
...jangan lupa komen vote dan like ya...
saat ini Arsen sedang duduk diatas seekor kuda berwarna hitam,iya tidak sendiri diatas kuda melainkan iya bersama manusia menyebalkan yang baru iya ketahui bernama Lexka.
kejadian 2 hari yang lalu dimana saat iya sakit,disana iya yang dikejutkan dengan tampang Lexka yang sangat tam- eh jelek maksudnya.
dan dimana iya tau nama dari seseorang yang memiliki Surai perak dan iris mata berwarna biru yang harus iya akui sangat indah.
dan Dion saat itu melihatnya dengan orang asing langsung saja menyerang Lexka,dan berhenti sesudah menghancurkan kamar inap yang di tempati oleh Arsen.
Arsen sangat kagum kepada Lexka,Karena serangan dari Dion yang dikenal sebagai prajurit yang sangat kuat hanya mampu melukai sedikit lengan atas dari Lexka.
dan waktu pertarungan itu Lexka sama sekali tidak terlalu melawan Dion iya hanya menghindar saja,dan kini setelah dua hari yang lalu Dion masih dengan sikapnya yaitu menatap kesal pada Lexka.
dan hari ini Arsen, Dion, dan Lexka akan pulang menuju kekaisaran kenapa Lexka ikut mereka itu karena,Lexka bilang iya butuh perkerjaan karena katanya iya tidak punya uang karena miskin.
dan karena seorang Arsen yang terkenal baik,maka diangkat lah Lexka menjadi penjaga baginya,setelah Dion.
kembali pada ketiga orang dengan dua ekor kuda yang ditunggangi sedang melaju dengan cepat dijalan yang melewati hutan
Dion dengan kuda coklat yang iya tunggangi memimpin jalan didepan,sedangkan Lexka mengikuti dibelakan bersama Arsen yang duduk didepannya.
"ber-henti"ujar Arsen sambil mencengkram lengan Lexka yang memegang tali kekang kuda
"ada apa baby"ya Lexka masih bertahan memanggil Arsen dengan panggilan itu,dan Arsen membiarkan toh iya tidak tau artinya apa!.
"Hahhh ses-ak..."ujar Arsen sambil mencengkram dadanya
dan dengan segera Lexka memberhentikan kudanya dan berteriak pada Dion didepan yang sedikit jauh darinya dan Arsen
"BERHENTI NJING"teriak Lexka dengan kuat pada Dion takut anak itu tuli dan tidak mendengar teriakannya
Dion pun segera berhenti mendadak dan melihat kebelakang dengan kesal karena panggilan Lexka padanya,Dion pun dengan cepat membalas panggilan Lexka
"ADA APA!?"balas Dion juga ikut berteriak
"istirahat"ujar Lexka yang langsung turun dari kuda hitam nya,sedangkan Arsen masih duduk diatas
__ADS_1
"untuk apa istirahat buang buan-"
"gunakan matamu,lihat keadaan teman seperjalanan,jangan memikirkan cepat sampai"
Dion yang mendengar perkataan orang menyebalkan ini, langsung menatap Arsen yang mukanya pucat ditambah tuannya itu seperti kesulitan mengatur napasnya,tentu hal itu membuat iya terkejut
"yang mulia,anda baik baik saja"tanya Dion khawatir kepada Arsen
"Hm"gumam Arsen sambil sedikit melirik Dion disampingnya yang sama sama masih duduk diatas kudanya
"matamu buta"celetuk Lexka yang sudah mengikat tali kekang kudanya
"ayo by,sini turun"Lexka mengulurkan tangan kepada Arsen,dan Arsen walau ragu iya tetap memegang tangan lexka,sedangkan Lexka saat Arsen sudah menyambut tangannya iya langsung saja memindahkan tangan Arsen kelehernya dan mengambil tubuh Arsen dari atas kuda dan menggendongnya,menuju tempat berteduh,Arsen shock.
sedangkan Dion,tercengang melihat Lexka yang mengendong Arsen,yang dikenal orang dengan kepribadian dingin dan tak tersentuh,terus tadi apa,atau itu hanya halusinasi dia saja.
tidak ingin larut dengan pikirannya Dion segera menyusul kedua orang itu,yang sudah duduk selonjoran dibawah pohon.
"ini minum"ucap lexka sambil memberikan botol minum berukuran sedang berbahan plastik kepada Arsen yang sedang bersandar di batang pohon dan juga berusaha menormalkan pernapasannya yang terasa berat
"ini apa?"tanya Arsen melihat botol air ditangannya,bentuknya aneh dan baru kali ini iya melihat
Arsen yang melihat Lexka yang sedang menegak minumannya langsung membuang muka,walaupun wajah Lexka saat ini tertutupi topeng pada bagian setengah wajahnya,itu semua tidak mengurangi pesonanya malah itu membuatnya makin mengagumkan.
sedangkan Dion,saat ini baru saja mendudukkan diri disebelah Lexka sambil mengipasi lehernya menggunakan daun pohon kering
"panas sekali-"masih dengan acara mengipasi tubuhnya Dion melihat kearah Lexka dan tatapannya jatuh pada botol aneh yang sedang berada di genggaman manusia menyebalkan disebelahnya ini
dan langsung saja iya rampas itu botol
"barang apa ini,jangan bilang ini racun"ucap Dion sambil menatap Lexka curiga,tapi Lexka acuh dan iya sedang membantu Arsen membuka tutup botol,karena dari tadi yang mulia kita ini kebingungan untuk membuka itu botol,saat sudah terbuka Lexka mengansurkan botol itu kembali kepada pemiliknya
"minumlah"kata Lexka kepada Arsen
"Hm-"gumam Arsen dan ingin mengambil botol minum itu dari tangan lexka,tapi botol itu Lexka jauhkan dari tangan Arsen,dan Arsen sendiri kesal akan hal itu
"setelah dibantu,harus mengucapkan apa yang mulia kita yang terhormat"ucap lexka dengan sebuah senyum yang sangat menyebalkan bagi Arsen
__ADS_1
"cihhh,terserah!!"Arsen pun langsung menatap kearah lain,baru kali ini ada orang yang berani mempermainkannya
"aahaa!!...,belajar lagi lain kali baby"Lexka hanya bisa menghela napas,dan mengambil satu tangan Arsen untuk menyerahkan botol minum yang ada ditangannya
sedangkan untuk Dion sendiri kesal karena sikap acuh manusia didepannya,dan malah sibuk dengan kegiatan yang iya lakukan
"jawab jangan mengacuhkan pertanyaanku,apa mau kepalamu itu kupisahkan dari tubuhmu ini HAH"ujar Dion yang saat ini sudah mengambil ancang ancang ingin mencabut pedang dipinggangnya
"sebelum kau,menarik pedang itu kepalamu yang akan lepas terlebih dahulu"Lexka menatap mata Dion yang berwarna hitam itu dengan tajam
dan untuk Dion sendiri,sempat goyah akan tatapan didepannya tapi apa daya iya tidak mau menjatuhkan harga dirinya dan memilih menatap balik mata biru yang sedang menghunus tajam itu.
dan aksi tatapan itu harus buyar karena decihan orang ketiga disana yang tidak lain dan tidak bukan Arsen
"cihh"arsen masih dengan tampangnya yang seperti orang bodoh amat yang tidak mau mendengar keributan disekitarnya,tapi kalau kita menatap matanya maka akan terlihat tatapan tidak suka yang iya layangkan
"itu air biasa"ucap Arsen sambil meminum air dibotol minum yang ada di genggaman nya.
" cemburu hm"batin Lexka menatap penuh arti pada Arsen
Dion sendiri langsung diam,dan mulai mencicipi minuman yang ada ditangannya,yang sejak awal memang tidak lagi ada tutupnya itu,dan Arsen melihatnya seketika langsung menunduk dengan tangan terkepal erat disampingnya dan botol yang penyok karena remasan yang terlalu kuat
dan air dibotol itu membasahi pakaian yang iya kenakan.
Arsen segera bangkit dan berjalan menuju kuda yang diikat tidak jauh dari tempat mereka beristirahat,walau keadaannya belum dapat dikatakan baik
Lexka sendiri langsung menyusul Arsen,karena melihat Arsen yang bertingkah aneh
sedangkan Dion menatap dua orang yang sudah meninggalkannya,dengan raut bingung
"ada apa,kenapa saya ditinggal"
Dion dengan cepat menyusul dua orang itu yang sudah berdiri didekat kuda...
......................
......................
__ADS_1
......................
^^^Bersambung.....^^^