
...Jangan lupa komen vote dan like ya...
kelopak mata yang membengkak karena terlalu banyak mengeluarkan air mata,saat ini terbuka akibat rasa haus yang iya rasakan membuat tenggorokan terasa sangat kering.
melihat kearah jendela kaca yang tertutupi oleh gorden tipis berwarna putih iya dapat melihat diluar sana masih gelap,saat ingin bangkit tubuhnya tertahan sesuatu mengalihkan pandangannya kearah bagian perut iya melihat sebuah tangan putih menggukan gelang yang terbuat dari benang berwarna merah tergeletak di atasnya,tau akan siapa pemilik dari gelang tersebut iya langsung berbalik melihat kebagian belakang,dan di sana iya disambut sosok berwajah rupawan sedang memejamkan matanya dengan tenang.
"Lexka!"tangan Arsen terulur untuk memastikan bahwa sosok yang ada di depannya asli atau hanya halusinasi semata,dan ternyata semua itu asli saat tangan nya mampu menyentuh bagian pipi dari sosok di depannya Arsen sungguh senang luar biasa,yang mana iya langsung memeluk sosok di depannya sampai yang di peluk itu terbangun karena sulit napas karena terasa di himpit.
"Hahh,mukaku jangan di bekap by nafasnya susah!"Lexka sedikit menjauhkan diri dari arsen,tapi iya malah mengerjap-ngerjap matanya kala melihat wajah Arsen sembab,mata membengkak seperti orang yang menangis dalam waktu lama.
"ini kenapa!?"Lexka duduk dan di ikuti oleh Arsen yang merangsek maju dan memeluk Lexka dengan pipi yang di sandarkan pada bahu tunangannya itu
"by jawab!"
"kamu ngilang gitu aja aku cari satu rumah ini sama Dion dan Luangxi kamu ngak ada,aku pikir kamu marah karena aku abai dan memilih meninggalkan dunia dimensi ini dan pergi keluar tanpa pamit,dan Tara aku berubah menjadi jelek!"ujar Arsen menjelaskan membuat Lexka tersenyum gemas saat melihat sebegitu ya lelaki ini menangisi nya yang padahal terdampar di taman belakang menikmati menjadi santapan nyamuk.
"ohh sayang maafkan aku,kamu tidak jelek kok malah sangat lucu!"ujar Lexka memeluk Arsen dan menggoyang-goyangkan tubuhnya membuat Arsen tersenyum tipis karena perlakuan sederhana seperti ini membuat hatinya menghangat.
Arsen menjauhkan dirinya dan menatap wajah Lexka yang sangat menawan dan Arsen sangat beruntung bisa memiliki dan jadi bagian dari sosok di depannya ini.
"Lexka!"
"Hm,kenapa"
"nanti kalau kita sudah pergi dari dunia ini dan menetap di dunia Lexka boleh aku minta sesuatu!?"
"kamu bebas minta apapun,tidak ada batasan untuk itu"
"Lexka,aku ingin sebuah rumah apung,dulu bunda bilang iya sangat ingin rumah seperti itu dimana rumahnya berada di atas air jernih yang di tinggali oleh berbagai jenis ikan dan tanaman teratai tapi semua itu tidak pernah kesampaian dan hanya menjadi hayalan lalu saja,boleh aku meminta itu sebagai pengujutan dari impian ibuku!?"Arsen menatap wajah Lexka dan matanya menatap mata biru laut yang dimiliki oleh kekasihnya itu dimana mata itu memberikan kilatan teduh membuat Arsen tanpa sadar tersenyum.
"tentu saja boleh,kita akan bangun dan wujudkan mimpi itu bersama-sama"
"terima masih"
"anything for you!"Lexka tersenyum dan membalas genggaman tangan yang Arsen berikan sungguh saat melihat Arsen senang Lexka juga merasakan hal yang sama.
...[ ]...
Pagi menjelang di dunia dimensi yang mana keberadaan Lexka di sana sudah memakan waktu selama dua Minggu.
mengerjakan perkerjaan dan persiapan untuk hal-hal yang akan iya gunakan untuk menyerang kekaisaran itu butuh rencana matang dan kesiapan yang sempurna agar kejayaan yang iya dapat.
__ADS_1
clekkk
pintu terbuka memunculkan sosok pemuda berusia 19 tahun dengan sweater rajut berwarna biru muda dan celana pendek berwarna putih berjalan mendekat kearah sosok yang saat ini terlihat sibuk dengan perkerjaan nya dalam merakit alat peledak.
"ayo makan!"ujar Arsen sambil mengalungkan lengannya di leher Lexka yang mana membuat fokusnya buyar begitu saja karena terkejut
"by,jangan buat jantungan"Lexka menatap kesamping sambil mengusap dadanya
"hahahaha maaf ngak sengaja"Arsen malah tertawa melihat wajah Lexka yang menurut nya lucu saat terkejut iya suka lain kali iya akan kembali mengejutkan Lexka
"kamu ini!"setelah mengatakan hal tersebut Lexka kembali sibuk dengan urusannya yang mana Arsen cemberut melihatnya
"ayo makan aku udah lapar Lexka!"
"duluan aja makannya aku nanti"
"ngak aku ngak mau,ayo berhenti sejenak apa yang kamu kerjakan itu tidak akan lari dari atas meja itu ayolahhh"
"sebentar lagi ini hampir selesai,duluan aja"ucap lexka membuat Arsen terdiam tapi tiba-tiba kaki kursi Lexka di tendang oleh Arsen yang mukanya sudah merah karena kesal dan mata sedikit berkabut
Brakkk
"hehehehe!"mengambil tangan lexka untuk di gandeng keduanya pun langsung berlalu menuju ruang makan dimana Dion dan Luangxi sudah menunggu dengan setia walau sedikit menampilkan wajah kesal karena sepasang kekasih itu tidak muncul-muncul.
"kenapa lama sekali,aku sudah lapar tidak bisakah kita makan duluan!"keluh Dion sambil menyanggah wajah nya dengan kedua tangan
"bisa tapi habis itu nyawa kita melayang karena memakan makanan yang tuan Arsen buat susah payah untuk nona Lexka secara khusus!"jawab Luangxi sambil memasukkan buah anggur kedalam mulutnya
"Hahh!"menghela nafas berat Dion berpasrah diri dan mengambil satu apel dan memakannya,sambil melihat bocah kematian di depannya yang saat ini sedang mengoleskan roti dengan selai cokelat.
"Nah makan tuh"ujar angxi sambil menyerahkan dua lembar roti yang sudah iya olesi selai pada Dion,sedangkan untuk Dion sendiri mengangkat sebelah alisnya bertanya apa tadi halusinasi tumben sekali bocah di depannya ini berbaik hati
"tumben punya hati!?"ujar Dion membuat Luangxi memutar bola matanya dan menarik kembali piring berisi roti yang iya ansurkan kearah Dion
"ya udah ngak jadi!"
"eh gak bisa begitu dong,kok niatnya setengah-setengah"
"ya orang yang menerima niat baik pun banyak bacot,kalau di kasih diem jangan banyak pertanyaan bikin males!"Ujang angxi sambil melahap roti yang tadi iya berikan kepada Dion tanpa niat untuk kedua kalinya menawarkan makanan pada mahluk congor lemes macam Dion.
"cih bilang aja ngak ikhlas"kata Dion sambil mendengus
__ADS_1
"ya memang!"angxi mengangkat bahu acuh,yang mana menyebabkan Dion bertambah kesal.
Tuk
Tuk
Tuk
suara langkah kaki sepasang kekasih mendekat kearah ruang makan,dengan yang satu semangat dan yang satu biasa aja,saat sampai disana keduanya di sambut dua mahluk malang dengan salah satunya memasang wajah jelek membuat Arsen bertanya-tanya apakah penyebabnya!?,tapi ya bodo amat dengan menarik tangan lexka dan membawanya mendekat kearah meja makan keduanya langsung duduk bersisian dengan mata Arsen yang berbinar cerah,padahal pagi ini mendung.
"xka liat sup ini aku yang buat sendiri kamu harus mencobanya!"kata Arsen sambil menunjuk mangkok berukuran sedang dimana terdapat sup jamur dengan campuran daging ayam yang terlihat menggoda
"oh kenapa kalian berdua belum makan!?"tanya Arsen membuat Dion dan Luangxi menatapnya seolah mengatakan
'kan anda yang larang untuk tidak makan duluan!"
"makan bersama-sama lebih menyenangkan tuan Arsen"jawab Luangxi membuat Arsen mengangguk
"ooohhh kalau begitu mari makan!"
acara makan mereka dimulai dan Lexka mengambil mangkuk kecil yang sudah Arsen isi dengan sup jamur tersebut,dan ya Lexka memasukannya menyeruput dan memakan jamur serta ayam itu dengan tenang sedangkan Arsen menunggu komentar dari sang kekasih
"bagaimana!?"
"Enak!"
"benarkah,bawa sini biar aku coba juga!"ucap Arsen sambil merebut sendok yang Lexka gunakan dan menyendok sup tersebut lalu memakannya
"by-"
Huekkkk
"ASINNNNNN!!"
......................
......................
......................
^^^Bersambung....^^^
__ADS_1