
...jangan lupa komen vote dan like ya...
tangan lexka masih berkerja untuk mengusap rambut arsen,dan pandangannya melihat kearah Dion Lexka dapat menangkap tatapan kesal dari iris mata hitam itu.
Lexka mengangkat sebelah alisnya,seolah mengatakan 'apa'..
"kau dari mana saja uban?,kenapa baru muncul!!"tanya Dion pada Lexka yang saat ini menatap malas kepadanya
"kenapa,!! rindu ya"
"cih berharap sekali kau dirindukan oleh orang tampan seperti ku"ujar Dion dengan percaya diri
"muka seperti pantat sapi bangga"hina Lexka,Arsen yang mendengar tertawa tapi tawanya terendam didalam pelukan lexka
"dasar menyebalkan,enyah kau sialan,mati sana"
"nanti aku mati kau nangis"
"aku akan pesta kalau kau mati"
"iya pesta air mata"Lexka menatap mencemooh kepada Dion ,yang mukanya sekarang sudah merah karena terlalu kesal
Arsen melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Lexka dengan kesal
plak...
"aduhh...kenapa kau memukulku"
Arsen menabok mulut Lexka sedikit keras iya tidak suka Lexka berbicara sembarangan,apa lagi menyangkut kematian,ya Arsen tau semua orang akan mengalaminya,tapi iya tidak suka
sedangkan Dion yang awalnya tercengang dengan apa yang dilakukan tuannya,detik berikutnya iya tertawa puas melihat itu
"jangan berbicara sembarangan,aku tidak suka"ujar Arsen sambil menatap tajam kearah Lexka
"HAHAHA HAHAHA mati kau yang mulia marah,potong yang mulia gaji si uban biar tau rasa!!" perintah Dion pada Arsen
"potong-potong,burung kau yang ku potong"ucap lexka sambil menatap Dion
"burung apa!?aku ngak punya burung,wlekk..."Dion menjulurkan lidah pada Lexka bermaksud meledek,tapi semua sirna karena ucapan Lexka selanjutnya
"tuu..yang dibalik celana aku potong atau cincang sekalian"
__ADS_1
"sialan kau uban,yang mulia lihat pengawalmu yang satu itu,kenapa dia begitu menyebalkan!!"Dion menatap menatap memelas kepada Arsen berharap untuk dibela,Lexka menatap jijik pada Dion sedangkan Arsen malah kasihan
"Lexka"panggilan dan tatapan peringatan dari Arsen
"iya-iya"Lexka pasrah,dan matanya tidak sengaja malah kembali melihat kutu beras yang sedang memasang wajah kesenangan karena dapat pembelaan dari arsen.
"by kamu tidak mau menghadap kaisar,habis itu kita kembali aku malas disini"tanya Lexka pada Arsen
"iya apa lagi disini banyak sekali orang yang bikin sakit mata yang mulia,contohnya ini"tunjuk Dion pada si LilyAsu yang berdiri didekat mereka sambil berbicara dengan pipi merona sambil melihat Arsen,yang padahal itu ilusi yang dibuat Dion.
"eem kita menghadap sebentar"
"pengawal Dion hilangkan sihirmu"jawab dan perintah Arsen
"baik yang mulia"Dion langsung melaksanakannya
saat sihir terlepas terlihat LilyAsu terkejut saat yang berhadapan dengannya bukan Arsen melainkan bangsawan perut buncit,dan saat Lily menghadap kesamping iya malah disambut dengan wajah lexka yang menatap datar padanya dengan Arsen disamping
"ar-"dipotong dengan Lexka yang mengajak Arsen
"ayo"ajak Lexka dan Arsen mengangguk lalu melangkahkan kakinya melewati si LilyAsu begitu saja
"Arsen, kamu mau menemui kaisar ya kita barengan ya"ujar Lily sambil mengejar langkah Arsen,saat tangan Lily ingin memegang tangan Arsen tangannya lebih dulu ditepis Dion dan Lexka yang melihat itu tersenyum miring
"kau hanya orang rendahan berani sekali kau berlaku tidak sopan padaku HaH.."ucap Lily sambil menatap Dion dengan tajam dan saat ini mereka sedang menjadi pusat perhatian orang orang yang ada di sana
Arsen berhenti dan menatap kearah Dion yang sedang ribut dengan putri merepotkan seperti Lily,saat Arsen ingin maju untuk menghentikannya Lexka menghentikannya dengan memegang lengan Arsen
"jangan,percaya dengan Dion"ujar Lexka
"tapi-"
"percayakan,kita temui kaisar dulu ya"
"tunggu Dion kita sama-sama"
"baiklah sesuai dengan yang anda mau yang mulia putra mahkota Arsen,milikku"ujar Lexka main main sambil mencolek dagu lancip arsen
"jangan genit"ujar Arsen sambil mencubit lengan Lexka dengan kuat,kalau perlu sampai dagingnya copot
"aww by,lepas sayang sakit"Lexka berusaha melepaskan cubitan maut Arsen,untuk ukuran laki laki manis Arsen termasuk buas.
__ADS_1
Arsen makin menatap ganas Lexka,karena kalimat sayang yang Lexka ucap,enak aja bilang sayang hubungan saja tidak jelas di perjelas kek apa ini tidak,Arsen curiga Lexka berlaku seperti ini bukan kepadanya saja.
"jawab"ujar Arsen dengan mata melotot pada lexka,dan kini bukan hanya satu tangan Arsen yang bergantung dilengannya melainkan dua
"aduhhh duh,jawab apa si by pertanyaan saja tidak ada!,lepasin by copot beneran nanti daging ku"Lexka serius Arsen sekarang ngak ada manis manisnya
"aku akan lepas,tapi jawab dulu"
"ya pertanyaannya apa dulu"
"pikir sendiri,aku malas bilangnya!!cepat"ucap Arsen, gengsi dong dia kalau bilang ingin mempertanyakan kejelasan hubungan mereka dan mengenai pernah tidak Lexka memperlakukan orang lain seperti iya lakukan pada arsen
sekarang Lexka ingin sekali berteriak kepada Arsen tapi tidak tega,dibentak saja nangis kejer apa lagi kalau iya berteriak mungkin Arsen koma.
dengan menarik napas pelan Lexka mencoba tersenyum walau senyum masam dan menjawab asal
"iya by"
"jadi itu benar, kamu-"Arsen tidak melanjutkan perkataannya,malah menatap Lexka dengan kecewa ditambah binar sedih Dimata indah itu
"by kamu kenapa,apa aku salah jawab,Hei.."sudah terlambat Arsen keburu merajuk kepada Lexka
Dan disinilah mereka trio Abal Abal disebuah taman yang ada diistana utama,mereka bertiga melarikan diri dari manusia-manusia jangcok penuh dosa disana setelah berbasa basi buang,dengan kaisar dan antek anteknya.
dan Arsen dari tadi tidak mau berdekatan dengan Lexka,berbicara saja tidak,sedangkan Dion yang melihat Lexka yang diabaikan oleh Arsen malah kesenengan dan terus saja mengejeknya.
"by maaf ya,walau aku tidak salah"ucap lexka kepada Arsen yang nyempil didekat dion
"kamu bersalah"jawab Arsen yang kembali memperdengarkan suaranya setelah dari tadi diam
"iya aku salah"pasrah Lexka,walau dalam hati dongkol juga dengan arsen
"sebagai penebus kesalah ghaib ku,aku akan mengajakmu ketempat yang indah ya"
"ajak saya juga yang mulia,karena saya harus menjaga anda dari mahluk ini"ucap Dion kepada Arsen,dan Arsen mengangguk
walau kesal dengan Dion Lexka pasrah akan keadaan dan membawa serta Dion untuk ikut.
......................
......................
__ADS_1
......................
^^^Bersambung...^^^