DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
31.


__ADS_3

...Jangan lupa komen vote dan like ya...


Lexka melirik kearah tempat duduk para bangsawan yang menonton,disana Arsen dan Dion sedang duduk,Lexka kembali mengalihkan pandangannya kepada papan bidikan untuk anak panah dengan menghembuskan nafas berat Lexka berusaha untuk tenang.


walaupun begitu tetap pikirannya bercabang ini semua karena otak keras kepala yang Arsen miliki.


"dasar keras kepala,awas nanti kalau ngerengek sakit sana sini"Lexka bergumam lirih dan mengambil tiga anak panah sekaligus,lalu meletakannya pada busur dan menariknya sebatas telinga dan melepaskannya


TAK!!


TAK!!


TAK!!


semuanya menancap sempurna pada titik merah kecil pada bagian tengah,Lexka kembali mengambil anak panah yang lainnya sebanyak empat buah lalu memutar tubuhnya kebelakang dan kembali membidik empat papan bidik dan ya hasilnya sama semua menancap sempurna dititik paling tengah.


"ngak akan peduli gue!!,apa susahnya sih istirahat sehat juga milik dia tapi ini tidak!!,buat khawatir aja"


orang sekitar yang melihat aksi Lexka malah dibuat kagum dan ada juga yang menatap iri sekaligus benci.


sedang putri Yollanda menatap berbinar kepada Lexka begitu pula pangeran Naka yang merupakan saudara kandung yollanda juga menyimpan ketertarikan kuat akan kemampuan bahkan fisik yang Lexka miliki.


"pengawal Lexka bukankah sangat menawan anakku"


"iya dia sangat menawan ibunda"


"apa kau tertarik padanya"


"iya sangat,saya ingin memilikinya sebagai pasangan saya"


"bagaimana kalau ibunda bantu kamu untuk mendapatkannya"


"bagaimana caranya ibunda, beri tahu anakmu ini"


"dapatkan rambut nya walau hanya sehelai dan setelah itu kau Taukan apa yang akan ibunda lakukan"permaisuri tersenyum tipis kepada putranya,dan dibalas senyum balik oleh Naka ditambah dengan anggukan


"saya akan dapatkan itu,sesegera mungkin ibu"Naka mengalihkan pandangannya kembali kepada Lexka yang sudah selesai dengan kegiatan memanahnya dan melangkah pergi dari arena panahan dan ya Lexka memenangkan ronde pertama dan akan melewati semua ronde dengan melompat memasuki final diakhir.


......................


kembali kepada Lexka yang memasang wajah sangat dingin menuju kearah Arsen dan Dion iya cukup marah dengan keadaan saat ini ditambah dengan angxi mengatakan rencana busuk yang akan dilakukan si kaisar tidak dapat diuntung dan para anggota keluarga yang lain.


angxi juga membawa informasi yang memang lexka tugaskan untuk cari tau dan saat semua itu Lexka ketahui dadanya terasa sangat panas,keinginan membunuh didalam dirinya semakin membara.


"nona tahan diri anda"ujar angxi melalui batin iya cukup khawatir melihat perubahan pada salah satu pupil mata nonanya itu,dulu kalau nonanya begini angxi akan membiarkan tapi sekarang angxi takut nonanya akan melakukan tindakan yang bisa berdampak kepada Arsen.


"angxi aku sangat haus!! orang disini sangat menggoda"Lexka yang menunduk untuk menyembunyikan seringai dibibirnya

__ADS_1


"tahan semua itu nona,anda akan menyakiti tuan Arsen jika seperti ini"


"aku ingin sekali mencicipi mereka"


"Nona!!"


......................


ditempat Arsen dan Dion mereka bingung melihat Lexka yang malah menghentikan langkahnya ditengah jalan dan orang disana juga menatap bingung.


apa lagi Lexka menunduk dengan tangan kiri yang meremas busur.


"yang mulia ada apa dengan pengawal Lexka!?"


Arsen yang melihat ada yang tidak beres kepada Lexka memilih bangkit dari kursi yang iya duduki dan bergegas menuju tempat Lexka berdiri walau tubuhnya masih agak lemas tapi iya paksakan dan menghiraukan panggilan Dion.


"Lexka"Arsen memegang tangan sebelah kanan Lexka dan melihat wajah Lexka yang menunduk dengan mata yang terpejam.


"ada ap-_"Arsen langsung terdiam saat busur yang Lexka pegang hancur berkeping keping karena kuatnya remasan yang Lexka lakukan.


Ditambah saat iya kembali melihat wajah Lexka Arsen malah tidak berani untuk bergerak kala bola mata sebelah kiri Lexka berubah menjadi hitam kelam dengan iris merah yang menghiasi sedang menatap intens kepadanya.



dengan memberanikan diri,Arsen mengangkat tangannya untuk menggapai wajah Lexka tapi pergerakan tangan tersebut terhenti kala tangan kiri Lexka menangkap pergelangan tangan Arsen dan meremasnya cukup kuat sampai sang empu tangan meringis.


Dion yang tidak jauh dari sana membulatkan matanya kala melihat Arsen terluka karena ulah Lexka,iya Tampa babibu langsung berlari mendekat dan memukul wajah Lexka dengan tenaga bercampur Mana dengan kuat


BRUKk!!


"LEXKA SIALAN,BANGSAT LO!! APA YANG KAU LAKUKAN"Dion menangkap tubuh Arsen yang limbung saat pegangan Lexka pada tangannya terlepas.


tapi orang yang diteriaki hanya terkekeh sambil melihat tangannya yang berlumur darah, lalu menjilatinya dengan wajah sumringah,Tampa merasa kesakitan akibat pukulan Dion


"khekhekhe manis aku suka!"tatapan Lexka menyorot semua orang yang ada disana lalu menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul-muncul iya sudah berada disebelah pelayan putri Lily yang bernama Mira


CRASHHh!!


BRUKk!!


kepala pelayan Mira terlepas dari tubuhnya dan terogok dilantai hanya dengan tebasan yang Lexka lakukan menggunakan tangannya yang berubah menjadi hitam berkuku panjang.



melihat semua itu orang yang berada disana langsung berteriak dan berlari menjauh,tapi tidak semudah itu Lexka yang bergerak cukup cepat mengejar orang yang ada disana melayangkan serangan terus menerus


penyihir agung yang melihat perubahan yang dialami oleh Lexka,ingat akan sesuatu mengenai rambut perak,rambut itu hanya dimiliki oleh bangsa demon yang sudah menghilang seribu tahun yang lalu.

__ADS_1


mendongak kelangit Alexander nama dari penyihir agung tersebut melihat perubahan pada matahari yang berubah menjadi hitam ditambah langit yang mulai memiliki warna yang sama.


"SEMUANYA BUAT BARRIER PELINDUNG SEKARANG JUGA!!"


"BAIK KETUA"


para anak buah dari penyihir agung membaca mantra pengaktifan sihir pelindung dengan tangan yang mereka rentangkan dan saling menyatu dengan tangan yang lainnya terciptalah sebuah BARRIER cukup besar para bangsawan yang dan masyarakat yang memang ada disana disegerakan untuk masuk.


dan sebagian memilih melawan Lexka menggunakan sihir yang mereka miliki, Alexander turut ikut bergabung bersama bahka Ardes juga turun tangan


"BERHENTI DI SANA"Ardes berteriak dengan lantang,dan Lexka yang sedang mengacak-acak isi perut dari mangsanya menoleh dan memandang dingin pada ARDES dan orang-orang yang berdiri dengan senjata tajam


"Dasar pengganggu"Lexka berdiri dengan sebuah jantung yang masih berdenyut ditangannya dan tersenyum miring


"aku tidak menyangka kau bagian dari ras demon pengawal Lexka!!"Ardes kembali bersuara


"terus,karena anda baru tau ada hak kah anda untuk menghentikan saya bersenang-senang"ujar Lexka dan memecahkan jantung yang ada ditangannya


SPLASHh!


memainkan darah bekas jantung yang pecah ditangannya Lexka menatap sekitar dan tatapannya beradu dengan mata hitam milik Dion didekat pilar cukup besar.


sedangkan Dion ketar-ketir bahkan mengumpat bisa-bisanya iya malah beradu tatap dengan Lexka yang sedang kerasukan itu


"anjing memang,kenapa liat kesini dasar monyet lihat kesana"Dion merapatkan tubuh Arsen kepadanya untuk melindungi kalau-kalau Lexka menghampiri,apa lagi keadaan Arsen yang sudah lemah makin melemah karena luka yang iya dapatkan dipergelangan tangan.


"segera pegang tanganku!"Dion hampir melompat kala suara seseorang mengejutkannya ditambah tangan yang terulur didepan dihadapan mereka.


saat Dion mengangkat wajahnya untuk mengetahui tangan siapa itu iya melihat anak berusia 14 tahun dengan rambut yang memiliki warna yang sama dengan Lexka dan ada kuping binatang berwarna putih menghiasi kepalanya.


"siapa kau"


"jangan banyak tanya,jika ingin selamat cepat pegang tanganku"


"apa kau dapat dipercaya"


"kau bisa pegang ucapanku"


mendengar jawaban tersebut,Dion yakin sosok didepannya ini cukup baik yang membuatnya memilih percaya dan dengan cepat menggapai tangan sosok tersebut.


bertepatan tangan tersebut tergapai dan mereka menghilang sebuah ledakan menghantam pilar tersebut sampai hancur berkeping keping.


......................


......................


......................

__ADS_1


^^^Bersambung...^^^


__ADS_2