
...jangan lupa komen vote dan like ya...
Kuda hitam melaju dengan kencang melewati jalan yang di kelilingi oleh hutan lebat,di belakang ada tiga kuda lainnya yang mengikuti.
Mata tajam berwarna biru mengawasi area yang di lalui dengan teliti,dan memperhitungkan kecilnya resiko saat diambil.
rambut sewarna hitam dan juga masker wajah yang menyembunyikan wajahnya melirik anggota yang berada dibarisan belakang, untuk memeriksa apa mereka baik-baik saja.
Mengangkat sebelah tangannya,sosok tersebut mengisyaratkan untuk berhenti dan tanda tersebut dimengerti oleh para anggotanya yang mulai memelankan laju kuda yang mereka tunggangi.
"Istirahat 20 menit!"sosok bermasker tersebut mengeluarkan perintah dan langsung di setujui pihak yang lain.
"Oke!"masing-masing dari mereka mulai turun dari atas kuda dan mencari tempat nyaman untuk duduk.
...[ ]...
Di istana kekaisaran yang sangat megah yang biasanya terisi oleh anggota keluarga, pekerja dan lain sebagainya,kini penuh sesak akan para rakyat,dari bangsawan tertinggi sampai para rakyat biasa dengan pakaian serba hitam.
Dung
Dung
Dung
Suara bergema dari sebuah gong besar yang dipukul,mengisi suasana mendung hari ini suara keheningan mengisi suasana saat gong berhenti berbunyi.
"Beri penghormatan terakhir kepada Mutiara kekaisaran,dan putra kedua kekaisaran ini!"suara dari Ardes terdengar dan semua rakyat memberi penghormatan terakhir semuanya memejamkan mata dan membungkuk kearah dua buah peti kaca dimana disana terbaring sang permaisuri yang dengan keadaan yang dapat dikatakan mengenaskan dimana seluruh tubuhnya membiru dan kulit seperti melumer sedangkan putra kedua atau pangeran Naka dimana bagian lehernya yang memerah dan membiru dan hal itu memperjelas bahwa iya melakukan tindakan bundir dengan cara menggantung raganya.
"selamat jalan permaisuri semoga bahagia selalu"
"selamat jalan pangeran kedua semoga bahagia selalu"
"terima kasih akan jasa kalian selama hidup di dunia ini untuk kami para rakyat mu"
Suara dari rakyat yang diucapkan secara bersamaan dengan tatapan sendu melihat dimana dua peti itu dibawa pergi menuju gerbang dimana mereka semua akan mengantarkan dua raga Tampa jiwa itu menuju istirahat terakhir.
"Yang mulia,anda baik-baik saja!"
__ADS_1
"Hm-seperti yang kau lihat,ada perkembangan"jawaban diatas yang Ardes keluarkan membuat
"Tidak,Auranya saja tidak bisa saya deteksi,Maaf karena saya tidak bisa memberi hasil terbaik yang mulia"
"tarik semua prajurit yang tersebar"perintah Ardes membuat Eden terkejut,perintah apa yang baru saja iya dengar ini apa ini benar atau salah
"A-apa,yang mu-lia anda-!"
"aku ingin semua prajurit mendapat kabar kembali hari ini"setelah mengatakan hal tersebut Ardes berlalu dengan kereta kudanya yang akan membawanya menuju iringan yang membawa istri dan anaknya yang sudah tiada dimana keduanya ditemukan dengan keadaan berbeda permaisuri yang disangka karena penyakit langka tapi sedikit memiliki kesamaan dengan yang diderita oleh selir dan putri-putrinya yang sudah terlebih dahulu menghadap sang penguasa sedangkan pangeran dikira karena depresi dan berakhir dengan bergantung di dalam kamarnya.
.
.
.
Duk
Duk
Duk
"Baik"balas mereka serempak
"khusus untuk mu Luangxi kau mata belakangku,jaga anggota diluar pandangan yang tidak bisa kuraih"menggukan suara batin Lexka melakukan komunikasi dengan Luangxi yang berkuda pada area paling belakang.
"Baik nona"balas angxi patuh
"Hm-"
Mulai dari pertama memasuki wilayah hutan kematian dimana aura dingin langsung menyergap,mata Lexka melirik segala hal titik-titik aura hitam mampu matanya tangkap,entah hidungnya bermasalah atau apa,tapi di bias udara yang melewati area penciuman hidungnya dapat menangkap aroma Anyir yang sangat menusuk menembus masker hitam miliknya.
"Berhenti!"ujar Lexka membuat dua orang mengernyit dahinya bingung tapi tidak dengan Luangxi iya yang terhubung dengan nonanya dapat merasakan aura tidak enak disini sangat kuat.
"ada apa Xka!?"Arsen menggerakkan kuda yang iya tunggangi mendekati Lexka yang sedang menatap intens satu titik dimana pohon besar sedang berdiri kokoh dengan daun yang tampak aneh.
"pindah keatas kudaku Ar,Luangxi satu kuda dengan Dion!"
"iya nona"mendekat kearah Dion angxi langsung memindahkan diri dan duduk di depan mengabaikan wajah Dion yang masih loading dengan keadaan,begitupun dengan Arsen
__ADS_1
"Xka ada apa jangan membuatku bingung,kenapa harus pindah aku bisa berkuda sendiri"tanya dan bantah Arsen membuat Lexka menatap kearah dengan tajam,yang mana saat mendapat tatapan seperti itu Arsen langsung menunduk tidak berani menatap kekasihnya
"Pindah"tangan lexka terulur dan dengan terpaksa Arsen menerima uluran tangan itu dan berlalu pindah keatas kuda yang Lexka Naiki dan duduk di depan.
melihat Arsen sudah pindah Lexka melirik kearah belakang dimana Dion dan Luangxi berada.
"Dion, dengarkan perkataan Luangxi apapun itu selama kita berada di hutan ini jangan pernah membantah,pegang tali kekang mu dengan erat!"ujar Lexka menyadarkan Dion,yang mana langsung diangguki karena melihat Lexka yang tampak berbeda semenjak mereka berangkat dan semenjak Lexka mengenakan atribut dirinya yang dulu dimana aura tidak tersentuh dan dingin itu menguar.
"Hm-"gumam Dion dan mendengar keiyaan dari Dion Lexka menatap dua kuda yang sudah tidak di tunggangi itu dan dengan sekali jentikan jari dua kuda itu menghilang.
"ini hanya sementara setelah kita keluar dari hutan ini kamu boleh mengendarai kembali kudamu sendiri"bisik Lexka di telinga Arsen membuat pemuda itu menoleh sampai hidung keduanya bersentuhan.
"ada apa sebenarnya!?"tanya Arsen sambil menatap mata biru yang kini agak gelap dari biasanya
"kita akan ditandai kalau tidak cepat pergi jadi aku mohon apapun yang kamu lihat jangan sekali-kali bersuara atau mempertanyakan apa itu dan hal sebagainya,karena posisi kita untuk sekarang masih terlindungi,karena belum sepenuhnya terlihat!"menegakkan tubuhnya Lexka mulai membaca sebuah mantra yang tidak mereka ketahui dan saat apa yang Lexka gumamkan selesai muncul cahaya merah bercampur hitam melingkupi tubuh mereka semua dimana cahaya itu menampilkan gelombang mana sangat kuat.
"ditandai maksudnya!?"tanya Arsen tapi tidak di jawab oleh Lexka dan malah gadis itu memerintahkan mereka untuk lanjut.
"jalan"setelah selesai mereka semua mulai berjalan kembali pas saat melewati pohon yang Lexka perhatikan sedari tadi pandang seketika berubah aura hitam menguar dan di sana setiap sisi jalan terlihat mahluk aneh menyerupai Kurcaci dengan tampang sangat menyeramkan dimana tubuh mereka ditumbuhi tulang yang menguak keluar dari dalam tubuh,taring runcing dan kecil memenuhi mulut mereka yang sedang asik mengunyah daging mentah bahkan ada yang tengah menggerogoti bagian perut dari hewan yang sudah tidak dapat dikatakan berbentuk.
Greb
"jangan bersuara"ujar Lexka yang berbisik pada Arsen yang mencengram lengannya erat bahkan pemuda itu menahan nafas.
begitupun di barisan belakang pasangan ARLEX,Dion diperingati oleh Luangxi untuk tidak menimbulkan suara berakti,bahkan tali kekang sudah berpindah tangan kearah Luangxi.
mata Lexka berpendar kebelakang kala melihat salah satu mahluk kerdil itu berlari dan tiba-tiba melompat dan lompatan itu mengarah pada!?
syuttt
jlebb
......................
......................
......................
^^^Bersambung....^^^
__ADS_1