DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
5.


__ADS_3

...jangan lupa komen,vote dan like ya...


Malam yang indah didesa Semanggi dengan dihiasi oleh lampu lampu gantung dan hiruk pikuk para penjual maupun pembeli yang antusias dalam menjajakan dagangannya atau bagi penikmat yang tidak sabar mencicipi.


perayaan ini sendiri dibuat untuk memperingati berdirinya desa semanggi dan juga rasa syukur mereka untuk segala hal yang mereka dapat didesa tersebut.


dan untuk Lexka,yang merupakan pengunjung sendiri disana cukup terhibur dengan apa yang iya lihat seperti malam ini


karena dulunya Lexka itu orang sibuk,untuk menghadiri sebuah perayaan saja susah dan juga untuk memikirkan hal tersebut sepertinya tidak pernah,karena isi otaknya hanya berpacu tentang perkerjaan terkontrol,misi sukses itu saja selama ini


dan untuk malam ini,iya baru merasakan pentingnya istirahat bagi tubuh dan otaknya yang selalu iya paksakan,untung gak error.


malam makin larut dan bukannya para orang disana baik pengunjung atau warga desa kelelahan mereka malah makin antusias karena pada tengah malam akan diadakan pelepasan lampion sebagai penutupan atas acara dimalam ini


Lexka sendiri sudah membeli lampion dan juga kartu permohonan yang kata warga disini mitosnya makin jauh terbangnya lampion yang membawa permohonan kita semakin diberi kemudahan dalam menggapai keinginan,dan untuk lexka sendiri iya berharap lampion yang membawa permohonannya tidak nyangkut.


"nulis apa ya!?"ujar Lexka sambil memutar sepidol kecil yang iya keluarkan dari ruang dimensi ditangannya


warga desa pun antusias menulis di kartu permohonan mereka,sampai suara kicauan mereka terdengar saling bersahutan antara satu dan yang lain


karena sudah mendapatkan permohona yang menurutnya paling cocok Leka pun mulai mencantumkan tulisannya kekertas kecil ditangannya yang berbentuk bintang


......mau baby boy,satu aja permintaan gue ......


...gak banyak kan jadi dikabul awas gak!👊...


setelah menulis permohonannya Lexka mulai mengikatnya pada bagian bawah lampion,setelah menyelesaikannya Lexka menunggu aba aba dari kepala desa disana untuk melepaskannya


"Baiklah para warga desa semanggi dan para pendatang dari tempat asal yang berbeda beda saya ucapkan terima kasih untuk mau bertandang ke desa tua kami ini dan terima kasih karena sudah ikut memeriahkan malam ini,maka untuk penutupnya mari kita sama sama melepaskan lampion permohonan yang membawa harapan kalian semua semoga sang dewa mengabulkannya"


"mari angkat tangan kalian yang berisi lampion yang sudah menyala rentangkan keatas dan lepaskan semoga takdir membawanya terbang melayang dengan tinggi dan mengabulkan permohonan kita semua"ujar kepala desa disana panjat lebar


dan disanalah puluhan atau ratusan lampion berbagai ukuran menghiasi langit malam pancaran cahayanya sangatlah indah dipandang mata semua itu tidak lepas dari tatapan mata biru lexka.

__ADS_1


"harus terkabul ya,jangan nyangkut kau terbang yang baik kalau ada yang menghalangi jalan you senggol aja"batin Lexka manggila sambil melihat lampion yang iya lepaskan dan berbaur dengan lampion milik orang lain


sedangkan ditempat tidak jauh dari sana sepasang mata dengan bulu mata lentik sedang memandang langit yang dihiasi cahaya indah dari lampion yang terbang kesana kemari terbawa angin melalui jendela sebuah penginapan.


"aku suka terang dan tak suka gelap itu menakutkan,aku suka putih dan tak suka merah itu menyakitkan"gumaman suara lirih yang dikeluarkan dari selah selah bibir berwarna merah pucat


karena sudah terlalu larut pemilik dari kamar penginapan menutup jendela kamarnya dan mulai menuju kekasur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah karena menjalankan kegiatan hari ini yang baru selesai iya tangani mungkin besok iya akan melaporkan kekepala desa ini untuk tidak resah lagi tentang masalah pencurian hewan ternak karena para pencuri itu sudah iya tangkap dan sudah diserahkan pada pihak kerajaan DIAMOND.


saat sudah meletakkan kepalanya kebantalan kasur laki laki itu pun mulai memejamkan mata indahnya,dahinya berkerut samar dan sedikit ringisan keluar dari mulut merah pucat tersebut.


Tampa sadar air mata mengalir melewati kelopak mata yang tertutup tersebut,dan juga isakan lirih mulai terdengar.


"ibu ini menyakitkan"ujar lirih dari laki laki tersebut yang merupakan Arsen sambil mencengkram rambutnya karena sakit yang menyerang.


Arsen merupakan laki laki yang sangat rapuh,diluar sana saat iya berhadapan dengan orang orang iya berusaha tampil kuat seperti tidak ada apapun yang mampu menumbangkannya,tapi nyatanya itu semua adalah sebuah kepalsuan


tubuhnya sebenarnya sangatlah lemah,iya seharusnya tidak boleh melakukan hal terlalu berat atau berpikir sesuatu yang membuatnya menguras pikiran terlalu berlebihan karena itu akan membuatnya sakit dan semua itu hanya diketahui oleh satu orang dan orang itu adalah ibunya yang sudah tiada.


tapi sayang botol kecil yang sudah ditangan Arsen malah terjatuh dan pecah,dengan isi berserakan dilantai


sedangkan Arsen sudah terjatuh dari kasur,dan terbaring dilantai dingin dan itu makin memperburuk keadaannya


"hiks...hiks..to-long, Di-on sakit"


"ib-u.... Bu"


Arsen makin mengisak,ini sangat menyakitkan,kepalanya sakit...siapapun tolong dia


sedang kan Dion sendiri tertidur pulas dikamar sebelah Arsen,jadi iya tak tau dengan apa yang terjadi kepada tuannya tersebut.


sedangkan Lexka yang baru kembali dari perayaan dengan tangan yang pembawa jajanan yang iya beli tadi di STAN STAN yang ada di perayaan,perjalanannya menuju penginapan lancar saja tapi saat menuju kamarnya yang berada dilantai dua,saat melewati lorong Lexka sayup sayup mendengar suara tangis lirih,jangan ragukan pendengaran dari pembunuh bayaran kita ini yang setiap hari membersihkan telinga jadi gak Bolot.


"suara apa itu?

__ADS_1


jangan bilang hantu!?


ah tapi masa disini ada hantu modelan pak kutil Ama maaklontong !?


emm mencurigakan,cari ahh"


Lexka dengan cepat mencari sumber suara tangis,yang disertai erangan sakitdan akhirnya sampai juga iya disebuah pintu kamar penginapan yang berjarak tiga buah pintu dari kamarnya.


Lexka berdiri didepan kamar itu,iya dapat mendengar jelas tangisan dari dalam sana,


"*sak-it hiks..hiks to-lon-g huhuhu"


"uhuk..uhuk*..."


dengan cepat Lexka ingin membuka pintu tersebut tapi terkunci,tapi iya tidak patah akal dengan cepat iya mengambil sesuatu dari ruang dimensi berupa sebuah penyongkel besi,karena iya akan membuka pintu tersebut dengan paksa,tapi tetap hati hati agar tidak menimbulkan keributan di jam yang sudah memasuki dini hari


dan upaya Lexka,pun membuahkan hasil dengan pintu yang sudah terbuka lebar,Lexka segera masuk bergegas mendekati seogok tubuh yang terbaring dilantai dengan keadaan yang berantakan.


"hiks- hiks -hiks...sakit uhuk uhukk"


dengan cepat Lexka mengangkat kepala laki laki dengan tubuh kurus tersebut kepadanya


dan disaat iya menyingkirkan rambut hitam yang menutupi sebagian wajahnya Lexka terkejut saat melihatnya


"kau-.......


......................


......................


......................


^^^Bersambung.....^^^

__ADS_1


__ADS_2