
...Jangan lupa komen vote dan like ya...
flashback on.
setelah mengobati luka dari AIRU dan melakukan perawatan lainnya supaya pemuda itu tetap tenang,Lexka duduk bersama angxi diruang keluarga.
"obati dulu ya,lukanya nona nanti infeksi"ujar angxi dan bangkit dari sofa yang sama yang diduduki oleh nonanya.
dengan membawa kotak obat angxi kembali duduk disebelah nonanya,terlebih dahulu iya membersihkan luka pada area wajah seperti dahi pipi serta dagu nonanya,angxi menatap Lexka yang tampak sedang melamun tersebut.
"nona"
"jelaskan apa saja yang aku lakukan angxi"
"Hahhh,apa yang bisa saya katakan nona,sedangkan anda tau kala anda lepas kendali seperti apa,posisinya saat itu tuan Arsen menghampiri anda yang baru mengalami perubahan dan ya anda melukainya dengan cara mencengram pergelangan tangannya cukup kuat sampai-sampai ingin mengirimnya menghadap dewa,untung ada Dion kalau tidak ya itu, anda tau kan!"angxi berujar sambil tetap dengan perkerjaannya membersihkan dan mengobati luka yang nonanya dapatkan
"oh ya satu lagi nona,selamat mulai sekarang anda menjadi buronan seluruh kekaisaran GALAXY yeeeeeeee"
Lexka melirik mahluk sialan yang sayangnya iya juga sayangi dan mungkin posisinya hampir setara dengan arsen,walaupun begitu seandainya keduanya mendapatkan masalah atau dalam bahaya dia tetap menomor satukan Arsen terlebih dahulu.
"angxi"
"ya nona"
"keadaan Arsen bagaimana"
"hmmmm,lumayan baik sih tapi masih sering mengeluh sakit,tapi tidak sering hanya kadang-kadang"
Lexka yang mendengar hal tersebut,mendadak kepalanya berdenyut dan rasa bersalah makin berkecamuk begitu besar dihatinya.
sedangkan angxi yang melihat nonanya sedih,hanya mampu membiarkan biarlah nonanya larut seperti itu dirinya tidak ingin mengganggu lexka yang sedang bergalau ria!!lagi pula angxi tidak ingat kapan terakhir kali melihat muka nonanya yang terlihat kacau seperti ini,maka dari itu iya ingin menikmati kemendungan yang sedang melanda nonanya itu.
flashback off
ada banyak hal yang iya sesalkan dalam hidupnya,tapi penyesalan nya tidak sebesar apa yang iya lakukan sekarang dan juga satu penyesalan dimasa lalu,dirinya sebenarnya malu untuk kembali bertemu setelah apa yang terjadi diantara keduanya.
__ADS_1
aku yang berjanji tidak akan menyakiti tapi menoreh luka di fisiknya atau mungkin dimana waktu yang sudah ku tentukan untuk terbuka akan segalanya itu semua akan makin menyakiti hatinya.
ingin bungkam tapi iya berhak tau,karena apa yang ku simpan menyangkut latar belakang hidupnya,tapi balik lagi sanggup atau tidaknya aku melihatnya sedih dan murung jika hanya disuguhkan dengan pemandangan dirinya yang memejamkan mata dan terbaring seperti ini sudah cukup membuat sebagian nyawanya ingin melayang,mungkin kedengarannya berlebihan tapi itulah yang aku rasakan sekarang.
"Maaf!"bisikan lirih dari seorang Lexka sambil menatap Arsen yang masih dalam buayan mimpi dengan pandangan sendu,mata sewarna samudra tersebut menjatuhkan tatapannya pada tangan kanan Arsen yang terbalut perban cukup tebal dan balutan tersebut terlihat terdapat bercak darah.
mengulurkan tangannya Lexka menyentuh tangan tersebut dengan pelan,dan sangat hati-hati karena iya takut makin memperparah keadaan sang kekasih
"Maaf by,maaf!!"Kenzi mengusap dahi Arsen kala dahi tersebut mengkerut samar
"sekarang aku merasa tidak pantas berada di sekitarmu,aku takut kejadian yang sama terulang!!aku berbahaya dan aneh_"Lexka sedikit mendongak kala cairan bening dari matanya hampir terjatuh,sungguh rasa sesal itu menggerogotinya sedikit demi sedikit!!
"aku sangat mencintaimu by,tapi kalau kau memilih tidak ingin bersama monster ini aku akan ikhlas merelakan mu pergi karena aku tau,aku bukanlah orang normal setiap saatnya!! aku sakit"Membuang pandangannya kearah jendela Lexka melihat langit senja yang mulai memperlihatkan bias cahaya nya
Lexka ingat dulu jauh sebelum iya mengerti apa-apa dimana saat itu usianya masihlah belia dirinya punya seorang sahabat laki-laki yang usianya terpaut 1 tahun lebih muda dari dirinya,
dimana dirinya untuk pertama kali mengalami perubahan sebagai seorang demon,dimana untuk pertama kali ya sebuah penyesalan terukir di benaknya dimana iya menangis meraung-raung meminta maaf,serta berdoa pada Tuhan kalau apa yang terjadi pada dirinya semua mimpi.
iya ingat kala senja membias dirinya selalu diingatkan dengan dua hal tentang sosok tersebut kebahagiaan dan kesedihan.
bahagia karena pertemuan manis,sedangkan sedih karena perpisahan yang mengerikan
dan semua itu hampir terulang kembali pada sang terkasih,karena dirinya yang tidak pernah bisa mengontrol sisi gelap dari dirinya itu untuk keluar kala purnama muncul.
"euggghhh"suara lenguhan seseorang mengejutkan Lexka dari lamunannya,saat mata itu mengalihkan tatapannya pada sosok yang terbaring disisinya disana sosok sang terkasih sedang mengerjakan matanya pelan dan mata itu sekarang bersitatap dengan iris abu-abu kesukaannya yang sedang menatapnya terkejut,tapi tatapan terkejut itu tidak bertahan lama karena semua itu diambil alih oleh kabut air mata.
"hiks Lexka"Arsen tidak mampu menahan tangisnya kala melihat sosok Lexka setelah beberapa hari tidak melihat sosok dari tunangannya itu,Lexka sendiri juga tidak mampu menahan tetesan air matanya membuatnya langsung memeluk tubuh Arsen tidak terlalu erat tapi cukup menyampaikan perasaan masing masing
Lexka mengecup dahi Arsen cukup lama sedangkan Arsen sendiri memejamkan matanya,bahkan senyum terukir dibibirnya kala sosok seorang Lexka sudah seperti sosok Lexka yang iya kenal bukan seperti sosok yang iya temui terakhir kalinya
"Maaf!"
"tidak mengapa,aku baik-baik saja!!jangan merasa bersalah"
"kamu boleh melakukan apapun padaku sebagai bentuk hukuman,aku akan menerimanya!sungguh aku sangat merasa bersalah"
__ADS_1
"kalau begitu,bayar rasa bersalahmu dengan terus disampingku,jangan pernah beranjak dari sana kalau tidak ingin mendapat kebencian dariku,mengerti"
"sesuai permintaan mu!"
Arsen yang mendengarnya tersenyum senang dan kembali memeluk lexka,sungguh iya sangat bahagia akan keinginannya yang terpenuhi
"aku mencintaimu,teruslah seperti ini jangan pernah berubah!"
"tidak akan"
keduanya larut dalam dekapan hangat yang mereka jalin sampai Lexka kembali buka suara kembali mengajukan sesuatu kepada Arsen.
"By!"
"Hmm"
"aku akan izinkan jika kau ingin menjauh kapanpun dariku"
"kenapa berkata seperti itu!"
"aku sadar aku tidak baik bagimu!!Aku berbahaya"
"persetanan akan hal itu,aku suka kau dalam persi apapun bahkan dalam mode berbahaya kau jauh lebih menggoda"
"ya menggoda sampai ingin mengirimmu menghadap sang dewa"tatapan Lexka berubah datar bisa-bisanya Arsen bercanda saat Lexka sedang berbicara serius
"Hahahaha,jangan terlalu serius lagi pula aku tidak mungkin pergi menjauh darimu!!kau rumahku Lexka tidak ada rumah lain yang bisa ku singgahi selain kamu"
"ohh sejak kapan mulutmu berubah menjadi manis seperti ini Hm-"
"sejak hari ini"senyum Arsen kembali terulas bahkan makin lebar bahkan dengan gerakan tiba-tiba Arsen mengecup bibir lexka sekilas setelah itu menyembunyikan kembali wajahnya diceruk leher sang tunangan yang terdiam membeku karena serangan mendadak tadi.
......................
......................
__ADS_1
......................
^^^Bersambung.^^^