
...Jangan lupa komen vote dan like ya...
saat ini persiapan pembukaan acara akan diselenggarakan setelah para petinggi dan bangsawan yang ada melakukan jamuan makan dan minum teh bersama.
Arsen dari tadi disuruh masuk keruangan jamuan oleh Lexka sama sekali tidak mau,mood Arsen sudah benar-benar berantakan karena ulah kaisar yang merupakan ayahnya sendiri dengan mengumumkan rencana pernikahan dirinya dengan seseorang yang baru iya ketahui merupakan ratu yang mempunyai suami banyak itu.
"Lexka aku tidak mau masuk,kamu saja yang masuk dan menggantikan aku ya"pinta Arsen sambil menunjukan pappy eyes
"ogah!! malas banget,kan kamu putra mahkotanya by lagi pula kan didalam ada calon istrimu"Lexka membuang pandanganya dari arsen
plak...
Lexka mengusap lengannya dan memasang muka biasa saja,rasa kesal Arsen makin membumbung tinggi melihat respon Lexka yang malah mengajak Dion berbicara
"apa kedua hama sudah menjalankan rencana mereka"tanya Lexka kepada Dion
"sudah sepertinya,karena tadi aku sempat melihat mereka kebagian dapur"jawab Dion sambil menatap Lexka dan sedikit melirik Arsen yang menatap Lexka dengan tajam
"oh"
"bagaimana rencana kita menukar hal itu agar terkena tuan mereka"
"tenang saj-_" ucapan Lexka tidak dilanjutkan karena ulah Arsen yang menutup mulutnya menggunakan tangan
"Lexka jangan mengacuhkan aku"Arsen menutup mulut Lexka dengan kedua tangannya dan tatapan tidak suka dilanyangkan kepada Dion
"hahh,by kamu mau bunuh aku ya!?,bisa bisanya hidung aku kamu tutup juga"ujar Lexka saat tangan Arsen berhasil iya singkirkan dari wajahnya
"syukuri kenapa ngak mati!"ujar Arsen sambil memutar bola matanya malas
"oh begitu cara main nya,oke kalau gitu!!"Lexka baru ingin bangkit dari kursi yang iya duduki,tapi terhenti karna sebuah pelukan dari kekasihnya
"alah ngambek gitu aja marah"
"...."
"Lexka"Arsen melihat sang tunangan yang tidak menjawab mendengus,dan mengoyang tubuh Lexka yang ada didalam pelukannya kekiri kekanan
"Lexka maaf ya,tadi aku hanya becanda ngak beneran kok tadi,mana mungkin aku buat kamu celaka dan mana mungkin aku sanggup ditinggal kamu mati"
"alah taik kucing,hoax pasti"batin Lexka
"lexka ngomong dong!!"pinta Arsen suaranya mulai melirih di pendengaran Lexka
"....."
"....."
"....."
krik..krikk...krikkkk
__ADS_1
Lexka mulai melirik sosok yang meletakan kepalanya dibahu sebelah kanannya,iya tidak dapat melihat raut wajah dari Arsen karena anak itu disembunyikan pada bagian lehernya,tapi keanehan itu terjawab karena ada rasa dingin air yang membasahi bagian lehernya.
"Lexka hiks...maaf janji ngak gitu lag-i"
Arsen mengangkat wajahnya yang sudah merah dari bagian leher Lexka dan_
Cup...
Arsen mengecup pipi kanan lexka,setelah dicium muka Lexka tidak ada perubahan tapi dalam hati
"manisnya"batin Lexka sambil melirik Arsen yang sudah melepas pelukannya dan menunduk itu
"Lexka hiks... maafin aku hiks.."
"Hm,"gumam Lexka
Arsen mendengar gumaman tersebut langsung mengangkat pandangannya dan mengulurkan kedua tangannya kearah Lexka-
"mau peluk"
Lexka membawa kekasih hatinya itu kedalam pelukan hangatnya sambil mengusap rambut arsen pelan sebagai penenang.
"jangan diamin aku kayak tadi ya"
"iya"
"Lexka kalau diam jadi jelek,jadi jangan diamin aku kalau orang lain boleh"
"iya sayang"
"pada akhirnya ada udang di balik bakwan"batin Lexka menatap malas pada Arsen walau keinginan tersebut iya turuti
"Dion kami tinggal dulu,kau disini saja mengerti"ujar Lexka yang sudah bangkit dari kursi yang iya duduki sambil menatap Dion yang sedang memasang muka sewot pada sepasang kekasih didepannya
"bisakah kalau bermesraan jangan dihadapan ku"protes Dion
"memangnya kenapa!!,siapa suruh duduk di situ,udah tau jomblo menyingkirlan sebentar kan sakit hati jadinya kita sih tidak tanggung jawab ya by"ucap lexka pada Arsen
"iya syukurin"
"yang mulia kok ikut-ikutan dia sih"ujar Dion sambil menunjuk Lexka
"ya terserah saya lah kok situ protes,ayo Lexka kita masuk!"
dan sepasang kekasih tersebut meninggalkan Dion sendirian dalam keadaan pundung.
"awas nanti kalau aku punya kekasih,aku akan pamer kemesraan terus didepan yang mulia sama uban biar tau rasa"ucap Dion dengan pandangan membara dimatanya.
...----------------...
Arsen dan Lexka sudah duduk dikursi masing-masing,kursi keduanya berhadapan langsung dengan Ratu yang akan menjadi calon istri dari Arsen,Lexka dari tadi mati Matian menahan tawanya saat melihat kerlingan nakal ratu Sofia kepada Arsen yang mukanya sudah masam seandainya hanya mereka berdua disini Lexka dapat menjamin kekasihnya ini akan merajuk dan menangis.
__ADS_1
arsen menyenggol lengan Lexka membuat si empu tangan menatap pada orang yang menjadi biang kerok dari senggolan tadi
"Lexka liat dia terus menatapku"bisik Arsen
"pelototi by, pelototi!!"
Arsen mengikutin perkataan dari Lexka dengan memelototi Ratu bermuka putih akibat dempul wajah terlalu tebal,tapi bukan takut si Sofia itu makin menjadi dan senyuman mengerikan itu makin lebar.
Lexka sedikit menunduk agar orang lain tidak tau iya sedang menampilkan ekspresi apa,saat ini iya sedang menggigit bibir bawahnya menahan tawa yang hampir lepas karena ulah si Sofia itu,saat itu Ratu sedang tersenyum lebar pada Arsen Lexka malah salfok sama bedaknya yang malah retak dan berguguran.
"itu bedak apa jalan aspal,kok bisa retak!? Hahahaha😂"batin Lexka tertawa lepas
"Lexka dia makin menyeramkan"cicit Arsen dari dengan tangan yang memengan lengan lexka.
karena merasa sudah cukup wanita itu melihat tunangannya,Lexka mengangkat kepalanya dan menyorot tajam mata Ratu kegatalan didepan mereka.
"alihkan tatapanmu itu,sebelum aku congkel matamu keluar dari tempatnya sekarang juga"tekan Lexka
"memangnya kau siapa,hanya seorang pengawal berani sekali mengatur Ratu sepertiku"balas Sofia menatap balik lexka
"hanya pengawal yakin!!, Hahahaha lucu sekali,lagi pula Ratu macam apa model dan penampakan seperti kau macam setan"
"kau beraninya"
Ratu Sofia bangkit dari kursi yang iya tempati dan mengambil pisau buah dan dilemparkannya kepada Lexka yang menatap remeh padanya.
syutt...
Lexka menatap pisau yang melayang kepadanya dengan santai,saat pisau itu ingin mengenai wajahnya tiba-tiba pisau tersebut berubah menjadi abu begitu saja.
semua yang ada disana terkejut apa lagi tiba-tiba rasa panas menjalar dari pijakan mereka pada lantai,saat melihat kebawah mereka semua seketika langsung mengangkat kaki keatas kursi karena pada bagian lantai sudah dipenuhi dipenuhi dengan api biru bercampur hitam.
melihat sofia kepanasan Lexka malah tertawa pelan dan berujar
"kenapa panas ya uuuuuuu kasian"
"hentikan semua ini,putra mahkota perintahkan pengawalmu itu untuk berhenti"kaisar kita ARDES pun buka suara karena ikut merasakan panas,iya tadi sempat ingin menetralkan panas dengan kekuatan esnya tapi tidak mempan sama sekali.
"Lexka maksudnya apa,aku harus memerintahkan kamu apa"tanya Arsen bingung,iya disana hanya Arsen yang tidak merasakan apapun dan ini sebagian dari rencana Lexka untuk menukarkan minuman Arsen dengan milik putri pertama saudari tiri kekasih nya itu
"tak taulah!!,dan untukmu ini peringatan terakhir berani mata jelek itu menatap milikku,kucincang kau"
"dan kau kaisar yang terhormat,berani menikahkan Arsen, ku ratakan wajahmu itu,ingat itu! perkataanku tidak pernah tidak aku laksanakan"
"yasudah mari makan,nanti dingin makanannya jadi ngak enak nanti"dengan santainya Lexka mengajak orang disana untuk makan,setelah menghilangkan kekuatan yang selama ini tidak pernah iya gunakan itu,karena menurutnya dulu semua itu aneh.
orang disana hanya mampu terdiam,dan melihat ngeri pada sosok berwajah rupawan yang sedang menyuapi Arsen itu dengan telaten.
......................
......................
__ADS_1
......................
^^^Bersambung...^^^