dion,sedangkan Dion langsung memejamkan matanya,tatapan Lexka ngeri uyy
"tapi disini sempit juga" gumam Dion
"Dion"
"iya iya,bisanya gancem orang aja!!,awas ya kau uban tidur mendekat ke arahku,apa lagi menyentuh tubuh suciku habis kau"
"siapa juga yang mau mendekat,NAJIS"
"cihh"Dion pun berbalik membelakangi Lexka,dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya hanya menyisakan bagian kepala saja.
sunyi itulah yang terjadi didalam kamar mewah yang ketiga orang itu tempati,Lexka belum juga tidur,iya hanya berbaring terlentang melihat langit langit kamar.
karena merasa bosan,Lexka bangkit dari acara baringnya,dan mulai berjalan menuju kasur yang Arsen tempati,terlihat pangeran kita ini sepertinya terganggu tidurnya,terlihat dari dahi yang mengkerut.
Arsen tidur tengkurap dengan wajah menghadap kesamping,Lexka berpikir kenapa kaisar yang menjabat menjadi ayah Arsen bisa berlaku tidak adil kepada anaknya.
biasanya seorang putra mahkota mempunyai banyak sekali pengawal dan pelayan tapi ini tidak dipaviliun pionix ini sama sekali tidak ada penjaga maupun pelayan yang dapat mempermudah hidup seorang putra mahkota.
__ADS_1
malah rata rata dari pengamatan,yang Lexka lakukan orang di istana kekaisaran ini seperti punya dendam kesumat kepada Arsen,Lexka curiga ada yang tidak beres disini.
Lexka kembali menatap wajah Arsen yang terlihat berkeringat banyak sepertinya Arsen bermimpi cukup buruk
"by,hei bangun"Lexka menepuk pelan pipi Arsen dan mengoyang sedikit bahu Arsen agar segera bangun tapi sama sekali tidak mempan
"by bangun sayang...hei"Lexka khawatir karena tubuh Arsen malah memiliki suhu rendah tubuhnya benar benar dingin,disusul suara isakan dari Arsen yang masih dalam buayan mimpi
Lexka langsung mengangkat tubuh Arsen agar tidak berbaring lagi dan merengkuh tubuh yang menggigil itu,suara isakan Arsen makin terdengar dengan air mata yang keluar melalui kelopak mata yang masih tertutup itu
melihat Arsen yang tidak bangun bangun Lexka pun memejamkan mata,dan mulai berkomunikasi dengan Luangxi hewan kontrak penjaga ruang dimensi nya.
"angxi"
"ya,salam nona!"jawab dan salam angxi pada lexka
"Hm,angxi kau tau apa tugasmu kan"
"tentu nona"
sedangkan di alam bawah sadar yang terjadi pada Arsen yang efeknya sampai keraganya dikenyataan
tubuh Arsen terendam didalam air danau dengan tubuh terlilit ekor ular berwarna merah yang membawa tubuh Arsen sedikit demi sedikit masuk kedalam air,ular itu berniat mendenggelamkan Arsen agar nyawanya lenyap tapi semua itu gagal karena kedatangan Luangxi.
rubah itu langsung menyerang ular besar yang melilit Arsen dengan menggigit bagian tubuhnya,karena merasa sakit lilitan pada Arsen terlepas,dan angxi langsung menyambar tubuh Arsen dan meletakan ditepi,terlihat Arsen yang menggigil dan menangis,arsen ingin bangkit tapi tidak bisa
sedangkan angxi sendiri masih terus adu mekanik dengan ular jelek yang ada dihadapannya
"jangan menghancurkan rencanaku,dia harus mati Stttt"ujar ular itu marah pada angxi sambil mendesis
"kau yang pantas mati,pembalasan karena sudah berani menyentuh sesuatu yang tuanku sayangi"
kembali serangan angxi layangkan kepada ular itu,ular itu pun sama iya melayangkan ekor panjangnya kepada angxi tetapi tidak kena karena gerakan gesit dari sirubah
__ADS_1
angxi mencengram kepala ular itu dan menggigit dengan kuat dan mencabik cabiknya menjadi bagian kecil kecil
"Sttttt aaaaarrrrrrg hentikan"
"aaaaaaaarrrrrrrrrrrgggggggg"
mendengar teriakan itu,angxi malah makin semangat dengan kegiatannya membedah si ular
"Sssstttttttttt berhen-"suara ular itu langsung berhenti karena kepalanya sudah terputus karena ulah angxi
"mati yeyyy, pasti nona senang"dan angxi berubah kembali pada ukuran kecilnya yang sangat imut,dan menghampiri Arsen dan memutari nya seketika cahaya putih menyelimuti Arsen dan menenggelamkannya.
sedangkan dikenyataan,Arsen akhirnya bangun dipelukan Lexka,yang menatapnya tenang namun matanya tidak bisa menyembunyikan ke khawatiran yang ada
"Dion segera ambil air"perintah Lexka pada Dion yang berdiri didekat nya dan iya langsung berlalu menuruti perintah Lexka dengan cepat
Arsen sendiri mengisak didalam pelukan Lexka,mimpi itu iya tidak suka dadanya sakit
"lex-ka,hiks....sakit"Arsen mencengram lengan Lexka
"iya aku tau"sambil mengusap punggung dan rambut Arsen yang basah,tatapan mata Lexka menatap keluar jendela dengan dingin,angxi sudah menjelaskan apa yang terjadi kepada Arsen
"lihat sampai aku tau dalang dari ini semua,tidak akan aku biarkan tubuh kalian terlihat didunia ini"batin Lexka
ditempat lain disebuah ruangan remang remang,terlihat dua orang dengan satu orang bergetar ketakutan.
dan satu orang perempuan paruh baya,dengan kondisi tubuh tercabik cabik dengan organ bertebaran serta kepala yang terpisah dari tubuh
"sia-lan kenapa ja-di begini,kenapa rencanaku selalu gagal saat ingin memusnahkan anak ****** itu"dengan tubuh yang masih bergetar karena masih terkejut dengan apa yang baru terjadi Dia meninggalkan ruangan yang berisikan seogok raga berceceran Tampa jiwa
......................
......................
__ADS_1
......................
^^^Bersambung....^^^