DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
26.


__ADS_3

...jangan lupa komen vote dan like ya...


pagi menyambut dikamar yang terletak pada bagian ujung paviliun barat terdapat sepasang kekasih yang sedang tertidur diatas kasur dengan salah satunya masih nyeyak terbuai mimpi sambil memeluk guling.


sedangkan salah satunya sudah mulai bangun dengan mengerjap gerjap mata untuk memyesuiakan cahaya yang masuk ke mata.


"hoamm,jam berapa nih"sambil menyugar rambut kebelakang gadis dengan wajah tampan bercampur cantik itu melihat pada jam weker yang terletak diatas nakas samping tempat tidurnya


"jam 6"gumam Lexka,dan mengalihkan pandangannya kepada Arsen yang masih terlelap disebelahnya


"nanti saja dibangunkan"


gadis itu bangkit dari kasur,mengambil handuk dan pakaian ganti dan berlalu masuk kekamar mandi,tidak perlu waktu lama hanya sekitar 15 menitan Lexka sudah siap dengan Hanfu merah bercampur hitam dengan rambut yang iya ikat ekor kuda



selepas dari itu iya menuju kearah sebuah meja berukuran kecil dan disampingnya terdapat cermin full body dengan duduk lesehan iya mulai mengablikasikan berbagai hal untuk perawatan wajah dan berakhir dengan lip balm yang iya poleskan dibibir.


Kembali melihat kearah jam Lexka yang sudah makin bergulir mendekati jam acara akan dimulai,iya pun bangkit untuk membangunkan kekasih yang sempat berdebat dengan dirinya semalam perihal Arsen yang tidak mau balik ke mansion pribadi yang iya tempati.


dan pemenang dari debat alot yang mereka jalani,tentu saja yang menang adalah yang mulia putra mahkota Arsen dan Lexka hanya bisa pasrah.


"by bangun!"Lexka memainkan pipi Arsen dengan gemes


"euggghhh gak mau"Arsen membuka matanya sedikit dan menyingkirkan tangan lexka yang menempel diwajahnya


"ohh gak mau,aku hitung sampai tiga kalau tidak bangun juga siap-siap kuhukum"


"Satu"masih dengan posisi yang sama Arsen mengacuhkan perintah Lexka dengan berguling membelakangi si tunangan


"Dua"mulai ketar ketir


"Tig-"


"iya ini bangun"dengan muka cemberut Arsen menatap Lexka yang duduk dipinggir kasur


"sekarang mandi!!"


"Hm"Arsen pun bangkit dan masuk kekamar mandi


Lexka mengambil ponsel yang terletak di atas nakas yang berada disamping kasur dan langsung membuka room chat dengan nama kontak kutu beras.


Me.


_ambil pakaian ganti dipaviliun pionix,cepat jangan lelet.


sedangkan dikamar Dion sedang misuh-misuh dan mengatai Lexka


"nyuruh aja taunya,ambil sendiri kek ngak Taukan orang lagi sibuk perawatan biar nanti ada yang terpesona eh terus gak jomblo lagi deh"

__ADS_1


dengan melepaskan masker wajah yang iya kenakan,Dion pun berlalu ke paviliun Arsen.


"dasar uban,anak bekantan,sepupunya dugong,temannya rabies dan kerabat dekat babik semuanya uban punya"sepanjang perjalanan Dion terus bergumam dan tidak mempedulikan orang-orang yang menatap tidak suka padanya.


tapi terkadang Dion balas memelototi para hama dari kekaisaran ini maupun bukan


"ih mata itu mata pengen tak congkel,nanti kalau diladeni turu,memang ****"Dion mengancungi jari tengahnya pada kerumunan orang yang sibuk membicarakan dirinya


...----------------...


kembali dengan Lexka yang sudah menyiapkan makanan bergizi untuk mereka pagi ini,diatas meja sudah tersusun tiga piring berisi makanan dan segelas susu berserta tiga gelas air putih.



bukankah memang sehat makanan mereka hari ini,sengaja Lexka menyiapkan itu karena kegiatan hari ini banyak dan mereka butuh tenaga untuk itu.


pintu kamar diketok bertepatan juga pintu kamar mandi yang terbuka dengan arsen yang keluar menggunakan handuk kimono.


Lexka tidak menghiraukan itu,iya berjalan menuju pintu dan saat dibuka terpampang lah wajah Dion yang menatap Lexka kesal


"bawa masuk"Lexka berlalu begitu saja Tampa menghiraukan atau mengambil pakaian arsen yang dipegang Dion


saat sudah masuk Dion menyerahkan pakaian yang iya bawa kepada Arsen yang sedang duduk dipinggir kasur,sedangkan Lexka duduk diatas karpet bulu menghadap meja dengan memainkan game yang ada di ponsel sambil menunggu Arsen siap dengan pakaiannya.


Dion sendiri sudah mengambil duduk dihadapan lexka,dan memasang wajah serius tapi iya sedikit ragu


"kalau mau mengatakan sesuatu,katakan saja"ujar Lexka sambil meletakan ponsel disamping kirinya


"menurutmu apa yang harus kita perbuat pada mereka"tanya Dion


"buat rencana mereka terkena junjungan mereka sendiri"


"bagaimana caranya,kita sebagai pengawal tidak dikenakan untuk memasuki ruangan hanya para tamu yang mendapatkan undangan makan dari kaisar saja yang bisa"


"kau akan tau nanti,sekarang bersikaplah seolah tidak ada pembicaraan yang kita lakukan"ucap lexka sambil menyerahkan ponsel Dion kepada pemiliknya


"baiklah"


pintu kamar mandi pun terbuka dengan arsen yang sudah tampan dengan pakaiannya bernuansa hitam putih bercampur gold itu



"Lexka"Arsen menatap curiga lebih kemenuduh sambil berjalan mendekat dan duduk disebelah kanan lexka


"kenapa menatapku begitu"


"kamu-"Arsen memandang Lexka dengan tajam sedangkan orang yang ditatap mengangkat sebelah alisnya bingung


"kerasukan atau bagaimana ini anak kok jadi aneh"batin Lexka

__ADS_1


"kamu ada hubungan ya sama pengawal Dion,ngaku kam-"ucapan Arsen terhenti karena Lexka menyuapi makanan kemulutnya


"ngigo kamu by,atau terlalu lapar sampai ngomong sembarangan"


Dion sendiri terkejut karena ucapan Arsen iya yang sedang minum malah tersedak sampai air sedikit keluar dari hidung


"uhuk..uhuk..uhukk"Dion terbatuk batuk segera iya mengambil tisu yang ada di atas meja walau sedang batuk dia harus tetap anggunly.


saat batuknya mereda Dion pun memberi penjelasan kepada Arsen iya tau tuannya ini punya jiwa pencemburu yang terlalu besar,kalau tidak dijelaskan bisa-bisa seharian penuh iya akan di tatap sinis oleh Arsen.


"yang mulia,anda jangan berpikir seperti itu saya mana mungkin berani menjalin hubungan dengan pengawal Lexka kepikiran saja tidak,sayakan tidak mungkin mengambil tunangan anda itu"jelas Dion namun Arsen acuh dan malah sibuk dengan makanannya


"yang mulia jangan marah"


"diamlah ganggu aja orang lagi makan"


dan Dion memilih diam,dan pasrah akan keadaan tuannya ini moodnya seperti roller coaster cepat sekali berubah.


...----------------...


circle beranggotaka tiga orang ini sedang berkumpul bersama para hama-hama penjilat dari berbagai kerajaan model orang disini banyak macam.


para Raja,Ratu,putri,pangeran dan anak bangsawan berpakaian sangat mewah dan menyilaukan mata.


Lexka hanya bisa menggeleng melihat para orang-orang itu cosplay jadi penjual perhiasan secara mendadak.


"mataku sakit melihatnya"


"Lexka tutup mukanya mereka terus menatap kesini"Arsen memelototi orang yang menatap lapar kepada tunangannya mau itu perempuan atau laki-laki matanya rata-rata menyorot mereka


"tenanglah by,mereka hanya bisa menatap tidak bisa memiliki ku,kamu kan tau aku milik siapa"jelas Lexka sambil mengusap pipi kenyal Arsen


"milikku"Arsen memeluk lexka bodo amat orang disana melihat mereka,disini Arsen ingin menjelaskan bahwa Lexka miliknya seorang


sedang Dion menatap miris pasangan disebelahnya udah tau ada jomblo di samping mereka,masih aja pakai segala ngebucin diakan iri


"*gini amat ngontrak dibumi" batin Dion


"ada hubungan apa antara keduanya"batin ARDES


"tidak akan aku biarkan anak ******* itu bahagia"


"pengawal itu harus menjadi milikku*"


......................


......................


......................

__ADS_1


^^^Bersambung...^^^


__ADS_2